Dampak Cinta Produk Indonesia terhadap Pengrajin Lokal dalam Dunia Sulam dan DIY
5 Contoh Produk Dalam Negeri yang Fenomenal & Go Internasional
Berbicara tentang produk lokal dalam negeri, maka kita berbicara tentang kebanggaan kita ketika memakai produk asli buatan Indonesia.
Alih-alih kita yang menggunakan produk impor, justru beberapa produk lokal berikut ini begitu fenomenal bahkan berhasil merambah pasar internasional, lho!
Ada banyak contoh produk dalam negeri yang tidak hanya sebatas kerajinan saja, namun juga berupa pakaian, tas, sepatu, produk pangan dan masih banyak lagi. Sebut saja diantaranya Tomskins, Eiger, Erigo, Lea Jeans, Terry Palmer, Bagteria, Buccheri, dan lain sebagainya.
Tahu gak sih, contoh produk dalam negeri berikut ini sudah berhasil go internasional dengan kisah dan caranya masing-masing?! Yuk simak daftarnya berikut ini:
1. Indomie
Siapa sih orang Indonesia yang tidak kenal dengan merek mie instan satu ini?! Indomie diproduksi oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Ini adalah contoh produk dalam negeri yang tak hanya populer di Indonesia, tetapi juga di banyak negara di seluruh dunia, termasuk Nigeria, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
Keberhasilan: Indomie berhasil menjadi salah satu mi instan paling terkenal di dunia dengan varian rasa yang disesuaikan dengan selera lokal di berbagai negara. Indomie juga sering dianggap sebagai ikon kuliner Indonesia di luar negeri. Ekspornya pun sudah berhasil menjangkau sekitar 60 negara.
2. Kopiko
Kopiko adalah merek permen kopi yang diproduksi oleh PT Mayora Indah Tbk. Contoh produk dalam negeri satu ini memiliki rasa kopi yang autentik dan menjadi favorit di banyak negara.
3. Tolak Angin
Tolak Angin adalah contoh produk herbal dalam negeri yang diproduksi oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Produk ini digunakan untuk mengatasi masuk angin, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan.
4. Gojek
Gojek adalah perusahaan teknologi asal Indonesia yang menyediakan layanan ride-hailing, pengiriman makanan, pembayaran digital, dan berbagai layanan on-demand lainnya.
Ayo Membaca
Pada halaman 118, disajikan sebuah teks yang harus teman-teman baca.
Lihat di sekitarmu. Perhatikan baju, sepatu olahraga, atau tas yang kamu dan temanmu gunakan. Tentu ada sebagian dari kalian yang memakai banyak barang-barang produksi luar negeri dengan berbagai merek terkenal. Terutama kalian yang tinggal di kota-kota besar. Apakah barang-barang yang kalian pakai ada yang dibuat di dalam negeri? Banyak lho, baju-baju, sepatu-sepatu, atau tas-tas produksi dalam negeri yang kualitasnya sama, bahkan lebih baik dari barang sejenis produksi luar negeri.
Globalisasi membawa kemudahan dalam pertukaran produk. Kemajuan teknologi memotong berbagai biaya yang dibutuhkan dalam pengiriman produk ke negara lain. Dahulu, untuk melindungi produk dalam negerinya dari serbuan produk negara lain, pemerintah memberlakukan pajak yang tinggi untuk produk impor. Oleh karena itu, dahulu produk impor tidak terjangkau oleh masyarakat luas. Harganya mahal. Hanya segelintir masyarakat yang mampu membelinya. Di era globalisasi, tuntutan perdagangan bebas antar-negara mengecilkan kemungkinan untuk memberlakukan pajak yang tinggi. Akibatnya, produk dalam negeri harus rela bersaing dengan berbagai merek produk luar negeri.
Siapa yang dirugikan jika produk luar negeri lebih diminati oleh masyarakat? Tentunya para pengrajin kreatif dari berbagai pelosok negeri. Teman, kerabat, saudara, atau mungkin orang tua kita sendiri dapat menjadi pengrajin yang merugi.
Siapa yang dapat memelihara kelangsungan produksi dalam negeri? Tentu hanya kita, sang anak negeri. Sudah sepatutnya kita menghargai kreativitas saudara sendiri. Sehingga, ketika suatu hari kamu berbelanja di toko sepatu, dan dihadapkan pada pilihan sepatu buatan Indonesia atau sepatu buatan Amerika, mana yang akan kamu beli? Hanya anak Indonesia yang cinta produksi Indonesia yang akan memilih sepatu produksi dalam negeri.
Sumber :
Anggari, Angi St. dkk. (2018). Tema 4 Globalisasi Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Tags: produk indonesia