... Panduan Lengkap: Cara Membuat Kain Tenun Samarinda dengan Teknik DIY

Kain Tenun Samarinda - Keindahan Budaya Tenun dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Daya Tarik dari Kampung Tenun Samarinda

Kampung Wisata Tenun ini terletak di Jalan Panglima Bendahara Samarinda Seberang tepatnya berada di tepian Sungai Mahakam. Untuk bisa mencapai tempat ini Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi.

Namun sayangnya kendaraan besar seperti bus tidak diperkenankan masuk ke kampung dan hanya diperbolehkan di depan gapura saja. Anda harus melanjutkan perjalanan kurang lebih 500 meter dengan berjalan kaki jika berkendara dengan bus.

Samarinda memiliki motif batik khas yang diberi nama Belang Hatta. Nama ini tidak lepas dari kunjungan Bung Hatta ke Kampung Wisata Tenun saat beliau menjabat sebagai wakil presiden RI. Pada saat itu dari sekian banyak motif yang ada Bung Hatta memiliki pola garis garis merah hitam untuk dijadikan motif Khas Samarinda.

Sejak saat itulah motif Belang Hatta lazim ditemukan bukan hanya di Samarinda namun juga di Kalimantan Timur. Meskipun begitu bukan berarti kampung ini hanya memproduksi kain yang memiliki motif Belang Hatta. Ada banyak sekali motif yang ditenun oleh ibu ibu setempat seperti motif Ayam Pelopo, Garanso dan Burica.

Rekomendasi
10 Taman di Samarinda yang Cocok untuk Refreshing
Taman Borneo, Wisata Alam Andalan Kota Samarinda
Jungle Water World (JWW), Wisata Air Seru di Tengah Hutan

Benang yang digunakan untuk menenun pun merupakan benang impor dari China. Benang ini tidak terlalu mahal, namun kualitasnya pun tidak kalah bagus.

Pulau Kumala

Pulau Kumala merupakan tempat wisata di Samarinda yang berada di tengah Sungai Mahakam. Pulau ini berasal dari pengendapan lumpur sungai. Jika dilihat, bentuknya memanjang menyerupai perahu yang terbalik.

Tempat wisata ini disebut mirip dengan Taman Mini Indonesia Indah yang berada di Jakarta. Hal ini dikarenakan Pulau Kumala juga menggambarkan budaya Kalimantan mulai dari bangunan adat, candi dan juga patung lembu.

Selain bangunan bernilai budaya setempat, di sini juga terdapat wahana permainan modern seperti sky tower setinggi 75 meter, kereta mini, kereta gantung dan juga komemdi putar. Jika ingin menginap, ada DJS Resort yang menyediakan cottage dan kolam renang.

Tempat wisata ini berada di sebelah barat kota Tenggarong, kabupaten Kutai Kartanegara, atau 27 dari kota Samarinda. Untuk mencapai Pulau Kumala, Anda bisa menyeberang menggunakan perahu motor atau kereta gantung dari Tenggarong.

Liburan Sambil Belajar Nenun Kain Samarinda

Saat Anda berkunjung ke kampung wisata tenun Samarinda, Anda juga bisa melihat proses pembuatan kain tenun yang sangat unik.

Membutuhkan proses yang sangat lama dan kesabaran yang ekstra untuk membuat selembar kain tenun khas Samarinda ini. Tak hanya melihat prosesnya para pengunjung juga bisa berinteraksi dengan para pengrajin yang membuat kain tenun.

Anda bisa temukan sekumpulan pengrajin dari perkampungan Suku Bugis dari daerah Samarinda ini. Pengunjung akan dihadirkan dengan beberapa macam alat yang digunakan oleh para pengrajin ini.

Pengunjung juga bisa mencoba kemahiran untuk membuat kain tenun Samarinda ini. Para pengrajin setempat sangatlah ramah dan akan mengajarkan Anda dengan perlahan lahan bagaimana membuat kain tenun yang rapi dan indah.

Anda tidak perlu khawatir salah, karena setiap pengunjung yang ingin mencoba membuat kain tenun akan selalu diawasi oleh pengrajin tenun.

Tentunya dengan pengalaman baru dalam hal menenun akan membuat Anda mengerti dan merasakan keistimewaan dari kain tenun tersebut.

Diperbolehkannya para wisatawan untuk mencoba menenun ini adalah langkah awal untuk mengenalkan budaya menenun yang ada di daerah tersebut. Hal ini juga agar budaya menenun tetap dilestarikan dan memiliki penerus di masa yang akan datang.

Apabila Anda ingin belajar menenun, maka ada baiknya Anda datang pada jam jam pengrajin bekerja. Yaitu pada pukul sekitar 9 pagi hingga jam 3 sore hari waktu setempat.

Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Tanjung, Tabalong Terbaru & Hits Buat Liburan

Anda akan bertemu dengan ibu ibu penenun dan membuat Anda memiliki pengalaman yang berharga saat berkunjung ke daerah wisata ini. Bagaimana tertarik mencoba menenun?

Masjid Islamic Center Samarinda

Arsitektur masjid terinspirasi dari Hagia Sophia di Turki, misalnya pada kubah besarnya yang bermotif. Masjid ini memiliki satu menara utama setinggi 99 meter yang disesuaikan dengan asmaul husna, dan enam menara dengan ukuran lebih pendek yang melambangkan rukun iman. Selain itu, anak tangga menuju ke lantai utama masjid berjumlah 33 buah, jumlah yang sama dengan butiran tasbih.

Tak hanya menjadi rumah ibadah, masjid ini juga menjadi tempat wisata. Banyak pengunjung dari luar kota yang datang untuk melihat kemegahan masjid ini. Pada malam hari, Masjid Islamic Center Samarinda terlihat sangat cantik dari kejauhan dengan latar Sungai Mahakam.


Tags: tenun samarinda

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia