... Kerajinan Seni Pahat yang Memukau dari Masa Dinasti Abbasiyah: Temukan Inspirasi DIY!

Kecantikan Seni Pahat dalam Karya DIY - Jejak Kebudayaan Dinasti Abbasiyah

1. Ilmu Tafsir

Pada masa Dinasti Abbasiyah, berkembang dua aliran tafsir yang terus digunakan hingga sekarang. Dua aliran tafsir itu adalah tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi ar-ra’yi.

Aliran pertama lebih menekankan kepada penafsiran ayat-ayat Alquran dengan hadis dan pendapat-pendapat para sahabat. Sementara itu, aliran yang kedua lebih banyak berpijak pada logika daripada nas syariat.

Ahli tafsir Alquran yang terkenal di masa itu adalah Ibn Jarir al-Thabari dengan karangannya yang bertajuk Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Alquran.

Ada pula dikenal Al-Baidhawi dengan Mu’allim Al-Tanzil, Al-Zamakhsyari dengan karangannya yang berjudul Al-Kasyaf, Al-Razi dengan Tafsir Al-Kabir, dan lain sebagainya.

Menyingkap Kisah Tiga Khalifah Pengukir Sejarah Dinasti Abbasiyah

Selanjutnya Dinasti Abbasiyah memperoleh serangan secara langsung dari pasukan Mongol yang berasal dari Timur ke wilayah kekuasaan Islam. Khalifah Dinasti Abbasiyah pada saat itu adalah Al- Mu’tasim tak mampu membendung serangan Mongol dan sekutunya yang dipimpin cucu Genghis Khan. Pada tahun 1258 tentara Hulagu Khan berhasil mengalahkan tentara khalifah dan membumihanguskan kota Baghdad.

Sambutan Hulagu Khan sungguh diluar dugaan khalifah. Apa yang dikatakan wazirnya tidak benar, mereka semua termasuk wazir sendiri dibunuh dengan leher dipancung secara bergiliran. Dengan pembunuhan yang kejam ini berakhirlah kekuasaan Abbasiyah di Baghdad. Kota Baghdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah, sebagaimana kota-kota lain yang pernah diserang oleh bangsa Mongol.

Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu Khan memantapkan kekuasaannya di Baghdad selama dua tahun, sebelum melanjutkan ke Syiria dan Mesir. Jatuhnya kota Baghdad ditangan bangsa Mongol bukan saja mengakhiri kekuasaan khilafah Bani Abbasiyah di sana, tetapi merupakan awal kehancuran peradaban Islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut lenyap dibumihanguskan oleh bangsa Mongol.

Dengan hancurnya kota Baghdad, tentu memberikan dampak yang sangat besar terhadap sejarah umat Islam. Jatuhnya kota Baghdad bukan mengakhiri khalifah, akan tetapi merupakan awal dari kemunduran dunia Islam, ketika hancur khazanah keilmuan di kota itu ikut lenyap. Seiring dengan kemunduran Islam di bidang ilmu pengetahuan, negara-negara Barat justru berkembang menjadi negara-negara modern. Sehingga orang Islam banyak belajar kepada bangsa Barat.

Aspek yang ketiga adalah ekonomi, yakni dengan hancurnya Dinasti Abbasiyah akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, terjadi krisis ekonomi bagi umat Islam. Sehingga umat Islam mengalami keterbelakangan dari aspek ekonomi dibandingkan negara-negara Barat dan negara non muslim. Di dalam buku yang berjudul “ Keunggulan Ekonomi Islam: Mengkaji Sistem Ekonomi Barat dengan Kerangka Pemikiran Sistem Ekonomi Islam” karya Baqir Ash-shadr dijelaskan bahwa dunia Islam dipimpin oleh Dunia Barat dalam tiga aspek, yakni tunduk secara ekonomi, politik, dan tunduk kepada sistem barat.

4 Kemajuan yang Dicapai pada Masa Bani Abbasiyah

Bani Abbasiyah adalah daulah yang berkuasa selama 508 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, Bani Abbasiyah tentu mencapai berbagai kemajuan. Salah satu aspek kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah adalah dari segi ilmu pengetahuan .

Menurut tuturan Wangi dan Mujab dalam Masa Keemasan Dinasti Abbasiyah (Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya), ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah sendiri mengalami perkembangan di beberapa aspek, seperti ilmu hadits, filsafat, hingga kedokteran.

Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah, simak dalam artikel berikut ini.


Tags: kerajinan pada abbasiyah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia