Motif Bunga Cantik untuk Menyulam - Inspirasi DIY untuk Keterampilan Sulam Anda
Pengertian dan Definisi Menyulam
sebuah teknik keterampilan seseorang untuk mengembangkan kreativitasnya dan tertuang dalam berbagai bentuk pola serta gambar menarik pada kain sebagai hiasan. Teknik menyulam lebih sering ditemui dengan menggunakan tangan alias manual untuk prakteknya. Demikian definisi menyulam secara singkat yang kami jelaskan.
Dalam melakukan teknik menyulam, anda membutuhkan jarum sebagai alat utama. Sama halnya ketika membordir kain dengan cara manual juga menggunakan jarum sebagai alat utama. Anda bisa membuat banyak jenis pola atau tusukan beragam sesuai kreativitas dengan jarum tersebut. Jarum yang direkomendasikan untuk dapat dipakai, ketika menyulam adalah jarum Crewel atau Sharp. Karena pada bagian ujungnya halus dan tajam, memiliki lubang kecil dan lebih untuk dapat membuat hiasan sulaman lebih apik.
Saat menjahit atau teknik menyulam, maka perlu mengikuti titik garis yang ada pada bidang kain. Hal ini berguna sebagai cara tepat supaya dapat menghasilkan gambar atau pola yang tepat dan tidak terlalu keluar. Benang sulam juga sangat diperlukan ketika menjahit sulaman, fungsinya bisa beragam terutama dalam membuat pola seperti pola bunga, daun dan lain-lain. Warna yang dimiliki oleh benang sulam sendiri cukup beragam. Anda bisa memilih sesuai kesukaan, pakai benang sulam yang tak terlalu tebal supaya bisa dibentuk dengan gampang.
Sama seperti teknik bordir, anda bisa memilih pola, warna benang, dan jenis tusukan yang beragam. Ada banyak macam macam jenis bordir dan teknik bordir paling update yang bisa anda terapkan ketika membordir atau menyulam sehingga hasilnya cukup meyakinkan untuk dijadikan hiasan di baju atau bidang kain lainnya. Jenis bordir dalam dunia konveksi cukup banyak bisa berupa jenis bordir alam, bordir geometris, bordir abstrak dan lain-lain.
Sulaman Koto Gadang
Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]
Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]
Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]
Menggambar dengan Jarum: Jenis-Jenis Jahitan dan Karya Sulaman
Menyulam gambaran atau motif ke dalam katun atau linen bisa diibaratkan seperti menggambar. Pertama Anda perlu gambar garis Anda, kemudian Anda bisa mewarnai di dalamnya.
Bagi seniman mahir ada teknik-teknik yang lebih rumit seperti stumpwork atau jahitan couch, bagi orang-orang yang suka menggambar dengan angka, ada jahitan terhitung.
Tusuk Garis
Tusuk garis digunakan untuk kontur dan dekorasi sederhana, di sepanjang tepi taplak meja, ujung lengan atau leher kemeja.
Namun, hanya karena anda menjahit di sebuah garis bukan berarti Anda tidak bisa mengisi permukaan dengan tusuk tikam jejak atau sulam rantai – banyak karya-karya sulaman terdahulu melakukannya.
Beberapa tusuk garis sederhana adalah:
- Tusuk tikam jejak (stem stitch):
Jika Anda melihat tusuk balik yang dijahit tangan dari belakang, Anda akan melihat tusuk tikam jejak. Namun kecuali Anda ingin menyulam semua karya Anda secara terbalik, The Spurce punya panduan sederhana.
Nama tusuk tikam jejak (stem stitch) berasal dari batang bunga (flower stem), yang seringkali digunakan dalam lukisan jarum dan karya crewel.
Sulam rantai dikerjakan tepat di kedua sisi garis. Anda bisa membuatnya lebih terbuka atau tidak terlalu terbuka tergantung sejauh apa Anda memasukkan dan mengeluarkan jarum Anda.
Tags: untuk motif bunga