Kekayaan Kerajinan Perak - Mengenal Salah Satu Daerah Penghasil di Indonesia
Inilah Deretan Daerah Penghasil Kerajinan Kuningan Populer Di Indonesia
Ada beberapa daerah penghasil kerajinan kuningan yang tersebar di Indonesia. Khususnya pecinta seni ini sudah tidak asing dengan beberapa daerah tersebut. Namun, bagi Anda yang awam akan hal tersebut setidaknya harus tahu daerah mana saja di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil kerajinan kuningan.
Sebelum itu, alangkah baiknya jika Anda berkenalan lebih jauh tentang apa itu kuningan. Begitu juga tentang keunggulan dari kuningan dan barang apa saja yang bisa dihasilkan dari jenis logam ini.
Kuningan merupakan jenis logam paduan yang terdiri dari tembaga dan seng, seringkali ditambahkan dengan timah dan nikel untuk meningkatkan sifat-sifat tertentu. Logam kuningan memiliki warna kuning kecoklatan dan digunakan secara luas dalam pembuatan berbagai produk, termasuk kerajinan, barang seni, peralatan musik, dan hiasan rumah.
Keunggulan kuningan antara lain keuletan, ketahanan terhadap korosi, dan kemampuan untuk diolah dengan mudah, membuatnya populer dalam dunia manufaktur dan kerajinan.
1. Mimika, Papua Tengah
Mimika, Papua Tengah adalah salah satu daerah penghasil emas terbesar di dunia. Salah satu tambang emas besar di Mimika adalah Grasberg Block Cave (GBC). Tambang emas Blok Gua Grasberg hingga kini dikelola oleh PT Freeport Indonesia, perusahaan yang sebagian besar sahamnya saat ini sudah menjadi milik pemerintah Indonesia.
Di Kabupaten Mimika, juga terdapat tambang emas Deep Mill Level Zone (DMLZ). Tambang DMLZ yang berlokasi di distrik Grasberg Papua juga dikelola oleh PT Freeport Indonesia.Tambang DMLZ menyimpan sejumlah mineral yang teridentifikasi sebanyak 77 juta ton, dan perkiraan jumlah mineral yang masih belum pasti sebanyak 305 juta ton. Mineral-mineral tersebut mencakup kombinasi konsentrasi emas, perak, dan tembaga.
Kawasan kota yang menjadi pusat aktivitas Freeport di Mimika adalah Tembagapura dan Kuala Kencana. Produksi emas Freeport mencapai sekitar 1,9 juta ons per tahun pada 2023. Perusahaan yang sama pun menghasilkan sekitar lebih dari 1,6 miliar pon tembaga selama 2023.
Tembaga
Tembaga merupakan hasil tambang yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sejak dulu pada zaman kerajaan di Indonesia sudah terdapat daerah pengrajin tembaga. Pada saat itu tembaga merupakan bahan berbagai produk rumah tangga seperti alat-alat dapur.
Saat ini, tembaga yang didapat dari daerah penghasil tembaga terbesar di Indonesia disulap menjadi berbagai produk kerajinan yang khas. Pengrajin dapat menghasilkan produk seperti patung monumen, kubah masjid, ornamen interior dan lainnya yang memiliki harga jual yang tinggi.
Selain itu, tembaga ketika dicampur dengan bahan lain seperti Zinc, timah, aluminium dan nikel, dapat menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat seperti kuningan atau logam paduan yang juga dapat menjadi berbagai produk.
2. Banyuwangi, Jawa Timur
Tambang emas Tujuh Bukit atau Tambang Tumpang Pitu di Banyuwangi, Jawa Timur merupakan salah satu tambang emas terbesar di Indonesia. Tambang emas ini terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Tambang emas di Tumpang Pitu dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Tbk.
Gunung Pongkor merupakan salah satu daerah penghasil emas di Indonesia yang dikelola oleh Tambang Emas Pongkor (TEP), bagian dari BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Lokasi tambang emas Gunung Pongkor berada di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kawasan ini berjarak sekitar 54 kilometer dari Kota Bogor.
Cadangan geologi di Gunung Pongkor mencapai sekitar 6 juta ton bijih emas dengan kadar emas rata-rata sekitar 17,14 gram per ton dan kadar perak sekitar 154,28 gram per ton.
Mengutip artikel Menyusuri Jejak Gurandil di Tambang Emas Pongkor (2012) dalam situs Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, cadangan emas Gunung Pongkor diperkirakan dapat dipertahankan hingga 12 atau 14 tahun ke depan.
Daerah Penghasil Tembaga Terbesar di Indonesia
Selain daerah pengrajin tembaga, terdapat juga daerah penghasil tembaga terbesar di Indonesia. Di daerah ini terdapat tambang untuk mendapatkan tembaga murni. Tembaga murni ini yang nantinya oleh pengrajin tembaga disulap menjadi berbagai produk yang bermanfaat.
1. Papua
Papua adalah salah satu penghasil tembaga terbesar di Indonesia. Bahkan Tambang Grasberg menorehkan rekor sebagai tambang emas terbesar di dunia dan juga merupakan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tambang Grasberg dimiliki oleh Freeport yang bermarkas di Amerika Serikat, dengan total 48,74% kepemilikan saham, sedangkan sisanya merupakan milik Pemerintah Indonesia (51,23%).
Operator tambang Grasberg adalah PT Freeport Indonesia yang merupakan anak perusahaan Freeport McMoran Copper and Gold. Investasi yang dikeluarkan sebagai biaya pembangun tambang di atas gunung ditafsir mencapai 3 miliar dolar AS.
Pada tahun 2004 tambang Grasberg diperkirakan memiliki cadangan 46 juta ons emas. Kemudian pada tahun 2006 produksinya mencapai 610.800 ton tembaga, 58.474.392 gram emas, dan 174.458.971 gram perak.
2. Wonogiri
Kabupaten yang berada di Jawa Tengah ini terkenal dengan aktivitas penambangan tembaganya yang sudah mulai berproduksi sejak lama. Tahun 2011 bersama-sama dengan tenaga pemahat dan belasan tenaga angkut yang berasal dari penap bulan, tembaga murni yang bisa dihasilkan bisa mencapai 1,8 ton.
Sedangkan bahan tembaga mentah yang dihasilkan tiap bulannya adalah 21 ton. Di pertambangan ini, tembaga diproduksi dengan cara membuat trowongan mendatar yang memiliki panjang vertikal kurang lebih 13 meter dan panjang 54 meter.
3. Cikotok
Cikotok merupakan daerah pertambangan yang sudah ada sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda. Penambangan tembaga di Cikotok pertama kali dimulai dilakukan pada tahun 1839.
Tags: kerajinan adalah hasil indonesia