Seni dan Keindahan Kain Tenun Timor Leste dalam Kerajinan Sulam dan DIY
Fakta unik mengenai Timor Leste
Tepatnya pada tahun 1976, Indonesia datang dan menyatakan bahwa Timor Leste adalah bagian negara Indonesia dengan sebutan Timor Timur. Pemerintah Indonesia kemudian melakukan berbagai upaya pembangunan di Timor Leste. Namun, golongan yang merasa tidak puas melakukan tindakan separatis. Sehingga terjadilah perjanjian referendum yang diawasi langsung oleh PBB pada tahun 1999. Hingga akhirnya Timor Leste resmi memisahkan diri dari Indonesia pada tanggal 20 Mei 2002.
Melihat deretan sejarah yang begitu panjang mengenai Timor Leste, serta letak geografisnya yang bersebelahan langsung dengan Indonesia. Jadi makin menarik nih mengulik negara ini. Supaya makin asik berikut fakta-fakta unik mengenai Timor Leste yang wajib kamu ketahui.
- Punya Empat bahasa untuk berkomunikasi. Mulai dari bahasa nasional Timor Leste, bahasa Portugis, Bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
- Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato yang hanya melayani tiga rute. Yaitu Darwin- Australia, Singapore, dan Denpasar- Indonesia.
- Menggunakan dolar Amerika dalam bertransaksi.
- Sulit menemukan ATM center sehingga gunakan lah uang tunai jika bertransaksi.
- Pulau kambing atau Atauro sebagai wisata ciamik di Timor Leste. Menyuguhkan pemandangan alam luar biasa dengan laut yang berwarna hijau zamrud. Kamu dapat melakukan diving, snorkeling, renang, dan camping.
- Banyaknya arsitektur peninggalan portugis
- Makanan khas perpaduan Asia dan Portugis
- Kain Tais khas Timor Leste yang mirip dengan kain tenun batik Indonesia.
Itu lah beberapa fakta menarik mengenai Timor Leste. Pengaruh letak geografis yang berdekatan dengan indonesia, menjadikan budaya Timor leste mempunyai banyak kesamaan. Seperti halnya budaya batik ini. Yuk, Pesan batik khas Timor Leste dan jadikan salah satu pelengkap koleksimu.
Full Text:
Sabilirrosyad. (2016). Ethnomatematics Sasak: Eksplorasi Geometri Tenun Suku Sasak Surakarta dan Implikasinya untuk Pembelajaran. JURNAL TATSQIF Jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan 49-65.
Amsikan, S & Nahak, S. (2017). Hubungan Konsep Ruang Ume Kbubu Desa KaenBaun Kabupaten Timor Tengah Utara dendan Konsep Geometri. Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan pembelajarannya II (KNPM II) Universitas Muhamadiyah Surakarta, 18 Maret 2017, hal.168-175.
Deda, N. Y. & Amsikan, S. 2019. Geometry Concept on the Motifs of Woven Fabric Kefamenanu Community. Jramathedu 4 (1), 23-30.
Deda N.Y, & Disnawati,H. (2017). Hubungan Motif Kain Tenun Masyarakat Suku Dawan – Timor Dengan Matematika Sekolah. Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan pembelajarannya II (KNPM II) Universitas Muhamadiyah Surakarta, 18 Maret 2017, hal.201-209.
Suhartini & Martyanti, A. (2017). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Geometri Berbasis Etnomatematika. JURNAL GANTANG Vol. II, No. 2, September 2017 p-ISSN. 2503-0671, e-ISSN. 2548-5547.
Amsikan, S & Deda, N. Y. (2018). Memanfaatkan Potensi Lokal Kefamenanu Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Kreativitas Guru SMP. Bakti Cendana 1 (1), 32-40.
Disnawati, H. & Nahak, S. 2019. Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Etnomatematika Tenun Timor pada Materi Pola Bilangan. Jurnal Elemen 5(1), 64-79.
Dominikus, W.S., Nusasantara, T., Subanji, & Muksar, M. (2016). Link Between Ethnomatematics in Marriaage Tradition in Adonara Island and School Mathematics. IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME) 56-62.
Marsigit, M. D. S., Setiana, & Hardiarti, S. (2018). Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika 2018, 20-38. Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.
Prastowo, A. (2013. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Adam, S. (2004). Ethnomatematical Ideas in the Curriculum. Mathematics Education Journal, 2004. 16(2): 49-68.
Jenis Motif Kain Tenun dari NTT
Kain Tenun Jara Nggaja Ende
Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur yang satu ini punya motif utama yang berbentuk heewan kuda dan gajah. Dua motif hewan ini punya makna dan filosofi lho.
