Kain Tenun Makassar - Memperindah Seni Jahit dan Kreativitas DIY Anda
Apa yang Membuat Kain Khas Makassar Spesial?
Biasanya, kain tenun banyak kita temukan saat kita travelling ke berbagai daerah di Tanah Air. Contoh terkenal di antaranya Yogyakarta, Pekalongan, Lombok, dan Minangkabau. Kali ini, kamu akan mengetahui kain tenun khas asal Makassar.
Jadi, apa yang membuat kain tenun Makassar sangat spesial? Mari kita lihat asal-usulnya terlebih dahulu.
Melihat pada abad ke-15 dan 16 Masehi, masyarakat Bugis atau Makassar sangat terkenal dengan proses menenun benang sutra yang dihias bersama benang perak dan emas.
Masyarakat Makassar sudah terbiasa menggunakan kain tenun pada berbagai acara adat. Unsur kain tenun pun juga terdapat pada pakaian pengantin tradisional bernama Baju Bodo.
Sebagai warisan budaya, kain tenun asal Makassar sering menjadi oleh-oleh kerajinan tangan yang tidak boleh terlewatkan. Hal yang membuat kain jenis ini sangat spesial adalah ciri khas warna dan corak cerah yang sangat unik.
Selain itu, biasanya proses pembuatan kain tenun Makassar cukup rumit dan menghabiskan waktu lama. Setidaknya, bahan bakunya seperti sutra terjamin sangat berkualitas, sehingga kain yang kamu beli bisa bertahan lama.
Kain Khas Makassar
Umumnya, terdapat tiga jenis kain tenun asal Makassar yang sering menjadi incaran sekaligus favorit. Mungkin kamu baru mendengar ketiganya. Berikut adalah tiga jenis kain tenun dari Makassar:
1. Kain Tenun Bugis
Mulai dari yang sangat klasik, yaitu kain tenun Bugis. Kain tenun jenis ini memiliki corak dan warna cerah sebagai ciri khasnya. Biasanya kain tenun Bugis terjual dalam bentuk lembaran kain atau sarung.
Kain ini terdiri berbagai macam motif, masing-masing memiliki arti tersendiri. Contohnya, motif balo renni yang berupa deretan garis vertikal dan horizontal. Menurut adat, perempuan yang perawan boleh memakai kain bermotif ini.
Ada juga motif balo lobang yang berupa cobo berbentuk segitiga berjajar secara melintang. Motif ini melambangkan pasangan dari balo renni, artinya kain ini lazim terpakai oleh laki-laki yang belum menikah.
Kain jenis ini juga terkenal sebagai Lipa Sabbe dalam bentuk sarung. Umumnya, Lipa Sabbe terpakai saat acara adat dan keagamaan, misalnya pernikahan dan lebaran.
Laki-laki mengenakannya dengan atasan jas tertutup dan songkok recca. Sedangkan, perempuan memadankannya bersama Baju Bodo.
Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Lipa Sabbe sebagai sebuah warisan budaya. Berkat hal itu, kain tenun Bugis atau Lipa Sabbe akan terus dilestarikan sebagai kain tradisional.
2. Kain Tenun Sengkang
Jenis kain Makassar yang populer adalah kain tenun Sengkang. Patut diketahui, Sengkang diambil dari nama ibu kota kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Kain tenun jenis ini biasanya dikenakan oleh masyarakat Bugis yang masih memegang tradisi adatnya sebagai pakaian utamanya. Tidak hanya itu, produk kerajinan ini berupa hasil dari tradisi turun-temurun masyarakat asli kota Sengkang selama ratusan tahun.
Tags: tenun makassar