...
Penggabungan antara adat, kreativitas, dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat ketika hendak mengolah kain tenun sebagai warisan budaya menjadi landasan dasar dalam proses melestarikan dan mempertahankan kain ini sebagai lambang dari kehidupan masyarakat di wilayah Manggarai.
pengetahuan dan mampu Menjahit Lenan Rumah Tangga dan terampil dalam menjahit menjahit lenan rumah tangga pengetahuan dan keterampilan tentang pola busana, meliputi macam-macam pola busana, memilih pola busana, dan.
com Nabilla Tashandra Topeng Barong, Sidakarya dan Arsawijaya karya seniman ukir Bali, I Wayan Suwija yang dipajang di ARMA Gallery and Museum, Ubud, Bali pada pameran yang dilangsungkan pada 14-16 Juni 2019.
Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional BPSNT Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman.
Dengan menyulam kamu bisa mengembangkan berbagai kreativitas, mulai dari menggambar pola-pola baru, belajar berbagai teknik menyulam untuk menghasilkan obyek yang estetik, dan mengombinasikan berbagai warna agar obyek semakin menarik.
Bagaimanapun, kain tenun, sebagaimana kain batik, juga merupakan salah satu kekuatan devisa bangsa serta sumber daya potensial untuk dikembangkan ke mancanegara sebagai sebuah identitas bangsa akan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.
Dalam menjaga keberlanjutan tradisi ini, kita tidak hanya menyaksikan ritual dan upacara yang kaya akan simbolisme, tetapi juga memahami bahwa konservasi budaya adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan warisan Toraja yang unik.
Ada tusuk garis yang bergerak sepanjang garis lurus atau melengkung , tusuk permukaan untuk menutup permukaan dengan warna, dan bahkan jahitan-jahitan yang mengharuskan jarum untuk masuk dan keluar kain beberapa kali sebelum jahitan lengkap tusuk silang, jahitan laid-and-couched, dsb.
Proses memasukan benang ke dalam Cau atau sisir tenun yaitu kedua kaki harus diluruskan ke depan agar mudah dalam pengerjaannya dan membutuhkan waktu setengah hari dalam proses pengerjaan ini, dan prosesnya harus terus berjalan tidak boleh ditinggalkan karena jika ditinggalkan ujung pangkal benang akan sulit ditemukan sehingga benang akan mudah kusut.
- Sebagai busana sehari-hari untuk melindungi dan menutup tubuh - Sebagai busana yang dipakai dalam tari-tarian atau upacara adat - Sebagai pakaian adat perkawinan - Sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang dikalungkan pada leher - Dalam perkembangannya merupakan sumber pendapatan masyarakat NTT.