Keindahan Kain Tenun Labuan Bajo - Seni Jahit dan DIY yang Memukau
Proses Pembuatan Kain Tenun Labuan Bajo
Keseluruhan pembuatan kain tenun Labuan Bajo ini diproses secara tradisional. Mula-mula membuat benang jahit dan benang tenun, dipintal dari kapas kering yang dipanen dari pohon yang ditanam sendiri oleh masyarakat setempat.
Proses pemintalan pun menggunakan alat pemintal tradisional yang oleh orang Manggarai Labuan Bajo menyebutnya dengan nama “gasong” atau alat yang terbuat dari papan kecil bulat dan ditengahnya terpasang kayu sebesar jari kelingking anak-anak.
Di ujung kayu kecil itu kemudian kapas dililitkan terus gasong diputarkan sehingga benang seperti dipintal, sambil jari tangan sebelah kiri menyambung kapas-kapas yang terpisah. Proses ini akan mengubah kapas menjadi benang.
Benang hasil pemintalan ini kemudian dililitkan pada tubuh gasong hingga alat ini benar-benar tidak terlihat kayu tengahnya dan terasa berat. Benang lalu dipindahkan dari gasong ke alat yang namanya ”woer”, yaitu alat untuk membentuk benang menjadi gumpalan-gumpalan berbentuk seperti bola.
Jika benang akan dipakai sebagai benang jahit, maka benang hasil pemintalan itu harus terlebih dahulu diberi lilin agar licin. Namun bila benang akan dipakai untuk menenun sehelai kain, maka tidak perlu memakai lilin.
Untuk memulai membentuk mal songke, maka dibutuhkan 2 orang penenun untuk duduk di dalam mal lalu benang dikaitkan pada kayu yang dijadikan lebar, proses ini bisa dimulai dari samping kiri atau kanan, tergantung kelincahan dari para penenun.
Kemudian kedua penenun berbagai tugas baik memberi maupun menerima benang. Benang yang diterima lalu dikaitkan pada kayu lalu diberikan lagi kepada si pemberi, begitu seterusnya hingga mendapat ukuran yang diinginkan. Proses pembuatan ini biasa disebut dengan istilah “maneng”.
4. Exotic Komodo
Selain lokasinya yang strategis, Exotic Komodo juga menawarkan produk-produk khas NTT yang berkualitas tinggi. Kain tenun dan baju etnik modern menjadi salah satu produk andalannya, namun kamu juga bisa menemukan beragam produk lokal lainnya, seperti kopi khas Flores, gula manggarai, dan kue sorghum yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Keunikan lain dari Exotic Komodo terletak pada arsitektur bangunannya yang memadukan gaya modern dan tradisional. Atapnya terinspirasi dari rumah adat Mbaru Niang, sementara dindingnya memiliki warna putih dan cokelat muda yang memberikan kesan minimalis. Dengan suasana yang nyaman dan produk yang bervariasi, Exotic Komodo menjadi tempat yang wajib dikunjungi saat berada di Labuan Bajo.
Topi Tilangga
Aksesoris yang menjadi ciri khas Nusa Tenggara Timur ini sangatlah menarik. Topi yang memiliki ciri khas dengan adanya tanduk di atas kepala topi setinggi sekitar 40 cm. Topi tilangga biasa digunakan saat berkebun, ke sawah, menghadiri acara adat, bahkan untuk para pejabat juga menggunakan topi ini. Ini lah salah satu cinderamata yang cocok untuk anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan saat berkunjung di Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kopi manggarai biasa ditanam di manggarai bagian timur dan ini tempat yang cocok untuk budidaya tanaman kopi. Dengan iklim dan ketinggian yang pas tempat ini dipilih menjadi perkebunan kopi.
Ada dua jenis kopi manggarai yang ditanam yaitu kopi robusta dan arabika. Bagi pecinta kopi anda dapat temukan di berbagai minimarket yang tersebar di Labuan Bajo dengan harga yang bervariasi tergantung jenis kopinya.
Tags: tenun labuan