Kekurangan Kerajinan dari Flour Clay dalam Dunia Kerajinan Jahitan dan DIY
Kerajinan dari kulit hewan
tas dari kulit ikan pari (IDN Times/Indah Permata Sari)
Pastinya, kamu pernah mendengar dompet atau tas yang terbuat dari kulit buaya, kan? Nah, barang tersebut juga termasuk salah satu kerajinan bahan lunak, Guys.
Namun, sebelum diolah, kulit hewan—seperti sapi, domba, ular, atau kerbau—yang akan digunakan perlu disamak terlebih dahulu. Penyamakan sendiri adalah kegiatan memasak atau memproses kulit hewan supaya lebih berwarna dan awet.
Perlu kamu ketahui pula, produk berbahan kulit cenderung mahal. Hal ini karena proses pembuatannya yang tidak tergolong mudah. Selain itu, ketersediaan materialnya pun terbatas.
Teknik dalam pembuatan produk kerajinan bahan lunak
ilustrasi mengukir kayu (Pexels.com/Bryan Catota)
Meskipun material utamanya tidak keras, butuh keterampilan khusus dalam mengubah bahan-bahan lunak menjadi kerajinan yang cantik. Ada beberapa teknik yang sering dilakukan dalam proses pengerjaan kerajinan bahan lunak, antara lain
- Mengukir, merupakan teknik yang dilakukan dengan cara memahat atau menggores untuk membuat sebuah bentuk atau motif.
- Membentuk, bisa dilakukan dengan cara melilit, memutar, mencetak, dan bahkan membordir bahan.
- Menenun, merupakan teknik yang sering diterapkan ketika membuat pakaian dengan cara memasukkan dua set benang dan saling memasukkan keduanya secara melintang.
- Menganyam, merupakan teknik yang biasanya berkutat dengan bilah dauh dengan cara menyusunnya saling menindih dan menyilang.
Kerajinan dari flour clay
ilustrasi flour clay (Pexels.com/Jennifer Murray)
Last but not least, ada flour clay. Seperti namanya, clay yang satu ini terbuat dari tepung. Jenis tepung yang menjadi bahan bakunya bisa berupa tepung terigu, tepung tapioka, ataupun tepung beras. Tepung tersebut lantas dicampur dengan lem putih dan pewarna makanan sehingga terciptalah flour clay yang warna-warni.
Sama seperti clay pada umumnya, bahan lunak buatan ini juga mudah dibentuk. Contoh kerajinan flour clay antara lain miniatur hewan, miniatur buah-buahan, hingga gantungan kunci. Namun, perlu diperhatikan bahwa flour clay tidak tahan air sehingga mudah rusak.
6 Jenis Clay yang Perlu Diketahui Pemula, Kegunaannya Beda-Beda, Lho!
ilustrasi membuat kerajinan clay (unsplash.com/Diane Helentjaris)
Clay merupakan bahan kerajinan bertekstur lunak yang bisa dibentuk jadi beragam kreasi. Clay termasuk salah satu kerajinan tangan yang cukup populer. FYI, clay memiliki banyak jenis, lho. Jenis-jenis clay dibedakan dari bahan, tekstur, dan cara pengeringannya.
Setiap varian clay juga memiliki kegunaan yang berbeda. Ada clay yang khusus untuk membuat kerajinan tangan, ada juga yang digunakan untuk media bermain.
Para pemula yang ingin berkreasi dengan clay perlu mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Jadi, buat kamu yang tertarik dengan kerajinan ini, yuk simak penjelasan 6 jenis clay berikut!
Kerajinan gedebok pisang
ilustrasi pohon pisang (pexels.com/NastyaSensei)
Gedebok pisang adalah sebuah bahan lunak alami yang diperoleh dari daun pisang yang dipanen sebelum masak. Daun pisang yang dipanen dicuci bersih, kemudian dibersihkan dari serat-seratnya dan diolah dengan cara di keringkan.
Gedebok pisang pun dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti kerajinan tangan. Contoh kerajinan dari gedebok pisang yang populer di antaranya:
- Kotak/wadah serbaguna
- Tas, tas ransel, tas kerja
- Keranjang
- Tempat pensil
- Tempat kacamata
- Lampu hias
Tags: kerajinan dari adalah clay flour