Kerajinan Khas Padang - Keindahan Seni Sulam Tradisional dari Minangkabau
Cara Membuat Kerajinan Tangan Khas Padang
Anyaman
1. Persiapkan bahan anyaman seperti rotan, bambu, atau daun pandan.
2. Pilih motif anyaman yang akan dibuat dan persiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
3. Mulailah anyaman dengan membuat dasar anyaman menggunakan teknik anyam yang tepat.
4. Lanjutkan dengan menganyam bagian lain sesuai dengan pola dan motif yang diinginkan.
6. Beri finishing pada anyaman dengan memberikan detail dan sentuhan terakhir.
Ukiran Kayu
1. Pilih kayu yang berkualitas dan sesuai dengan desain yang akan diukir.
2. Persiapkan alat-alat tradisional seperti pahat kayu dan pisau ukir.
3. Gambar sketsa desain yang diinginkan pada kayu sebagai panduan saat mengukir.
4. Mulailah mengukir dengan menggunakan teknik yang benar untuk menciptakan detail dan kecermatan yang optimal.
6. Beri lapisan pelindung pada hasil ukiran untuk menjaga keindahannya.
Batik
1. Pilih kain yang berkualitas dan sesuai dengan desain batik yang diinginkan.
2. Gambar sketsa motif batik pada kain sebagai panduan saat menerapkan malam.
3. Panaskan malam batik hingga mencapai suhu yang tepat untuk menghasilkan cairan yang mudah diaplikasikan.
4. Gunakan canting untuk mengaplikasikan malam pada kain sesuai dengan motif yang diinginkan.
5. Ulangi proses menerapkan malam dan pewarna pada kain hingga motif batik terbentuk dengan sempurna.
Perak
1. Siapkan perhiasan yang ingin dibuat, seperti cincin atau gelang.
2. Tempa perak hingga mencapai bentuk dan ukuran yang diinginkan.
3. Rancang desain perhiasan pada permukaan perak menggunakan teknik carving atau menggores.
5. Pasang permata atau batu permata pada perhiasan jika diinginkan.
6. Beri lapisan pelindung pada perak untuk menjaga kilau dan keindahannya.
Kawa daun Pariangan
Kawa daun biasa disajikan dalam tempurung kelapa dibelah dua menyerupai mangkuk, mengingat zaman dahulu tidak tersedia gelas sebagai tempat minum. Kawa daun juga dapat dinikmati dengan gula dan berbagai kudapan.
Pariangan yang berada di lereng Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu tempat untuk mencoba minuman kawa daun. Untuk membuat kawa daun, daun kopi dikeringkan dan dijadikan bubuk untuk kemudian diseduh.
Prof. Gusti menjelaskan bahwa masyarakat Minangkabau sejak awal memang tidak mengonsumsi biji kopi untuk minuman. Baru pada akhir abad ke-18, seorang saudagar dari Amerika datang dan membeli biji kopi. Kejadian ini akhirnya menyadarkan masyarakat bahwa biji kopi memiliki nilai tinggi daripada yang mereka kenal sebelumnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Keripik Balado
Walaupun keripik balado bukan makanan yang hanya ada di Padang, namun panganan ini sangat mudah ditemui di daerah tersebut. Salah stu produsen keripik Balado adalah buatan Christine Hakim yang berada di Jalan Nipah, Kota Padang. Walaupun Christine Hakim yang satu ini bukan artis yang kondang itu, namun olahan keripiknya sangat dikenal masyarakat. Hal ini dikarenakan rasa keripik balado buatannya sangat khas dan enak.
Walaupun ia merintis usaha ini sejak 27 tahun lalu, namun saat mengawali usahanya ini ia hanya memiliki modal berupa dua karung keripik singkong dan dua kaleng minyak saja. Namun berkat usahanya, kini produk keripik olahannya semakin berkembang bahkan kalau belum mencicipi keripik yang belum memiliki merek ini saat di Padang, rasanya seakan belum pernah ke Padang. Harganya dimulai dari 17.500 untuk kemasan 200 gram sampai 44.000 untuk yang memiliki berat 500 gram.
Karak Kaliang
Karak kaliang merupakan kerupuk yang dibuat menggunakan bahan dasar ubi kayu berbentuk angka delapan dengan warna khas kuning. Cara pembuatan oleh-oleh khas Padang yang enak ini adalah dengan mengambil ubi kayu lalu dikupas kulitnya, habis itu ubi harus dicuci sampai bersih dan diparut sampai menghasilkan tepung ubi.
Untuk memberikan cita rasa gurih dan asin, maka perlu ditambahkan dengan bawang putih dan garam secukupnya pada adonan tadi. Adonan tadi diaduk dan diuleni sampai kalis sebelum dibentuk angka delapan yang nantinya digoreng pada minyak panas.
Jika kamu ingin mendapatkan oleh-oleh khas Padang kekinian ini dengan harga yang murah, kamu bisa langsung menuju pabrik pembuatannya di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Harga di pabrik pembuatannya, hanya Rp5 ribu satu kemasannya dan bisa disantap sebagai cemilan atau pelengkap makan bakso maupun nasi goreng.
Tags: kerajinan pada