... Panduan Lengkap Membuat Kain Tenun Endek Bali: Inspirasi Kerajinan Tangan dan DIY

Keseruan Membuat Kain Tenun Endek Bali dengan Teknik DIY

Sejarah Tenun Endek Bali

Lalu sejak tahun 2011 kain ini mulai dipopulerkan sebagai bahan seragam. Selanjutnya hingga sekarang bahkan terdapat Event untuk memilih putra/putri Duta Endek yang diselenggarakan secara berkala.

Nama Endek sendiri mempunyai arti yang unik. Nama itu berasal dari bahasa setempat yaitu “gendekan” atau “ngendek” yang berarti diam atau tetap, tidak berubah warnanya (Adnyana, Wawancara, 2015). Sebutan tersebut muncul ditengah proses pembuatannya, yaitu pada saat diikat dan kemudian dicelup, benang yang diikat warnanya tetap atau tidak berubah atau di Bali disebut “ngendek”.

Pusat produksi kain Tenun Endek di Bali meliputi daerah Kabupaten Karangasem, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Negara dan Kodya Denpasar.

Kain Tenun Endek bagi masyarakat Bali bukan hanya sebuah kain tenun semata. Namun adalah sebuah karya seni yang diwariskan melalui keterampilan secara turun-temurun. Selain itu kain tenun ini juga merupakan identitas kultural dan artifak ritual.

Sampai sekarang masyarakat Bali masih menguasai ketrampilan menenun nenek moyang ini dan melakukan kegitan menenun sebagai rutinitas mereka. Hasil tenun ini diaplikasikan pada pakaian yang mereka pakai sehari-hari dan kain untuk acara-acara ritual keagamaan disana.

Apabila Anda menginginkan informasi lebih banyak dan detail tentang sejarah Kain Tenun Endek, Anda bisa membacanya pada artikel kami yang lain yaitu 5 Fakta Sejarah Kain Tenun Endek Khas Bali.

Kharakteristik Tenun Endek Bali

Salah seorang sumber mengatakan bahwa teknik ikat yang berkembang di Bali adalah teknik single ikat pada benang pakan dan double ikat pada kedua benang yaitu lusi dan pakan. Tak heran untuk membuat satu motif Kain Tenun Endek saja membutuhkan waktu yang cukup lama dalam produksinya.

Namun sejalan dengan perkembangan Tenun Endek, maka ditemukan cara-cara kreatif yang baru dalam proses pembuatanya. Seperti misalnya dengan menggunakan teknik airbrush.

Teknik ini dapat menyingkat waktu proses pembuatan motif sehingga proses pembuatan berlangsung lebih cepat. Ujungnya mampu meningkatkan efisiensi dan jumlah produksi kain tenun ini.

Kain Tenun Endek sering dijumpai di Bali dalam bentuk lembaran/kain panjang, sarung, dan selendang, atau yang sering disebut dengan anteng. Bentuk sarung lazim dipakai oleh para laki-laki. Dengan ciri mempunyai sambungan pada bagian tengah atau sampingnya.

Sedangkan Kain Tenun Endek berbentuk kain panjang dipakai oleh kaum hawa. Dengan ciri mempunyai motif ragam hias ikat yang menghias bagian pinggir kain. Pada bagian tengah kain berwarna polos. Sejalan dengan perkembangannya, ditemukan banyak variasi, sepertibragam hias juga dibuat pada bidang tengah kain selain pada jalur hiasan pinggir.

Motif kain endek dan filosofinya

ilustrasi kain endek dalam peragaan di rumah mode Christian Dior (dok. KBRI Paris)

Kain endek memiliki beragam motif khas dengan desain yang disadur dari benda-benda di sekitarnya. Penyatuan pola dari benang lungsi dan pakan menjadikannya sangat istimewa serta punya daya tarik tersendiri.

Motif-motif yang bisa kamu jumpai pada kain endek antara lain:

  • Motif geometris diungkapkan melalui garis lurus, garis putus, lengkungan, dan bidang geometri lain. Ragam hias ini termasuk tertua di antara motif lain, sebagaimana termuat dalam buku Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Endek di Provinsi Bali
  • Motif flora yang diambil dari konsep tumbuhan dengan desain sedemikian rupa. Cirinya, ragam hias rapat dan sangat harmonis
  • Motif fauna merupakan motif penggambaran dari hewan-hewan. Biasanya, motif ini digunakan sebagai pengisi atau penekanan corak tenun secara keseluruhan
  • Motif figuratif adalah penggambaran bentuk manusia, bisa juga tokoh pewayangan
  • Motif dekoratif merupakan motif campuran atau disebut prembon. Umumnya, desain kain endek ini berasal pada kisah masyarakat setempat atau cerita pewayangan.

Selain itu, terdapat pula motif patra dan encak saji dengan ilustrasi yang menunjukkan penghormatan pada Sang Pencipta. Motif jenis ini biasanya digunakan sebagai upacara keagamaan. Sementara itu, motif lainnya bisa digunakan oleh siapa saja dan kapan saja.

Selain indah, kain endek juga kaya akan fungsi. Termasuk bisa digunakan sehari-hari dan menunjang perekonomian warga lokal. Keren, kan?


Tags: tenun ende

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia