Kualitas Karakteristik Bambu sebagai Bahan Kerajinan dalam Seni Jahit dan DIY
Manfaat dan Kegunaan Bambu
Bambu merupakan salah satu tanaman yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Di pedesaan, kehidupan masyarakat umumnya tidak dapat dipisahkan dengan tanaman ini. Bagaimana tidak, hampir semua kebutuhan masyarakat desa memanfaatkannya sebagai bahan utama atau pun sebagai bahan alternatif.
Bahkan ketika ada bayi di desa yang baru lahir, tanaman ini sudah menjadi kebutuhannya untuk memotong pusar dan khitan atau sunatan bagi anak laki-laki. Ketika meninggal dunia pun, tanaman ini masih menjadi kebutuhan bagi masyarakat desa untuk melakukan kremasi jenazah.
Masyarakat juga memanfaatkan tanaman ini dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk diolah menjadi bahan makanan dengan memanfaatkan rebung.
Selain itu bambu dibuat menjadi sapu lidi, konstruksi (untuk membangun rumah, jembatan, tiang, atap, dinding, dan sebagainya), peralatan rumah tangga, dan diolah menjadi berbagai jenis kerajinan.
Bambu juga seringkali digunakan sebagai bahan bakar upacara adat.
Selain itu, tanaman ini juga bermanfaat sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti hasil hutan kayu.
Tidak hanya itu, tanaman ini memiliki kegunaan lainnya antara lain kegunaan ekologis. Tanaman ini diyakini mampu memperbaiki daerah tangkapan air sehingga aliran bawah tanah mengalami peningkatan. Tak heran jika beberapa negara di Asia seperti Tiongkok menjadikannya sebagai tanaman utama konservasi alam.
Hal serupa juga dilakukan oleh masyarakat Desa Pakraman Angseri, Provinsi Bali. Mereka memanfaatkan tanaman ini sebagai tanaman utama hutan rakyat seluas 12 hektare yang mereka bangun.
Ternyata penanaman bambu di hutan rakyat tersebut berhasil memperbaiki dan memulihkan sumber mata air melalui aliran bawah tanah serta pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sebagai kerajinan dan juga sebagai tempat wisata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Jenis-Jenis Bambu untuk Bangunan
1. Bambu Batu / Petung
Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 20 cm dan panjang 25 meter. Biasanya digunakan untuk tiang atau penyangga bangunan, bahan industri pulp dan kertas, kayu lapis, bangunan, mebel, anyaman, peralatan pertanian, dan peternakan.
2. Bambu hitam, pring wulung, peri laka
Pertumbuhan dari bambu ini dapat mencapai diameter 14 cm dan panjang 20 meter. Biasanya digunakan untuk bahan pembuatan instrumen musik seperti angklung, calung, gambang, dan celempung. Jenis ini juga berfungsi untuk bahan industri kerajinan tangan dan pembuatan mebel karena tahan terhadap hama.
3. Bambu apus, pring apus, peri
Diameter dari bambu jenis ini adalah 4-10 cm. Biasanya ini digunakan sebagai tanaman pagar penghias. Batangnya juga dapat digunakan sebagai alat pembuatan pegangan payung, peralatan memancing, kerajinan tangan seperti rak buku, industri pulp, kertas, dan penghalau angin kencang (wind break)
Taksonomi Bambu
Bambu juga memiliki taksonomi seperti berbagai jenis tumbuhan lainnya. Taksonominya dapat disimak melalui tabel berikut:
| Kingdom | Plantae |
| Sub Kingdom | Viridiplantae |
| Infra Kingdom | Streptophyta |
| Super Divisi | Embryophyta |
| Divisi | Tracheophyta |
| Sub Divisi | Spermatophytina |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Super Ordo | Lilianae |
| Ordo | Poales |
| Famili | Poaceae |
Tags: kerajinan bahan sebagai