"Langkah Terakhir Dalam Pembuatan Ukiran Kayu"
Pengertian Seni Ukir
Secara umum, pengertian seni ukir merupakan suatu kegiatan mengolah permukaan objek tiga dimensi dengan permukaan yang tingginya tidak rata sehingga menghasilkan produk karya seni yang memiliki nilai estetika tinggi.
Dalam proses pembuatan ukiran, seniman biasanya akan mengurangi dan membuang bagian yang tidak diperlukan.
Tujuannya yaitu agar terbentuk ornamen yang sesuai dengan gagasan sang seniman sehingga menimbulkan bentuk artistik yang indah.
Seni ukir biasanya dibuat diatas permukaan kayu, batu, logam, bahkan buah dengan bentuk dan makna yang berbeda-beda.
Bentuknya yang beragam, mulai dari bentuk geometris seperti lingkaran, segitiga, hingga persegi seringkali sebuah ukiran mengadung makna simbolis dan makna religius yang berkaitan dengan suatu kejadian/ peristiwa tertentu.

Macam Macam Seni Ukir
Jenis ukiran cembung adalah bentuk ukiran cembung, jenis ukiran ini seringkali digunakan pada pembuatan relief.
Apa yang dimaksud relief ?
Relief adalah seni pahat dan jenis ukiran tiga dimensi yang dibuat di atas batu. Bentuk ukiran ini dapat dijumpai pada candi, kuil atau monumen bersejarah kuno.
Jenis ukiran cekung adalah hasil karya seni yang bentuknya cekung.
Jenis ukiran susun adalah ukiran yang bentuknya bersusun-susun. Contoh ukiran daun besar dibawah ukiran daun sedang dan kecil yang bentuknya indah.
Jenis ukiran garis adalah bentuk ukiran yang diukir pada garis-garis gambarnya. Jenis ukiran garis banyak digunakan pada logam sebagai ukiran guratan.
Jenis ukiran takokan adalah bentuk ukiran yang tidak menggunakan bingkai, yang diperlihatkan hanya tepi-tepi batas ukiran saja.
Ukiran takokan erat kaitannya dengan motif ukiran Krawang.
- Jenis Ukiran Tembus atau Jenis Ukiran Krawangan
Jenis ukiran tembus atau ukiran krawangan adalah bentuk ukiran yang tidak menerapkan dasar-dasar ukiran, jadi jenis ukiran ini tembus. Sehingga sering digunakan untuk penyekat ruang, kursi, ukir tempel dan lainnya.
Kayu adalah salah satu media bahan utama ukiran, berperan penting dalam pengerjaan suatu karya seni ukiran.
Untuk mendapatkan jenis kayu tertentu dalam pembuatan sebuah hasil karya akan menghasilkan hasil karya seni ukir yang menakjubkan.
Dijelaskan lebih detail lagi oleh Bastomi (1982) bahwa jenis ukiran yang dihasilkan para seniman atau perajin ada enam macam, diantaranya :
Macam ukiran rendah adalah gambar yang timbul pad ukira separuhnya terpisah dari bentuk utuhnya.

Keindahan dan Pentingnya Melestarikan Ukiran Kayu Toraja
Ukiran kayu Toraja merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh masyarakat Toraja. Ukiran ini tidak hanya sekedar hiasan atau ornamen semata, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang mendalam.
Bagi masyarakat Toraja, ukiran kayu Toraja menjadi simbol dari identitas, kepercayaan, dan kehidupan mereka. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan dan memahami keindahan serta nilai-nilai yang terkandung dalam ukiran kayu Toraja ini.
Salah satu keunikan dari ukiran kayu Toraja terletak dalam detail serta kerumitan yang terdapat di dalamnya. Setiap ukiran kayu Toraja memiliki ciri khas tersendiri yang menjadikannya unik dan memikat hati para pengagum seni.
Bentuk, motif, dan pola yang ada pada setiap ukiran kayu Toraja mengandung makna tersendiri yang menghubungkan manusia dengan dunia spiritual. Selain itu, ukiran kayu Toraja juga menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Toraja, seperti pemandangan alam, cerita rakyat, dan warisan budaya mereka.
Salah satu hal yang menarik dari ukiran kayu Toraja adalah pemilihan bahan dasarnya. Kayu-kayu yang digunakan adalah kayu-kayu pilihan yang memiliki kekuatan dan keindahan tersendiri.
Ukiran kayu Toraja juga memiliki nilai spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Toraja. Diyakini bahwa setiap ukiran kayu tersebut memiliki kekuatan magis yang bisa melindungi pemiliknya dari berbagai ancaman.
Hal ini membuat ukiran kayu Toraja sering digunakan sebagai hiasan dalam upacara adat, rumah ibadah, dan rumah-rumah tradisional masyarakat Toraja.
Selain itu, ukiran kayu Toraja juga dianggap sebagai jembatan antara dunia manusia dengan dunia roh leluhur, sehingga memainkan peran penting dalam praktik-praktik keagamaan dan ritus-ritus adat Toraja.
Keindahan dan keunikan ukiran kayu Toraja membuatnya menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah Toraja. Banyak wisatawan yang terpesona dengan kerumitan dan detail dari setiap makna ukiran Toraja yang mereka temui.

Sejarah Seni Ukir di Indonesia
Pada tahun 1500 SM, Indonesia mengenal seni ukir tepat sejak zaman batu muda. Pada saat itu, nenek moyang bangsa Indonesia sudah berhasil membuat ukiran dari bahan batu dan tempaan yang terbuat dari tanah liat.
Motif ukir yang digunakan masih sangat sederhana. Pada umumnya, motif ukiran bermotif geometris yang berupa garis, titik dan lengkungan.
Seiring perkembangan zaman, bahan membuat ukiran semakin berkembang dengan menggunakan perunggu, perak, emas dan lainnya. Teknik ukir yang digunakan menggunakan media cor.
Perkembangan seni ukir di Indonesia semakin pesat ketika agama Islam, agama Hindu dan agama Budha masuk ke Indonesia. Karya seni ukir yang dihasilkan dalam bentuk desain, motif dan produksi.
Jenis ukiran yang ditemukan pada badan candi dan prasasti yang dibuat pada masa itu untuk mengenang para raja-raja.
Bentuk ukiran juga ditemukan pada senjata tradisional (seperti keris dan tombak), alat musik tradisional (seperti gamelan dan wayang).
Motif ukiran pada masa itu, selain menggambarkan bentuk ukiran, terkadang berisi kisah para dewa dan mitos kepahlawanan.
Bukti sejarah peninggalan ukiran pada masa tersebut dapat ditemui pada relief candi Penataran di Blitar, candi Prambanan dan candi Mendut di Jawa Tengah.
Sedangkan motif ukir yang digunakan pada zaman perunggu yaitu motif ukir mender, motif ukir topeng pilin berganda, motif ukit topeng, motif ukir tumpal, motif ukir binatang dan motif ukir manusia.
- Motif meander ditemukan pada nekara perunggu dari gunung merapi dekat Bima.
- Motif tumpal ditemukan pada buyung perunggu dari kerinci Sumatera Barat dan pada pinggiran sebuah nekara (moko dari Alor, NTT).
- Motif pilin berganda ditemukan pada nekara perunggu dari Jawa Barat dan pada bejana perunggu dari kerinci, Sumatera.
- Motif topeng ditemukan pada leher kendi dari Sumba, Nusa Tenggara. Dan pada kapak perunggu dari danau sentani, Irian Jaya, pada motif ini menggambarkan muka dan mata orang yang sedang memberi kekuatan magis yang dapat menangkis kekuatan jahat
- Motif binatang dan manusia ditemukan pada nekara dari Sangean.

Pengertian Seni Ukir
Kata ” ukir” berasal dari bahasa Inggris yang berarti “carving” artinya ukiran. Dalam bahasa Inggris mengukir/pahatan kayu bahasa Inggrisnya adalah ” woodcarving”.
Seni ukir adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra (tiga dimensi) dengan perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut. Sehingga sebuah produk yang dihasilkan karya seni memiliki bentuk permukaan tidak rata.
Motif seni ukir adalah jenis jenis seni rupa yang banyak karyanya dikagumi di Indonesia maupun mancanegara. Hasil dari karya seni ukir dikenal sebagai ukiran.
Ukiran adalah gambar atau pola yang diwujudkan pada suatu media seperti batu, kayu dan media lainnya selama bisa diukir.
Beberapa tokoh juga berpendapat mengenai definisi seni ukir, berikut pengertian seni ukir menurut para ahli:
Menurut Tiara, arti seni ukir adalah benuk karya seni yang terbuat dari kayu yang biasanya digunakan aneka hiasan rumah, tokoh dan lain sebagainya.
Pengertian seni ukir adalah seni yang terbuat diatas media kayu.
Menurut Sudarmono dan Sukijo. Mengukir atau pengertian seni ukir adalah menggoreskan atau memahat huruf dan gambar pada kayu, logam, batu sehingga menghasilkan bentuk timbul, cekung atau datar seseuai rencana.
Secara umum pengertian mengukir adalah kegiatan menggores, memahat dan menoreh pola pada permukaan benda yang akan diukir.
Biasanya kegiatan mengukir atau memahat ukiran digunakan memperoleh ukiran yang diinginkan.
Kegiatan mengukir atau memahat biasanya dilakukan untuk menghasilkan bentuk ukiran yang diinginkan. Dengan mengurangi dan membuang bagian ukiran yang tidak diperlukan, berfungsi unruk membentuk ornamen sesuai dengan yang diinginkan seniman, sehingga menghasilkan bentuk artistik.

Tags: membuat adalah kayu ukiran akhir