Kerajinan Tangan Tradisional Indonesia - Eksplorasi Seni Sulam dan DIY
12 Nama Kain Indonesia dan Daerahnya
Kain Tradisional – Di Indonesia hampir setiap daerah memiliki kain tradisional yang mencerminkan karakteristik masing-masing daerah. Hal menarik dari kain tradisional yang ada di Indonesia adalah tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan sandang semata, tetapi juga menggambarkan makna filosofi mendalam pada setiap helainya dan mengandung suatu nilai tersendiri.
Nah, pada kesempatan kali ini kita akan bahas mengenai jenis nama kain dan daerah asal di Indonesia atau kain tradisional Indonesia. Jenis kain tradisional yanga da di Indonesia di antaranya sebagai berikut.
- 1. Kain Tenun Ikat Bali
- 2. Kain Songket
- 3. Kain Tenun Ikat Flores
- 4. Kain Sulam Karawo
- 5. Kain Sutra Bugis
- 6. Kain Sasirangan
- 7. Kain Ulos
- 8. Kain Tapis
- 9. Kain Batik
- 10. Kain Gringsing
- 11. Kain Besurek
- 12. Kain Tenun Dayak
Keris
Keris merupakan senjata tradisional khas Jawa termasuk Yogyakarta yang sudah ada sejak dahulu kala. Bagi masyarakat Jogja keris bukan hanya sekedar senjata tetapi juga benda berharga yang mengandung nilai filosofi leluhur. Keris terbuat dari besi yang dibentuk meliuk-liuk hingga menampilkan kesah gagah dan eksotis. Setiap keris memiliki bentuk liukan atau disebut luk dengan jumlah ganjil mulai dari tiga hingga seterusnya.
Jumlah luk yang ganjil bukan tanpa maksud dalam artian ada maknanya sendiri. Makna tersebut adalah manusia tidak akan pernah bisa genap atau sempurna. Keris memiliki wadah pembungkus yang disebut dengan warangka. Cara mengeluarkan keris dari warangka pun memiliki arti. Apabila pemilik keris tersebut dikeluarkan dengan cara menarik warangkanya maka berarti pemilik tersebut menghormat pandai besi atau pembuat keris tersebut. Namun jika pemilik keris mengeluarkannya dengan cara menarik gagang keris itu menandakan ia akan menikam atau menusuk seseorang.
Selain sebagai senjata tradisional, keris juga merupakan simbol dari status sosial seperti keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek yang hanya boleh digunakan dan dimiliki oleh sultan keraton Yogyakarta. Keris juga kerap dijadikan sebagai aksesoris pelengkap dalam berpakaian terutama pakaian adat.
Tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan yang berupa bahan kain yang dibuat dari benang, serat kayu, sutra, dan lain-lain. Teknik membuatnya menggunakan alat tenun tangan yang disebut lungsin.
Lungsin adalah jajaran benang yang terpasang membujur. Pada saat sekarang penggunaan alat tenun sudah dikembangkan menjadi alat tenun yang lebih modern, seperti ATBM (alat tenun bukan mesin) yang dibuat dari kayu dan peralatan yang menghasilkan tenunan lebih cepat. Baca juga: Kerajinan Bahan Lunak: Definisi, Jenis, dan Contohnya Untuk pewarnaan pada kain tenun, dilakukan dengan cara khusus sehingga warna tidak mudah pudar karena waktu atau terkena sinar matahari. Salah satu cara memberi pewarnaan adalah dengan merendam kain ke dalam minyak kemiri yang dicampur abu kayu serta cairan alkali. Selain itu juga dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran. Seperti warna merah yang dihasilkan oleh akar mengkudu.
Gamelan
Gamelan merupakan serangkaian alat musik tradisional yang dikenal berasal dari pulau Jawa. Bagi masyarakat Jawa dan Jogja gamelan bukan hanya sekedar alat musik biasa melainkan juga benda pusaka. Gamelan bahkan disimpan dan dirawat di dalam keraton Yogya. Memang seperangkat alat musik gamelan tidaklah murah bahkan mencapai ratusan juta.
Hal tersebut dikarenakan dalam membuat alat musik gamelan membutuhkan banyak bahan dan alat serta harus melalui beberapa tahapan. Bahan yang digunakan untuk membuat gamelan yaitu berupa kuningan, kayu dan kulit binatang menyesuaikan alat musik yang akan dibuatnya.
Dalam satu set gamelan terdiri dari banyak alat musik seperti kendang saron, bonang, kenong, gong, gambang, slenthem gender dan lain-lain. Alat-alat tersebut dibuat dalam lima tahap yaitu mbesot, nyinngi, mbentuk, mbabar dan yang terakhir menyesuaikan tangga nada. Di Jogja sendiri pembuatan gamelan dapat dilihat di Sleman dan di Bantul.
Kain Sulam Karawo
Kain sulam karawo berasal dari Gorontalo. Proses pembuatannya dihasilkan melalui sulam tangan dan dilakukan secara individu. Kain sebagai media sulaman akan diiris atau di lubangi dengan cara mencabut serat benang sesuai dengan motif sulaman. Proses pengerjaan kain ini bisa memakan waktu hingga satu bulan bergantung pada kerumitan motif kain. Berbagai motif dan desain yang bernilai tinggi menjadikan sulam karawo sebagai produk budaya unggulan khas gorontalo. Selain untuk pakaian khas Gorontalo ini bisa juga ditemukan pada sapu tangan, kipas, peci, taplak meja, dan beragam akseseoris lainnya.
Tags: kerajinan gambar indonesia beserta