Kualitas Produk Kerajinan Ditentukan oleh Keahlian dan Perhatian terhadap Detail
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Produk
Supranto (dalam Wijaya, 2018, hlm. 5) menyatakan bahwa pandangan tradisional mengenai kualitas menyebutkan bahwa produk-produk dinilai dari atribut fisiknya seperti kekuatan, reliabilitas dan lain-lain. Akan tetapi, sejatinya banyak faktor-faktor lain yang akan mempengaruhi kualitas produk itu, seperti target pasar, relevansi di zamannya, dan lain sebagainya.
Menurut Wijaya (2018, hlm. 13) beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas produk di antaranya adalah sebagai berikut.
- Desain yang bagus.
Desain harus orisinal dan memikat cita rasa konsumen. Misalnya desain yang diperhalus untuk memperoleh kesan berkualitas. - Keunggulan dalam persaingan.
Produk harus unggul, baik dalam fungsi maupun desainnya dibanding produk-produk lain yang sejenis. - Daya tarik fisik.
Produk harus menarik panca indera (menarik untuk disentuh atau dirasakan), harus dicap dengan baik, dan harus indah. - Keaslian (orisinalitas).
Produk turunan atau tiruan menunjukkan kualitas turunan yang tidak sebaik produk original atau pertama.
Kualitas Produk: Pengertian, Dimensi, Indikator, Faktor & Pendekatan
Kualitas produk adalah karakteristik dari suatu produk atau layanan yang bergantung pada kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baik yang dinyatakan secara langsung maupun tersirat (Kotler & Armstrong, 2018, hlm. 261). Dengan demikian, kualitas produk dapat diartikan sebagai kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya, meliputi kehandalan, daya tahan, ketepatan, kemudahan, dan sebagainya.
Sementara itu menurut Wijaya (2018, hlm. 9) kualitas produk adalah keseluruhan gabungan karakteristik barang dan jasa menurut pemasaran, rekayasa, produksi, maupun pemeliharaan yang menjadikan barang dan jasa yang digunakan memenuhi harapan pelanggan atau konsumen. Kualitas merupakan sesuatu yang diputuskan oleh pelanggan, artinya, kualitas didasarkan pada pengalaman aktual pelanggan atau konsumen terhadap barang dan jasa yang diukur berdasarkan persyaratan atau atribut-atribut tertentu yang dapat pula subjektif berdasarkan keinginan pribadi pelanggan.
Selanjutnya, menurut Runtunuwu & Oroh (dalam Umami dkk, 2019, hlm. 251) kualitas produk adalah sebuah kemampuan dari suatu produk dalam rangka melaksanakan sebuah fungsi yang meliputi kehandalan, daya tahan, kemudahan operasi, ketepatan, kebaikan dari produk, ataupun sebuah atribut bernilai lainnya.
Akan tetapi persoalan kualitas ini tidak hanya berhenti pada sisi internal produk saja, akan tetapi akan bersangkutan dengan berbagai konteks yang menyelubunginya pula. Seperti yang diungkapkan oleh Davis (dalam Yamit, 2017, hlm.7) bahwa kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Produk juga tidak dapat didefinisikan sesederhana berupa barang berguna pakai saja, akan tetapi merupakan suatu kumpulan atribut fisik, psikis, jasa, dan simbolik yang dibuat untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan (Setiyaningrum, dkk, 2015, hlm. 87).
Perspektif Kualitas Produk
ilustrasi kualitas produk adalah: indikator dan manfaat. source envato
Perspektif kualitas produk adalah persepsi dari setiap konsumen terkait kualitas atau keunggulan suatu produk dan jasa secara keseluruhan dengan maksud yang diinginkan oleh konsumen.
Tjiptono berpendapat bahwa ada lima jenis kualitas perspektif produk, yakni:
1. Transcendental Approach
Kualitas produk dalam pendekatan ini mampu dirasakan dan diketahui namun akan sulit untuk dijelaskan dan juga digunakan.
Sudut pandang dalam hal ini biasanya diimplementasikan dalam seni tari, seni musik, seni rupa, dan juga drama.
Nantinya, perusahaan akan mampu mempromosikan produknya dengan berbagai pertanyaan, seperti tempat belanja yang dinilai mengenyangkan, elegan, kecantikan, dll.
Sehingga, fungsi perencanaan, produksi, dan juga pelayanan pada suatu perusahaan akan sulit sekali untuk dijelaskan dengan pengertian ini sebagai bagian dasar dari manajemen kualitas.
2. Product-Based Approach
Kualitas produk dengan pendekatan ini akan menilai bahwa kualitas sebagai suatu ciri khas atau atribut yang mampu dikuantifikasikan dan juga mampu diukur.
Perbedaan yang ada pada segi kualitas akan mencerminkan perbedaan dalam jumlah unsur dan atribut yang terkandung pada suatu produk.
Jadi, setiap produk tidak akan menjelaskan perbedaan dalam hal selera, kebutuhan, dan preferensi tiap orang karena penilaiannya sangat objektif.
3. User-based approach
Pendekatan ini dilakukan berdasarkan anggapan bahwa kualitas produk tergantung bagaimana orang lain melihatnya, dan produk yang mampu memuaskan seseorang adalah produk yang berkualitas tinggi.
Kualitas Produk Adalah: Pengertian, Dimensi dan Pengaruhnya pada Konsumen
Kualitas produk adalah bagian yang sangat menentukan tingkat kepuasan konsumen dan juga masa depan perusahaan Anda.
Adanya pergerakan bisnis yang dinamis membuat setiap perusahaan untuk bisa terus meningkatkan inovasinya dalam mengembangkan produk.
Hal ini dilakukan terus meng-update teknologi yang digunakan oleh perusahaan guna mengembangkan kualitas produk.
Nah dalam artikel ini, mari kita bahas bersama tentang kualitas produk adalah, manfaat, serta dampaknya pada perusahaan.
Fungsi Produk Kerajinan
Pengrajin secara sengaja menghubungkan antara bentuk dan fungsi produk kerajinan. Hal ini dilakukan agar pemakain mendapatkan kualitas produk terbaik dengan kegunaan yang tepat sasaran. Sebagai contoh: pengrajin ingin membuat produk kerajinan untuk hiasan atau pajangan. Maka dari itu, pengrajin akan sangat memperhatikan aspek keindahan produk. Semakin indah penampakan produk maka semakin nyaman untuk dipandang. Selain keindahan, pengrajin memilih bahan yang tahan lama agar keindahan produk dapat bertahan lama.
Kualitas dan fungsi produk dapat dilihat dari bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibuat. Misalkan, pengrajin ingin membuat gelang tangan. Untuk menghasilkan gelang tangan yang cantik dan tahan lama, maka bahan yang dapat digunakan adalah manik-manik, bukan kayu. Kualitas bahan akan menentukan kualitas dan bagaimana produk akan difungsikan serta lama pengunaan produk.
Demikianlah cara menentukan fungsi dan kualitas produk kerajinan. Semoga artikel ini memberikan kamu wawasan baru tentang pilih-memilih produk. Pilihan kamu terhadap suatu produk hendaknya disesuaikan dengan selera dan kebutuhan.
Tags: kerajinan produk