... Panduan Lengkap Kerajinan Tangan Daerah di Indonesia: Inspirasi DIY dengan Foto!

Kerajinan Tangan Tradisional Indonesia - Eksplorasi Seni Sulam dan DIY

Ukiran Jepara (Jepara)

Sejak abad ke-19, Jepara sudah dikenal sebagai penghasil kerajinan tangan ukiran yang berkualitas. Ada berbagai bentuk seni ukiran yang ada di Jepara, yaitu patung, relief, gebyok, dan almari.

Ukiran Jepara umumnya memiliki motif yang terinspirasi bentuk-bentuk tanaman yang menjalar. Jenis motif ukiran Jepara umumnya ada tiga, yaitu: Tangkai Relung, Trubusan, dan Jumbai (Ujung Relung).

Semakin berjalannya waktu, motif pada ukiran Jepara kian beragam mengikuti perkembangan jaman. Hal inilah yang membuat ukiran Jepara banyak diminati. Tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, kerajinan tangan khas Jepara ini juga sudah diekspor ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar kerajinan tangan ini.

Wayang Kulit ( Pulau Jawa)

Wayang kulit adalah kerajinan tangan sekaligus kesenian tradisional yang ada di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut literatur kesusastraan Jawa, wayang kulit pertama kali diciptakan oleh Sunan Kalijaga dan terinspirasi dari Wayang Beber yang saat itu tengah eksis.

Kerajinan ini dibuat dari kulit kambing, sapi, atau kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran dan memiliki ukuran sekitar 50 x 30 cm. Pemakaian bahan tersebut berbeda dengan Wayang Beber yang notabene berbahan dasar kertas.

Pada 7 November 2003, UNESCO sudah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan mengagumkan dalam bidang cerita narasi, serta warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Gerabah (Minahasa)

Kerajinan tangan ini bisa ditemukan di Desa Pulutan, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Berbagai kerajinan gerabah tersedia di desa ini, seperti belanga, vas bunga, porno (tungku), dan hiasan rumah.

Bahan utama gerabah khas Minahasa adalah tanah liat yang dicampur dengan talk, kaorin, dan pelfar. Kawan bisa memesan gerabahnya langsung di desa ini dengan desain yang Kawan inginkan. Adapun harganya sendiri akan disesuaikan dengan desain yang dibuat si pengrajin gerabah.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ukiran_Jepara
https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_kulit
https://www.orami.co.id/magazine/kain-khas-toraja
https://www.daerahkita.com/artikel/145/kipas-kayu-cendana-kerajinan-tangan-mempesona-dari-bali
https://travel.kompas.com/read/2014/12/08/141900527/Sejarah.Tenun.Cepuk.Rangrang.Asal.Nusa.Penida
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5817187/mengenal-ulos-kain-tenun-khas-suku-batak-yang-penuh-makna?single=1
https://id.wikipedia.org/wiki/Ukiran_Asmat#:~:text=Ukiran%20Asmat%20mayoritasnya%20dibuat%20oleh,orang%20yang%20sudah%20meninggal%20tersebut.
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/01/09/parukidan-sarita-kain-tenun-yang-hiasi-upacara-sakral-suku-toraja

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Anggie Warsito lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Anggie Warsito. Artikel ini dilengkapi fitur Wikipedia Preview, kerjasama Wikimedia Foundation dan Good News From Indonesia.

Kerajinan Perak dan Songket Koto Gadang

Koto Gadang adalah sebuah desa yang berada di Kabupaten Agam , Sumatera Barat. Desa ini terkenal dengan hasil kerajinan peraknya. Orang-orang di Koto Gadang sudah menjadi pengrajin perak sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Hasil kerajinan mereka tidak hanya menarik masyarakat daerah tetapi juga memikat warga Belanda yang tinggal di sana. Kerajinan yang dihasilkan berupa kalung, gelang, cincin, atribut pakaian, hingga miniature rumah adat Minang. Para wanita Belanda juga banyak yang memaikan kerajinan ini.

Keunikan kerajinan perak Koto Gadang adalah warnanya yang tidak mengkilat seperti warna putih susu dan juga teksturnya yang halus sehingga serasi jika digunakan bersama dengan kain songket.

Kerajinan perak Koto Gadang terus mengalami peningkatan hingga pada tahun 1911 kerajinan ini banyak dilirik oleh bangsa Eropa. Saat ini jangkauan pasar Koto gadang sudah mencapai Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga lainnya.

Selain hasil kerajinan peraknya. Koto Gadang juga terkenal dengan kain songketnya. Kain songket Koto Gadang merupakan yang terhalus di dunia. Bahkan baru-baru ini seorang warga Koto Gadang berhasil menggelar pameran kain songket Koto Gadang dan dari daerah Sumatera Barat lainnya di Moscow, Rusia.


Tags: kerajinan gambar indonesia beserta

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia