... Panduan Lengkap: Kain Tenun Ulos dalam Dunia Sulam dan DIY

Seni Tenun Ulos - Mengungkap Kecantikan dan Makna Tradisi di Balik Kain Tenun Ulos

Jenis-Jenis Kain Tenun Ulos

Foto: kain tenun ulos (indonesia.travel)

Ada beragam jenis kain tenun ulos, yang jumlahnya juga sangat banyak.

Penggunaannya berbeda-beda, yang biasanya disesuaikan dengan acara atau ritual tertentu.

Berikut ini jenis-jenis kain tenun ulos yang paling populer, yaitu:

1. Ulos Antak-Antak

Kain tenun ulos ini dipakai sebagai selendang orang tua untuk melayat orang yang meninggal.

Cara memakai kain ini dengan dililit pada waktu acara manortor atau menari.

2. Ulos Bintang Maratur

Jenis kain ulos ini banyak kegunaannya dalam acara suku Batak Toba.

Di antaranya, yaitu acara penyambutan rumah baru anak, acara selamatan 7 bulan kehamilan, atau saat kelahiran cucu di tengah-tengah keluarga besar.

3. Ulos Mangiring

Ulos ini digunakan sebagai selendang. Ulos ini melambangkan kemakmuran dan kesuburan.

Kain khas Batak satu ini biasanya diberikan kepada cucu untuk anak pertama, sehingga bisa juga dijadikan sebagai alat menggendong anak.

4. Ulos Ragi Hotang

Kain ulos ini biasanya diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat.

5. Ulos Tumtuman

Pemakaian ulos sebagai kain khas Batak Toba ini digunakan sebagai ikat kepala, untuk menunjukkan bahwa yang memakai adalah anak pertama.

6. Ulos Sitoli Tuho

Jenis ulos ini biasanya digunakan sebagai pengikat kepala atau tali-tali oleh gadis Batak.

7. Ulos Pinunsaan

Ini adalah salah satu jenis ulos yang paling mahal. Ulos ini biasanya dipakai pada waktu pesta.

Itulah penjelasan tentang ulos, kain khas Batak Toba yang sebaiknya harus tetap perlu dilestarikan. Berniat membelinya, Moms?

Sumber

  • https://www.obatak.id/2015/02/jenis-jenis-ulos-batak.html
  • https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/kain-tenun-ulos-khas-batak
  • https://samosirkab.go.id/industri-kerajinan-kain-tenun-samosir-motif-ulos/
  • https://www.apakabarsidimpuan.com/mengenal-ulos-batak-jenis-dan-tata-cara-penggunaanya/

Mitologi Batak

Alkisah, nenek moyang Batak adalah seorang putri surga bernama Siboru Daek Parujar. Oleh Debata Mulajadi Nabolon dikawinkan dengan raja Odapodap, juga berasal dari surga. Dari perkawinan mereka lahir anak kembar bernama raja Ihat Manisia dan Boru Ihat Manisia (perempuan).

Kemudian berdua menikah dan melahirkan Raja Miok-miok, Patundal na begu dan Siaji lapas-lapas. Eng Banua mempunyai tiga anak bernama Si Raja Bonangbonang, Si Raja Atseh, dan Si Raja Jau.

Orang Batak adalah keturunan dewa. Hal itu bersumber dari mitologi Batak tentang Mulajadi Na Bolon adalah dewa sebagai pencipta orang Batak mula-mula, yang berpusat di desa mula-mula orang Batak bernama si Anjur mula-mula, terletak di kaki Gunung Pusuk Buhit (puncak bukit) di bagian barat Pulau Samosir.

Dari anak si Raja Bonang-bonang bernama Guru Tantan Debata, lahir anaknya bernama si Raja Batak, yang menjadi cikal bakal keturunan orang Batak. Anak si Raja Batak ada dua orang yaitu, Guru Tateabulan dan si Raja Isumbaon.

Dari kedua keturunan itu lahir marga-marga di tanah Batak sampai sekarang. Keturunan Guru Tateabulan muncul marga Lontung. Keturunan Raja Isumbaon muncul marga Sumba. Kedua kelompok merupakan induk marga Batak.

Selain itu, ada juga penciptaan orang Batak ibarat menenun ulos. Penjelasan ini menafsirkan bahwa asal mula orang Batak sama dengan ulos.

Kisah asal mula orang Batak yaitu, seorang pemintal menciptakan bumi. Ia membantu pemintal itu adalah Dewa Maha Tinggi, Asal mula dari segala asal mula, Mula Jadi na Bolon. Pemintalan benang memainkan peran kunci dalam penciptaan dan bumi bagaikan kain selesai ditenun.


Tags: tenun ulos

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia