... Karbon Jahit: Apa Itu dan Bagaimana Menggunakannya dalam Kerajinan Jahit

Karbon Jahit - Material Inovatif dalam Dunia Jahitan dan Kerajinan Sendiri

Benang jahit

Mesin sudah tersedia. Apalagi yang dibutuhkan kalau bukan benang. Dalam kegiatan jahit-menjahit, keberadaan benang sangatlah penting. Banyak jenis benang yang digunakan dalam dunia jahit-menjahit. Pilihlah benang yang kuat dan tidak mudah putus. Benang yang kita gunakan juga harus disesuaikan dengan warna kain tentunya.

Ada tiga jarum yang digunakan untuk proses jahit menjahit yaitu :

Jarum khusus mesin jahit : Ada beberapa merk jarum mesin yang bisa anda gunakan. Sesuaikan dengan mesin anda. Biasanya jarum jahit ini dijual dalam kemasan plastik dan kertas yang di dalamnya berisi 10 pcs. Untuk nomor jarum umumnya menggunakan nomor 9-14. Sebagai catatan, pilihlah jarum yang kualitasnya bagus. Pengalaman saya membeli jarum dengan merk tertentu ternyata tidak bisa digunakan.

Jarum tangan : jarum ini digunakan secara manual yaitu dengan menggunakan tangan. Sebelum menjahit dengan mesin, biasanya teknik menjahit jelujur diperlukan. Demikian juga ketika menjahit pinggiran baju atau rok dengan teknik tusuk soom (sum).

Jarum pentul : jarum ini biasanya disematkan pada kain yang bertumpuk dan untuk menggabungkan kain. Tujuan menggunakan jarum pentul ini untuk membantu memudahkan kita ketika menjahit agar kain tidak bergerak atau bergeser.

Mengenal Rader

Dalam dunia jahit menjahit, setiap orang tentu sudah sangat akrab dengan yang namanya rader. Rader adalah alat yang dipakai untuk memberikan tanda, bisa berupa garis atau titik. Hal inilah yang memudahkan para penjahit untuk melakukan pekerjaannya.

Namun saat menggunakan rader, biasanya akan bersamaan dengan karbon. Dengan begitu, akan memudahkan seseorang dalam proses pemotongan pola pada pakaian. Sebagai informasi bagi yang sedang belajar menjahit, terdapat dua jenis rader yang perlu diketahui.

Jenis dari rader pertama, yaitu rader polos, merupakan alat yang sering digunakan berbarengan dengan karbon. Untuk fungsinya sendiri dipakaian sebagai pengganti kapur. Jadi, membuat tanda akan semakin mudah dan bisa lebih terlihat.

Jenis dari rader polos ini banyak digunakan untuk bahan-bahan kain yang halus. Contohnya, seperti georgette, tetoron, sifon, katun, serta kain sifon yang lembut. Hal ini penting untuk diketahui dan dipahami, agar nantinya mudah dalam melakukan penerapan.

Selanjutnya ada rader bergerigi yang sering digunakan dalam pembuatan motif jiplakan beriringan dengan karbon jahit. Untuk yang akan segera mengerjakan jahitan kain tebal, maka disarankan untuk memakai rader tersebut. Pasalnya, gerigi pada rader sangat tepat untuk kain tebal.

Akan tetapi agar hasil dari jahitan terlihat bagus, maka pemberian tanda bisa diperhatikan kembali. Buat tanda atau garis hanya di bagian pakaian yang rusak saja. Mengingat hal itu adalah fungsi utama dari adanya rader yang digunakan oleh para penjahit.

Alat pemotong

Kegiatan jahit-menjahit tidak bisa terlepas dari peralatan gunting dan pendedel. Peralatan ini sangat penting untuk diketahui pemula. Berikut ini jenis2 alat pemotong dalam kegiatan jahit menjahit.

Gunting kertas : gunting kertas ini dikhususkan untuk menggunting kertas pola dan kain viselin yang tebal. Biasanya gunting yang digunakan untuk menggunting kertas akan cepat tumpul dan tidak bisa digunakan untuk memotong kain.

Gunting benang : Gunting ini ukurannya kecil namun ujungnya tajam. Ketika akan menjahit atau selesai menjahit sudah pasti membutuhkan gunting untuk memotong benang kan? Gunting kecil lebih praktis ketika dipegang sehingga memudahkan pekerjaan kita. Selain praktis, fungsi dari gunting ini yaitu untuk mengunting benang yang sulit di jangkau oleh gunting kain misal ketika membuat tas. Ada bagian-bagian tertentu yang sulit di gunting jika menggunakan gunting kain.

Gunting kain : Gunting kain harus dikhususkan untuk menggunting kain saja. Karena untuk menggunting kain diperlukan gunting yang tajam. Untuk menjaga ketajaman gunting usahakan hanya untuk menggunting kain saja. Jangan menggunakan gunting kain ini untuk memotong kertas maupun kain viselin. Karena jika digunakan untuk menggunting bahan lain bisa menyebabkan gunting mudah tumpul.

Alat untuk membuat pola [ sunting | sunting sumber ]

  • Buku pola (buku kostum)
  • Boneka pengepas (boneka jahit)
  • Pita ukuran (meteran)
  • Kertas
  • Pensil (warna hitam, merah, biru)
  • Penghapus
  • Penggaris (penggaris siku, penggaris lengkung, penggaris lurus)
  • Pita ukur
  • Rader
  • Kapur jahit
  • Karbon jahit
  • Jarum pentul
  • Gunting
  1. ^ Pratiwi, Djati (2001). Pola Dasar dan Pecah Pola Busana. Jakarta: Kanisius. ISBN9-7967-2537-1.
  2. ^ Jones, Sue Jenkyn (2005). Fashion Design. Laurence King Publishing. hlm. 2005. ISBN1-8566-9436-4 . Diakses tanggal 2009-11-06 .
  3. ^"Butterick our history". Butterick. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-07-05 . Diakses tanggal 2009-11-02 .
  4. ^ Condra, Jill, ed. (2008). The Greenwood Encyclopedia of Clothing Through World History: Volume 3, 1801 to the Present. Greenwood Publishing Group. hlm. 24. ISBN0-3133-3665-2.
  5. ^ ab"All about burda". Burda Fashion. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-02-05 . Diakses tanggal 2009-11-04 .
  6. ^"第114回 常設展示 洋裁の歴史" (PDF) . Diakses tanggal 2009-11-02 .
  7. ^"ドレスメーキング1969年11月号" . Diakses tanggal 2009-11-02 . [pranala nonaktif permanen]

Pengembangan pola dasar [ sunting | sunting sumber ]

Pecah pola (pecah model, bahasa Inggris: pattern drafting) adalah proses mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan model busana. Caranya antara lain dengan memindahkan lipit, memotong, menyambung, atau memanjangkan dan memendekkan (menambahkan atau mengurangi ukuran) pada bagian-bagian tertentu pada pola dasar.

Pola dasar rok, misalnya, dapat diubah menjadi pola rok berbagai macam model. Pola dasar rok yang dikurangi lebar bagian bawah akan menjadi pola rok span. Begitu pula halnya dengan jenis-jenis pakaian yang lain. Bagian bawah pola dasar celana panjang bila dipendekkan hingga beberapa sentimeter di atas lutut akan menjadi pola celana bermuda.

Sebelum kain digunting, potongan-potongan pola disusun di atas kain. Garis-garis seperti batas kampuh atau garis kupnat dijiplak ke atas bagian buruk kain dengan memakai rader dan karbon jahit. Kapur jahit dipakai untuk menuliskan tanda-tanda sementara di atas kain yang tidak dapat dibuat memakai rader.


Tags: jahit adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia