Dampak Cinta Produk Indonesia terhadap Pengrajin Lokal dalam Dunia Sulam dan DIY
Mengapa Kita Harus Cinta Produk dalam Negeri?
Penggunaan barang impor atau produk buatan luar negeri masih tetap tinggi di kalangan masyarakat Indonesia, menyisakan kekhawatiran terhadap pemertahanan produk lokal yang kaya akan kearifan tradisional.
Meskipun Indonesia memiliki banyak produk berbasis kearifan lokal yang berkualitas tinggi, namun masih terbatasnya permintaan dan minat dari konsumen membuat dampaknya terbatas.
Walaupun demikian, sebenarnya produk lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk impor sejajar.
Dalam membangun kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal, kita sebagai warga negara memiliki tanggung jawab untuk mendukung bisnis UMKM serta memperkuat kemandirian ekonomi dalam negeri.
Dengan memilih produk lokal, kita secara aktif turut serta dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat desa, pedesaan, serta daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Hal ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi Indonesia serta memastikan keberlanjutan warisan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki bangsa.
Apa Itu Produk dalam Negeri (Produk Lokal)?
Pengertian produk dalam negeri atau produk lokal adalah produk yang bahan baku dan pembuatannya berasal dari dalam negeri. Meskipun punya harga yang terpaut mahal dibandingkan produk impor, namun kualitas produk lokal tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dilansir dari Law Insider, produk dalam negeri atau produk lokal berarti setiap barang yang berwujud, yang ditanam, dipanen, dibuat, diproduksi, atau dirakit secara lokal dalam suatu negara.
Untuk bisa disebut sebagai produk lokal, suatu produk harus memenuhi setidaknya empat syarat, yaitu:
- Penggunaan bahan baku yang berasal dari dalam negeri.
- Barang diproduksi atau dihasilkan di dalam negeri.
- Barang menggunakan brand lokal.
- Barang dibuat oleh perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh pemilik modal dari dalam negeri.
Keunggulan dan keunikan produk lokal ada pada ciri khas atau identitas lokal yang membedakannya dari produk impor.
Namun dalam hal ini, peran dan kesadaran konsumen sangat dibutuhkan dalam mendukung kemajuan produk lokal. Pembelian produk bisa menjadi efek positif yang secara tak langsung mendukung pengembangan industri.
Lalu sejauh ini, seperti apa dan sudah sejauh mana kesadaran masyarakat menggunakan produk lokal? Untuk mengetahui jawabannya, simak pembahasan berikut ini.
Contoh tindakan cinta produk Indonesia
Pada akhirnya, sobat kosngosan sebagai warga negara Indonesia yang baik memang memiliki hak untuk menggunakan atau tidak menggunakan barang lokal.
Keputusan ada pada sobat kosngosan, namun mimin perlu memberikan beberapa contoh mencintai produk dalam negeri, supaya nantinya kamu bisa tertarik menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.
Jadi bila ada pertanyaan seperti ini, sebutkan contoh tindakan cinta produk indonesia! maka kamu bisa jawab, check these out!
Ketika kamu sudah mencintai produk lokal, maka salah satu cara untuk membuktikannya adalah kamu dengan bangga memperkenalkan produk tersebut pada akun media sosialmu, terlebih kamu adalah seorang influencer atau selebgram.
2. Memperkenalkan produk lokal ke teman bule melalui chatting atau pesan online, hal ini berarti kamu turut aktif memberikan informasi mengenai produk buatan negeri kepada teman teman yang berasal dari luar negeri. Mereka juga pastinya penasaran dong mengenai produk lokal kita?
3. Mencari informasi selengkapnya mengenai barang kebutuhan sehari – hari yang diproduksi dalam negeri. Hal ini untuk meningkatkan pengetahuanmu terhadap produk tersebut, sehingga kamu menjadi lebih tahu mengenai manfaatnya, kelebihan dan kekurangannya.
4. Memasukan produk lokal dalam daftar belanja kebutuhan pribadi, jadi apabila kamu hendak shopping di marketplace, ada baiknya untuk lebih memprioritaskan produk lokal dibanding kamu membeli produk dari luar negeri. Selama masih ada di dalam negeri, kenapa harus repot-repot beli dari luar?
5. Menyuruh karyawan/pegawai menggunakan seragam batik buatan dalam negeri untuk hari tertentu. Apabila kamu memiliki perusahaan dan punya karyawan yang bekerja didalam sana, maka tidak ada salahnya membuat peraturan mengenakan batik atau pakaian khas budaya di tempatmu.
6. Menyuruh siswa dan guru menggunakan seragam buatan dalam negeri, tentu saja pakaian seragam harusnya dibuat oleh pabrik lokal, seperti seragam sekolah, guru dan para karyawan kantoran juga. Sehingga supply terhadap pakaian lokal tetap eksis
Tags: produk indonesia