... Segala yang Perlu Anda Ketahui tentang Motif Tenun Bima: Panduan dan Ide DIY!

Motif Tenun Bima - Keindahan Budaya dalam Karya Jarum dan DIY

Teknik Batik Sasambo NTB (Lombok, Sumbawa, Bima)

  1. Membatik dengan Canting dan Besi Panas

Teknik membatik tradisional dengan canting juga dilakukan di NTB. Lilin digambar sesuai pola dengan alat canting di selembar kain dengan motif khas NTB. Uniknya untuk menghilangkan lilin, perajin memakai teknik yang berbeda dari yang umum di Jawa.

Motif yang awalnya diblok dengan lilin canting, lalu dilepas lilinnya dengan teknik besi panas. Yakni, potongan besi dipanaskan di bagian ujungnya. Potongan besi tersebut lalu ditempelkan di bagian lilin yang ada di kain. Lilin sendiri digunakan untuk membatasi warna-warna pada kain batik.

Selain dengan cara tersebut, pelepasan lilin saat proses mewarnai juga kadang dilakukan seperti teknik yang dilakukan di Jawa.

Teknik membatik tak hanya dilakukan dengan menggambar pola secara keseluruhan pada kain. Ada juga teknik pembuatan batik sasambo yang menggabungkan teknik tenun sebelum dibatik. Kombinasi ini menghasilkan akulturasi budaya batik yang unik tanpa meninggalkan ciri khas khas Nusa Tenggara. Dan kreasi ini bisa didapatkan di batik sasambo khas NTB.

Sebagian produsen batik menggunakan alat untuk menciptakan pola pinggiran yang berulang seperti pola rumah adat uma lengge atau kakando. Dengan teknik cap, pembatikan akan relatif cepat sehingga hemat waktu.

Untuk menambah warna tak jarang perajin memakai teknik colet atau mengoleskan warna secara manual di atas kain secara langsung. Menggunakan alat kuas dan cat kain, perajin yang terampil akan mewarnai sesuai pola yang ditentukan. Itulah sebabnya beberapa batik sasambo memiliki warna yang variatif dalam selembar kain.

Jika produk batik dipesan dalam jumlah pengrajin umumnya menawarkan batik printing dengan ciri khas sasambo. Batik printing tak hanya cepat diproses tetapi juga mampu menghasilkan produk dalam jumlah banyak pada tempo yang lebih singkat.

Motif Kain Gringsing

Kain Gringsing – sumber : travel.detik.com

Kain Gringsing khas Tenganan, Bali ini tercatat sebagai satu-satunya kain khas Indonesia yang menggunakan teknik dobel ikat pada proses pembuatannya.

Seluruh proses pembuatan kain ini dikerjakan secara manual menggunakan tenaga manusia. Sehingga, untuk membuat kain Gringsing bisa membutuhkan waktu hingga 2,5 tahun, lho.

Menurut Bahasa Bali, Gring artinya sakit dan Sing artinya tidak. Makna kata gringsing layaknya penolak bala dan bisa menyembuhkan penyakit.

Sebagai salah satu kain tradisional khas Bali yang cukup melegenda, kain gringsing ini memiliki sekitar 20 motif.

Namun, hingga saat ini hanya beberapa motif saja yang masih dikerjakan, seperti motif lubeng untuk upacara adat, motif sanan empeg untuk sarana upacara keagamaan, motif cecempakan, motif wayang, serta motif tuung batun.


Tags: tenun motif

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia