... Kerajinan Seni Pahat yang Memukau dari Masa Dinasti Abbasiyah: Temukan Inspirasi DIY!

Kecantikan Seni Pahat dalam Karya DIY - Jejak Kebudayaan Dinasti Abbasiyah

Menyingkap Kisah Tiga Khalifah Pengukir Sejarah Dinasti Abbasiyah

Selanjutnya Dinasti Abbasiyah memperoleh serangan secara langsung dari pasukan Mongol yang berasal dari Timur ke wilayah kekuasaan Islam. Khalifah Dinasti Abbasiyah pada saat itu adalah Al- Mu’tasim tak mampu membendung serangan Mongol dan sekutunya yang dipimpin cucu Genghis Khan. Pada tahun 1258 tentara Hulagu Khan berhasil mengalahkan tentara khalifah dan membumihanguskan kota Baghdad.

Sambutan Hulagu Khan sungguh diluar dugaan khalifah. Apa yang dikatakan wazirnya tidak benar, mereka semua termasuk wazir sendiri dibunuh dengan leher dipancung secara bergiliran. Dengan pembunuhan yang kejam ini berakhirlah kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. Kota Baghdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah, sebagaimana kota-kota lain yang pernah diserang oleh bangsa Mongol.

Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Baghdad selama dua tahun, sebelum melanjutkan ke Syiria dan Mesir. Jatuhnya kota Baghdad ditangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri kekuasaan khilafah Bani Abbasiyah di sana, tetapi merupakan awal kehancuran peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap dibumihanguskan oleh bangsa Mongol.

Dengan hancurnya kota Baghdad, tentu memberikan dampak yang sangat besar terhadap sejarah umat Islam. Jatuhnya kota Baghdad bukan mengakhiri khalifah, akan tetapi merupakan awal dari kemunduran dunia Islam, ketika hancur khazanah keilmuan di kota itu ikut lenyap. Seiring dengan kemunduran Islam di bidang ilmu pengetahuan, negara-negara Barat justru berkembang menjadi negara-negara modern. Sehingga orang Islam banyak belajar kepada bangsa Barat.

Aspek yang ketiga adalah ekonomi, yakni dengan hancurnya Dinasti Abbasiyah akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, terjadi krisis ekonomi bagi umat Islam. Sehingga umat Islam mengalami keterbelakangan dari aspek ekonomi dibandingkan negara-negara Barat dan negara non muslim. Di dalam buku yang berjudul “ Keunggulan Ekonomi Islam: Mengkaji Sistem Ekonomi Barat dengan Kerangka Pemikiran Sistem Ekonomi Islam” karya Baqir Ash-shadr dijelaskan bahwa dunia Islam dipimpin oleh Dunia Barat dalam tiga aspek, yakni tunduk secara ekonomi, politik, dan tunduk kepada sistem barat.

1. Ilmu Tafsir

Pada masa Dinasti Abbasiyah, berkembang dua aliran tafsir yang terus digunakan hingga sekarang. Dua aliran tafsir itu adalah tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi ar-ra’yi.

Aliran pertama lebih menekankan kepada penafsiran ayat-ayat Alquran dengan hadis dan pendapat-pendapat para sahabat. Sementara itu, aliran yang kedua lebih banyak berpijak pada logika daripada nas syariat.

Ahli tafsir Alquran yang terkenal di masa itu adalah Ibn Jarir al-Thabari dengan karangannya yang bertajuk Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Alquran.

Ada pula dikenal Al-Baidhawi dengan Mu’allim Al-Tanzil, Al-Zamakhsyari dengan karangannya yang berjudul Al-Kasyaf, Al-Razi dengan Tafsir Al-Kabir, dan lain sebagainya.

Masjid Al-Manshur

Peninggalan dari Dinasti Abbasiyah berupa masjid juga dapat kita temui di Baghdad yakni Masjid Agung Al-Manshur. Sesuai dengan namanya masjid ini dibangun oleh khalifah kedua dari Abbasiyah yakni Al Manshur. Masjid yang dibangun pada tahun 762 ini bau ditemukan pada abad ke 14 oleh seorang pelajar dari Maroko bernama Ibnu Batutah yang sedang melakukan perjalanan.

Masjid yang digunakan untuk sholat jum’at dan melaksanakan sholat ied ini sempat beberapa kali direnovasi. Renovasi pertama dilakukan oleh Harun al-Rashid pada tahun 807–809 yang kemudian dikenal sebagai “The Old Court”. Renovasi kedua dilakukan oleh Khalifah al-Mu’tadid pada tahun 892–902. Masjid pertama di Baghdad ini memiliki tinggi 91 meter dengan bentuk persegi.

Kejayaan Dinasti Abbasiyah di Tangan Harun Ar-Rasyid

Sebelum membahas masa kehancuran Daulat Abbasiyah, penulis menyinggung terlebih dahulu tentang faktor-faktor kemunduran Abbasiyah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran Abbasiyah, pertama faktor internal, yaitu adanya penguasa lemah yang sulit mengendalikan wilayah luas ditambah sistem komunikasi masih sangat lemah dan belum maju menyebabkan lepasnya daerah satu persatu. Kecenderungan para penguasa hidup mewah, mencolok, berfoya-foya, yang diikuti oleh para hartawan dan anak-anak pejabat yang turut menyebabkan roda pemerintah terganggu dan rakyat menjadi miskin.

Di samping kelemahan khalifah, ada juga yang menjadi penyebab mundurnya khalifah Abbasiyah, yaitu munculnya Dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri, yang mana dapat kita lihat dari tekanan-tekanan oleh pemerintah terhadap rakyat, baik orang Turki, Bani Buwaihi dan Turki Saljuk. Sehingga rakyat makin gusar dan mereka mendirikan pemerintah di daerah masing-masing.

Perang saudara antara Al-amin dan Al-makmun secara jelas membagi Abbasiyah menjadi dua kubu, yaitu kubu Arab dan Persia, menyebabkan pertentangan Arab dan non Arab, perselisihan antara muslim dan non muslim, serta perpecahan di kalangan umat Islam sendiri, perebutan kekuasaan pemerintah, persaingan antarbangsa, kemerosotan ekonomi, konflik keagamaan, dan lain-lain.


Tags: kerajinan pada abbasiyah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia