Keindahan Motif Tenun Ikat Sikka dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Inilah 7 kain tenun khas Flores
Lantas apa sajakah itu? Berikut ini adalah 7 kain tenun khas Flores yang menampilkan keindahan seni anyaman yang mendalam adalah sebagai berikut.
Kain songke merupakan kain tenun khas masyarakat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores Nusa Tenggara Timur.
Kain songke ini menjadi kain yang wajib dikenakan pada setiap acara-acara adat. Kain Tenun Songke adalah jenis kain tenun yang dihiasi dengan benang emas atau perak.
Kain Songke Flores ditenun dengan teknik yang rumit, dan benang emas atau perak yang ditenun di dalam kain memberikan kilau yang indah.
Motif pada Songket Flores sering kali terinspirasi oleh alam, seperti bunga, burung, atau binatang. Kain ini sering digunakan untuk acara-acara khusus, seperti upacara adat atau pernikahan.
Kain Songke memiliki warna dasar hitam dengan berbagai jenis motif. Setiap motif yang digunakan pada Kain Tenun Songke memiliki maknanya tersendiri.
Salah satunya adalah motif Sui yakni berupa garis-garis yang seolah memberi batas antara satu motif dengan motif yang lain.
Pada Motif Sui ini menggambarkan kehidupan masyarakat Manggarai yang dibatasi oleh peraturan adat yang tidak boleh dilanggar.
Lalu ada juga Motif Jok yakni sebuah motif menyerupai bentuk rumah adat gendang yangatapnva berbentuk kerucut dan model-model “lodoklangang” kebun komunal (bagian dalamlingko).
Biasanya Motif ini melambangkan persatuan, baik persatuan menuju Allah, maupun persatuan dengan sesama manusia, dan dengan alam sekitar.
Apa Itu Kain Tenun Sikka?
Kain Sikka adalah kain tenun yang menjadi tradisi turun-temurun di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Jenis kain ini banyak digunakan untuk pakaian sehari-hari, mahar, dan busana saat upacara adat.
Kamu bisa menemukan banyak motif menarik yang sarat makna pada kain tenun Sikka. Sebagai contoh, ada Utang Sesa We’or atau kain Sikka dengan gambar burung murai berpasangan yang biasa digunakan oleh pengantin.
Karena melalui proses yang cukup panjang, durasi pembuatan kain tenun Sikka pun umumnya membutuhkan waktu yang cukup lama hingga berbulan-bulan.
Rekomendasi Produk Kain Tenun Sikka
Tidak melulu berbentuk kain, kain Sikka juga banyak diproduksi menjadi barang kebutuhan sehari-hari, seperti berikut ini.
1. Tas Serut dari Kain Tenun Sikka
Tas serut yang terbuat dari kain Sikka ini mempunyai ukuran sekitar 30 x 20 x 5 cm. Jadi, kamu bisa memakai serut ini untuk membawa handphone, dompet, dan barang-barang lainnya saat sedang berpergian.
2. Sandal dari Kain Tenun Sikka
Kamu juga bisa bikin penampilan lebih stylish dengan sandal selop motif Sikka ini. Karena ringan dan cukup empuk, sandal selop ini dapat kamu padukan dengan gaya busana formal dan informal.
3. Kalung Lilit Sikka
Kain Sikka juga hadir dalam berbagai aksesori seperti kalung di bawah ini. Kalung lilit Sikka berukuran 20 x 5 x 5 cm ini terbuat dari bahan terbaik sehingga aman dan lembut di kulit. Selain itu, kalung ini juga awet dan aman untuk digunakan sehari-hari.
4. Anting Lilit Sikka
Selain kalung, ada pula anting lilit yang terbuat dari kain Sikka. Desain anting berukuran 10 x 5 x 2 cm ini cukup menarik sehingga bisa kamu pakai saat ke acara pesta dan berkumpul bersama teman serta kerabat.
Motif Kain Tenun Sumba, NTT
Bagi masyarakat Sumba, kain tenun memiliki multi fungsi. Kain tenun dapat berfungsi sebagai alat tukar, hadiah, mas kawin, harta benda, membungkus bayi yang baru lahir maupun membungkus jenazah.
Marie Jeanne Adams penulis buku ‘Decorative Arts of Sumba’ mengemukakan, bahwa secara umum, motif dan ragam hias kain tenun Sumba cenderung berukuran besar-besar. Meskipun begitu, terdapat perbedaan motif yang cukup signifikan pada kain tenun Sumba Barat dan Sumba Timur.
Kain tenun Sumba Timur mencerminkan kemeriahan, kaya dan beragam dengan ornamen dekoratif margasatwa yang tampak realistis. Sedangkan kain tenun Sumba Barat mencerminkan kesederhanaan yang dihiasi dengan garis-garis halus indigo. Permukaannya polos tanpa ornamen, hanya di bagian bawah dan atas terdapat hiasan simetris atau figur hewan.
Di Sumba Timur, sentra kain tenun diantaranya terdapat di Waingapu, Kanatang, Kambera, Rindi. Sementara di Sumba Barat, sentra tenun antara lain terdapat di Kodi, Waikabubak, Wanokaka dan Lamboya.
Berikut beberapa motif kain tenun dari Sumba:
Motif Kaliuda
Motif Andungu
Motif Kurangu
Motif Mamuli
Motif Kain Tenun dari Flores
Flores memiliki banyak sentra penghasil kain tenun, yang antara lain: Maumere, Sikka, Ende, Manggarai, Ngada, dan lain sebagainya. Setiap daerah atau etnis memiliki ragam motif, corak dan preferensi warna yang berbeda-beda dalam membuat kain tenun.
Kain tenun khas daerah Sikka misalnya, biasanya selalu menggunakan warna gelap seperti hitam, coklat, biru, dan biru-hitam. Untuk motifnya, cenderung menggunakan benda dan mahluk hidup yang berkaitan dengan laut. Seperti misalnya, figur nelayan, sampan, penyu, udang, atau kepiting. Wajar, karena nenek moyang mereka dahulu termasuk pelaut ulung dan tangguh.
Sementara, di Ende lebih banyak menggunakan warna cokelat dan merah serta memadukannya dengan ragam hias motif bergaya Eropa. Hal ini karena letak strategis Ende di pesisir selatan Flores yang memungkinkan orang-orang Ende zaman dahulu mudah berhubungan dengan bangsa pendatang, seperti orang Eropa. Ciri khas lain motif kain tenun Ende adalah penggunaan hanya satu jenis motif pada bidang di tengah-tengah kain.
Jarang Atabilang dari Maumere
Jara Nggaja dari Ende
Jara dari Desa Bena
Bintang Kejora dari Maumere
Motif Bintang Kejora berbentuk bintang berganda tiga yang melambangkan unit keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak. Persegi empat dengan isian belah ketupat kompleks melambangkan pertanda pencegah malapetaka. Sehingga, motif Bintang Kejora ini diyakini, pemakainya bisa mendapatkan penerangan atau petunjuk dan sekaligus kain itu digunakan sebagai media penolak malapetaka. Konon, dulunya motif ini merupakan motif khas yang khusus diperuntukkan bagi putri-putri Kerajaan Sikka. Dan sekarang-sekarang ini, motif Bintang Kejora atau sering juga disebut Mawarani inilah yang paling banyak diminati para perempuan dari berbagai negara.
Tags: tenun gambar motif ikat