Warisan Kain Tenun - Perjalanan Indah Seni Rajut di Indonesia
Pengertian Kain Tenun Ikat
Kain Tenun ikat merupakan salah satu bagian penting dalam budaya berbagai suku di Indonesia. Keberadaan dan keragaman kain tenun di Indonesia merupakan pengaruh dari berbagai bangsa yang datang melalui jalur perdagangan.
Para pedagang ini tidak hanya membawa barang dagang yang memperbanyak variasi teknik tenun dan hiasan tetapi juga membawa perubahan pada filosofi budaya kain tenun itu sendiri. Kain tenun di Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan sejak masuknya pengaruh Hindu dan Budha pada abad ke – 4 serta masuknya pengaruh Islam sekitar abad ke 15.
Para pendatang ini yang kemudian berinteraksi dengan penduduk lokal sehingga memberikan pengaruh pada kebudayaan masyarakat yang kemudian diadaptasi oleh budaya lokal.
Proses adaptasi dan akulturasi budaya in diserap dan dipadukan dengan budaya asli sehingga melahirkan hal-hal baru, baik itu berupa bahan, teknik pembuatan kain, ragam corak dan motif yang mempunyai filosofi khusus.
Sebelum masuknya para pedagang ke Nusantara, motif dan corak kain tenun masih sangat terbatas. Hal ini karena masih minimnya pengetahuan masyarakat pada waktu itu. Umumnya motif-motif yang ada pada kain tenun masih menggambarkan kebudayaan primitif mereka. Umumnya mereka menggunakan motif yang ada disekitar mereka, misalnya motif bunga, hewan ataupun garis. Selain itu filosofi nya pun masih sangat sederhana, hanya menggambarkan keadaan sekitar, hubungan manusia dengan pencipta maupun manusia dengan alam sekitarnya.
Sebelum masuknya para pedagang ke Indonesia, fungsi kain tenun hanya sebatas fungsi praktis yaitu sebagai pakaian penutup tubuh, tetapi sejak masuknya budaya asing yang dibawa oleh para pedagang sehingga perlahan-lahan mengubah fungsi kain tenun yang perlahan-lahan mulai merasuk ke setiap sendi kehidupan masyarakat mulai dari kelahiran hingga kematian.
Kain tenun pada waktu itu tak lagi sebagai bahan sandang tetapi juga lebih banyak digunakan dalam berbagai sendi kehidupan karena masyarakat banyak yang menganggap jika kain tenun tak semata-mata hanya selembar kain tetapi juga memiliki tuah yang dipercaya dapat menolak bala maupun menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Mengenal Kain Tenun Indonesia
Negara-negara yang banyak memberi pengaruh pada tenunan Indonesia seperti India, Persia, Cina, Eropa, Vietnam, Myanmar, dan Thailand.
Pada prasasti Karang Tengah tahun 847 terdapat tulisan “putih hlai 1 (satu) kalambi”artinya adalah kian putih satu helai dan baju. Pada prasasti Baru tahun 1034 M disebut kata “Pawdikan”artinya pembatik atau penenun.
Pada prasasti Cane tahun 1021 M dan prasasti dari Singosari tahun 929 M terdapat istilah “Makapas”atau“Madagang Kapas”.
Dalam sebuah cerita rakyat Sang Kuriang, disebutkan bahwa seorang tokoh penting yaitu Dayang Sumbi yang pekerjaannya sehari-hari adalah menenun.
Dan petunjuk satu lagi yang memperkuat soal menenun di Indonesia adalah terdapat relief “wanita sedang menenun” di pahatan umpak batu pada abad 14 di daerah Trowulan (Museum Trowulan. Jawa Timur)
Sejarah dan perkembangan kerajinan tenun di Indonesia
diskominfo.kaltimprov.go.id Kain Tenun Ulap Doyo dari Kalimantan Timur
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Kain Tenun bermotif Songke menjadi daya tarik menggaet wisatawan Nusa tara dan mancanegara untuk belajar menenun, identitas, nilai, makna dibalik motif-motif, Senin, (15/8/2022). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)
| Jenis kain tenun | Asal daerah |
| Kain tenun Sambas | Kalimantan Barat |
| Kain tenun Donggala | Sulawesi Tengah |
| Kain tenun Gringsing | Bali |
| Kain Hinggi | Nusa Tenggara Timur |
| Kain tenun Toraja | Sulawesi Selatan |
| Kain tenun songket Sukarara | Nusa Tenggara Barat |
| Kain songket Palembang | Sumatera Selatan |
| Kain tapis | Lampung |
| Kain tenun Ulos | Sumatera Utara |
| Kain songket Minangkabau | Sumatera Barat |
| Kain tenun Troso Jepara | Jawa Tengah |
| Kain tentun Doyo | Kalimantan Timur |
Suka baca tulisan-tulisan seperti ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dengan mengisi survei Manfaat Kolom Skola
Tags: tenun indonesia