Mengenal Kain Tenun Tolaki dalam Dunia Kerajinan Tangan
Proses Pembuatan Tenun Baron
Tenun Baron dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Meski begitu ATBM yang digunakan sudah dikombinasi dengan semacam alat jangkar yang terbuat dari besi. Efeknya adalah muncul dhobi yang membentuk motif-motif cantik.
Sistem kartu juga digunakan pada pembuatan tenun ini. Sistem kartu berfungsi sebagai penentu motif pada Tenun Baron. Sistem kartu ini juga menimbulkan efek motif dhobi pada Kain Tenun Baron yang dihasilkan.
Untuk diketahui, bahan baku untuk kain tenun ini cukup beragam, dari mulai katun biasa, katun csm, velamen sampai bahan dari sutera.
Berdasarkan jenis kain sebagai bahan baku, Kain Tenun Baron dibedakan menjadi.
– Tenun Baron Sutera Murni (Full Sutera)
Tenun Baron yang dibuat dengan menggunakan lungsi dan pakan berbahan murni sutera. Hasil tenunannya disebut sebagai Tenun Baron yang berkualitas Grade A.
Apabila dipadukan dengan teknik pembuatan yang memadukan warna pada pakan, maka akan menghasilkan motif yang mempesona dan elegan. Perpaduan antara bahan dan warna yang sangat indah inilah yang membuat Tenun Baron Sutera Murni (Full Sutera) dibanderol tidak kurang 2 juta per lembar kainnya.
– Tenun Baron 50% Sutera 50% Katun Super
Tenun Baron yang dibuat dengan menggunakan lungsi sutra namun pakannya dari katun super halus. Hasil tenunnya tidak setipis Grade A atau sedikit agak tebal, namun tetap indah dan nyaman dipakai.
– Tenun Baron Viskos (bahan rohto)
Tenun Baron yang dibuat dengan menggunakan lungsi dari benang bordir dan pakan dari benang katun super halus. Hasil tenunnya lebih tebal dari Tenun Baron 50% sutera. Jenis inilah yang lazim dijual dan ada di pasaran, karena harganya lebih murah dan terjangkau.
Kain Tenun Baron troso
Pakaian Adat Tolaki untuk Laki-laki
Kaum laki-laki Suku Tolaki memakai busana adat yang disebut Babu Nggawi Langgai. Pakaian adat tersebut terdiri atas baju berlengan panjang dengan belahan di bagian tengah. Baju tersebut tanpa kancing dan dihias menggunakan manik-manik berwarna emas pada bagian leher, lengan dan belahan tersebut. Baju ini juga dilengkapi sulaman yang disebut babu ngginasamani.
Untuk bagian bawah, laki-laki Suku Tolaki menggunakan celana panjang yang disebut saluaro ala atau saluaro mendoa. Celana tersebut dilengkapi suleper atau ikat pinggang dari logam dan ikat kepala berhias manik-manik dan benang emas berbentuk runcing yang disebut pabele.
Tidak ketinggalan pula sapu tangan berwarna cerah yang senada dengan warna pakaian. Sapu tangan tersebut dinamakan sapu ndobo mungai. Selain itu masih ada keris yang tidak boleh ketinggalan. Dalam budaya Sulawesi, keris atau Leko adalah senjata tradisional yang dipakai untuk melindungi diri.
Tags: tenun tolaki