Seni Tenun Songket - Keindahan dan Keunikan dalam Kerajinan Tangan DIY
Jenis – Jenis Kain Songket
1. Songket Lepus
Songket lepus adalah kain songket yang benang emasnya hamopir menutupi seluruh bagian kain. Kata lepus berarti menutupi. Songket lepus mempunyai beberapa motif yaitu motif lepus bintang, lepus berantai, lepus ulir, dll.
2. Songket Tawur
Pada Songket Tawur memiliki motif yang tidak menutupi seluruh permukaan kain tetapi berkelompok dan menyebar.
3. Songket Tretes
Songket Tretes motifnya biasanya terdapat pada kedua ujung pangkal kain dan pinggir-pinggir kain dan bagian tengah dibiarkan polos.
4. Songket Bungo Pacik
Songket Bungo Pacik mempunyai motif yang terbuat dari benang kapas putih sehingga benang emasnya tidak terlihat banyak dan hanya sebagai selingan saja.
5. Songket Limar
Songket Limar ditenun dengan corak ikat pakan. Motifnya berasal dari benang pakan yang diikat dan dicelup pewarna.
6. Songket Kombinasi
Songket kombinasi adalah perpaduan dari jenis songket lainnya.
Kerajinan Tenun: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya
Sejumlah perempuan menenun di baawah rumah Desa Gumananon, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. Sulawesi Tenggara. Desa Gumananon menjadi tempat warisan leluhur turun temurun terkait tenun Kamohu. (Dok. KemenKopUKM)
Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Kerajinan tenun menjadi salah satu kekayaan budaya, berupa kerajinan tangan, yang dimiliki Indonesia. Apa itu kerajinan tenun?
Motif songket Pandai Sikek
Pada dasarnya, pola motif songket Pandai Sikek terbagi dua jenis, yaitu cukie dan sungayang. Cukie biasa digunakan pada bagian seperti tepi kain, kepala kain, badan kain, dan pembatas dua motif. Sedangkan sungayang merupakan pola motif yang menutupi seluruh kain songket.
Adapun tiga motif wajib yang ada di dalam songket ialah batang pinang (pohon pinang), bijo bayam (biji bayam), dan saluak laka. Jika selembar songket tidak memiliki ketiga motif tersebut, maka tidak dianggap sebagai karya perajin Pandai Sikek.
Untuk warna kainnya sendiri terbagi dua, yaitu kain dengan warna dasar dan kain dengan motif yang jelas. Umumnya, warna dasar kain adalah hitam, merah, dan kuning, sebagai simbol kaum adat, cendekiawan, dan ulama. Kemudian, untuk kain yang dipenuhi motif biasanya berwarna emas.
Bila digunakan pada upacara adat, songket Pandai Sikek yang dipakai harus berwarna dasar merah dan hitam dengan motif kuning keemasan. Pada acara pernikahan, pengantin wanita menggunakan songket warna dasar merah sedangkan pria memakai warna dasar hitam.
Pada kain songket, warna kuning menjadi simbol keagungan, ketenaran, tutur kata yang benar, dan menempuh jalan yang benar. Merah melambangkan keberanian dan kesanggupan dalam menghadapi cobaan hidup. Sementara warna hitam merupakan simbol keabadian.
Tags: tenun