Seni dan Keindahan Kain Tenun Sumbawa dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Pangkenang Lonas Panemu
Lonas Panempu berarti Remaja/pemuda yang mengikuti/menghadiri suatu kegiatan. Pakaian yang dihajatkan untuk remaja dan kaum muda yang belum menikah ini dikenakan dalam berbagai kesempatan budaya, penyambutan tamu baik di dalam maupun di luar daerah.
Pakaian Pria Terdiri Dari : Sapu Alang Tokko Mako Turen Den/Layar Pele, Pabasa Alang Salonang dengan empat lipatan, Kere Alang dikenakan dengan cara "Tepong gadu" yakni melipat kain dipinggang kiri dan kanan, lalu diberi Parabat. Panjang kain -+ 10 cm di bawah lutut. Lamung Taruna Lengan lengan panjang, Saluar Belo Parabat,Salepe, Alas kaki (sepatu sandal/sepatu)
Pakaian Wanita Terdiri Dari : Sapu Kidasanging disampirkan di bahu kiri, Lamung Pene diberi hiasan dengan teknik border/payet (cepo/cila), Kere Alang, Parabat, Bebat (stagen), Assesoris: Kemang Bagegar/Kemang Kanentek (tiga batang), Bengkar Tarowe (anting), Kemang Sumping, Tonang Mastora (kalung), Ponto (gelang), Salepe, Alas kaki (selop terbuka),
2. Susu Kuda Liar
Pasti kamu pernah mendengar produk yang menjadi oleh-oleh khas Sumbawa ini. Tentunya susu kuda liar khas Sumbawa sudah sering diiklankan di radio-radio atau media lainnya. Susu kuda liar yang berkhasiat ini asalnya dari kuda-kuda Sumbawa yang terkenal.
Susu kuda liar dari Sumbawa ini dipercaya bisa membantu dalam mengatasi beberapa penyakit, contohnya leukimia, paru-paru basah, tipes, kanker, bronkitis dan penyakit-penyakit lainnya. Untuk khasiat dari susu kuda liar ini sudah dilakukan penelitiannya di Jerman.
Terbukti kandungan dalam susu kuda liar ampuh dalam menyembuhkan radang usus. Produk dari Sumbawa ini sangat laku dijual di pasaran. Kebanyakan orang yang datang ke Sumbawa, pasti akan mencoba susu kuda liar ini. Rasa susunya gurih tidak enek seperti susu kambing atau sapi.
Desa saneo yang berada di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu dikenal sebagai salah satu desa penghasil susu kuda liar. Susu liar ini harganya memang cukup mahal, yaitu sekitar Rp75.000 – Rp100.000/botolnya karena tak mudah untuk mendapatkan susu ini.
Hal itu karena untuk mendapatkan susu, pekerja harus pergi ke hutan dan memanggil kuda liar. Hewan-hewan ini tidak hidup di kandang, tapi dibiarkan hidup liar di hutan. Memang tak haru ke Desa Saneo untuk mencicipi susu ini, tapi jika ingin susu yang masih segar, ya di desa inilah tempatnya.
Sekarang ini susu kuda liar sudah banyak diolah jadi bermacam-macam jenis makanan, contohnya kue, permen susu, juga makanan ringan lainnya. Kalau jalan-jalan ke Sumbawa, jangan lupa untuk membawa susu kuda liar sebagai oleh-oleh.
7. Baso Siong (Jagung Sangrai)
Satu lagi camilan yang masuk dalam daftar oleh-oleh khas Sumbawa yang tak boleh ketinggalan untuk kamu beli ketika berkunjung ke tempat ini. Baso siang adalah olahan jagung yang diproses dengan cara disangrai. Mungkin kamu membayangkan rasa camilan ini akan pahit dan keras tapi justru sebaliknya.
Masyarakat Sumbawa ternyata berhasil membuat jagung sangrai menjadi makanan yang memiliki cita rasa yang gurih asin juga bertekstur renyah. Tentu saja ini karena penggunaan bumbu rahasia mereka. Harganya pun bervariasi dan makanan ini bisa ditemukan di hampir banyak tempat.
4. Dodol Rumput Laut
Yang juga tak boleh dilewatkan sebagai oleh-oleh khas Sumbawa adalah dodol rumput laut. Itu karena dodol ini memiliki tekstur yang berbeda dari kebanyakan dodol pada umumnya yang lembek dan lengket. Tekstur dodol rumput laut kenyal mirip dengan tekstur jelly.
Jika umumnya dodol berwarna cokelat, dodol rumput laut mempunyai warna kuning, merah, hijau, juga oranye. Warna ini merupakan warna dari buah-buahan dan sayuran yang menjadi rasa dodol tersebut, seperti nanas, stroberi, durian, melon, tomat, labu siam, dan yang lainnya.
Dodol ini selain rasanya yang enak juga mempunyai banyak vitamin dari rumput laut. Camilan sehat ini cocok sekali sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Harga dodol rumput laut bermacam-macam bergantung pada berat kemasannya.
Tags: tenun