... Belajar Kain Tenun Songket: Panduan Lengkap untuk Pemula - DIY dan Kerajinan Jarum

Seni Tenun Songket - Keindahan dan Keunikan dalam Kerajinan Tangan DIY

Proses pembuatan songket Pandai Sikek

Songket Pandai Sikek masih dibuat serba manual dan tradisional dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Karena proses pembuatan yang lama dan rumit, tak heran jika harga kaun ini dikenal mahal, tergantung dari ukuran, jenis, kehalusan, hingga kerumitan motif.

Kain songket ini dibuat dari benang emas yang dihasilkan melalui teknik pakan tambahan. Caranya dengan menyungkit helai-helai benang lungsi sesuai ukuran dan motif yang diinginkan. Kemudian, benang emas dimasukkan bersama benang pakan secara menyilang.

Pembuatan songket tersebut memiliki teknik yang dikenal dengan nama tuhuak. Konon, teknik ini bisa membuat songket dengan kualitas beragam. Pengelompokan tuhuak bisa disesuaikan dengan jumlah benang pakan yang ada di antara benang lungsi, biasanya dua, empat atau enam benang pakan di antara benang lungsi.

Ada dua jenis songket yang dihasilkan perajin tenun di Pandai Sikek, yaitu songket balapak dan songket batabua. Songket balapak juga biasa disebut tenun sarek, hiasan motif dari benang emas atau perak memenuhi seluruh permukaan kain. Sedangkan songket batabua atau songket babintang, penyebaran motif hanya pada bagian tertentu saja.

Ciri otentik kain songket sasak

ilustrasi peragaan busana berbahan dasar kain tenun (istimewa)

Perbedaan mencolok kain Songket Sasak dengan songket daerah lainnya itu terletak pada benang yang digunakan. Daerah lain umumnya menggunakan benang emas dan benang perak, terutama pada songket Melayu. Namun pada kain Songket Sasak cukup menggunakan benang warna-warni yang menampilkan kesan ramai dan bersahaja.

Kemudian pada segi penggunaan ragam hias, motif kain Songket Sasak lebih penuh atau padat sampai menutupi seluruh bidang kain. Kalau pada Songket Melayu, ragam motifnya jauh lebih jarang-jarang. Pembeda lainnya adalah pada motif tumpal sebagai “Kepala Kain”, tetapi tidak pada songket Lombok yang sangat jarang adanya motif tumpal.

Sementara jenis motif kain Songket Sasak yaitu Wayang, Subhanale, Serat Pengginang, Ragi Genep, Bintang Empat, Keker atau Merak, Tokek, Panah, Bintang Remawe, Bulan Berkurung, Bulan Bergantung, Nanas, Anteng, Alang atau Lumbung.

Cara Pembuatan Kain Songket

Pada dasarnya, baik kain songket maupun tenun ikat tidak berbeda jauh. Keduanya sama-sama dibuat dengan menganyam dua jenis bening yang lajurnya dibuat vertikal dan horizontal melalui bantuan alat dan bilah-bilah kayu.

Hanya saja, pada songket, ada teknik tambahan berupa penyukitan atau teknik cukit, yakni ada bagian benang yang sebelum dianyamankan ke jalur yang lain diangkat dan setengah dipelintir terlebih dahulu menggunakan sebuah alat. Namun, teknik ini tidak berpengaruh besar pada tekstur songket.

Yang paling membedakan songket dengan jenis kain tenun biasa tak lain pada jenis benang yang dipakai. Pada songket, selalu ada benang emas atau benang perak yang terhias pada permukaan kain. Benang emas dan perak ini merupakan benang yang berasal dari kepompong ulat sutera. Hal inilah yang membuat kain songket sangat mahal.

Demikianlah informasi tentang sejarah dan persebaran kain songket serta bagaimana pembuatan kain tenun Songket. semoga bermanfaat.

Motif songket Pandai Sikek

Pada dasarnya, pola motif songket Pandai Sikek terbagi dua jenis, yaitu cukie dan sungayang. Cukie biasa digunakan pada bagian seperti tepi kain, kepala kain, badan kain, dan pembatas dua motif. Sedangkan sungayang merupakan pola motif yang menutupi seluruh kain songket.

Adapun tiga motif wajib yang ada di dalam songket ialah batang pinang (pohon pinang), bijo bayam (biji bayam), dan saluak laka. Jika selembar songket tidak memiliki ketiga motif tersebut, maka tidak dianggap sebagai karya perajin Pandai Sikek.

Untuk warna kainnya sendiri terbagi dua, yaitu kain dengan warna dasar dan kain dengan motif yang jelas. Umumnya, warna dasar kain adalah hitam, merah, dan kuning, sebagai simbol kaum adat, cendekiawan, dan ulama. Kemudian, untuk kain yang dipenuhi motif biasanya berwarna emas.

Bila digunakan pada upacara adat, songket Pandai Sikek yang dipakai harus berwarna dasar merah dan hitam dengan motif kuning keemasan. Pada acara pernikahan, pengantin wanita menggunakan songket warna dasar merah sedangkan pria memakai warna dasar hitam.

Pada kain songket, warna kuning menjadi simbol keagungan, ketenaran, tutur kata yang benar, dan menempuh jalan yang benar. Merah melambangkan keberanian dan kesanggupan dalam menghadapi cobaan hidup. Sementara warna hitam merupakan simbol keabadian.


Tags: tenun

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia