... Kerajinan Seni Pahat yang Memukau dari Masa Dinasti Abbasiyah: Temukan Inspirasi DIY!

Kecantikan Seni Pahat dalam Karya DIY - Jejak Kebudayaan Dinasti Abbasiyah

1. Ilmu Tafsir

Pada masa Dinasti Abbasiyah, berkembang dua aliran tafsir yang terus digunakan hingga sekarang. Dua aliran tafsir itu adalah tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi ar-ra’yi.

Aliran pertama lebih menekankan kepada penafsiran ayat-ayat Alquran dengan hadis dan pendapat-pendapat para sahabat. Sementara itu, aliran yang kedua lebih banyak berpijak pada logika daripada nas syariat.

Ahli tafsir Alquran yang terkenal di masa itu adalah Ibn Jarir al-Thabari dengan karangannya yang bertajuk Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Alquran.

Ada pula dikenal Al-Baidhawi dengan Mu’allim Al-Tanzil, Al-Zamakhsyari dengan karangannya yang berjudul Al-Kasyaf, Al-Razi dengan Tafsir Al-Kabir, dan lain sebagainya.

4 Kemajuan yang Dicapai pada Masa Bani Abbasiyah

Bani Abbasiyah adalah daulah yang berkuasa selama 508 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, Bani Abbasiyah tentu mencapai berbagai kemajuan. Salah satu aspek kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah adalah dari segi ilmu pengetahuan .

Menurut tuturan Wangi dan Mujab dalam Masa Keemasan Dinasti Abbasiyah (Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya), ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah sendiri mengalami perkembangan di beberapa aspek, seperti ilmu hadits, filsafat, hingga kedokteran.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah, simak dalam artikel berikut ini.

Masjid Al-Manshur

Peninggalan dari Dinasti Abbasiyah berupa masjid juga dapat kita temui di Baghdad yakni Masjid Agung Al-Manshur. Sesuai dengan namanya masjid ini dibangun oleh khalifah kedua dari Abbasiyah yakni Al Manshur. Masjid yang dibangun pada tahun 762 ini bau ditemukan pada abad ke 14 oleh seorang pelajar dari Maroko bernama Ibnu Batutah yang sedang melakukan perjalanan.

Masjid yang digunakan untuk sholat jum’at dan melaksanakan sholat ied ini sempat beberapa kali direnovasi. Renovasi pertama dilakukan oleh Harun al-Rashid pada tahun 807–809 yang kemudian dikenal sebagai “The Old Court”. Renovasi kedua dilakukan oleh Khalifah al-Mu’tadid pada tahun 892–902. Masjid pertama di Baghdad ini memiliki tinggi 91 meter dengan bentuk persegi.

Masa pemerintahan dan pucak keemasan

  1. Periode Pertama (750 M - 847 M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
  2. Periode Kedua (847 M - 945 M), disebut periode pengaruh Turki pertama.
  3. Periode Ketiga (945 M - 1055 M), masa kekuasaan dinasti Bani Buwaih dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga masa pengaruh Persia kedua.
  4. Periode Keempat (1055 M - l194 M), masa kekuasaan daulah Bani Seljuk dalam pemerintahan khilafah Abbasiyah, disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua.
  5. Periode Kelima (1194 M - 1258 M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar Baghdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.

Sementara pemimpin yang berhasil membawa Kekhalifahan Abbasiyah pada masa keemasannya adalah sebagai berikut.

  • Al-Mahdi (775-785 M)
  • Al-Hadi (775- 786 M)
  • Harun Ar-Rasyid (786-809 M)
  • Al-Ma'mun (813-833 M)
  • Al-Mu'tashim (833-842 M)
  • Al-Watsiq (842-847 M)
  • Al-Mutawakkil (847-861 M)

Pada masa kepemimpinan Al-Mahdi, perekonomian mulai meningkat.

Utamanya peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga dan besi.

Selain itu, para pedagang yang transit dari Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan.

Pada masa khalifah Harun Ar-Rasyid dan putranya, Al-Ma'mun, kekayaan negara banyak dimanfaatkan untuk keperluan sosial, seperti mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi.

Selama pemerintahannya, Bani Abbasiyah berhasil mengkonsolidasikan kembali kepemimpinan gaya Islam dan menyuburkan ilmu pengetahuan.

Faktor yang paling utama penyebab tumbuhnya peradaban ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah adalah didirikannya tempat-tempat pendidikan, seperti akademi dan perpustakaan.

Pada masa itu, perpustakaan berperan layaknya universitas pada zaman sekarang.


Tags: kerajinan pada abbasiyah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia