... Panduan Kain Tenun Labuan Bajo: Teknik, Motif, dan DIY!

Keindahan Kain Tenun Labuan Bajo - Seni Jahit dan DIY yang Memukau

Proses Pembuatan Kain Tenun Labuan Bajo

Keseluruhan pembuatan kain tenun Labuan Bajo ini diproses secara tradisional. Mula-mula membuat benang jahit dan benang tenun, dipintal dari kapas kering yang dipanen dari pohon yang ditanam sendiri oleh masyarakat setempat.

Proses pemintalan pun menggunakan alat pemintal tradisional yang oleh orang Manggarai Labuan Bajo menyebutnya dengan nama “gasong” atau alat yang terbuat dari papan kecil bulat dan ditengahnya terpasang kayu sebesar jari kelingking anak-anak.

Di ujung kayu kecil itu kemudian kapas dililitkan terus gasong diputarkan sehingga benang seperti dipintal, sambil jari tangan sebelah kiri menyambung kapas-kapas yang terpisah. Proses ini akan mengubah kapas menjadi benang.

Benang hasil pemintalan ini kemudian dililitkan pada tubuh gasong hingga alat ini benar-benar tidak terlihat kayu tengahnya dan terasa berat. Benang lalu dipindahkan dari gasong ke alat yang namanya ”woer”, yaitu alat untuk membentuk benang menjadi gumpalan-gumpalan berbentuk seperti bola.

Jika benang akan dipakai sebagai benang jahit, maka benang hasil pemintalan itu harus terlebih dahulu diberi lilin agar licin. Namun bila benang akan dipakai untuk menenun sehelai kain, maka tidak perlu memakai lilin.

Untuk memulai membentuk mal songke, maka dibutuhkan 2 orang penenun untuk duduk di dalam mal lalu benang dikaitkan pada kayu yang dijadikan lebar, proses ini bisa dimulai dari samping kiri atau kanan, tergantung kelincahan dari para penenun.

Kemudian kedua penenun berbagai tugas baik memberi maupun menerima benang. Benang yang diterima lalu dikaitkan pada kayu lalu diberikan lagi kepada si pemberi, begitu seterusnya hingga mendapat ukuran yang diinginkan. Proses pembuatan ini biasa disebut dengan istilah “maneng”.

Tenun Ikat Nagekeo

Nagekeo adalah salah satu suku di Flores yang juga memiliki tradisi tenun ikat yang indah dengan motifnya.

Kain tenun ikat Nagekeo ditenun dengan benang-benang alami yang diperoleh dari tumbuhan lokal.

Adapun Pola-pola pada kain tenun ini mencerminkan cerita dan simbolisme budaya Nagekeo.

Kain tenun Nagekeo juga dikenal dengan warna-warna alaminya yang lembut dan nuansa yang tenang.

Kain tenun khas Flores merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Melalui kain tenun, masyarakat Flores menjaga identitas budaya mereka dan memperkuat ikatan sosial dalam komunitas mereka.

Kain-kain tenun ini bukan hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai pernyataan keindahan seni dan kebanggaan akan tradisi mereka.

Bagi para pecinta seni dan budaya, mengenal dan mengapresiasi kain tenun khas Flores adalah cara yang baik untuk mendukung warisan budaya Indonesia.

Setiap potongan kain tenun memiliki cerita yang unik, dan memiliki kain tenun khas Flores adalah memiliki potongan kekayaan budaya yang luar biasa.


Tags: tenun labuan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia