Motif Bunga Cantik untuk Menyulam - Inspirasi DIY untuk Keterampilan Sulam Anda
Pengertian Bordir apa Bedanya Dengan Definisi Menyulam
definisi yang harus anda mengerti dimana sebenarnya hampir sama dengan definisi menyulam yaitu membuat berbagai jenis pola diatas kain sebagai hiasan dan dapat mengembangkan kreativitas membangun pola sesuai keahliannya. Biasanya kalau untuk bordir lebih sering menggunakan mesin jahit manual, maupun mesin bordir komputer yang sekarang sudah booming. Sedangkan untuk menyulam, seringkali menggunakan tangan (manual) untuk membuat pola tusukan benang pada media kain atau yang lain. Inilah perbedaan bordir dan definisi menyulam
Teknik menyulam atau membordir kita juga membutuhkan bahan dan alat pendukung utama lainnya seperti gunting yang tentu kegunaannya untuk memotong atau menggunting kain dan benang sesuai ukuran. Kain juga tidak lepas dari kebutuhan para penyulam karena sebagai objek bidang yang akan disulam. Anda dapat menggunakan pita guna sebagai hiasan kain bisa dibentuk menjadi bunga sehingga terlihat lebih indah. Pensil juga dipakai untuk membentuk atau menggambar pola awal sebelum menyulam dengan jarum dan benang. Serta pendedel untuk membuka jahitan sulaman yang salah atau kurang tepat. Sampai disini, bagaimana mulai lebih paham dengan definisi menyulam kan ?
Sulaman Koto Gadang
Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]
Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]
Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]
Hasil [ sunting | sunting sumber ]
Selendang bersulam termasuk pakaian adat yang dipakai oleh seorang perempuan Koto Gadang. Pemakaian motif, warna, dan bahan selendang yang digunakan disesuaikan dengan status dan usia wanita yang memakai. Untuk wanita muda, biasanya wama yang dipakai adalah warna terang seperti merah dan motifnya agak rapat sehingga bahan dasar kain terlihat sedikit saja. Adapun bagi wanita yang sudah bekeluarga, kain yang digunakan yakni berwarna tua seperti nila atau hijau dan motif yang agak jarang. [36] [2]
Menurut penelitian Ernatip dari Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, masyarakat Koto Gadang saat ini banyak menekuni sulaman dan menjadikannya sebagai suatu pekerjaan yang menghasilkan uang. Selendang bersulaman Koto Gadang termasuk sulaman yang sangat halus dan rapi bila dibandingkan dengan sulaman daerah lain sehingga harga selendang bersulaman Koto Gadang relatif lebih mahal. [37] [12] Pada saat ini, selendang sulaman suji caia dijual seharga Rp2.000.000 sampai Rp2.500.000 per helai, sedangkan selendang sulaman kapalo samek dijual dengan harga Rp1.750.000 hingga Rp2.250.000 per helai. [12] [7] Namun, karena dikerjakan oleh tenaga manusia, pengerjaan sulaman Koto Gadang membutuhkan waktu yang lama. Untuk satu helai kain sulaman Koto Gadang membutuhkan waktu penyelesaian setidaknya dua bulan. [a]
Selendang sulaman Koto Gadang sudah terkenal sampai ke mancanegara. Pengenalan selendang sulaman Koto Gadang ke dunia luar terus dilakukan, terutama oleh pengrajin itu sendiri. Berbagai pameran baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional ikut menampilkan selendang sulaman Koto Gadang sebagai produk kerajinan unggulan. [38] [7] [37] Dikenalnya sulaman Koto Gadang oleh masyarakat luas secara tidak langsung memberi peluang bagi pengrajin sulam untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak. [39]
Dalam gelaran Festival Sulam Bordir di Jakarta pada 2012, ditampilkan karya selendang sulam sepanjang 20 meter yang menggunakan berbagai jenis teknik sulam dari Sumatera Barat, termasuk sulam suji caia dan kepalo samek dari Koto Gadang. Selendang tersebut mendapatkan penghargaan sebagai sulam terpanjang di dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI). [40] [41]
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
Pada awalnya, selendang bersulam Koto Gadang hanya dipakai oleh orang Koto Gadang dan tabu apabila dipakai oleh orang di luar Koto Gadang. Bahkan, keterampilan menyulam tidak diajarkan kepada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai terkenal sejak berdirinya Kerajinan Amai Setia pada 1911. Didirikan oleh Roehana Koeddoes, sekolah tersebut mengajarkan berrnacam-macam keterampilan rumah tangga untuk perempuan, termasuk menyulam, baik untuk perempuan Koto Gadang maupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, selendang bersulam Koto Gadang dikenal oleh orang dan bahkan banyak pesanan akan selendang tersebut. Salah seorang rekan Roehana yang seorang saudagar, Hadisah memasarkan hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat-pejabat Belanda untuk dipakai atau dikirimkan ke kolega mereka di luar Minangkabau, yakni Eropa. [13] [2] Sementara itu, rekan Roehana yang lain, Rukbeny memperkenalkan selendang bersulam Koto Gadang ke luar daerah Sumatera Barat. [14]
Sejak Kerajinan Amai Setia berdiri, kegiatan menyulam menjadi pekeijaan yang digemari perempuan Koto Gadang. Selain dapat menghasilkan uang, pekerjaan menyulam bagi perempuan dianggap sebagai pekerjaan yang mulia. [13] Perempuan dapat bekerja di dalam rumah sambil mengurus keluarga. Saat ini, sulaman Koto Gadang menjadi produk yang diincar perempuan Paris dan Belanda. Meski tak seperti abad ke-19, perempuan Koto Gadang masih menghasilkan kain bersulam aneka motif dan cara pengerjaan. [2]
Penyebutan sulaman kadang disamakan dengan bordir karena memiliki persamaan. Perbedaannya terletak pada hasil dan cara pengerjaannya. Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman. [13] Baik sulaman maupun bordir masih tetap eksis dalam masyarakat Minangkabau sebagai salah satu warisan masa lampau. [7]
Pengertian dan Definisi Menyulam
sebuah teknik keterampilan seseorang untuk mengembangkan kreativitasnya dan tertuang dalam berbagai bentuk pola serta gambar menarik pada kain sebagai hiasan. Teknik menyulam lebih sering ditemui dengan menggunakan tangan alias manual untuk prakteknya. Demikian definisi menyulam secara singkat yang kami jelaskan.
Dalam melakukan teknik menyulam, anda membutuhkan jarum sebagai alat utama. Sama halnya ketika membordir kain dengan cara manual juga menggunakan jarum sebagai alat utama. Anda bisa membuat banyak jenis pola atau tusukan beragam sesuai kreativitas dengan jarum tersebut. Jarum yang direkomendasikan untuk dapat dipakai, ketika menyulam adalah jarum Crewel atau Sharp. Karena pada bagian ujungnya halus dan tajam, memiliki lubang kecil dan lebih untuk dapat membuat hiasan sulaman lebih apik.
Saat menjahit atau teknik menyulam, maka perlu mengikuti titik garis yang ada pada bidang kain. Hal ini berguna sebagai cara tepat supaya dapat menghasilkan gambar atau pola yang tepat dan tidak terlalu keluar. Benang sulam juga sangat diperlukan ketika menjahit sulaman, fungsinya bisa beragam terutama dalam membuat pola seperti pola bunga, daun dan lain-lain. Warna yang dimiliki oleh benang sulam sendiri cukup beragam. Anda bisa memilih sesuai kesukaan, pakai benang sulam yang tak terlalu tebal supaya bisa dibentuk dengan gampang.
Sama seperti teknik bordir, anda bisa memilih pola, warna benang, dan jenis tusukan yang beragam. Ada banyak macam macam jenis bordir dan teknik bordir paling update yang bisa anda terapkan ketika membordir atau menyulam sehingga hasilnya cukup meyakinkan untuk dijadikan hiasan di baju atau bidang kain lainnya. Jenis bordir dalam dunia konveksi cukup banyak bisa berupa jenis bordir alam, bordir geometris, bordir abstrak dan lain-lain.
Tags: untuk motif bunga