Keindahan Motif Sulaman Bunga dalam Kerajinan Jarum dan DIY
Apa Itu Sulaman
Sulaman adalah salah satu hiasan yang melekat pada permukaan kain atau bahan dengan jarum dan benang jahit sehingga hal ini dapat memperindah kain yang akan di gunakan.
Banyak sekali macam macam jenis sulaman dengan dan cara membuatanya dengan keterampilan yang berbeda sehingga dapat dikembangkan tergantung pada lokasi dan negara.
Selain itu sulaman dapat menggunakan benang wol, linen, dan sutra, bordir katun atau viscose yang digunakan dalam sulaman modern dengan dasar jenis sulaman benang kain flanel, feston.
Karakteristik Sulaman
- Sulaman datar yang disulam dengan permukaan yang rata
- Sulaman Terawang sebagai hasil dari bordir dengan lubang-lubang pada kain.
- Sulaman yang dibuat dari hasil yang tergantung pada motifnya dengan membentuk tekstur pada permukaan kain.
Baca Juga: Birama 4/4
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
Pada awalnya, selendang bersulam Koto Gadang hanya dipakai oleh orang Koto Gadang dan tabu apabila dipakai oleh orang di luar Koto Gadang. Bahkan, keterampilan menyulam tidak diajarkan kepada orang yang bukan asli Koto Gadang. Sulaman Koto Gadang mulai terkenal sejak berdirinya Kerajinan Amai Setia pada 1911. Didirikan oleh Roehana Koeddoes, sekolah tersebut mengajarkan berrnacam-macam keterampilan rumah tangga untuk perempuan, termasuk menyulam, baik untuk perempuan Koto Gadang maupun dari luar Koto Gadang. Lama kelamaan, selendang bersulam Koto Gadang dikenal oleh orang dan bahkan banyak pesanan akan selendang tersebut. Salah seorang rekan Roehana yang seorang saudagar, Hadisah memasarkan hasil sulaman Koto Gadang ke istri pejabat-pejabat Belanda untuk dipakai atau dikirimkan ke kolega mereka di luar Minangkabau, yakni Eropa. [13] [2] Sementara itu, rekan Roehana yang lain, Rukbeny memperkenalkan selendang bersulam Koto Gadang ke luar daerah Sumatera Barat. [14]
Sejak Kerajinan Amai Setia berdiri, kegiatan menyulam menjadi pekeijaan yang digemari perempuan Koto Gadang. Selain dapat menghasilkan uang, pekerjaan menyulam bagi perempuan dianggap sebagai pekerjaan yang mulia. [13] Perempuan dapat bekerja di dalam rumah sambil mengurus keluarga. Saat ini, sulaman Koto Gadang menjadi produk yang diincar perempuan Paris dan Belanda. Meski tak seperti abad ke-19, perempuan Koto Gadang masih menghasilkan kain bersulam aneka motif dan cara pengerjaan. [2]
Penyebutan sulaman kadang disamakan dengan bordir karena memiliki persamaan. Perbedaannya terletak pada hasil dan cara pengerjaannya. Menurut Ernatip, peneliti Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Padang, penyebutan bordir di Minangkabau identik dengan sebuah kain yang memiliki hiasan yang dibuat oleh teknologi mesin, sedangkan apabila hiasan dikerjakan dengan keterampilan tangan rnaka lebih dikenal dengan sebutan sulaman. [13] Baik sulaman maupun bordir masih tetap eksis dalam masyarakat Minangkabau sebagai salah satu warisan masa lampau. [7]
Menggambar dengan Jarum: Jenis-Jenis Jahitan dan Karya Sulaman
Menyulam gambaran atau motif ke dalam katun atau linen bisa diibaratkan seperti menggambar. Pertama Anda perlu gambar garis Anda, kemudian Anda bisa mewarnai di dalamnya.
Bagi seniman mahir ada teknik-teknik yang lebih rumit seperti stumpwork atau jahitan couch, bagi orang-orang yang suka menggambar dengan angka, ada jahitan terhitung.
Tusuk Garis
Tusuk garis digunakan untuk kontur dan dekorasi sederhana, di sepanjang tepi taplak meja, ujung lengan atau leher kemeja.
Namun, hanya karena anda menjahit di sebuah garis bukan berarti Anda tidak bisa mengisi permukaan dengan tusuk tikam jejak atau sulam rantai – banyak karya-karya sulaman terdahulu melakukannya.
Beberapa tusuk garis sederhana adalah:
- Tusuk tikam jejak (stem stitch):
Jika Anda melihat tusuk balik yang dijahit tangan dari belakang, Anda akan melihat tusuk tikam jejak. Namun kecuali Anda ingin menyulam semua karya Anda secara terbalik, The Spurce punya panduan sederhana.
Nama tusuk tikam jejak (stem stitch) berasal dari batang bunga (flower stem), yang seringkali digunakan dalam lukisan jarum dan karya crewel.
Sulam rantai dikerjakan tepat di kedua sisi garis. Anda bisa membuatnya lebih terbuka atau tidak terlalu terbuka tergantung sejauh apa Anda memasukkan dan mengeluarkan jarum Anda.
Sejarah [ sunting | sunting sumber ]
Asal-usul dan perkembangan tekat secara langsung dikaitkan dengan kegunaan pakaian dan kelengkapan keluarga raja-raja atau istana. Perkembangan awal seni tekat dapat dikesan pada awal kurun ke-15, iaitu semasa zaman keagungan Sultan Melayu Melaka. Kesan penggunaan sulaman dapat dilihat di kalangan masyarakat Cina yang keturunan Baba Melaka. Mereka menggunakan sulaman tekat untuk pakaian-pakaian mereka.
Hingga ke hari ini seni tekat masih dihasilkan oleh rakyat negeri Perak Darul Ridzuan dan Negeri Sembilan Darul Khusus. Negeri Perak Darul Ridzuan merupakan negeri yang banyak sekali mengusahakan kraf seni tekat timbul benang emas. Terdapat beberapa jenis tekat yang dikerjakan oleh pandai tukang menekat. Antaranya ialah tekat timbul benang emas, tekat gubah dan tekat perada.
Tekat terus berkembang dengan hasil mutunya yang terjamin.
Tags: sulam motif bunga