Seni Tenun Tanimbar - Keindahan dan Sejarah di Balik Kain Tenun Tanimbar
Mengenal Kain Tenun Ikat Tanimbar Khas Maluku
Ragam budaya dan kerajinan tekstil Indonesia memang tak pernah ada habisnya. Salah satunya yaitu produk kain tenun yang tersebar di 34 provinsi dengan masing-masing ciri khasnya. Hampir setiap daerah mempunyai sentra pengrajin kain tenun tradisional yang berkualitas dan bermotif unik. Begitu pula Kabupaten Tanimbar terkenal sebagai sentra pembuatan kain tenun ikat Tanimbar.
Tenun ikat tanimbar adalah jenis kain tenun khas Maluku atau lebih tepatnya berasal dari Kepulauan Tanimbar. Dinamakan tenun ikat karena helaian benang akan diikat dan dicelupkan ke larutan pewarna alami sebelum ditenun. Proses pertenunannya sediri masih dilakukan secara tradisional menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).
Corak kainnya terlihat cukup familiar bukan? Kali ini, kita akan mengenal lebih dekat kriya tenun khas Maluku yaitu kain tenun ikat Tanimbar. Yuk, simak pembahasannya sampai akhir!
Tenun Tanimbar Maluku : Sejarah dan Motif Khas Penuh Makna
Kain tenun Tanimbar Maluku memang memikat. Bukan hanya karena harmoni warnanya, namun motif khas penuh makna dan sejarah yang panjang menawarkan pesona yang lebih mendalam. Kain tenun berasal dari daerah Indonesia Timur ini memang mengagumkan.
Pada pandangan pertama, motif kain khas Maluku ini memang terkesan lebih sederhana. Setidaknya, bila kita bandingkan dengan motif tenun Sumba yang penuh motifnya. Namun sebenarnya, dalam kesederhanaannya motif tenun Tanimbar terbersit makna kehidupan yang tersembunyi di dalamnya.
Seperti kita ketahui, tenun Tanimbar berasal dari daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang terkenal dengan sebutan Kepulauan Tanimbar. Kepulauan Tanimbar merupakan bagian dari Provinsi Maluku, terletak di bagian tenggara Provinsi Maluku. Pulau Yamdena merupakan pulau terbesar dengan luas 3.333 km² yang membujur dari utara ke selatan. Pulau besar lainnya yaitu Pulau Larat, Pulau Selaru, Pulau Sera, Pulau Wuliaru, Nitu, Wetar, Labobar, Molu, Maru dan Fordata.
Motif dan Filosofi Tenun Ikat Tanimbar
Motif dan warna kain tenun ikat tanimbar ini cukup bervariasi. Kain ini didominasi garis-garis dengan ruang kosong dan diselingi corak-corak sederhana yang terinspirasi dari keindahan alam daerah Tanimbar. Mulai dari motif-motif hewan, tumbuhan hingga manusia. Kain tenun khas Maluku ini tak hanya indah tetapi juga menyimpan filosofi dan makna kehidupan masyarakat setempat.
Para pengrajin kain tenun di Kabupaten Tanimbar terus berinovasi menciptakan corak dan motif-motif unik pada lembaran kainnya. Hingga saat ini tenun ikat Tanimbar membunyai kurang lebih 47 variasi motif.
Berikut beberapa motif kain tenun ikat tanimbar serta makna yang terkandung didalammnya:
1. Motif bunga anggrek merupakan motif utama pada kain tenun ikat Tanimbar yang melambangkan kecantikan, keagungan, dan keuletan.
2. Motif Sair, yaitu berupa bentuk bendera yang berarti sebuah kemenangan. Motif ini melambangkan semangat masyarakat tanimbar dalam menjalani kehidupan, menjaga identitas serta membela dan melindungi wanita.
3. Motif tunis, bentuknya seperti anak panak tunggal dan kembar. Maknanya adalah masyarakat Tanimbar harus senantiasa berhati-hati dan selalu sigap mengadapi ancaman. Motif tunis juga melambangkan kekuatan dan kesiapan mental kaum wanita tanimbar untuk menghadapi tantangan dan rintangan hidup.
Eksistensi Tenun
Kain Tenun memang sudah ada sejak zaman dulu kala, tapi saya tertarik untuk menilik bagaimana eksistensi kain Tenun Indonesia saat ini. Dari banyak berita dan informasi yang saya dapatkan bahwasanya, kain Tenun sudah merambah ke industri lokal dan mancanegara.
Banyak orang, bahkan dari kalangan terpandang, selebriti dan perancang busana terkenal yang sudah menggunakan bahkan memodifikasi kain Tenun menjadi busana yang elok serta ramah bagi seluruh pemakai dari umur atau budaya yang beragam.
Eksistensi Tenun pun saat ini beragam digunakan dan dikombinasikannya. Tak lagi, kain Tenun digunakan hanya untuk kain pelengkap dalam sebuah tradisi, namun penggunaannya sudah bisa dikombinasikan dan dimodifikasi sebagai hiasan busana tambahan.
Kain Tenun Indonesia pun bisa dipadupadankan pula dengan kain Tenun khas lain yang juga berasal dari daerah atau provinsi berbeda di Indonesia.
Fakta menarik tentang kain tenun ikat tanimbar
Dibalik keelokan motifnya, kain tenun ikat tanimbar rupanya menyimpan fakta-fakta yang sangat unik. Apa saja faktanya? Simak pembahasannya berikut ini:
1. Tidak untuk dijual
Awalnya masyrakat Kepulauan Tanimbar membuat kain tenun ini bukan untuk dijual melainkan sebagai warisan turun temurun.
2. Dijadikan mas kawin pernikahan
Dahulu kain tenun ikat tanimbar menjadi mas kawin dari pihak laki-laki pada calon istrinya. Sehingga kain tersebut akan disimpan dan hanya dijual saat benar-benar membutuhkan uang.
3. Pantangan menenun ketika ada kerabat yang meninggal
Seseorang yang kerabatnya baru saja meninggal tidak boleh menenun kain Tanimbar. Karena mereka percaya bahwa suara peralatan tenun tradisional mampu membangkitkan kembali arwah orang tersebut dari liang kubur.
4. Bisa dipakai oleh siapa saja
Biasanya kain tradisional sangat lekat dengan aturan pemakaian hanya untuk ‘keluarga berstatus sosial tinggi’ atau ‘orang yang berpangkat’. Tapi hal ini tidak berlaku pada kain khas Tanimbar. Karena kain ini boleh dipakai oleh siapa saja entah raja atau rakyat biasa.
Hal ini karena rakyat Tanimbar sangat berpegang teguh dengan persaudaraan ‘Lebit Lokat’ atau ‘emas untuk semua’. Makna dari sistem kekerabatan ini yaitu setiap orang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam hal apapun.
5. Cara memakai kain khas Maluku
Kain tenun ikat Tanimbar bisa diaplikasikan menjadi satu model pakaian atau difungsikan sebagai kain penutup kepala untuk menyambut kedatangan tamu. Masyarakat Tanimbar juga kerap menggunakan kain ini sebagai pelengkap busana dalam ritual adat seperti kelahiran, pembuatan rumah, pernikahan hingga kematian.
6. Harganya mahal
Selembar kain tenun ikat tanimbar berukuran 150 cm x 56 cm bisa dibanderol dengan harga 600.000 hingga jutaan rupiah tergantung detail motifnya. Makin rumit tentu harganya makin mahal mengingat lamanya proses pembuatannya.
Tags: tenun