... Kerajinan Lukis Kaca Bermotif Mega Mendung: Tutorial DIY & Asal Usul Tradisi Seni Jahit Jarum

Kerajinan Lukis Kaca Bermotif Mega Mendung - Keindahan Budaya DIY dari Daerah

Unsur rancangan [ sunting | sunting sumber ]

Motif megamendung yang pada awalnya selalu berunsurkan warna biru diselingi warna merah menggambarkan maskulinitas dan suasana dinamis, karena dalam proses pembuatannya ada campur tangan laki-laki. Kaum laki-laki anggota tarekatlah yang pada awalnya merintis tradisi batik. Warna biru dan merah tua juga menggambarkan psikologi masyarakat pesisir yang lugas, terbuka dan egaliter.

Selain itu, warna biru juga disebut-sebut melambangkan warna langit yang luas, bersahabat dan tenang serta melambangkan pembawa hujan yang dinanti-nantikan sebagai pembawa kesuburan dan pemberi kehidupan. Warna biru yang digunakan mulai dari warna biru muda sampai dengan warna biru tua. Biru muda menggambarkan makin cerahnya kehidupan dan biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan dan memberi kehidupan.

Dalam perkembangannya, motif megamendung mengalami banyak perkembangan dan dimodifikasi sesuai permintaan pasar. Motif megamendung dikombinasi dengan motif hewan, bunga atau motif lain. Sesungguhnya penggabungan motif seperti ini sudah dilakukan oleh para pembatik tradisional sejak dulu, namun perkembangannya menjadi sangat pesat dengan adanya campur tangan dari para perancang busana. Selain motif, warna motif megamendung yang awalnya biru dan merah, sekarang berkembang menjadi berbagai macam warna. Ada motif megamendung yang berwarna kuning, hijau, coklat dan lain-lain.

Batik Megamendung

Batik Megamendung (Hanacaraka: ꦩꦺꦒꦩꦼꦤ꧀ꦢꦸꦁ) merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon [1] dan daerah Indonesia lainnya. Motif batik ini mempunyai kekhasan yang tidak ditemui di daerah penghasil batik lain. Bahkan karena hanya ada di Cirebon dan merupakan mahakarya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu warisan dunia.

Motif megamendung sebagai motif dasar batik sudah dikenal luas sampai ke manca negara. Sebagai bukti ketenarannya, motif megamendung pernah dijadikan cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon. H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds, Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) menyatakan bahwa:

KEUNIKAN SENI LUKIS KACA

Walaupun pernah sangat populer di Jawa, seni lukis kaca saat ini hanya bertahan di sebagian wilayah saja. Salah satu daerah itu adalah di Cirebon.

Ikatan budaya dan nilai agama yang kuat ini membuat seni lukis kaca masih menjadi salah satu budaya khas Cirebon. Bahkan hingga saat ini hasil kerajinan ini dianggap sebagai salah satu cinderamata khas Cirebon.

Berbeda dengan lukisan lainnya, seni lukis kaca Cirebon menggunakan teknik melukis terbalik. Sekilas mungkin terdengar sepele, tapi sebenarnya melukis terbalik tidak semudah yang dipikirkan banyak orang.

Salah satu tantangannya adalah pengelihatan manusia sebenarnya tidak selalu simetris. Saat bagian kanan dan kiri sebuah lukisan dibalik, belum tentu hasilnya akan sama dengan sebelumnya.

Anda bisa mencobanya dengan melihat kaca lukis untuk jendela . Bisa jadi saat kita lihat dari sisi belakang lukisan sudah terlihat bagus, tapi begitu dilihat dari sisi lainnya ternyata ada garis yang mencong, bengkok atau terdistorsi. Seringkali juga proporsi gambar ternyata tidak tepat, sehingga membuat komposisi lukisan menjadi kacau.

Tingkat kesulitan pembuatannya akan bertambah mengingat lukisan kaca harus jadi dalam sekali toreh. Hasil lukisan tidak bisa diperbaiki, jika ada kesalahan maka lukisan harus dibuat ulang dari awal. Hal inilah yang membuat harga kaca hias lukis cukup tinggi.

Selain teknik penggarapan, di era modern ini penggunaan berbagai bahan dan alat juga bisa menjadi keunikan seni lukis kaca. Pelukis kaca Indonesia sudah mulai bereksperimen dengan menggunakan macam-macam bahan yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Misalnya menggunakan glitter untuk melukiskan kemilau perhiasan, cat outliner 3D untuk memberi efek timbul yang tegas pada batu, bahkan ada pula lukisan kaca yang menggunakan batu permata untuk memberikan efek kemilau pada lukisan dewa dewi.

PENGERTIAN LUKISAN KACA

Lukisan kaca adalah hasil karya seni lukis yang dibuat pada media permukaan kaca.

Sekilas pengertian lukisan kaca tersebut terdengar sederhana dan tidak terlalu berbeda dengan lukisan biasanya. Tapi perlu diingat bahwa ketika seni lukis kaca awalnya berkembang tanpa adanya bahan cat yang dapat menempel dengan baik, seperti halnya cat minyak sekarang.

Perbedaan media lukis menyebabkan bahan alami yang diolah menjadi cat pun berbeda dengan media kanvas, begitu pula dengan daya tahan dan warnanya. Cat untuk kaca tentunya berbeda dengan cat untuk teknik lukis dinding.

Perbedaan media lukis tidak hanya berpengaruh pada bahannya, terdapat pula perbedaan teknik pembuatan di daerah yang menekuni seni ini.

Sebagai contoh pengrajin lukisan kaca di daerah Solo melukis pada bagian depan kaca (seperti melukis pada kanvas biasanya). Sementara pelukis kaca Cirebon melukis pada bagian belakang kaca (melukis terbalik).

Teknik melukis terbalik membuat pengerjaan lukisan harus dilakukan secara terbalik. Kanan menjadi kiri dan kiri menjadi kanan. Urutan obyek juga harus diperhatikan dengan seksama. Obyek utama dibuat terlebih dahulu, diwarnai setiap bagiannya, baru kemudian ditimpa dengan pewarnaan latar belakang.

Seni Lukis Kaca (Pengertian, Sejarah Kerajinan di Cirebon & Keunikannya)

Seni lukis kaca dianggap sebagai salah satu cabang seni lukis yang sempat populer di Indonesia.

Seni lukis kaca Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media lembaran kaca. Jenis lukisan kaca Cirebon sendiri terkenal bernuansa Islami, disebabkan awal perkembangannya yang kental dengan pengaruh Wali Songo.

Berbeda dengan kaca patri yang digunakan sebagai kaca jendela hias, lukisan kaca Cirebon lebih memiliki peran spiritual bagi pemiliknya. Lukisan kaca Cirebon biasanya berhiaskan kaligrafi ayat Al-Quran, memiliki makna mengingatkan pemiliknya pada ajaran agama Islam.

Di artikel ini, kami akan menulis tentang seni lukis kaca dari sudut teoritis yaitu tentang pengertian lukisan kaca dan sejarahnya.

Jika Anda mencari cara membuat kerajinan lukis kaca, alat dan bahan lukisan kaca ataupun contoh lukisan kaca, Anda bisa melihatnya pada artikel kami lainnya melalui tautan berikut: Cara Membuat Kaca Hias.


Tags: kerajinan dari motif

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia