"Levico Butik Tenun NTT - Eksplorasi Keindahan Kain Tradisional dari Nusa Tenggara Timur"
The Dashing of Equus Caballus sendiri berlapis emas dengan maknanya
Instagram.com/angkasamega
Selain terinspirasi dari kuda yang gagah dari Sumba, ada beberapa hal menarik yang bisa memenangkan Jihane dalam ajang kontes tersebut lho!
Kostum "The Dashing Of Equus Caballus' ini dibuat dalam fabrikasi berlapis emas pada bustier, topi baja, dan sepatu boot.
Tujuannya sendiri untuk memancarkan aura agung siapa pun yang bertemu makhluk agung ini.
Mengapa harus emas? Alasannya sendiri karena emas melambangkan kebaruan, kekuatan, dan kemuliaan yang diharapkan bisa membuat Jihane juga tampil dengan adanya makna tersebut.
Penggunaan material rantai emas & ukiran embellishmentnya sendiri dibuat dengan balutan emas nih!
Tujuannya sendiri sebagai pelindung pada headpiece yang melambangkan kekuatan ksatria yang maskulin dan tangguh.
Pantas saja Jihane terlihat lebih kuat nan elegan ya!
Mengenal Kain Tenun NTT: Bicara Soal Filosofi dan Makna Dibaliknya
Kain tenun khas Nusa Tenggara Timur bukan semata-mata dinilai sebagai fesyen dan trend semata di tengah zaman modern ini lho Sobat Indahnesia!
Lebih jauh daripada itu, menurut salah satu pengerajin kain tenun dari Molo, Timor Tengah Selatan, mengatakan bahwa kain tenun NTT masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional dan merupakan bentuk penghormatan terhadap acara-acara sakral, seperti pernikahan, atau bahkan upacara kematian.
Beberapa motif dari kain tenun NTT juga punya makna dan filosofinya tersendiri. Gak sembarangan dibuat atau asal cantik dilihat mata saja!
Selain dari segi motif, masyarakat NTT juga percaya kalau kain tenun merupakan wujud hubungan manusia dengan alam, Sang Pencipta, atau leluhur mereka.
Tiga faktor kepercayaan ini pula yang gak bisa terlepas dari para penenun kain di NTT dan menjadikannya bagian daripada sumber inspirasi mereka.
Jadi, gak semata-mata membeli sebuah kain atau pakaian, ternyata kamu juga bisa mendapati nilai-nilai luhur di dalamnya!
Untuk motif sendiri, masyarakat NTT memang sangat filosofis. Misalnya saja, motif rote pada salah satu kain tenun menandakan pulau paling selatan di Indonesia, yakni Pulau Rote.
Pun soal warna, mereka sangat detail mencermikan sebuah nilai dalam balutan warna-warna di kain tenun Biasanya, warna-warna ini juga ditentukan dari kondisi daerah asal dari para penenun tersebut.
Contoh pengaplikasiannya, misalkan jika kain tenun yang dibuat kebanyakan berwarna hitam dan kecoklatan, maka biasanya itu berasal dari daerah Timor Tengah Utara, dimana daerah ini termasuk ke dalam daerah yang cenderung hangat.
Untuk di Timor Tengah Selatan sendiri, biasanya menggunakan warna-warna yang cenderung cerah. Hal ini juga difaktori oleh kondisi di TTS yang cenderung dingin.
Baca juga :
Dalam ajang tersebut, Temma memperkenalkan tenun NTT ke pasar Timur Tengah dan internasional. “Ïni memang misi utama. Saya ingin dunia mengenal kekayaan fabrik nusantara yang dibuat dengan dedikasi dan penuh cinta,” lanjut Temma. Kain tenun NTT dan fabrik lainnya merupakan dukungan dari LeViCo Butik dan Pronto Moda.
Ia mempelajari proses pembuatan tenun NTT secara langsung dan membina sejumlah desainer muda asal NTT dalam program bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT.
Dalam kesempatan ini, Temma juga berterimakasih dengan dukungan MEN/O/LOGY by ZAP dalam mewujudkan show perdananya di ‘tingkat global.
Temma mengungkapkan dirinya dan MEN/O/LOGY memiliki banyak kesamaan misi, di antaranya mendobrak stigma bahwa laki-laki tidak berhak memperhatikan penampilan.
Ketika memulai karir di bidang fashion design satu dekade lalu, ia melihat persepsi bahwa laki-laki diwajibkan untuk menjadi maskulin dan tidak memedulikan penampilan.
