Kain Tenun - Pilihan Tepat untuk Pendaki yang Berkarya Sendiri
Kerajinan Tenun: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya
Sejumlah perempuan menenun di baawah rumah Desa Gumananon, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah. Sulawesi Tenggara. Desa Gumananon menjadi tempat warisan leluhur turun temurun terkait tenun Kamohu. (Dok. KemenKopUKM)
Oleh: Ani Rachman, Guru SDN No.111/IX Muhajirin, Muaro Jambi, Provinsi Jambi KOMPAS.com - Kerajinan tenun menjadi salah satu kekayaan budaya, berupa kerajinan tangan, yang dimiliki Indonesia. Apa itu kerajinan tenun?
Mengenal Kain Endek, Tenun Ikat Khas Bali
Keindahan dari Pulau Dewata memang tidak ada habisnya, pasalnya pulau ini memiliki berbagai panorama dan keindahan pantainya yang tak bisa dipungkiri lagi. Selain itu, Bali juga memiliki kekayaan arsitektur candi-candi dan menjadi salah satu keagungan dan daya tarik karya seni mereka. Pulau Bali juga turut andil dalam perkembangan kain tenun tradisional Indonesia. Salah satunya yaitu kain Tenun Endek, yang mana kain tenun ini seolah-olah merangkum keindahan alam khas Bali.
Saat ini, produksi kain tenun endek sudah mulai menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Hingga kini kain endek bisa dijumpai di Kabupaten Karangasem, Gianyar, Buleleng, Negara, dan Denpasar.
Nama Endek sendiri berasal dari bahasa setempat dan memiliki arti yang unik. Dimana arti Endek adalah ”gendekan” atau ”ngendek” yang berarti diam atau tetap. Nama tersebut muncul ketika proses pembuatannya, yaitu ketika benang diikat dan dicelup ke pewarna namun warnanya tetap atau tidak mudah berubah. Proses pewarnaan benang tenun ini disebut dengan istilah”ngendek”.
Untuk menghasilkan selembar kain tenun endek dibutuhkan waktu kurang lebih 3-8minggu bahkan bisa lebih, bergantung pada tingkat kerumitan pola dan motif yang ingin dibuat. Namun saat ini sudah bisa menggunakan peralatan yang modern dengan hasil produksi yang bisa lebih banyak dan biaya produksi yang lebih murah.
Kain ini banyak dijumpai di Bali dengan bentuk lembaran, sarung atau selendang. Yang mana kain tenun endek dalam model sarung biasanya digunakan untuk kaum laki-laki, sedangkan untuk lembaran kain panjang digunakan wanita untuk baju kemben.
Motif-Motif Kain Endek
Kain ini memiliki motif ragam hias yang sangat bervariasi. Beberapa motif kain endek dianggap sakral bagi masyarakat Bali. Motif yang masih dianggap sakral yaitu motif patra dan encak saji, dimana motif ini hanya digunakan untuk kegiatan di pura dan untuk kegiatan keagamaan lainnya. Adapula motif dengan nuansa alam yang dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial. Selain beberapa motif tersebut, ada juga motif endek rang-rang, motif wajik ukir, motif songket dan masih banyak motif-motif lainnya.
Untuk warnanya, kain tenun endek didominasi oleh warna-warna yang cerah seperti merah, oranye, ungu, kuning, biru dan hijau. Warna-warna ini merupakan warna yang cukup mudah dikombinasikan dengan warna-warna dari kebaya atau seragam. Selain itu, sifat dari kain endek adalah lembut, mudah diatur, dan memiliki kesan elegan untuk pakaian formal maupun non formal.
Jenis Kain Ulos Batak
Kain ulos memiliki jenis dan fungsi yang berbeda – beda karena ulos memiliki nilai budaya yang dalam di setiap siklus kehidupan suku Batak. Masyarakat Batak memakai kain ulos untuk beraktivitas sehari – hari, dan tidak jarang digunakan sebagai pelengkap acara – acara besar seperti ritual atau upacara adat Batak.
Berikut jenis dan fungsi kain ulos Batak yang perlu untuk Anda diketahui :
Ulos Padang Ursa
Kain ulos jenis Padang Ursa digunakan sebagai pengikat atau selendang. Masyarakat Batak biasanya menggunakan ulos jenis ini sebagai perompa atau kain gendongan.
Ulos Mangiring
Ulos mangiring bisanya dipakaikan kepada anak pertama yang baru lahir, dengan harapan dapat membimbing adik – adiknya sesuai harapan orang tuanya.
Ulos Bintang Maratur
Ulos ini memiliki simbol suka cita. Kain ulos yang satu ini biasanya dipergunakan dalam ritual – ritual suku Batak seperti mengulos atau memakaikan ulos kepada pengantin baru atau dalam tradisi hajatan.
Ulos Bolean
Ulos bolean memiliki fungsi yang sama seperti ulos antak – antak, yakni dipergunakan saat menghadiri upacara duka.
Ulos Ragi Huting
Ulos ini sudah sangat langka ditemukan pada zaman modern seperti ini. Pada zaman dahulu, kain ulos Ragi Huting dipergunakan oleh gadis Batak dengan cara dililitkan pada bagian dada, dan banyak digunakan oleh para orang tua pada saat perjalanan jauh.
Ulos Pinan Lobu – lobu
Ulos Batak jenis pinan lobu lobu kerap digunakan sebagai selendang oleh masyarakat suku Batak. Kain ini banyak digunakan oleh para designer untuk dijadikan bahan mode ulos, dikarenakan nilai estetika dan keindahan yang sangat bagus.
Ulos Ragi Hotang
Seperti halnya pinan lobu – lobu, ulos ragi hotang juga kerap digunakan sebagai selendang. Dan tidak jarang pula dijadikan sebagai kado pengantin pada saat pesta pernikahan.
Peran Masyarakat dan Pemerintah untuk Tenun Indonesia
Pengenalan dan Produksi Tenun Indonesia
Pengenalan kain Tenun sudah didukung oleh peran pemerintah. Menurut hemat saya, peran pemerintah cukup penting, dalam membantu memperkenalkan, menjaga dan mendukung salah satu warisan budaya khas Indonesia ini.
Tidak hanya warga masyarakatnya saja yang harus mempunyai rasa memiliki dan bangga, pemerintah selaku aparatur negara pun harus merasakan hal yang sama, agar kain Tenun Indonesia diketahui khalayak terutama generasi penerus bangsa.
Peran masyarakat dalam memperkenalkan kain Tenun Indonesia dapat diwujudkan dengan cara menggunakannya. Tidak hanya dalam acara formal, mengilhami sedikit makna dibalik motif dan asalnya juga merupakan suatu tindakan dalam menghargai keberadaan kain Tenun Indonesia.
Kain Tenun Indonesia yang sudah cukup dikenal masyarakat lokal dan dunia, menjadikannya salah satu kain yang banyak diminati dan mempengaruhi peningkatan produksinya.
Berdasarkan peningkatan produksi ini, beberapa pengusaha rumahan ataupun dalam skala besar, memproduksi Tenun dengan mesin otomatis. Langkah ini diambil, guna memenuhi permintaan pasar dan mempercepat kegiatan produksi dari kain Tenun sendiri.
Tenun Indonesia di Kancah Dunia
Pengenalan dan proses produksi kain Tenun yang sudah semakin aktif dilakukan dan dipercepat, membuat kain Tenun sudah merambah ke kancah dunia. Perancang busana baik lokal maupun internasional memodifikasi kain Tenun dalam berbagai model busana gaya baru.
Merek ternama seperti Dior dan perancang busana seperti Julie Laiskodat dan Handy Hartono yang membuat busana dengan kombinasi dan bahan kain Tenun Indonesia.
Tags: tenun untuk