Motif Tenun Bima - Keindahan Budaya dalam Karya Jarum dan DIY
3. Motif Nggusu Upa
Kain tenun Tembe Nggoli motif Nggusu Upa terdiri dari dua macam bentuk motif, pada penerapannya motif diawali dengan pembuatan pola yang letaknya secara berhimpitan sebagai pola pokok, nama motif diambil dari banyaknya bagian motif tersebut dengan penerapan motif saling berhimpitan. Motif ini biasa digunakan oleh wanita. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan motif belah ketupat pada pakaian wanita. Ukuran yang diterapkan dalam pembuatan tenun Tembe Nggoli Nggusu Upa adalah ukuran bagian pinggir kain adalah lebar motif 20 cm dan mengikuti panjang kain 2 m sampai 3 m, sedangkan untuk bagian tengah kain adalah lebar motif 10 cm dan panjang 15 cm mengikuti lebar kain 70 cm. Sebelum kedua motif diterapkan maka membuat pola terlebih dahulu. Pada buatan pola ini dibuat pola dengan motif pokok belah ketupat.
A. Warna Motif Nggusu Upa
Kain tenun Tembe Nggoli dengan motif Nggusu Upa menggunakan warna merah muda dari benang Nggoli sebagai warna dasar kain, untuk warna motif menggunakan warna kuning dari benang emas. Warna kuning dari benang emas kain ini lebih menonjol jika dipadukan dengan warna merah muda.
B. Makna Simbolis Motif Nggusu Upa
Kain tenun Tembe Nggoli Nggusu Upa adalah dihitung dari banyaknya jumlah sudut dari motif tersebut yaitu segi empat dalam bahasa Dompu disebut Nggusu Upa. Motif Nggusu Upa memiliki makna simbolik adalah empat sifat utama yang harus dimiliki oleh seseorang yaitu suka membantu, jujur, berhati mulia, dan bekerja keras. Makna kain tenun motif Nggusu Upa menjelaskan karakter masyarakat Mbojo yaitu melambangkan sikap hidup jujur, suka membantu, berhati mulia, dan bekerja keras.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motif kain tenun Tembe Nggoli Nggusu Upa adalah sikap hidup jujur, suka membantu, berhati mulia, dan bekerja keras. Kain tenun Tembe Nggoli motif Nggusu Upa digunakan pada saat upacara pawai kerajaan maupun pawai budaya dan tarian daerah. Di bawah ini adalah gambar kain tenun Tembe Nggoli motif Nggusu Upa.
12 Motif Kain Tenun Indonesia Dengan Yang Unik Dan Bercerita
Motif Kain Tenun Indonesia – Indonesia dikenal dengan beragam budaya dan hasil karyanya. Salah satu yang banyak diketahui hingga dunia internasional adalah kain batik.
Faktanya, karena keberagaman suku dan budaya di Indonesia, ada banyak sekali jenis kain otentik lain dengan motif yang unik dan memiliki banyak cerita dibaliknya.
Apa saja motif unik yang dimaksud, berikut ini ulasan singkat mengenai 12 Motif Kain Tenun Indonesia Dengan Yang Unik Dan Bercerita.
Daftar Isi Contents
- 1. Motif Kain Sumba
- 2. Motif Kain Ulos
- 3. Motif Kain Bugis
- 4. Motif Kain Songket
- 5. Motif Kain Gringsing
- 6. Motif Kain Tapis
Ciri Khas Batik Sasambo NTB
- Umumnya corak batik sasambo menggambarkan kehidupan masyarakat setempat. Seperti, tradisi, adat-istiadat, dan budaya etnis.
- Ragam corak dan motif juga mengambil inspirasi dari alam sekitar, yakni flora dan fauna khas NTB.
- Setidaknya terdapat empat motif utama pada batik sasambo. Yaitu, motif sasambo, mada sahe, kakando, dan uma lengge. Motif-motif utama itu merupakan corak utama yang kemudian akan dihiasi dengan motif pengisi yang khas dari masing-masing suku.
- Warna batik khas NTB biasanya berwarna cerah dan berani. Misalnya, warna merah, kuning, biru, dan hijau.
- Setiap etnis memiliki identitas pembeda yang terlihat dari corak yang dominan dipakai. Masyarakat Lombok memilih tema kesenian, bangunan, dan alam (bunga, dedaunan). Sementara masyarakat Pulau Sumbawa mengangkat tema terkait budaya daerah dan kehidupan suku setempat .
- Harga jual batik tergantung teknik pembuatan, keunikan, estetika, kualitas kain, dan durasi pembuatan. Batik buatan tangan tentu lebih mahal, apalagi dengan desain rumit dan waktu pembuatan yang lama. Adapun harga batik yang murah dipengaruhi oleh teknik batik dengan desain batik sasambo tetapi dengan cara yang lebih instan seperti teknik printing.
Motif Utama
Untuk motif, batik sasambo memiliki empat motif utama, yaitu:
1. Motif sasambo
Pola geometris yang terinspirasi dari tenun etnis setempat. Foto: Instagram/batiksasambo
Motif ini memiliki warna cerah seperti merah, biru, hijau dan kuning. Motifnya meliputi kehidupan masyarakat, adat istiadat, dan budaya suku setempat.
2. Motif Mada Sahe (mata sapi)
Ngane Kafa (pemisahan benang)
Dok. Pribadi/Ayu Mara Qonita
Di kelurahan Ntobo Kecamatan Raba Kota Bima, hanya terdapat lima orang tukang ngane. Selain mendapat orderan ngane dari warga Ntobo, mereka juga mendapat orderan dari kelurahan lain seperti kelurahan Rite, Penanae, dan Lelamase.
Pada tahap ngane, benang-benang akan dipisahkan sesuai dengan warnanya. Lama atau tidaknya proses ini tergantung pada motif atau banyaknya warna yang akan ditenun. Jika warna yang digunakan sedikit atau polos seperti pada pembuatan Tembe Nggoli, maka dalam sehari mereka dapat menyelesaikan dua sampai tiga kali pemisahan benang.
Hal ini juga berpengaruh pada upah yang mereka dapatkan. Satu lembar kain berukuran 4-5 meter dengan motif sederhana biasanya diupah sebesar Rp6.000 dan Rp8.000 per lembar bagi kain dengan pola warna yang rumit. Upah per bulannya dapat mencapai Rp3.000.000 atau lebih.
Tags: tenun motif