“Kolaborasi MEN/O/LOGY dan Temma mempunyai tujuan yang sama, yaitu bagaimana membuat para pria menjadi lebih peduli, percaya diri serta nyaman menjadi diri sendiri. ltu sejalan dengan harapan MEN/O/LOGY, di mana laki-laki harus confident untuk mengekspresikan dirinya, tanpa meninggalkan kelelakiannya,” kata Co-Founder MEN/O/LOGY Bambang Reguna Bukit, atau yang biasa dikenal dengan Bams mantan vokalis band Samsons.
Kesamaan misi tersebut secara khusus dituangkan dalam satu desain spesial yang memuat perpaduan identitas brand MEN/O/LOGY dan Temma Prasetio. Highlight koleksi Inheritance akan menjadi look penutup runaway Temma Prasetio di Dubai Fashion Week 2023./ JOURNEY OF INDONESIA
Cara Membuat Kain Tenun Nusa Tenggara Timur
Proses pembuatan kain tenun pada tiap daerah di Indonesia tentu aja berbeda ya Sobat Indahnesia! Terkhusus pada pembuatan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur sendiri, dibagi menjadi 3 cara.
- Tenun Ikat atau yang biasa disebut Tenun Futus biasanya melalui proses pengikatan benang-benang untuk membentuk sebuah pola atau motif sepanjang kain.
- Tenun Buna, merupakan teknik mewarnai benang yang akan digunakan dalam proses menenun untuk menciptakan pola saat nanti kain tenun sudah rampung dibuat.
- Lalu yang ketiga ada Tenun Lotis atau Sotis, dimana cara pembuatannya mirip dengan Buna, yakni merendam benang terlebih dahulu, namun dipadukan dengan proses menyulam.
Umumnya, di NTT sendiri para penenun memadukan cara membuat kain tenun dengan menyulam sejumlah motif secara bersamaan. Sehingga hasil akhir dari kain tenunnya sendiri terlihat seperti 3 dimensi.
Lebih detailnya, untuk pembuatan kain tenun dimulai dengan proses pemintalan kapas untuk diproses menjadi benang, lalu diikat.
Nah, funfact-nya, Nusa Tenggara Timur juga termasuk provinsi dengan penghasil kapas terbesar di Indonesia lho Sobat Indahnesia! Pantas saja mereka lebih memilih melalui proses pembuatan benang dari kapas terlebih dulu ketimbang menggunakan benang siap pakai.
Untuk pewarna sendiri, para penenun di NTT masih menggunakan bahan-bahan tradisional, seperti warna dari akar-akar pepohonan.
Jenis Motif Kain Tenun dari NTT
Kain Tenun Jara Nggaja Ende
Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur yang satu ini punya motif utama yang berbentuk heewan kuda dan gajah. Dua motif hewan ini punya makna dan filosofi lho.
Motif kuda sendiri melambangkan kendaraan menuju ke alam baka, sedangkan motif gajah melambangkan kendaraan dewa pemberi keadilan dalam kepercayaan masyarakat di Ende.
Ada kepercayaan yang cukup mistis dibalik Kain Tenun Jara Nggaja Ende lho! Konon katanya, pemakaian kain tenun motif ini harus tepat dan benar. Kalau enggak, dipercaya akan membawa penggunanya menuju kematian. Hiii merinding yaa!
Kain Tenun Kelimara Nggela
Kain Tenun Kelimara Nggela melambangkan kehidupan masyarakat di Nggela, NTT yang begitu harmonis dan menyatu dengan alam, terlebih gunung. Hal ini juga sebagai perlambang rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Motif Kelimara yang cantik lahir dari filosofi ini. Kain tenun Kelimara Nggela identik dengan motif segitiga serupa gunung yang menjulang ke atas. Umumnya berwarna coklat tua.
Kain Tenun Jarang Atibalang
Berikutnya ada kain tenun Jarang Atibalang. Kain tenun ini asalnya dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Tenun Jarang Atibalang ini kalau secara bahasa dapat diartikan, “jarang” yaitu kuda dan “atibalang” yakni manusia.
Sama seperti kain tenun Jara Nggaja di Ende, kain tenun Jarang Atibalang juga punya makna filosofis berupa kuda sebagai kendaraan manusia menuju ke alam berikutnya dalam kepercayaan masyarakat setempat.
Kain Tenun Lawo Butu
Motif yang satu ini dikabarkan udah hampir punah atau jarang sekali ditemui. Dapat dikatakan, kain tenun dengan motif Lawo Butu adalah kain tenun paling kompleks diantara kain tenun NTT lainnya!
Kain tenun Lawo Butu juga cukup unik lho! Kain tenun ini biasa dipakai menjelang upacara sakral untuk memanggil hujan. Motif-motif rumit dari kain tenun ini biasanya didominasi oleh motif kuda, sampan, gurita, dan masih banyak motif kompleks lainnya!
Tags: tenun levico