Kerajinan Sulawesi Tenggara - Keindahan Sulam Lokal yang Menginspirasi
Ciri Khas Batik Sulawesi yang Mengagumkan
Ciri khas batik Sulawesi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan batik lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sumber inspirasi yang didapatkan tidak jauh dari adat dan juga tradisi budaya yang ada. Selain itu, motif batik juga diinspirasi oleh geografi alam dan lingkungan setempat juga menjadi ciri khas lainnya.
Bila dilihat dari beragam batik khas Sulawesi, umumnya motif tersebut menggambarkan nilai-nilai kebudayaan dari setiap daerahnya yang lebih mendominasi. Serta menggunakan bahan kain batik dari benang sutra yang dibuat dengan teknik tenun.
Inilah mengapa batik Sulawesi sangat terkenal akan sentuhan budayanya yang sangat kental. Hal ini dikarenakan nilai-nilai dari kebudayaan lokalnya diilustrasikan ke dalam motif batik. Dengan demikian, budaya yang ada di setiap tradisi masyarakat daerahnya dikenal oleh banyak orang melalui motif batik yang ada.
Mengenal Sulawesi Tenggara
Sebuah provinsi yang kerap kali disebut dengan Sultra ini, sejatinya terletak di bagian tenggara pulau Sulawesi, dengan ibukota yang berada di daerah Kendari.
Jika dilihat secara geografis, Sulawesi Tenggara terletak di bagian selatan garis khatulistiwa, yang terbentang di antara 02�45′ – 06�15′ Lintang Selatan dan 120�45′ – 124�30′ Bujur Timur, dengan daratan seluas 38.140 km� dan lautan selas 110.000 km�.
Sulawesi Tenggara sendiri, awalnya merupakan salah satu nama kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara Sulselra, dengan Baubau sebagai ibukota kabupaten.
Kemudian, Sulawesi Tenggara akhirnya ditetapkan sebagai Daerah Otonom, berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No. 13 tahun 1964.
(Baca Juga: Kesenian Tradisional Kalimantan Utara)
Sekilas Tentang Batik Khas Sulawesi
Batik khas Sulawesi adalah salah satu jenis pakaian batik yang berasal dari beberapa daerah di pulau Sulawesi. Terdapat 6 provinsi yang terdapat di pulau Sulawesi dan memiliki ciri khas batiknya masing-masing. Provinsi tersebut adalah Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa pulau Sulawesi pada awalnya terkenal dengan tradisi kain tenun. Pasalnya, kerajinan tekstil yang dilakukan menggunakan alat tenun tradisional berkembang sangat pesat. Di setiap daerah di Sulawesi memiliki jenis kain tenun nya masing-masing.
Namun, batik yang merupakan warisan budaya tertua di Indonesia mulai dikenal di Sulawesi. Hal inilah yang ,embuat pengrajin di daerah Sulawesi mulai mengembangkan keahlian dalam membatik. Tercatat hampir di semua daerah atau 6 provinsi di Sulawesi memiliki batik khas nya.
Tenun
Tenun merupakan hasil kerajinan yang berupa bahan kain yang dibuat dari benang, serat kayu, sutra, dan lain-lain. Teknik membuatnya menggunakan alat tenun tangan yang disebut lungsin.
Lungsin adalah jajaran benang yang terpasang membujur. Pada saat sekarang penggunaan alat tenun sudah dikembangkan menjadi alat tenun yang lebih modern, seperti ATBM (alat tenun bukan mesin) yang dibuat dari kayu dan peralatan yang menghasilkan tenunan lebih cepat. Baca juga: Kerajinan Bahan Lunak: Definisi, Jenis, dan Contohnya Untuk pewarnaan pada kain tenun, dilakukan dengan cara khusus sehingga warna tidak mudah pudar karena waktu atau terkena sinar matahari. Salah satu cara memberi pewarnaan adalah dengan merendam kain ke dalam minyak kemiri yang dicampur abu kayu serta cairan alkali. Selain itu juga dapat menggunakan tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran. Seperti warna merah yang dihasilkan oleh akar mengkudu.
Tags: kerajinan tenggara lawe