... Panduan Lengkap: Kain Tenun Ulos dalam Dunia Sulam dan DIY

Seni Tenun Ulos - Mengungkap Kecantikan dan Makna Tradisi di Balik Kain Tenun Ulos

Kain Ulos Khas Suku Batak: Filosofi, Jenis, dan Aturan Penggunaan

KOMPAS.com- Kain Ulos merupakan salah satu pakaian adat Sumatera Utara yang biasa dipakai oleh masyarakat Suku Batak. Kain Ulos berupa kain tenun berbentuk selendang yang dianggap sebagai simbol restu, kasih sayang, dan persatuan. Masyarakat Batak menganggap kain ulos sebagai benda sakral, yang sejalan dengan semboyan mereka “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong”. Artinya: “jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya, maka Ulos adalah pengikat kasih sayang antar sesama”. Baca juga: Ruma Gorga, Rumah Adat Batak yang Sarat Makna

History [ edit ]

According to the Batak people, there are three sources of warmth for humans, Sun, Fire, and Ulos. Ulos are said to be a source of warmth because they live in cold mountains. This natural condition makes sunlight insufficient to give warmth, especially at night. Then, they created something that could give them warmth, also believed to be able to give the men bravery and the women strength against infertility.

At first, Ulos was only used as an ordinary cloth but it later developed into a symbol of love, traditional ceremony requirements, and society's structural system symbol. Even today ulos is believed to have magical religious power and is thus considered 'sacred' and has special power to protect the user.

Mitologi Batak

Alkisah, nenek moyang Batak adalah seorang putri surga bernama Siboru Daek Parujar. Oleh Debata Mulajadi Nabolon dikawinkan dengan raja Odapodap, juga berasal dari surga. Dari perkawinan mereka lahir anak kembar bernama raja Ihat Manisia dan Boru Ihat Manisia (perempuan).

Kemudian berdua menikah dan melahirkan Raja Miok-miok, Patundal na begu dan Siaji lapas-lapas. Eng Banua mempunyai tiga anak bernama Si Raja Bonangbonang, Si Raja Atseh, dan Si Raja Jau.

Orang Batak adalah keturunan dewa. Hal itu bersumber dari mitologi Batak tentang Mulajadi Na Bolon adalah dewa sebagai pencipta orang Batak mula-mula, yang berpusat di desa mula-mula orang Batak bernama si Anjur mula-mula, terletak di kaki Gunung Pusuk Buhit (puncak bukit) di bagian barat Pulau Samosir.

Dari anak si Raja Bonang-bonang bernama Guru Tantan Debata, lahir anaknya bernama si Raja Batak, yang menjadi cikal bakal keturunan orang Batak. Anak si Raja Batak ada dua orang yaitu, Guru Tateabulan dan si Raja Isumbaon.

Dari kedua keturunan itu lahir marga-marga di tanah Batak sampai sekarang. Keturunan Guru Tateabulan muncul marga Lontung. Keturunan Raja Isumbaon muncul marga Sumba. Kedua kelompok merupakan induk marga Batak.

Selain itu, ada juga penciptaan orang Batak ibarat menenun ulos. Penjelasan ini menafsirkan bahwa asal mula orang Batak sama dengan ulos.

Kisah asal mula orang Batak yaitu, seorang pemintal menciptakan bumi. Ia membantu pemintal itu adalah Dewa Maha Tinggi, Asal mula dari segala asal mula, Mula Jadi na Bolon. Pemintalan benang memainkan peran kunci dalam penciptaan dan bumi bagaikan kain selesai ditenun.

Mengenal Ulos, Kain Khas Batak Toba yang Bernilai Seni Tinggi

Jika menyebut kata ulos, pasti Moms langsung terbayang dengan kain khas Batak di Medan, Sumatera Utara.

Memang benar, setiap daerah di Indonesia memiliki kain khasnya masing-masing, termasuk juga suku Batak.

Sebenarnya, sebutan untuk kain tenun khas Sumatera Utara ini bisa dibedakan berdasarkan dari sub suku Batak itu sendiri.

Namun, kali ini akan diulas seputar indahnya ulos, kain khas Batak Toba yang bernilai seni tinggi dan penuh filosofi.

Kain tenun ulos memiliki berbagai motif dan jenis, serta dapat disesuaikan dengan acaranya masing-masing.

Ingin tahu lebih banyak mengenai kain khas Batak Toba ini? Simak ulasan berikut ini, ya, Moms!


Tags: tenun ulos

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia