... Panduan Lengkap Membuat Kain Tenun Tolaki: Teknik dan Tips DIY untuk Pecinta Kerajinan Tangan

Mengenal Kain Tenun Tolaki dalam Dunia Kerajinan Tangan

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara – Adat Buton

Pakaian adat Buton menjadi salah satu produk budaya kebanggaan masyarakat Suku Buton yang ada di Sulawesi Tenggara. Pada umumnya baju tradisional dari Buton ini memiliki dua warna, yaitu hitam dan putih. Walau pada perkembangannya, warna-warna tersebut berkembang dan menjadi sangat bervariasi.

Baju adat Suku Buton memiliki warna senada untuk satu pasangnya. Baju bawahan dan atasan punya warna serta motif yang sama. Warna pada baju Buton mengandung makna yang berhubungan dengan proses antara kejadian alam dan manusia dan penggolongan status di masyarakat.

Selain itu, aksesori pelengkap dari segi jumlah, bentuk dan warna juga bisa menjadi penanda status seseorang. Secara umum, pakaian adat Suku Buton dibedakan menjadi pakaian untuk laki-laki dan perempuan. Pakaian-pakaian tersebut dibagi lagi sesuai kebutuhan. Apa saja kebutuhan yang dimaksud? Berikut ulasannya untuk Anda!

Motif-Motif pada Kain Tenun Palue Terbaru

1. Mudhu atau Gunung

Motif mudhu merupakan simbol dari gunung Rokatenda, satu-satunya gunung berapi di Pulau Palue. Pada 2013, Gunung Rokatenda meletus yang membuat sebagian besar warga berbondong-bondong pindah dari pulau tersebut. Oleh karena peristiwa meletusnya Gunung Rokatenda tersebut, masyarakat mengabadikan momennya melalui motif kain tenun mudhu ini.

2. Watu No’o Tana atau Batu dan Tanah

Masih terinspirasi dari letusan Gunung Rokatenda, masyarakat menggunakan kerikil dan batu yang bertebaran sebagai simbol dari terpisah-pisahnya masyarakat saat itu dan kemudian membentuk berbagai kelompok di tempat pengungsian yang baru.

Salah satunya adalah para pengungsi Palue yang tinggal di Desa Hewuli, Maumere dan membentuk kelompok tenun yang dinamakan Mbola So atau Terima Kasih. Salah satu anggota yang tergabung dalam kelompok tenun Mbola So adalah Natalia.

3. Pou atau Perahu

Para penenun termasuk Natalia seringkali menggunakan motif pou atau perahu. Desain perahu diciptakan untuk mengingatkan kepada masyarakat saat proses mengungsi dari Palue menuju Desa Hewuli.

Selain itu, bagi masyarakat juga perahu digunakan sebagai alat untuk menangkap ikan atau mencari sumber kehidupan lainnya. Simbol perahu juga dimaknai oleh para pengrajin untuk melambangkan ikat tenun dengan warna alam sebagai pegangan hidup para penenun.

4. Kunda atau Kalung Adat

Selain terinspirasi dari keadaan alam, para penenun juga menggunakan salah satu warisan budaya berupa kalung adat untuk dijadikan motif. Kunda merupakan benda sakral yang disimpan secara baik dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kunda terbuat dari manik-manik yang disatukan menggunakan tali. Kunda menjadi simbol bagi para anggota kelompok tenun Mbola So yang terikat satu sama lainnya.

Ragam Motif Tenun Baron

Tenun Baron dikenal memiliki motif cukup bervariasi. Bahkan hampir setiap beberapa periode tercipta motif-motif baru yang mengikuti perkembangan mode. Misalnya:

  • Motif Dimensi – motif yang dipakai dalam kain tenun dengan menggunakan tingkatan benang. yang terbagi manjadi kain Tenun Baron 1D, 2D dan 3D. Adapun yang di maksud 1D atau satu dimensi karena menggunakan 1 jenis benang saja, sedangkan 2D menggunakan 2 jenis benang.
  • Motif Fauna – motif yang dipakai pada kain tenun baron yang memakai motif-motif hewan seperti motif Cumi Kaliman.
  • Motif daerah lain – motif yang dipakai pada kain tenun baron yang meniru dan mengadopsi motif-motif yang berasal dari daerah lain misalnya : motif Kalimantan Tebar
  • Motif Baron Garis Ikat – Motif tenunnya berkesan mewah dan elegan sehingga menjadi pilihan utama para pejabat dan orang berpengaruh di negeri ini.
  • Motif Figuratif – Motif ini menggunakan figur orang atau tokoh. Misalnya: Motif Obama (Presiden Amerika serikat)

Pakaian Adat Tolaki untuk Laki-laki

Kaum laki-laki Suku Tolaki memakai busana adat yang disebut Babu Nggawi Langgai. Pakaian adat tersebut terdiri atas baju berlengan panjang dengan belahan di bagian tengah. Baju tersebut tanpa kancing dan dihias menggunakan manik-manik berwarna emas pada bagian leher, lengan dan belahan tersebut. Baju ini juga dilengkapi sulaman yang disebut babu ngginasamani.

Untuk bagian bawah, laki-laki Suku Tolaki menggunakan celana panjang yang disebut saluaro ala atau saluaro mendoa. Celana tersebut dilengkapi suleper atau ikat pinggang dari logam dan ikat kepala berhias manik-manik dan benang emas berbentuk runcing yang disebut pabele.

Tidak ketinggalan pula sapu tangan berwarna cerah yang senada dengan warna pakaian. Sapu tangan tersebut dinamakan sapu ndobo mungai. Selain itu masih ada keris yang tidak boleh ketinggalan. Dalam budaya Sulawesi, keris atau Leko adalah senjata tradisional yang dipakai untuk melindungi diri.

Pakaian Adat Tolaki untuk Perempuan

Pakaian adat Tolaki untuk perempuan disebut Babu Nggawi. Baju tradisional ini terdiri atas dua potong, yaitu atasan yang disebut Lipa Hinoru dan bawahan berupa rok yang disebut Roo Mendaa. Rok yang dipakai memiliki panjang hingga mata kaki, tak lupa dihiasi manik-manik emas pada bagian depan.

Dalam rok tersebut terdapat sebuah motif yang merupakan khas Suku Tolaki. Motif yang dimaksud adalah motif pinetobo, pineburu mblaku, dan pinesewu. Pakaian adat Tolaki yang dipakai oleh perempuan dalam berbagai kesempatan, salah satunya pernikahan, dilengkapi dengan perhiasan dan aksesori.

Anda akan melihat mereka mengenakan anting atau dalam bahasa setempat disebut andi-andi, kalung eno-eno, gelang tangan atau disebut bolosu dan alas kaki atau solop. Bagian kepala pun tidak luput dari hiasan, yakni sanggul berbentuk bunga di bagian atas yang berwarna emas dan tampak mewah.

Suku Tolaki sendiri memiliki sub-suku, yaitu Tolaki Mekongga atau disebut Suku Kolaka. Suku Kolaka juga punya pakaian khasnya sendiri. Hal paling cantik dan membuat baju tradisional Suku Kolaka tampil menawan adalah bentuk mahkota menyerupai burung yang seperti sedang mengepakkan sayapnya.


Tags: tenun tolaki

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia