... 5 Ide Cantik Motif Tenun Ikat Sikka untuk Proyek Jahit DIY Anda

Keindahan Motif Tenun Ikat Sikka dalam Kerajinan Jarum dan DIY

Motif-Motif pada Kain Tenun Palue Terbaru

1. Mudhu atau Gunung

Motif mudhu merupakan simbol dari gunung Rokatenda, satu-satunya gunung berapi di Pulau Palue. Pada 2013, Gunung Rokatenda meletus yang membuat sebagian besar warga berbondong-bondong pindah dari pulau tersebut. Oleh karena peristiwa meletusnya Gunung Rokatenda tersebut, masyarakat mengabadikan momennya melalui motif kain tenun mudhu ini.

2. Watu No’o Tana atau Batu dan Tanah

Masih terinspirasi dari letusan Gunung Rokatenda, masyarakat menggunakan kerikil dan batu yang bertebaran sebagai simbol dari terpisah-pisahnya masyarakat saat itu dan kemudian membentuk berbagai kelompok di tempat pengungsian yang baru.

Salah satunya adalah para pengungsi Palue yang tinggal di Desa Hewuli, Maumere dan membentuk kelompok tenun yang dinamakan Mbola So atau Terima Kasih. Salah satu anggota yang tergabung dalam kelompok tenun Mbola So adalah Natalia.

3. Pou atau Perahu

Para penenun termasuk Natalia seringkali menggunakan motif pou atau perahu. Desain perahu diciptakan untuk mengingatkan kepada masyarakat saat proses mengungsi dari Palue menuju Desa Hewuli.

Selain itu, bagi masyarakat juga perahu digunakan sebagai alat untuk menangkap ikan atau mencari sumber kehidupan lainnya. Simbol perahu juga dimaknai oleh para pengrajin untuk melambangkan ikat tenun dengan warna alam sebagai pegangan hidup para penenun.

4. Kunda atau Kalung Adat

Selain terinspirasi dari keadaan alam, para penenun juga menggunakan salah satu warisan budaya berupa kalung adat untuk dijadikan motif. Kunda merupakan benda sakral yang disimpan secara baik dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kunda terbuat dari manik-manik yang disatukan menggunakan tali. Kunda menjadi simbol bagi para anggota kelompok tenun Mbola So yang terikat satu sama lainnya.

Tenun Ikat Nagekeo

Nagekeo adalah salah satu suku di Flores yang juga memiliki tradisi tenun ikat yang indah dengan motifnya.

Kain tenun ikat Nagekeo ditenun dengan benang-benang alami yang diperoleh dari tumbuhan lokal.

Adapun Pola-pola pada kain tenun ini mencerminkan cerita dan simbolisme budaya Nagekeo.

Kain tenun Nagekeo juga dikenal dengan warna-warna alaminya yang lembut dan nuansa yang tenang.

Kain tenun khas Flores merupakan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Melalui kain tenun, masyarakat Flores menjaga identitas budaya mereka dan memperkuat ikatan sosial dalam komunitas mereka.

Kain-kain tenun ini bukan hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai pernyataan keindahan seni dan kebanggaan akan tradisi mereka.

Bagi para pecinta seni dan budaya, mengenal dan mengapresiasi kain tenun khas Flores adalah cara yang baik untuk mendukung warisan budaya Indonesia.

Setiap potongan kain tenun memiliki cerita yang unik, dan memiliki kain tenun khas Flores adalah memiliki potongan kekayaan budaya yang luar biasa.

Makna Filosofis 14 Motif Tenun dari Nusa Tenggara

Seperti halnya puisi yang sarat makna, tiap lembaran kain tenun pun berusaha menyampaikan suatu kisah, nilai-nilai, atau makna filosofis kepada dunia luas. Dan kisah masing-masing tenun itu, tidak akan pernah sama antara yang satu dengan yang lainnya.

Hampir di setiap pelosok bumi nusantara ini menghasilkan kain tenun yang indah dengan beragam makna di dalamnya. Dari mulai Jawa, Sumatera, Maluku, Papua, Kalimantan dan seterusnya.

Pekerjaan menenun merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diwariskan oleh nenek moyang. Keragaman suku, etnis, budaya, adat, keyakinan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, turut memperkaya khasanah ragam motif kain tenun di Indonesia.

Joseph Fisher, seorang pengamat tekstil dunia menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara penghasil seni tenun yang paling kaya dan canggih yang pernah ada di dunia.

Umumnya, motif tenun berupa benda hidup naturalistis seperti manusia, hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar para penenun.

Motif manusia digambarkan melalui sosok tubuh dan anggota tubuh dan biasanya diwujudkan secara utuh. Motif hewan dilukiskan dengan dua cara, baik secara utuh maupun hanya anggota badan saja (bagian ekornya, sayap atau kepala). Sedangkan ragam hias atau corak tenun, biasanya berupa tangkai kembang, suluran, belah ketupat, ujung tombak, tanda silang, titik-titik, persegi empat, dll.

Bagi saya yang awam, memahami masing-masing motif dan ragam hias tenun, bukanlah pekerjaan mudah.

Terkadang, saking rumit dan abstraknya, saya sampai perlu memicingkan mata dan mengerutkan kening untuk bisa memahami motif dan ragam hias kain tenun. Apalagi memahami pesan atau maknanya.

Namun di luar hal tersebut, melihat beragam warna, motif dan rajutan benang yang membentuk garis, titik-titik, lengkungan, segi empat, dan lainnya, di dalam sehelai kain tenun, sanggup mempesona dan mencuri hati saya.

Normal Baru dan Semangat Baru Perajin Tenun Ikat Sikka NTT

Jenis tenun ini hanya tersebar di beberapa wilayah bagian timur Kabupaten Sikka. Dan hanya digunakan oleh perempuan. Ukurannya sangat panjang, jika dibandingkan dengan kain tenun lainnya. Bahkan, kalau digunakan saat upacara adat, sarung ini harus dilipat menjadi dua bagian, lalu dikenakan. Ukurannya yang panjang bisa menutup seluruh anggota badan saat dingin mencekam.

"Pada zaman dahulu Utan Welak bisa digunakan untuk beli tanah. Kalau uang tidak pas, kain Utan Welak bisa disodorkan," ujar Cletus, Ketua Sanggar Doka Tawa Tana di Desa Uma Uta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada Liputan6.com, Jumat (7/8/2020).

Ia mengatakan, Utan Welak dipakai pada saat upara adat atau seremoni lainnya, dan bisa digunakan sehari-hari. Modelnya sangat memikat, apalagi dikenakan oleh perempuan.

Di balik tampilannya yang memikat, kata dia, proses pembuatannya memakan waktu selama dua bulan dengan energi yang tidak sedikit. Di Kampung Dokar, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka sendiri, ibu-ibu mengerjakan kain tenun Utan Welak dengan konsentrasi yang tinggi dan penuh kesabaran.

Sejauh ini, proses pengerjaannya masih mempertahankan pewarna alami.

"Pewarna alamnya berasal dari idigo. Pewarna indigo adalah suatu senyawa organik dengan warna biru yang khas. Menurut sejarah, indigo adalah pewarna alami yang diekstrak dari tanaman," sebutnya.

Proses pembuatan yang lama dan membuang energi yang banyak, tidak heran bila tenun Utan Welak dibanderol dengan harga selangit. Selembar kain dipatok dengan harga hibgga Rp5 juta. Harga yang mahal itu setimpal dengan tangan ibu-ibu yang sabar menghasilkan kain tenun selama berbulan-bulan.


Tags: tenun gambar motif ikat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia