... 5 Tempat Belanja Tenun NTT Terbaik di Levico: Panduan DIY dan Inspirasi Kerajinan Jarum

"Levico Butik Tenun NTT - Eksplorasi Keindahan Kain Tradisional dari Nusa Tenggara Timur"

MEN/O/LOGY by ZAP dan Desainer Temma Prasetio Bawa Tenun NTT ke DFW 2023

JAKARTA – Desainer Temma Prasetio berkolaborasi dengan klinik perawatan pria MEN/O/LOGY by ZAP, akan memperkenalkan tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam ajang Dubai Fashion Week Autumn/Winter 2023-2024 pada 11 Maret 2023 mendatang.

“Dubai Fashion Week 2023 akan jadi show internasional pertama saya,” ungkap Temma Prasetio dalam acara private preview koleksi Inheritance yang diadakan di outlet MEN/O/LOGY Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Kamis 02/03.

Jenis Motif Kain Tenun dari NTT

Kain Tenun Jara Nggaja Ende

Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur yang satu ini punya motif utama yang berbentuk heewan kuda dan gajah. Dua motif hewan ini punya makna dan filosofi lho.

Motif kuda sendiri melambangkan kendaraan menuju ke alam baka, sedangkan motif gajah melambangkan kendaraan dewa pemberi keadilan dalam kepercayaan masyarakat di Ende.

Ada kepercayaan yang cukup mistis dibalik Kain Tenun Jara Nggaja Ende lho! Konon katanya, pemakaian kain tenun motif ini harus tepat dan benar. Kalau enggak, dipercaya akan membawa penggunanya menuju kematian. Hiii merinding yaa!

Kain Tenun Kelimara Nggela

Kain Tenun Kelimara Nggela melambangkan kehidupan masyarakat di Nggela, NTT yang begitu harmonis dan menyatu dengan alam, terlebih gunung. Hal ini juga sebagai perlambang rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Motif Kelimara yang cantik lahir dari filosofi ini. Kain tenun Kelimara Nggela identik dengan motif segitiga serupa gunung yang menjulang ke atas. Umumnya berwarna coklat tua.

Kain Tenun Jarang Atibalang

Berikutnya ada kain tenun Jarang Atibalang. Kain tenun ini asalnya dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Tenun Jarang Atibalang ini kalau secara bahasa dapat diartikan, “jarang” yaitu kuda dan “atibalang” yakni manusia.

Sama seperti kain tenun Jara Nggaja di Ende, kain tenun Jarang Atibalang juga punya makna filosofis berupa kuda sebagai kendaraan manusia menuju ke alam berikutnya dalam kepercayaan masyarakat setempat.

Kain Tenun Lawo Butu

Motif yang satu ini dikabarkan udah hampir punah atau jarang sekali ditemui. Dapat dikatakan, kain tenun dengan motif Lawo Butu adalah kain tenun paling kompleks diantara kain tenun NTT lainnya!

Kain tenun Lawo Butu juga cukup unik lho! Kain tenun ini biasa dipakai menjelang upacara sakral untuk memanggil hujan. Motif-motif rumit dari kain tenun ini biasanya didominasi oleh motif kuda, sampan, gurita, dan masih banyak motif kompleks lainnya!

Kostum tersebut hasil karya kolaborasi Levico Butik dengan Eggie Jasmin Artisan Couture

Instagram.com/angkasamega

Kostum ini merupakan hasil karya kolaborasi antara Levico Butik dan Eggie Jasmin Artisan Couture menghasilkan busana yang selalu glamor & kuat dari warisan Nusa Tenggara Timur.

Levico Butik sendiri merupakan tenun dari NTT yang berlokasi di Jakarta Selatan. Ia juga mengungkapkan beberapa makna sekaligus bahan-bahan yang ia tuangkan ke dalam kostumnya. Tentu, ini akan kita ulik dan perdalam berikutnya ya!

Tidak hanya itu, Eggie Jasmin Artisan Couture juga kerap kali terlihat dan terdengar di panggung mode dunia. Artisan atau Desainer Eggie ini memiliki banyak koleksi pakaian dengan teknik couture. Dia pun kerap kali menggunakan berbagai bahan kain nusantara seperti batik dan tenun yang dipadukan dengan teknik couture.

Teknik Couture sendiri adalah teknik mendesain yang lebih rumit, dengan disertai banyak detail-detail dan materialnya sehingga hasil karya gaun couture pasti terkesan mewah.

Maka, tidak heran jika Jihane Amira bisa memenangkan dengan penampilannya yang manis dan menawan di dalam ajang Supranational 2021 ya!

Editors' Pick

The Dashing of Equus Caballus sendiri berlapis emas dengan maknanya

Instagram.com/angkasamega

Selain terinspirasi dari kuda yang gagah dari Sumba, ada beberapa hal menarik yang bisa memenangkan Jihane dalam ajang kontes tersebut lho!

Kostum "The Dashing Of Equus Caballus' ini dibuat dalam fabrikasi berlapis emas pada bustier, topi baja, dan sepatu boot.

Tujuannya sendiri untuk memancarkan aura agung siapa pun yang bertemu makhluk agung ini.

Mengapa harus emas? Alasannya sendiri karena emas melambangkan kebaruan, kekuatan, dan kemuliaan yang diharapkan bisa membuat Jihane juga tampil dengan adanya makna tersebut.

Penggunaan material rantai emas & ukiran embellishmentnya sendiri dibuat dengan balutan emas nih!

Tujuannya sendiri sebagai pelindung pada headpiece yang melambangkan kekuatan ksatria yang maskulin dan tangguh.

Pantas saja Jihane terlihat lebih kuat nan elegan ya!


Tags: tenun levico

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia