... Kerajinan Batik: Seni dan Panduan DIY untuk Pembuatan Batik yang Mudah

Kerajinan Batik Adalah Seni Budaya yang Berharga

Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil

Jenis rancangan suatu kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam berbagai kesatuan bahan dan teknik. Oleh karena iur, sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan karakteristik dari kerajinan tekstil.

Rancangan dalam pembuatan kerajinan tekstil juga perlu diperhatikan yaitu berupa cara menentukan:

  1. susunan dari garis,
  2. bentuk,
  3. warna, dan
  4. tekstur.

Dalam mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang di dalamnya terdapat:

  1. kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat,
  2. kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut.

Selanjutnya terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu struktural dan dekoratif, yakni sebagai berikut.

  1. Structural Technique
    Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut.
  2. Decorative Technique
    Decorative (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita.

Apa itu Batik : Sejarah, Jenis, Ragam Motif, dan Hari Batik 2021

Batik adalah kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin) panas sebagai perintang warna (wax resist technique) dengan alat utama pelekat lilin berupa canting tulis dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna.

Jenis batik ada tiga yaitu : batik tulis, batik cap, batik kombinasi (tulis dan cap), diantara ketiga jenis batik tersebut batik tulis lebih memilik nilai eksklusif dikarenakan pembuatannya membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih memiliki nilai seni (SNI 0239, 2014).

Sedangkan secara Etimologi, kata batik berasal dari bahasa Jawa, yaitu”tik” yang berarti titik / matik (kata kerja, membuat titik) yang kemudian berkembang menjadi istilah ”batik” (Indonesia Indah ”batik”, 1997, 14). Di samping itu mempunyai pengertian yang berhubungan dengan membuat titik atau meneteskan malam pada kain mori.

KRT.DR. HC. Kalinggo Hanggopuro (2002, 1-2) dalam buku nya berjudul Batik sebagai Busana Tatanan dan Tuntunan menuliskan bahwa, para penulis terdahulu menggunakan istilah batik yang sebenarnya tidak ditulis dengan kata”Batik” akan tetapi seharusnya”Bathik”.

Hal ini mengacu pada huruf Jawa ”tha” bukan ”ta” dan pemakaiaan batik sebagai rangkaian dari titik adalah kurang tepat atau dikatakan salah.

Adapun Dr. Kusnan Asa, arkeolog, peneliti, dan guru besar pasca sarjana UGM dalam buku “Batik Pekalongan dalam lintas sejarah”, menjelaskan pengertian batik terdiri atas dua kata yang bergabung menjadi satu, yaitu kata ba dan tik yang keduanya hampir tidak memiliki arti apapun.

Ba berasal dari kata bahan dan tik dari titik. Kalau dua kata digabungkan menjadi satu memiliki arti bahan dan titik yang disingkat batik.

Proses Mewarnai Kain Batik

salah satu teknik mewarnai kain batik dengan sistem colet (foto : beritadaerah.co.id)

Adapun teknik pewarnaanya bisa dicelup (teknik soga) ataupun menggunakan teknik colet.

Jika menggunakan teknik colet maka kain batik dibentangkan secara horisontal kemudian dicolet pewarna dengan menggunakan kuas atau alat lain.

Pewarnaan kain batik dengan teknik colet banyak dilakukan oleh para pengrajin batik jika kain batik tersebut dirancang memiliki banyak warna.

Kain tinggal diberi penguat warna, kemudian malam bisa langsung dilorot atau dilepaskan dari kain.

Keuntungan menggunakan teknik celup adalah warna yang akan dimunculkan pada kain batik bisa lebih merata dan lebih mudah.

Sedangkan kelemahan menggunakan teknik celup adalah ketika akan membutuhkan warna lain maka dibutuhkan proses nemboki kain dengan malam.

Dalam mewarnai kain batik tulis dengan teknik celup, kain bisa dimulai dari warna yang paling muda.

Hal ini dimaksudkan agar ketika membutuhkan warna yang lebih gelap pada kain batik mudah untuk dilakukan.

Jika sejak awal mewarnai batik menggunakan warna gelap, maka ketika membutuhkan warna terang akan sangat kesulitan.

proses batik dua warna

Gambar diatas merupakan contoh proses pewarnaan dua warna jika menggunakan teknik celup.

Bahan pewarna yang sering dipakai untuk membuat batik tulis biasanya terdiri dari Bahan pewarna alami dan ada juga yang menggunakan bahan pewarna sintetis.


Tags: kerajinan adalah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia