...
Pada 7 November 2003, UNESCO sudah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan mengagumkan dalam bidang cerita narasi, serta warisan yang indah dan berharga Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Pasalnya, penggunaan produk lokal meningkatkan kesadaran akan keunikan produk dalam negeri, memperkuat rasa bangga akan produk dalam negeri, dan mengaitkan produk dengan cerita dan nilai budaya di dalamnya.
Tanah yang subur ini memungkinkan Indonesia untuk menghasilkan berbagai macam komoditas pertanian, baik pangan maupun non-pangan, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar, tebu, kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, tembakau, rempah-rempah, dan lain-lain.
Pada 7 November 2003, UNESCO sudah mengakui wayang kulit sebagai karya kebudayaan mengagumkan dalam bidang cerita narasi, serta warisan yang indah dan berharga Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.
Poliester adalah salah satu kelas polimer yang paling penting secara ekonomi, didorong terutama oleh PET, yang termasuk di antara plastik komoditas; pada tahun 2000 sekitar 30 juta ton diproduksi di seluruh dunia.
Aalat tenun tersebut merupakan alat bantu untuk memegang helai-helai benang lusi diwaktu bersamaan benang pakan dimasukan secara melintang diantara benang-benang lusi sehingga membentuk anyaman dengan pola menyilang.
Kerajinan tekstil Tekstil merupakan bahan yang terbuat dari benang hasil pemintalan serat yang kemudian ditenun, dirajut maupun dengan cara penyatuan serat berbentuk lembaran yang menggunakan atau tanpa bahan perekat yang dipres.
Selain itu, tembaga ketika dicampur dengan bahan lain seperti Zinc, timah, aluminium dan nikel, dapat menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat seperti kuningan atau logam paduan yang juga dapat menjadi berbagai produk.
Hal ini tidak lepas dari peran salah seorang seniman Yogyakarta bernama Sapto Hudoyo, yang memberikan pembinaan kepada pengrajin dalam menciptakan gerabah yang estetik dan bernilai jual tinggi, selama periode 1971-1972.
Dengan begitu, produk kerajinan dengan fungsi estetika, biasanya tidak bisa digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari, karena memang dibuat hanya untuk hiasan saja seperti misalnya patung dan miniatur.