... Panduan Lengkap: Kain Tenun Ulos dalam Dunia Sulam dan DIY

Seni Tenun Ulos - Mengungkap Kecantikan dan Makna Tradisi di Balik Kain Tenun Ulos

Mengenal Ulos, Kain Khas Batak Toba yang Bernilai Seni Tinggi

Jika menyebut kata ulos, pasti Moms langsung terbayang dengan kain khas Batak di Medan, Sumatera Utara.

Memang benar, setiap daerah di Indonesia memiliki kain khasnya masing-masing, termasuk juga suku Batak.

Sebenarnya, sebutan untuk kain tenun khas Sumatera Utara ini bisa dibedakan berdasarkan dari sub suku Batak itu sendiri.

Namun, kali ini akan diulas seputar indahnya ulos, kain khas Batak Toba yang bernilai seni tinggi dan penuh filosofi.

Kain tenun ulos memiliki berbagai motif dan jenis, serta dapat disesuaikan dengan acaranya masing-masing.

Ingin tahu lebih banyak mengenai kain khas Batak Toba ini? Simak ulasan berikut ini, ya, Moms!

Selanjutnya

Ulos Mangiring

Di wilayah Samosir, ulos ini diberikan kepada wanita yang sedang hamil 7 bulan. Diharapkan dapat melancarkan proses kelahiran dan kelahiran anak diiringi dengan anak selanjutnya.

Sementara, di daerah lain diberikan kepada anak pertama pada suatu keluarga baru (anak berumur minimal 2 minggu).

Bentuk dari ulos mangiring ini digambarkan secara beriringan untuk melambangkan kesepakatan bersama. Terutama dalam membentuk keluarga.

Ulos Suri-suri/Suri (Surina Ganjang)

Ulos ini merupakan ulos yang diwariskan turun temurun kepada anak cucu dalam keluarga Batak. Pada zaman dahulu dipakai oleh raja-raja atau tua-tua adat dalam acara tertentu. Disilangkan di dada dan ada juga menyelimuti dada.

Ulos ini harus memiliki 33 garis. Arti motif pada ulos ini sendiri mengartikan ciri khas orang Batak yang teguh dalam satu pendirian dan selalu menurun kepada anak cucunya.

Ulos Sibolang/Tujung/Saput

Ulos ini diberikan pada saat upacara dukacita. Orang dewasa yang meninggal tetapi belum punya cucu ketika diberikan dinamakan Ulos Saput. Laki-laki yang ditinggal istri maupun perempuan yang ditinggal suami ketika diberikan dinamakan Ulos Tujung. Pemberian itu dilakukan agar sabar.menghadapi kesulitan.

Masyarakat Batak sangat memegang teguh landasan Dalihan Na Tolu, di dalamnya keluarga merupakan hal utama.

Sehingga ketika seseorang ditinggalkan, orang tersebut akan merasakan kesedihan yang mendalam tetapi orang Batak akan tetap kuat dan sabar dalam menghadapi dukanya.

Mengenal Fungsi dan Makna Ulos, Kain Tenun Batak yang Melegenda

Di Batak, khususnya kawasan Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara, ulos merupakan simbol adat yang dinilai sakral dan tradisinya masih lestari.

Diperbarui 19 Okt 2022, 00:00 WIB Diterbitkan 19 Okt 2022, 00:00 WIB

Liputan6.com, Bandung - Setiap 17 Oktober di Indonesia, diperingati sebagai Hari Ulos Nasional. Peringatan ini memang belum banyak dikenal masyarakat luas, mengingat hari besar ini baru ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada 2015 silam.

Jadi Identitas Turun-temurun, Apa Saja Marga Batak yang Masih Eksis?

Dikenal Perantau, Suku Batak Selalu Menjunjung 3 Filosofi Hidup, Apa Saja?

Sejarah dan Makna Ikan Mas Arsik, Kuliner Tradisional Ikon Budaya Sumatera Utara

Satu tahun sebelumnya, Kemdikbud menetapkan kain ulos sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia tepatnya pada 17 Oktober 2014.

Di Batak, khususnya kawasan Danau Toba, Samosir, Sumatera Utara, ulos merupakan simbol adat yang dinilai sakral dan tradisinya masih lestari. Ulos sangat penting digunakan oleh orang Batak untuk upacara adat, pernikahan hingga kematian.

Maka dari itu, sebaiknya kita mengenal fungsi dan makna dari ulos itu sendiri. Berikut Liputan6.com rangkum informasi terkait ulos yang dikutip dari berbagai sumber.

Musikus dan komponis Viky Sianipar (44) akan merilis album baru pada Januari 2022. Kabar itu dibagikan Viky dalam acara Toba Rock di Toba Dream Cafe, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/6/2021) malam.

Pembuatan Ulos, Kain Khas Batak Toba

Foto: pembuatan ulos (Orami Photo Stock)

Kain ulos biasanya memakai benang kapas. Kemudian, diberikan warna dengan cara merendam benang ke dalam pewarna alami yang berasal dari tanaman.

Ada berbagai warna-warni yang terdapat dalam kain tenun ulos.

Di antaranya seperti warna biru terbuat dari tanaman indigo, warna merah dari kayu secang dan mengkudu, serta warna kuning berasal dari kunyit.

Sementara itu, warna hitam dihasilkan dengan mencampurkan mengkudu dengan indigo, dan warna hijau adalah campuran indigo dan kunyit.

Secara tradisional, kain ulos dibuat dengan cara ditenun oleh wanita.

Ternyata, proses menenun kain ulos ini erat kaitannya dengan peran wanita dalam merawat keluarga dan perannya dalam masyarakat.

Proses menenun kain ulos biasanya hanya dilakukan di waktu senggang saja.

Hal inilah yang membuat sebuah kain ulos kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga akhirnya bisa dipakai.

Namun, kini tentunya pembuatan kain ulos menjadi jauh lebih modern. Pembuatannya, yaitu dengan menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin).

Benang yang dipakai adalah benang yang sudah jadi. Selain itu, banyak pengrajin kain ulos yang lebih memilih pewarna sintetis untuk membuat kain ulos dengan harga yang lebih terjangkau.

Hal inilah juga yang membuat harga kain ulos sangat beragam. Ada yang hanya puluh ribuan hingga bisa jutaan rupiah.

Tentunya, semua tergantung pada seberapa rumit pembuatan, motif, dan juga alat yang digunakan untuk membuat kain ulos tersebut.

Jenis-Jenis Kain Tenun Ulos

Foto: kain tenun ulos (indonesia.travel)

Ada beragam jenis kain tenun ulos, yang jumlahnya juga sangat banyak.

Penggunaannya berbeda-beda, yang biasanya disesuaikan dengan acara atau ritual tertentu.

Berikut ini jenis-jenis kain tenun ulos yang paling populer, yaitu:

1. Ulos Antak-Antak

Kain tenun ulos ini dipakai sebagai selendang orang tua untuk melayat orang yang meninggal.

Cara memakai kain ini dengan dililit pada waktu acara manortor atau menari.

2. Ulos Bintang Maratur

Jenis kain ulos ini banyak kegunaannya dalam acara suku Batak Toba.

Di antaranya, yaitu acara penyambutan rumah baru anak, acara selamatan 7 bulan kehamilan, atau saat kelahiran cucu di tengah-tengah keluarga besar.

3. Ulos Mangiring

Ulos ini digunakan sebagai selendang. Ulos ini melambangkan kemakmuran dan kesuburan.

Kain khas Batak satu ini biasanya diberikan kepada cucu untuk anak pertama, sehingga bisa juga dijadikan sebagai alat menggendong anak.

4. Ulos Ragi Hotang

Kain ulos ini biasanya diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat.

5. Ulos Tumtuman

Pemakaian ulos sebagai kain khas Batak Toba ini digunakan sebagai ikat kepala, untuk menunjukkan bahwa yang memakai adalah anak pertama.

6. Ulos Sitoli Tuho

Jenis ulos ini biasanya digunakan sebagai pengikat kepala atau tali-tali oleh gadis Batak.

7. Ulos Pinunsaan

Ini adalah salah satu jenis ulos yang paling mahal. Ulos ini biasanya dipakai pada waktu pesta.

Itulah penjelasan tentang ulos, kain khas Batak Toba yang sebaiknya harus tetap perlu dilestarikan. Berniat membelinya, Moms?

Sumber

  • https://www.obatak.id/2015/02/jenis-jenis-ulos-batak.html
  • https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/kain-tenun-ulos-khas-batak
  • https://samosirkab.go.id/industri-kerajinan-kain-tenun-samosir-motif-ulos/
  • https://www.apakabarsidimpuan.com/mengenal-ulos-batak-jenis-dan-tata-cara-penggunaanya/

Tags: tenun ulos

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia