... Karakter Bambu sebagai Bahan Kerajinan: Kualitas dan Kelebihannya dalam Kerajinan Jahit dan DIY

Kualitas Karakteristik Bambu sebagai Bahan Kerajinan dalam Seni Jahit dan DIY

Jenis-Jenis Kerajinan Bambu dan Contohnya

Kerajinan bambu sendiri ada berbagai macam jenis contohnya. Berikut ini adalah beragam jenis kerajinan yang dapat dibuat dari bambu.

Anyaman bambu merupakan anyaman yang sering dibuat masyarakat sebab bambu merupakan tumbuhan yang mudah diperoleh di sekitar rumah. Untuk mendapatkan bahan baku anyam, biasanya bambu yang sudah dibelah menurut ruas-ruasnya akan dikeringkan dan dibelah menjadi dua, kemudian bambu diraut menjadi potongan tipis-tipis sebanyak mungkin.

Untuk kebutuhan produksi yang banyak, biasanya menggunakan mesin irat bambu agar lebih cepat dan efektif. Produk yang dihasilkan dari anyaman biasanya adalah produk untuk kebutuhan sehari-hari seperti pengukus nasi, tempat nasi, kemasan hantaran (besek), kipas, tikar, keranjang dan lain-lain. Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terdapat pula anyaman yang digunakan sebagai bahan arsitektur atau yang dikenal dengan anyaman kasar, biasanya untuk membuat rumah, kandang, ataupun perangkap ikan.

Taksonomi Bambu

Bambu juga memiliki taksonomi seperti berbagai jenis tumbuhan lainnya. Taksonominya dapat disimak melalui tabel berikut:

Kingdom Plantae
Sub Kingdom Viridiplantae
Infra Kingdom Streptophyta
Super Divisi Embryophyta
Divisi Tracheophyta
Sub Divisi Spermatophytina
Kelas Magnoliopsida
Super Ordo Lilianae
Ordo Poales
Famili Poaceae

Arsitektur Bambu

Arsitektur bambu merupakan salah satu arsitektur yang populer karena keunggulannya dalam kekuatan dan keindahan alaminya. Adapun contoh arsitektur bambu yang sering dijumpai adalah gazebo, jembatan bambu, tiang lampu, dan arsitektur untuk pameran. Penggunaan bambu dalam pembuatan gazebo sebagai tempat istirahat di taman, pantai, atau resort dipilh karena memberikan kesan eksotis dan cocok dengan lingkungan disekitarnya yang berbau alam.

Jembatan bambu juga sering digunakan sebagai alternatif untuk menghubungkan sungai atau lembah sebab jembatan bambu mampu menopang berat dan kokoh meskipun tampak ringan. Bambu juga sering digunakan sebagai tiang lampu khususnya di jalan-jalan pedesaan atau jalur wisata. Dalam pameran ataupun di pusat kebudayaan, arsitektur bambu juga sering digunakan untuk menampilkan seni dan budaya lokal untuk menarik pengunjung.

Budidaya

Budidaya bambu dapat dilakukan di lahan basah maupun lahan kering. Tanaman ini merupakan jenis tanaman yang cepat tumbuh dan mudah untuk dibudidayakan. Tumbuhan ini bisa hidup di lahan yang tidak pernah tergenang maupun yang sesekali tergenang air.

Jenis-jenis bambu yang dapat ditanam di lahan kering antara lain kelompok Gigantochloa dan Dendrocalamus. Sedangkan jenis yang dapat dibudidayakan di lahan basah adalah kelompok Bambusa.

Budidaya bambu juga harus mempertimbangkan kondisi iklim. Semakin kering iklim maka semakin sedikit jenis-jenisnya yang dapat dibudidayakan dan sebaliknya semakin basah iklim maka semakin banyak jenis-jenisnya yang dapat dibudidayakan.

Sebelum melakukan budidaya, seperti budidaya tanaman pada umumnya budidaya tanaman ini juga memerlukan persiapan penanaman yang meliputi pembukaan lahan, penentuan jarak tanam, pemasangan ajir, menyiapkan pupuk organik, dan pembuatan lubang tanam.

Jarak tanam yang digunakan untuk budidaya tanaman ini adalah 8×8 atau 8×6 meter. Jika lahan yang digunakan adalah lahan miring maka jarak tanam dibuat searah kontur dengan jarak tanam di dalam satu kontur 8 meter dan jarak antar kontur lebih dari 2 meter.

Bibit yang dipilih adalah bibit yang berasal dari stek batang di polybag yang sudah berumur 4 sampai 5 bulan. Jika batang bibit tersebut terlalu tinggi maka dilakukan pemangkasan hingga tinggi batangnya tersebut hanya mencapai 1 meter.

Pemangkasan biasanya dilakukan pada seluruh batang yang sudah menghasilkan cabang yang tingginya mencapai 2 meter.

Pemupukan pada tanaman ini perlu dilakukan secara intensif. Jenis pupuk yang digunakan dapat berupa TSP dan urea (N) serta dapat juga menggunakan pupuk organik, pupuk kandang, atau pupuk hijau. Dosis pupuk yang diberikan tergantung umur tanaman.

Pupuk diberikan dengan frekuensi 1 kali dalam setahun yaitu menjelang musim hujan. Pemupukan dilakukan dengan membuat parit mengelilingi rumpun dan menaburkan pupuk di dalam parit tersebut dengan kedalaman 10 cm.


Tags: kerajinan bahan sebagai

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia