Seni Tenun Pringgasela - Keindahan dalam Ketrampilan Tangan dan Kreativitas DIY
Harga
Ada beberapa faktor yang yang mempengaruhi harga tenun songket. Yang paling jelas adalah dari sisi pewarna yang digunakan, jika menggunakan pewarna alami tentunya harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan jika menggunakan pewarna sintetis atau kimia. Faktor yang lain adalah dari sisi kerumitan dalam proses pembuatan. Sebagai gambaran untuk menenun selembar kain dengan ukuran 3 meter kali 60 cm membutuhkan 2 hingga 4 orang dan selesai dalam waktu antara 10 hingga 14 hari. Untuk gambaran harga satu kain songket berkisar antara Rp. 200.000 sampai dengan 3 Juta Rupiah.
Demikian artikel yang membahas tentang kerajinan tangan kain tenun songket yang berada di Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Mulai dari sejarah, alat dan bahan yang digunakan, hingga motif dan harga nya yang bervariatif. Semoga ada kesempatan untuk berjung ke Lombok, berwisata menikmati berbagai macam keindahan alam dari laut hingga pegunungan, dari kerajinan tangan hingga berbagai macam kuliner dan jajanan. Sampai bertemu diartikel menarik berikutnya. Jangan lupa pula kunjungi artikel kami yang lain tentang wisata pantai pink dan pantai lainnya serta berbagai hal menarik lainnya di Pulau Lombok . Semoga bermanfaat.Wassalamualaikum WarahmatuLlahi Wabarokatuh.
Motif Tenun Songket
Diantara beberapa motif tenun yang ada, motif pasung bayan, Ragi Berincik dan Ragi Genil merupakan motif warisan leluhur yang berusia diatas 70 tahun dan disimpan secara turun menurun. Motif jenis ini memiliki kecenderungan bermotif kotak dan warna gelap seperti biru tua atau hitam dengan menggunakan teknik pewarnaan yang lebih lama dan lebih rumit.
| Ragam motif kain songket Pringgasela dengan pewarna alam (sumber: media.nelitidotcom) |
Belanja Kain Tenun di Desa Pringgasela
Setiap kain tenun yang dihasilkan akan langsung dibawa ke koperasi oleh para penenun itu sendiri untuk kemudian dipajang (display) dan dipasarkan di satu tempat, dengan sistem koperasi. Salah satu tempat dipasarkannya kain tenun tersebut adalah di basecamp Jejak Black Barry Adventure. Setiap kain tenun yang baru datang akan didata, kemudian diberi label harga dan nama penenunnya. Jadi akan mudah dicatat jika nanti dibeli oleh pengunjung. Oh iya, kebanyakan pengunjung di desa ini adalah mereka yang berasal dari luar Indonesia, utamanya Eropa. Yang domestik mana domestik, yuk cuss dimarih~
Kebetulan banget saat kami berada di sana kemarin, ada seorang penenun yang baru saja membawa kain hasil tenunnya. Kata Barry, biasanya mereka akan sekalian bertanya apakah kain tenun yang sebelumnya dititipkan sudah ada yang laku atau tidak. Kalau ada, maka mereka akan sekalian mengambil uang hasil penjualannya. Saya suka banget loh sama tempat display kain-kain tenun ini, tempatnya asyik dan nyaman banget. Beneran gak berasa lagi di toko. Crew Jejak Black Barry Adventure ramah sekali melayani pelanggan. Cerita banyak tentang kain tenun dan sebagainya. Belum lagi anda bakal disajikan segelas kopi atau teh yang enak banget selama di sana. Belanja-belanja jadi semakin gak berasa. Bwahahahaha.
Tags: tenun