Kain Tenun Rote - Memperkenalkan Karya Seni Anyaman Tradisional Pulau Rote
6 Aksesoris NTT dan Maknanya
Nusa Tenggara Timur punya baju adat khas yang hingga kini masih digunakan dan dilestarikan. Namun yang menarik dari pakaian adat NTT ini tidak hanya dari desain pakaiannya namun juga dari aksesoris yang digunakan. Salah satu aksesoris yang menjadi ciri khas pakaian NTT adalah Ti’i Langga.
Ti’i Langga adalah topi khas yang banyak digunakan oleh suku Rote. Menariknya, bentuk topi khas NTT ini berbentuk seperti tipi khas Meksiko yang dibuat dengan bahan daun lontar. Topi ini lebih banyak digunakan pada berbagai acara adat. Topi ini akan menjadi simbol kepercayaan masyarakat adat kepada sang pencipta.
Cara Membuat Kain Tenun Nusa Tenggara Timur
Proses pembuatan kain tenun pada tiap daerah di Indonesia tentu aja berbeda ya Sobat Indahnesia! Terkhusus pada pembuatan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur sendiri, dibagi menjadi 3 cara.
- Tenun Ikat atau yang biasa disebut Tenun Futus biasanya melalui proses pengikatan benang-benang untuk membentuk sebuah pola atau motif sepanjang kain.
- Tenun Buna, merupakan teknik mewarnai benang yang akan digunakan dalam proses menenun untuk menciptakan pola saat nanti kain tenun sudah rampung dibuat.
- Lalu yang ketiga ada Tenun Lotis atau Sotis, dimana cara pembuatannya mirip dengan Buna, yakni merendam benang terlebih dahulu, namun dipadukan dengan proses menyulam.
Umumnya, di NTT sendiri para penenun memadukan cara membuat kain tenun dengan menyulam sejumlah motif secara bersamaan. Sehingga hasil akhir dari kain tenunnya sendiri terlihat seperti 3 dimensi.
Lebih detailnya, untuk pembuatan kain tenun dimulai dengan proses pemintalan kapas untuk diproses menjadi benang, lalu diikat.
Nah, funfact-nya, Nusa Tenggara Timur juga termasuk provinsi dengan penghasil kapas terbesar di Indonesia lho Sobat Indahnesia! Pantas saja mereka lebih memilih melalui proses pembuatan benang dari kapas terlebih dulu ketimbang menggunakan benang siap pakai.
Untuk pewarna sendiri, para penenun di NTT masih menggunakan bahan-bahan tradisional, seperti warna dari akar-akar pepohonan.
Keunikan Pakaian Adat Rote
Setiap baju adat biasanya punya keunikan tersendiri, termasuk pakaian Rote dan Ndao.
Secara rincinya, Moms dan Dads bisa menjelaskan detail pakaian adat Rote berikut kepada Si Kecil.
1. Baju adat Rote
Foto: Urban Asia
Baju adat Rote untuk pria biasanya kemeja polos warna putih dengan lengan panjang yang dipadukan bersama kain tenun sebagai pengganti celana.
Tak lupa, ada pula kain yang disampirkan di pundak kanan hingga pinggang kiri dengan motif yang senada seperti bawahannya.
Sementara untuk wanita, kain tenun digunakan di seluruh tubuh sehingga membentuk sebuah baju terusan.
2. Topi Khas Bernama Ti'i Langga
Foto: Netizen Pintar
Salah satu ciri khas yang dimiliki pakaian adat Rote terletak pada adanya Ti'i langga. Ti'i langga adalah topi khas Rote dengan bentuk menyerupai topi Meksiko.
Selain sebagai ciri khas yang tidak lepas dari baju adat daerah di NTT ini, ti'i juga termasuk aksesoris pria tetapi hanya dipakai di saat-saat tertentu, misalnya ketika para pria sedang menari tarian tradisional.
Mengutip dari laman Rote Ndao Kab, Bahan pembuat ti'i langga adalah daun lontar yang sudah kering dan berwarna kuning kecokelatan.
Adanya bagian runcing pada topi ternyata bukan tanpa arti. Bagian tegak dan runcing ini seolah menggambarkan sifat orang Rote yang cenderung keras.
Menariknya lagi, topi khas masyarakat Rote ini menjadi simbol kepercayaan untuk setiap yang menggunakannya.
3. Aksesori untuk Wanita
Jenis Motif Kain Tenun dari NTT
Kain Tenun Jara Nggaja Ende
Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur yang satu ini punya motif utama yang berbentuk heewan kuda dan gajah. Dua motif hewan ini punya makna dan filosofi lho.
Motif kuda sendiri melambangkan kendaraan menuju ke alam baka, sedangkan motif gajah melambangkan kendaraan dewa pemberi keadilan dalam kepercayaan masyarakat di Ende.
Ada kepercayaan yang cukup mistis dibalik Kain Tenun Jara Nggaja Ende lho! Konon katanya, pemakaian kain tenun motif ini harus tepat dan benar. Kalau enggak, dipercaya akan membawa penggunanya menuju kematian. Hiii merinding yaa!
Kain Tenun Kelimara Nggela
Kain Tenun Kelimara Nggela melambangkan kehidupan masyarakat di Nggela, NTT yang begitu harmonis dan menyatu dengan alam, terlebih gunung. Hal ini juga sebagai perlambang rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Motif Kelimara yang cantik lahir dari filosofi ini. Kain tenun Kelimara Nggela identik dengan motif segitiga serupa gunung yang menjulang ke atas. Umumnya berwarna coklat tua.
Kain Tenun Jarang Atibalang
Berikutnya ada kain tenun Jarang Atibalang. Kain tenun ini asalnya dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Tenun Jarang Atibalang ini kalau secara bahasa dapat diartikan, “jarang” yaitu kuda dan “atibalang” yakni manusia.
Sama seperti kain tenun Jara Nggaja di Ende, kain tenun Jarang Atibalang juga punya makna filosofis berupa kuda sebagai kendaraan manusia menuju ke alam berikutnya dalam kepercayaan masyarakat setempat.
Kain Tenun Lawo Butu
Motif yang satu ini dikabarkan udah hampir punah atau jarang sekali ditemui. Dapat dikatakan, kain tenun dengan motif Lawo Butu adalah kain tenun paling kompleks diantara kain tenun NTT lainnya!
Kain tenun Lawo Butu juga cukup unik lho! Kain tenun ini biasa dipakai menjelang upacara sakral untuk memanggil hujan. Motif-motif rumit dari kain tenun ini biasanya didominasi oleh motif kuda, sampan, gurita, dan masih banyak motif kompleks lainnya!
Tags: tenun