Eksplorasi Kain Tenun Timor dalam Kerajinan dan DIY
Mengenal Suku Dawan
Sebelum membahas lebih lanjut bagaimana keunikan tenun ikat amarasi, yuk kenalan terlebih dahulu dengan Suku Dawan. Sebab suku pemilik pakaian adat amarasi ini begitu menarik untuk dibahas. Mereka merupakan penduduk lokal yang mendiami Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT, sehingga disebut pula sebagai suku amarasi.
Suku dawan sendiri sampai sekarang menempati seluruh wilayah Timor Barat, dan termasuk sebagai suku terbesar di Pulau Timor. Mereka memiliki budaya yang masih kental dengan nilai nilai moral warisan leluhur. Yang mana hingga saat ini masih diturunkan kepada anak dan cucu meski mulai tergerus seiring perjalanan waktu.
Suku yang memiliki nama pakaian daerah NTT amarasi tersebut juga dikenal dengan nama Suku Atoni Meto. Berasal dari dua kata atoni yang berarti manusia, dan meto yang berarti tanah kering. Masyarakat biasa menyebutkan ‘Atoni pah meto’ yang artinya orang orang dari tanah kering.
Fungsi [ sunting | sunting sumber ]
Kain adat mempunyai banyak fungsi penggunaan di masyarakat, meski tiap daerah ada penggunaan khusus di tiap suku, namun secara umum berikut adalah fungsi dari kain tenun: [1]
1. Sebagai busana untuk penggunaan sehari-hari dan menutupi badan.
2. Sebagai busana dalam tari adat dan upacara adat.
3. Sebagai mahar dalam perkawinan dalam bahasa daerah disebut sebagai “belis” nikah.
4. Sebagai pemberian dalam acara kematian dan sebagai wujud penghargaan.
5. Sebagai penunjuk status sosial.
6. Sebagai alat untuk membayar hukuman jika terjadi ketidakseimbangan.
7. Sebagai alat barter/transaksi.
8. Sebagai bentuk cerita mengenai mitos dan cerita-cerita yang tergambar di motif-motif nya.
9. Sebagai bentuk penghargaan bagi tamu yang datang berkunjung.
Tags: tenun timor