... 10 Inspirasi Motif Sulaman Benang Emas untuk Proyek DIY Anda!

Makna dan Kecantikan Motif Sulaman Benang Emas dalam Seni Kerajinan Menjahit

Motif dan Fesyen Corak Sulaman Benang

Seperti mana sulaman riben, corak sulaman benang yang menjadi tarikan untuk individu untuk mempelajarinya ialah rekaan bunga ros. Hal ini berkemungkinan ia dipengaruhi oleh corak rekaan sulaman tangan klasik Eropah juga Inggeris kerana ia dapat dilihat pada trend pakaian kanak-kanak atau dalam hasil rekaan jahit smoking.

Corak Sulaman Benang Menghiasi Kerudung Bawal

Adapun, pada sekitar tahun 2009 dan sehingga hari ini, barulah kita didedahkan dengan fesyen kerudung bawal yang mempunyai corak rekaan sulaman benang . Di sini, kita dapati bahawa rekaan sulam benang lebih kepada rekaan tempatan yang mengguna pakai motif sulur kacang serta awan larat sebagai bingkai dalam hasil rekaan sulaman tangan benang tersebut.

Sulaman Benang Klasik Dengan Rekaan Bunga

Corak flora juga mula diperkenalkan bersama motif bungaan cendawan yang memiliki 5 kelopak serta dijahit secara bertingkat-tingkat bersama warna yang agak kontra untuk menaikkan lagi seri hasil sulaman benang tersebut.

Penulis berharap agar industri kerajinan halus tangan ini akan terus berkembang bersama arus fesyen semasa. Ini kerana motif dan corak sulaman benang ini mampu digayakan dalam apa jua jenis busana, kraf mahupun dekorasi dalaman.

Pengasas Butik Sulaman & Akademi Sri Classic Collection

Jom Belajar Sulaman Benang Bersama Kami!

Sejarah [ sunting | sunting sumber ]

Pada awalnya, selendang bersulam Koto Gadang hanya dipakai oleh orang Koto Gadang dan tabu apabila dipakai oleh orang di luar Koto Gadang. Bahkan, keterampilan menyulam tidak diajarkan kepada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai terkenal sejak berdirinya Kerajinan Amai Setia pada 1911. Didirikan oleh Roehana Koeddoes, sekolah tersebut mengajarkan berrnacam-macam keterampilan rumah tangga untuk perempuan, termasuk menyulam, baik untuk perempuan Koto Gadang maupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, selendang bersulam Koto Gadang dikenal oleh orang dan bahkan banyak pesanan akan selendang tersebut. Salah seorang rekan Roehana yang seorang saudagar, Hadisah memasarkan hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat-pejabat Belanda untuk dipakai atau dikirimkan ke kolega mereka di luar Minangkabau, yakni Eropa. [13] [2] Sementara itu, rekan Roehana yang lain, Rukbeny memperkenalkan selendang bersulam Koto Gadang ke luar daerah Sumatera Barat. [14]

Sejak Kerajinan Amai Setia berdiri, kegiatan menyulam menjadi pekeijaan yang digemari perempuan Koto Gadang. Selain dapat menghasilkan uang, pekerjaan menyulam bagi perempuan dianggap sebagai pekerjaan yang mulia. [13] Perempuan dapat bekerja di dalam rumah sambil mengurus keluarga. Saat ini, sulaman Koto Gadang menjadi produk yang diincar perempuan Paris dan Belanda. Meski tak seperti abad ke-19, perempuan Koto Gadang masih menghasilkan kain bersulam aneka motif dan cara pengerjaan. [2]

Penyebutan sulaman kadang disamakan dengan bordir karena memiliki persamaan. Perbedaannya terletak pada hasil dan cara pengerjaannya. Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman. [13] Baik sulaman maupun bordir masih tetap eksis dalam masyarakat Minangkabau sebagai salah satu warisan masa lampau. [7]

Jenis tekat [ sunting | sunting sumber ]

Tekat Timbul Bunga Emas [ sunting | sunting sumber ]

Tekat ini menggunakan mempulur sebagai awan untuk membentuk corak motif.

Tekat Gubah [ sunting | sunting sumber ]

Tekat gubah tidak menggunakan mempulur sebagai corak gubahan. Pandai tukanghanya menyulam dan membentuk corak motif melalui benang merah yang dipanggil benang untina. Hiasan corak tekat gubah diiringi dengan labuci dan manik-manik. Kain dasar tekat gubah adalah dari kain biasa. Kegunaan gubahan tekat ialahmenghiasi tudung saji, tepak sirih, kasut pengantin, sejadah, penutup pahar, peralatan upacara perkahwinan, lemudi pintu, pakaian diraja dan sebagainya.

Bahan asas penting untuk mencipta tekat ialah benang emas, benang putih dan kain dasar dari jenis kain baldu. Di samping itu terdapat juga bahan dari rotan sega, kertas tebal dan kanji (gam) yang digunakan untuk mempulur.

Baju Kurung Tanggung Wanita

Baju kurung tanggung adalah sebutan bagi pakaian adat Jambi. Pakaian ini merupakan ikon daerah yang menjadi data tarik dari provinsi yang berada di pesisir timur Pulau Sumatera.

Pakaian adat Jambi laki-laki dan perempuan mempunyai sebutan yang sama. Namun, pada baju kurung wanita dilengkapi dengan selendang yang disampirkan di bahu. Bawahannya dipadankan dengan kain songket berwarna merah yang terbuat dari kain sutra.

Kain songket ini dililit di pinggang sehingga membentuk rok. Ciri khas dari kain bakal pakaian adat Jambi adalah motif kainnya yang terdiri dari motif pucuk rebung, motif bunga tagapo dan motif bunga melati.


Tags: benang sulam motif

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia