... Dampak Cinta Terhadap Produk Indonesia pada Pengrajin Lokal di Dunia Kerajinan, Kecuali

Dampak Cinta Produk Indonesia terhadap Pengrajin Lokal dalam Dunia Sulam dan DIY

Apa Itu Produk dalam Negeri (Produk Lokal)?

Pengertian produk dalam negeri atau produk lokal adalah produk yang bahan baku dan pembuatannya berasal dari dalam negeri. Meskipun punya harga yang terpaut mahal dibandingkan produk impor, namun kualitas produk lokal tidak bisa dipandang sebelah mata.

Dilansir dari Law Insider, produk dalam negeri atau produk lokal berarti setiap barang yang berwujud, yang ditanam, dipanen, dibuat, diproduksi, atau dirakit secara lokal dalam suatu negara.

Untuk bisa disebut sebagai produk lokal, suatu produk harus memenuhi setidaknya empat syarat, yaitu:

  1. Penggunaan bahan baku yang berasal dari dalam negeri.
  2. Barang diproduksi atau dihasilkan di dalam negeri.
  3. Barang menggunakan brand lokal.
  4. Barang dibuat oleh perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh pemilik modal dari dalam negeri.

Keunggulan dan keunikan produk lokal ada pada ciri khas atau identitas lokal yang membedakannya dari produk impor.

Namun dalam hal ini, peran dan kesadaran konsumen sangat dibutuhkan dalam mendukung kemajuan produk lokal. Pembelian produk bisa menjadi efek positif yang secara tak langsung mendukung pengembangan industri.

Lalu sejauh ini, seperti apa dan sudah sejauh mana kesadaran masyarakat menggunakan produk lokal? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut ini.

Alasan Harus Cinta Produk dalam Negeri

Cinta produk dalam negeri merupakan sebuah sikap yang membawa dampak positif bagi berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi lokal hingga pelestarian budaya.

Ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya mendukung produk-produk dalam negeri, diantaranya :

1. Mendukung Ekonomi Lokal

Mendukung produk dalam negeri berarti memberikan dukungan langsung kepada produsen dan pelaku usaha lokal.

memilih untuk membeli produk lokal, kita secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan para petani, pengrajin, dan pekerja lokal.

Uang yang dihabiskan untuk membeli produk-produk tersebut akan berputar di dalam ekonomi lokal, menciptakan siklus keberlanjutan yang berujung pada pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan inklusif.

2. Mengurangi Emisi Karbon

Salah satu manfaat besar dari memilih produk dalam negeri adalah mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan dari rantai pasokan yang panjang.

Dengan membeli produk lokal, kita mengurangi kebutuhan akan transportasi jarak jauh yang seringkali menghasilkan emisi karbon tinggi.

Hal ini berarti kita secara efektif membantu mengurangi jejak karbon dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan.

3. Pemeliharaan Keterampilan Tradisional

Produk lokal sering kali memperlihatkan keunikan budaya dan keterampilan tradisional yang melekat pada daerah atau komunitas tertentu.

Dengan mendukung produk dalam negeri, kita turut memelihara dan menjaga keberlangsungan keterampilan tradisional ini.

Pemeliharaan ini membantu mencegah hilangnya warisan budaya yang berharga dan memungkinkan para pengrajin dan seniman lokal untuk terus mewariskan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada generasi berikutnya.

Ayo Membaca

Pada halaman 118, disajikan sebuah teks yang harus teman-teman baca.

Lihat di sekitarmu. Perhatikan baju, sepatu olahraga, atau tas yang kamu dan temanmu gunakan. Tentu ada sebagian dari kalian yang memakai banyak barang-barang produksi luar negeri dengan berbagai merek terkenal. Terutama kalian yang tinggal di kota-kota besar. Apakah barang-barang yang kalian pakai ada yang dibuat di dalam negeri? Banyak lho, baju-baju, sepatu-sepatu, atau tas-tas produksi dalam negeri yang kualitasnya sama, bahkan lebih baik dari barang sejenis produksi luar negeri.

Globalisasi membawa kemudahan dalam pertukaran produk. Kemajuan teknologi memotong berbagai biaya yang dibutuhkan dalam pengiriman produk ke negara lain. Dahulu, untuk melindungi produk dalam negerinya dari serbuan produk negara lain, pemerintah memberlakukan pajak yang tinggi untuk produk impor. Oleh karena itu, dahulu produk impor tidak terjangkau oleh masyarakat luas. Harganya mahal. Hanya segelintir masyarakat yang mampu membelinya. Di era globalisasi, tuntutan perdagangan bebas antar-negara mengecilkan kemungkinan untuk memberlakukan pajak yang tinggi. Akibatnya, produk dalam negeri harus rela bersaing dengan berbagai merek produk luar negeri.

Siapa yang dirugikan jika produk luar negeri lebih diminati oleh masyarakat? Tentunya para pengrajin kreatif dari berbagai pelosok negeri. Teman, kerabat, saudara, atau mungkin orang tua kita sendiri dapat menjadi pengrajin yang merugi.

Siapa yang dapat memelihara kelangsungan produksi dalam negeri? Tentu hanya kita, sang anak negeri. Sudah sepatutnya kita menghargai kreativitas saudara sendiri. Sehingga, ketika suatu hari kamu berbelanja di toko sepatu, dan dihadapkan pada pilihan sepatu buatan Indonesia atau sepatu buatan Amerika, mana yang akan kamu beli? Hanya anak Indonesia yang cinta produksi Indonesia yang akan memilih sepatu produksi dalam negeri.

Sumber :
Anggari, Angi St. dkk. (2018). Tema 4 Globalisasi Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

Mengapa Kita Harus Cinta Produk dalam Negeri?

Penggunaan barang impor atau produk buatan luar negeri masih tetap tinggi di kalangan masyarakat Indonesia, menyisakan kekhawatiran terhadap pemertahanan produk lokal yang kaya akan kearifan tradisional.

Meskipun Indonesia memiliki banyak produk berbasis kearifan lokal yang berkualitas tinggi, namun masih terbatasnya permintaan dan minat dari konsumen membuat dampaknya terbatas.

Walaupun demikian, sebenarnya produk lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk impor sejajar.

Dalam membangun kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal, kita sebagai warga negara memiliki tanggung jawab untuk mendukung bisnis UMKM serta memperkuat kemandirian ekonomi dalam negeri.

Dengan memilih produk lokal, kita secara aktif turut serta dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa, pedesaan, serta daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Hal ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia serta memastikan keberlanjutan warisan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki bangsa.


Tags: produk indonesia

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia