Kecantikan Seni Pahat dalam Karya DIY - Jejak Kebudayaan Dinasti Abbasiyah
Masa pemerintahan dan pucak keemasan
- Periode Pertama (750 M - 847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
- Periode Kedua (847 M - 945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.
- Periode Ketiga (945 M - 1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
- Periode Keempat (1055 M - l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
- Periode Kelima (1194 M - 1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.
Sementara pemimpin yang berhasil membawa Kekhalifahan Abbasiyah pada masa keemasannya adalah sebagai berikut.
- Al-Mahdi (775-785 M)
- Al-Hadi (775- 786 M)
- Harun Ar-Rasyid (786-809 M)
- Al-Ma'mun (813-833 M)
- Al-Mu'tashim (833-842 M)
- Al-Watsiq (842-847 M)
- Al-Mutawakkil (847-861 M)
Pada masa kepemimpinan Al-Mahdi, perekonomian mulai meningkat.
Utamanya peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi.
Selain itu, para pedagang yang transit dari Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan.
Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Al-Ma'mun, kekayaan negara banyak dimanfaatkan untuk keperluan sosial, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi.
Selama pemerintahannya, Bani Abbasiyah berhasil mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan.
Faktor yang paling utama penyebab tumbuhnya peradaban ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah adalah didirikannya tempat-tempat pendidikan, seperti akademi dan perpustakaan.
Pada masa itu, perpustakaan berperan layaknya universitas pada zaman sekarang.
Menyingkap Kisah Tiga Khalifah Pengukir Sejarah Dinasti Abbasiyah
Selanjutnya Dinasti Abbasiyah memperoleh serangan secara langsung dari pasukan Mongol yang berasal dari Timur ke wilayah kekuasaan Islam. Khalifah Dinasti Abbasiyah pada saat itu adalah Al- Mu’tasim tak mampu membendung serangan Mongol dan sekutunya yang dipimpin cucu Genghis Khan. Pada tahun 1258 tentara Hulagu Khan berhasil mengalahkan tentara khalifah dan membumihanguskan kota Baghdad.
Sambutan Hulagu Khan sungguh diluar dugaan khalifah. Apa yang dikatakan wazirnya tidak benar, mereka semua termasuk wazir sendiri dibunuh dengan leher dipancung secara bergiliran. Dengan pembunuhan yang kejam ini berakhirlah kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. Kota Baghdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah, sebagaimana kota-kota lain yang pernah diserang oleh bangsa Mongol.
Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Baghdad selama dua tahun, sebelum melanjutkan ke Syiria dan Mesir. Jatuhnya kota Baghdad ditangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri kekuasaan khilafah Bani Abbasiyah di sana, tetapi merupakan awal kehancuran peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap dibumihanguskan oleh bangsa Mongol.
Dengan hancurnya kota Baghdad, tentu memberikan dampak yang sangat besar terhadap sejarah umat Islam. Jatuhnya kota Baghdad bukan mengakhiri khalifah, akan tetapi merupakan awal dari kemunduran dunia Islam, ketika hancur khazanah keilmuan di kota itu ikut lenyap. Seiring dengan kemunduran Islam di bidang ilmu pengetahuan, negara-negara Barat justru berkembang menjadi negara-negara modern. Sehingga orang Islam banyak belajar kepada bangsa Barat.
Aspek yang ketiga adalah ekonomi, yakni dengan hancurnya Dinasti Abbasiyah akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, terjadi krisis ekonomi bagi umat Islam. Sehingga umat Islam mengalami keterbelakangan dari aspek ekonomi dibandingkan negara-negara Barat dan negara non muslim. Di dalam buku yang berjudul “ Keunggulan Ekonomi Islam: Mengkaji Sistem Ekonomi Barat dengan Kerangka Pemikiran Sistem Ekonomi Islam” karya Baqir Ash-shadr dijelaskan bahwa dunia Islam dipimpin oleh Dunia Barat dalam tiga aspek, yakni tunduk secara ekonomi, politik, dan tunduk kepada sistem barat.
Tags: kerajinan pada abbasiyah