Kain Tenun Samarinda - Keindahan Budaya Tenun dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Air Terjun Pinang Seribu
Air terjun ini terletak di Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara. Air Terjun Pinang Seribu memiliki bentuk yang unik karena berupa undakan seperti anak tangga dan bisa dinaiki. Airnya mengalir tidak terlalu deras sehingga relatif aman untuk bermain bersama anak-anak.
Selain bermain air, Anda bisa menyewa sepeda air seharga 15.000 Rupiah untuk berkeliling danau buatan. Anda juga bisa membayar 10.000 Rupiah untuk memancing di kolam sepuasnya. Di sini juga terdapat banyak gazebo untuk bersantai sambil menikmati makan siang Anda. Jika masih ingin berada di tempat wisata ini lebih lama, Anda bisa menginap di villa yang ada di kawasan ini.
Tiket masuk Air Terjun Pinang Seribu adalah 5.000 Rupiah per orang.
Alat untuk Memproduksi Kain
Pembuatan kain songket Samarinda menggunakan alat khusus. Dimana alat ini terbuatd ari kayu secara keseluruhan. Pun, tidak ada yang menggunakan mesin. Jika dilihat sepintas, maka alat tenun sangat sederhana.
Proses menenun pun full dikerjakan oleh tenaga manusia. Mulai dari memberi warna pada benang, pemintalan, tenunan, hingga pencucian yang murni menggunakan tangan masyarakat Samarinda.
Alat tenun songket Samarinda terdiri dari empat bagian yang meliputi unuseng atau alat pemintal, saureng atau alat penyusun corak, apparising atau alat memasukkan benang, dan juga pemalu atau alat penggulung benang.
Untuk bahan yang digunakan sendiri secara umum ada tiga jenis yakni benang sutera alam atau warm silk, bahan pewarna, serta benang sutra impor atau spoon silk. Biasanya, bahan berkualitas tersebut diimpor oleh pengrajin dari Jepang dan Jerman.
Liburan Sambil Belajar Nenun Kain Samarinda
Saat Anda berkunjung ke kampung wisata tenun Samarinda, Anda juga bisa melihat proses pembuatan kain tenun yang sangat unik.
Membutuhkan proses yang sangat lama dan kesabaran yang ekstra untuk membuat selembar kain tenun khas Samarinda ini. Tak hanya melihat prosesnya para pengunjung juga bisa berinteraksi dengan para pengrajin yang membuat kain tenun.
Anda bisa temukan sekumpulan pengrajin dari perkampungan Suku Bugis dari daerah Samarinda ini. Pengunjung akan dihadirkan dengan beberapa macam alat yang digunakan oleh para pengrajin ini.
Pengunjung juga bisa mencoba kemahiran untuk membuat kain tenun Samarinda ini. Para pengrajin setempat sangatlah ramah dan akan mengajarkan Anda dengan perlahan lahan bagaimana membuat kain tenun yang rapi dan indah.
Anda tidak perlu khawatir salah, karena setiap pengunjung yang ingin mencoba membuat kain tenun akan selalu diawasi oleh pengrajin tenun.
Tentunya dengan pengalaman baru dalam hal menenun akan membuat Anda mengerti dan merasakan keistimewaan dari kain tenun tersebut.
Diperbolehkannya para wisatawan untuk mencoba menenun ini adalah langkah awal untuk mengenalkan budaya menenun yang ada di daerah tersebut. Hal ini juga agar budaya menenun tetap dilestarikan dan memiliki penerus di masa yang akan datang.
Apabila Anda ingin belajar menenun, maka ada baiknya Anda datang pada jam jam pengrajin bekerja. Yaitu pada pukul sekitar 9 pagi hingga jam 3 sore hari waktu setempat.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Tanjung, Tabalong Terbaru & Hits Buat LiburanAnda akan bertemu dengan ibu ibu penenun dan membuat Anda memiliki pengalaman yang berharga saat berkunjung ke daerah wisata ini. Bagaimana tertarik mencoba menenun?
7 Kain Tradisional Kalimantan Beserta Gambarnya
Mungkin kamu sudah mengetahui bahwa kain tradisional Indonesia adala kain batik. Namun ternyata masih banyak lho jenis kain tradisional yang dimiliki oleh negeri kita. Salah satu daerah yang memiliki kain tradisionalnya sendiri adalah Kalimantan. Berikut ini adalah pembahasan tentang kain-kain tradisional yang berasal dari Kalimantan.
Kain tradisional yang pertama adalah kain songket sambas yang berasal dari Kalimantan Barat. Kain ini merupakan warisan budaya yang sudah ada sejak 1668 atau pada saat Borneo berada di bawah kekuasaan Raden Bima. Kain yang umumnya digunakan dalam upacara adat dan sakral ini memiliki ciri khas yaitu menggunakan benang emas. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kain songket sambas adalah benang longsen dan benang pakan dengan beragam warna yang cantik.
Biasanya kain songket sambas ini ditenun oleh remaja dewasa yang belum menikah. Terdapat beberapa tahap dalam proses pembuatan kain ini antara lain tahap mennarau dan tahap mengani. Kain songket tidak hanya indah dan cantik melainkan mengandung nilai-nilai sejarah, falsafah hidup. dan menggambarkan tentang kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai tersebut tertuang dalam corak kain songket yang beragam. Corak atau motif kain songket antara lain pucuk rebung, tabur melati, tabur bintang, bunga tanjung, bunga malek, serong pita berbunga, serong parang manang.
Tags: tenun samarinda