Kain Tenun Samarinda - Keindahan Budaya Tenun dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Detail alat tenun gedog
Alat tenun gedog | Kemdikbud.go.id
Karena itu, tak heran jika berkat pembuatannya yang juga membutuhkan waktu sangat lama, kain tenun hasil alat gedog memiliki harga jual yang sangat fantastis.
Alat inti gedog sendiri terbuat dari bambu dan kayu yang berfungsi untuk mengaitkan benang lungsi, dan terdiri dari beberapa bagian yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. Bagian tersebut di antaranya por, yang terbuat dari kayu dan tali rami atau tali tambang dan memiliki fungsi sebagai penahan pinggang bagi penenun.
Kemudian ada juga suri yang bentuknya menyerupai sisir, dan berfungsi untuk memisahkan benang lusi atas dan lusi bawah. Untuk menarik benang, diandalkan bagian sejenis papan bernama dayan.
Untuk menarik sisi kain tenunan yang sudah jadi, digunakan bagian bernama apit yang letaknya ada di depan perut penenun dan akan digunakan untuk menggulung tenunan yang sudah jadi tersebut.
Selain bagian inti gedog, terdapat seperangkat alat lainnya yaitu pajal, undar jantra, pamanen, dan teropong yang masing-masing memiliki peran utama dalam menggulung dan menguraikan benang saat proses menenun.
Daya Tarik dari Kampung Tenun Samarinda
Kampung Wisata Tenun ini terletak di Jalan Panglima Bendahara Samarinda Seberang tepatnya berada di tepian Sungai Mahakam. Untuk bisa mencapai tempat ini Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi.
Namun sayangnya kendaraan besar seperti bus tidak diperkenankan masuk ke kampung dan hanya diperbolehkan di depan gapura saja. Anda harus melanjutkan perjalanan kurang lebih 500 meter dengan berjalan kaki jika berkendara dengan bus.
Samarinda memiliki motif batik khas yang diberi nama Belang Hatta. Nama ini tidak lepas dari kunjungan Bung Hatta ke Kampung Wisata Tenun saat beliau menjabat sebagai wakil presiden RI. Pada saat itu dari sekian banyak motif yang ada Bung Hatta memiliki pola garis garis merah hitam untuk dijadikan motif Khas Samarinda.
Sejak saat itulah motif Belang Hatta lazim ditemukan bukan hanya di Samarinda namun juga di Kalimantan Timur. Meskipun begitu bukan berarti kampung ini hanya memproduksi kain yang memiliki motif Belang Hatta. Ada banyak sekali motif yang ditenun oleh ibu ibu setempat seperti motif Ayam Pelopo, Garanso dan Burica.
Rekomendasi
10 Taman di Samarinda yang Cocok untuk Refreshing
Taman Borneo, Wisata Alam Andalan Kota Samarinda
Jungle Water World (JWW), Wisata Air Seru di Tengah Hutan
Benang yang digunakan untuk menenun pun merupakan benang impor dari China. Benang ini tidak terlalu mahal, namun kualitasnya pun tidak kalah bagus.
Tags: tenun samarinda