Motif kuda sendiri melambangkan kendaraan menuju ke alam baka, sedangkan motif gajah melambangkan kendaraan dewa pemberi keadilan dalam kepercayaan masyarakat di Ende.
Ada kepercayaan yang cukup mistis dibalik Kain Tenun Jara Nggaja Ende lho! Konon katanya, pemakaian kain tenun motif ini harus tepat dan benar. Kalau enggak, dipercaya akan membawa penggunanya menuju kematian. Hiii merinding yaa!
Kain Tenun Kelimara Nggela
Kain Tenun Kelimara Nggela melambangkan kehidupan masyarakat di Nggela, NTT yang begitu harmonis dan menyatu dengan alam, terlebih gunung. Hal ini juga sebagai perlambang rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Motif Kelimara yang cantik lahir dari filosofi ini. Kain tenun Kelimara Nggela identik dengan motif segitiga serupa gunung yang menjulang ke atas. Umumnya berwarna coklat tua.
Kain Tenun Jarang Atibalang
Berikutnya ada kain tenun Jarang Atibalang. Kain tenun ini asalnya dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Tenun Jarang Atibalang ini kalau secara bahasa dapat diartikan, “jarang” yaitu kuda dan “atibalang” yakni manusia.
Sama seperti kain tenun Jara Nggaja di Ende, kain tenun Jarang Atibalang juga punya makna filosofis berupa kuda sebagai kendaraan manusia menuju ke alam berikutnya dalam kepercayaan masyarakat setempat.
Kain Tenun Lawo Butu
Motif yang satu ini dikabarkan udah hampir punah atau jarang sekali ditemui. Dapat dikatakan, kain tenun dengan motif Lawo Butu adalah kain tenun paling kompleks diantara kain tenun NTT lainnya!
Kain tenun Lawo Butu juga cukup unik lho! Kain tenun ini biasa dipakai menjelang upacara sakral untuk memanggil hujan. Motif-motif rumit dari kain tenun ini biasanya didominasi oleh motif kuda, sampan, gurita, dan masih banyak motif kompleks lainnya!
Proses pembuatan [ sunting | sunting sumber ]
Seorang warga menggunakan kain ikat di Kampung Adat Nualain.- ^ Ariani, Novi (2020-03-05). "Fungsi Kain Tenun NTT". Toko Tenun (dalam bahasa Inggris) . Diakses tanggal 2020-07-11 .
- ^"Vesam Etnik Nusantara – Tenun Nagekeo Motor Berkembangnya Ekonomi Kreatif Masyarakat". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-01 . Diakses tanggal 2017-03-13 .
- ^ Usfinit, Alexander Un D.V.K.: "Maubes-Insana: salah satu masyarakat di Timor dengan struktur adat yang unik". Penerbit Kanisius, 2003. ISBN 978-979-66-9484-5
- Halaman ini terakhir diubah pada 28 November 2023, pukul 11.17.
- Teks tersedia di bawah Lisensi Atribusi-BerbagiSerupa Creative Commons, ketentuan tambahan mungkin berlaku. Lihat Ketentuan Penggunaan untuk rincian lebih lanjut.
- Kebijakan privasi
- Tentang Wikipedia
- Penyangkalan
- Kode Etik
- Pengembang
- Statistik
- Pernyataan kuki
- Tampilan seluler
Oleh-oleh khas Timor Leste
Teruntuk kamu yang sedang berlibur di Timor Leste ataupun berencana untuk pergi kesana. Jangan lupa membeli oleh-oleh khas Timor leste ya. Rugi dong kalau udah jauh-jauh kesana tapi pulang dengan tangan kosong. Supaya kamu gak bingung. Berikut ini dua rekomendasi oleh-oleh Timor Leste yang bisa kamu pilih.
- Kain Tais, Batik khas Timor Leste. Batik sudah lama populer di Timor Leste bahkan jauh sebelum kedatangan Indonesia disana. Mempunyai corak yang hampir mirip dengan kain batik tenun ala Lombok.
- Kopi timor Lorosae, rasanya yang pekat dan dan aromanya yang kuat sering jadi incaran bagi pecinta kopi.
Tapi gak perlu harus ke Timor leste dahulu untuk mendapatkan dua oleh-oleh tersebut. Canggihnya teknologi saat ini memudahkan kamu mendapatkannya melalui e-commerce atau online shop. Jadi gimana? Mau pesan batik khas Timor leste atau Kopi Lorosae untuk jadi oleh-oleh?
Tags: tenun timor