... Kerajinan Seni Pahat yang Memukau dari Masa Dinasti Abbasiyah: Temukan Inspirasi DIY!

Kecantikan Seni Pahat dalam Karya DIY - Jejak Kebudayaan Dinasti Abbasiyah

Masjid Baiat

Masjid Baiat atau Baiah adalah jejak Dinasti Abbasiyah di Mekah tepatnya di kawasan Jamarat yang juga didirikan oleh khalifah al Manshur yakni pada tahun 761 Masehi. Tempat ini diyakini sebagai tempat bertemunya Rasulullah dengan para pengikutnya yakni kaum Anshar dan menjadi tempat baiat aqabah. Masjid ini juga dibangun untuk menghormati sang pelopor berdirinya Dinasti Abbasiyah yang masih merupakan paman nabi Muhammad yaitu Abbas bin Abdul Muthalib.

Dari arah Syam dan Yaman terlihat ada dua serambi di masjid ini dengan masing-masing memiliki 3 buah kubah, 4 tiang dan 2 pintu ke arah masjid. Pada awalnya masjid ini tidak begitu terlihat karena lokasinya yang tersembunyi yakni di balik gunung Mina serta terbuat dengan bahan-bahan yang sangat sederhana. Namun gunung tersebut sudah dihilangkan dan masjid Baiat pun dapat dilihat oleh para jemaah haji yang sedang berada di kawasan Jamarat.

Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam Masa Dinasti Abbasiyah

Selama masa Kekhalifahan Abbasiyah, sejarah ilmu pengetahuan Islam berkembang pesat.

tirto.id - Selepas Bani Umayyah lengser, kekuasaan kekhalifahan Islam berpindah ke Dinasti Abbasiyah yang berlangsung pada 750-1258 Hijriah atau 1261-1517 Masehi. Selama masa Kekhalifahan Abbasiyah ini, sejarah ilmu pengetahuan berkembang pesat.

Kekhalifahan Abbasiyah dipelopori oleh Abu Al-Abbas As-Saffah yang meruntuhkan Dinasti Umayyah pada 1261 Masehi. Abu Al-Abbas As-Saffah juga didaulat sebagai khalifah pertama Dinasti Abbasiyah.

Perkembangan sistem politik dan ilmu pengetahuan maju pesat di masa Dinasti Abbasiyah yang melanggengkan kekuasaannya sampai lima abad di kawasan Timur Tengah.

Penamaan Abbasiyah dinisbatkan kepada Abbas bin Abdul Muththallib yang berasal dari Bani Hasyim. Keturunan Bani Hasyim mengklaim paling berhak memegang tampuk kekuasaan karena nenek moyang mereka adalah paman Nabi Muhammad SAW.

Alasan lainnya, dikutip dari "Perkembangan Politik dan Ilmu Pengetahuan pada Dinasti Abbasiyah" yang ditulis Abdullah Manshur, adalah bahwa warisan tidak diturunkan kepada sepupu jika masih ada paman, begitu pula dengan keturunan perempuan.

Di era Dinasti Abbasiyah, ilmu pengetahuan Islam berkembang pesat. Masa puncaknya ketika pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid (786-809 H) dan Khalifah Al-Ma'mun Ar-Rasyid (813-833 H).

Masa pemerintahan dan pucak keemasan

  1. Periode Pertama (750 M - 847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
  2. Periode Kedua (847 M - 945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.
  3. Periode Ketiga (945 M - 1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
  4. Periode Keempat (1055 M - l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
  5. Periode Kelima (1194 M - 1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.

Sementara pemimpin yang berhasil membawa Kekhalifahan Abbasiyah pada masa keemasannya adalah sebagai berikut.

  • Al-Mahdi (775-785 M)
  • Al-Hadi (775- 786 M)
  • Harun Ar-Rasyid (786-809 M)
  • Al-Ma'mun (813-833 M)
  • Al-Mu'tashim (833-842 M)
  • Al-Watsiq (842-847 M)
  • Al-Mutawakkil (847-861 M)

Pada masa kepemimpinan Al-Mahdi, perekonomian mulai meningkat.

Utamanya peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi.

Selain itu, para pedagang yang transit dari Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan.

Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Al-Ma'mun, kekayaan negara banyak dimanfaatkan untuk keperluan sosial, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi.

Selama pemerintahannya, Bani Abbasiyah berhasil mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan.

Faktor yang paling utama penyebab tumbuhnya peradaban ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah adalah didirikannya tempat-tempat pendidikan, seperti akademi dan perpustakaan.

Pada masa itu, perpustakaan berperan layaknya universitas pada zaman sekarang.

6. Ilmu Kedokteran dan Farmasi

Di masa Dinasti Abbasiyah, penyakit cacar dan measles pertama kali dibedakan. Prinsip seton dalam operasi juga ditemukan. Tokoh pelopornya yang terkenal adalah Ar-Razi atau Abu Bakar Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi.

Pada saat itu, Ar-Razi adalah dokter anak masyhur dengan karya kedokteran Al-Hawi, buku ensiklopedia kedokteran.

Selain itu, ada juga Ibnu Sina atau Abu Ali Husain bin Hasan Ali bin Sina yang mengkodifikasi pemikiran kedokteran Yunani dan Arab di bukunya Al-Qanun fi At-Thib.

Karyanya juga berupa ensiklopedia kedokteran, serta menjadi referensi penting kedokteran di masa itu, bahkan sempat menjadi rujukan primer kedokteran di Eropa selama lima abad (dari abad ke-12 hingga 17 M).

Masjid Al-Manshur

Peninggalan dari Dinasti Abbasiyah berupa masjid juga dapat kita temui di Baghdad yakni Masjid Agung Al-Manshur. Sesuai dengan namanya masjid ini dibangun oleh khalifah kedua dari Abbasiyah yakni Al Manshur. Masjid yang dibangun pada tahun 762 ini bau ditemukan pada abad ke 14 oleh seorang pelajar dari Maroko bernama Ibnu Batutah yang sedang melakukan perjalanan.

Masjid yang digunakan untuk sholat jum’at dan melaksanakan sholat ied ini sempat beberapa kali direnovasi. Renovasi pertama dilakukan oleh Harun al-Rashid pada tahun 807–809 yang kemudian dikenal sebagai “The Old Court”. Renovasi kedua dilakukan oleh Khalifah al-Mu’tadid pada tahun 892–902. Masjid pertama di Baghdad ini memiliki tinggi 91 meter dengan bentuk persegi.


Tags: kerajinan pada abbasiyah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia