"Levico Butik Tenun NTT - Eksplorasi Keindahan Kain Tradisional dari Nusa Tenggara Timur"
Pemanfaatan Tenun Insana
Dengan tampilannya yang sangat khas yakni berwarna cerah dan memiliki motif yang sangat menawan, kain tenun insana secara pada prinsipnya dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan. Berikut beberapa fungsi kain tenun insana jika dilihat dari sudut pandang budaya.
- Kain tenun insana dapat difungsikan sebagai sarung, selimut dan selendang.
- Sebagai pakaian untuk pesta dalam ritual-ritual adat seperti acara kematian, acara adat kawin-mawin dan penjumputan tamu.
- Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin).
- Sebagai mitos, lambang suku yang dijaga kelestariannya dan dihormati karena menurut kepercayaan suku tertentu.
- Kain tenun insana dipercaya dapat melindungi pemakainya dari gangguaan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
- Untuk keperluan lain yang lebih luas kain tenun insana dengan warna yang colorfull sangat cocok dijadikan sebagai tas tenun, baju tenun atau aneka sovenir lainnya.
Levico butik tenun ntt
Mengenal Kain Tenun NTT, Dari Proses Pembuatan Sampai Jenisnya! – Kamu udah sering bolak-balik liburan ke Nusa Tenggara Timur, tapi belum pernah bawa oleh-oleh kain tenun khasnya? Atau mungkin belum familiar nih?!
Kain tradisional khas Indonesia yang dibuat dengan cara ditenun atau biasa kita sebut sebagai Kain Tenun sebenarnya hampir dimiliki oleh sebagian besar daerah di Indonesia. Tentu dengan ciri khasnya masing-masing.
Gak terkecuali dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kain tenun di NTT ini diberdayakan dan dikembangkan hampir oleh setiap suku yang ada di sana, lho!
Oleh karena itu, kalau kamu main ke provinsi di Timur Indonesia ini, kamu pasti akan menemukan banyak kain tenun dengan berbagai jenisnya.
Di NTT, kain tenun dikenal sebagai salah satu harta kekayaan keluarga yang bernilai tinggi lho Sobat Indahnesia! Semakin sulit pembuatan dari kain tenun itu sendiri, maka semakin mahal pula harganya.
Jangan kaget yaa saat kamu menemukan kain tenun NTT dengan harga yang cukup fantastis!
Tingginya harga kain tenun NTT, menjadikan kain ini masih tetap punya nilai jual bahkan jika kain itu berstatus “bekas pakai”. Keren ya guys, sudah seperti brand-brand kelas internasional!
Kontroversi #
Berikut adalah pernyataan Viktor Laiskodat yang menghebohkan masyarakat:
1. Tidak ada Orang Bodoh dan Miskin yang Masuk Surga
Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat terus mendorong warganya agar mengubah pola pikir guna membangun wilayahnya.
Menurut Viktor Laiskodat, NTT harus hidup dengan tangan dan keringatnya sendiri untuk membangun sumber daya manusia.
Viktor bahkan menyebut, hanya manusia cerdas yang bisa masuk surga.
"Karena orang cerdas saja yang masuk surga. Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga," tegas Viktor yang juga mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR ini.
Karena itu, sudah menjadi tugas pemerintah dan semua pihak untuk membantu warga yang bodoh dan miskin untuk masuk surga.
Kalau sudah bodoh dan miskin, kata Viktor, tentu akan memberatkan diri sendiri, memberatkan lingkungannya, memberatkan keluarganya, memberatkan negaranya, dan memberatkan Tuhan.
"Saya sudah berulang kali katakan bahwa tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga," imbuhnya.
Hal penting lain, ucap Viktor, yakni menjadi tanggung jawab bersama semua pihak untuk membangun NTT dengan membangun manusia menjadi baik melalui dunia pendidikan yang baik.
"Satu satunya jalan yakni kita harus bangun sistem pendidikan yang baik untuk menjawab seluruh tantangan sehingga kita bisa mengeloka potensi yang ada di NTT dengan sumber daya yang memadai," tutupnya.
2. Tidak Ada Lobi Jabatan Melalui Istri, Anak Atau Keluarga Saya
Gubernur Viktor berjanji akan intens melakukan reformasi birokrasi di wilayah itu.
Viktor akan memilih aparatur sipil yang berkompeten dan berkualitas bagus untuk menduduki jabatan eselon di lingkup Setda NTT, dengan metode sistem merit.
Sistem merit adalah proses mempromosikan dan mempekerjakan pegawai pemerintah, berdasarkan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan, bukan pada koneksi politik mereka.
The Dashing of Equus Caballus sendiri berlapis emas dengan maknanya
Instagram.com/angkasamega
Selain terinspirasi dari kuda yang gagah dari Sumba, ada beberapa hal menarik yang bisa memenangkan Jihane dalam ajang kontes tersebut lho!
Kostum "The Dashing Of Equus Caballus' ini dibuat dalam fabrikasi berlapis emas pada bustier, topi baja, dan sepatu boot.
Tujuannya sendiri untuk memancarkan aura agung siapa pun yang bertemu makhluk agung ini.
Mengapa harus emas? Alasannya sendiri karena emas melambangkan kebaruan, kekuatan, dan kemuliaan yang diharapkan bisa membuat Jihane juga tampil dengan adanya makna tersebut.
Penggunaan material rantai emas & ukiran embellishmentnya sendiri dibuat dengan balutan emas nih!
Tujuannya sendiri sebagai pelindung pada headpiece yang melambangkan kekuatan ksatria yang maskulin dan tangguh.
Pantas saja Jihane terlihat lebih kuat nan elegan ya!
Kostum tersebut hasil karya kolaborasi Levico Butik dengan Eggie Jasmin Artisan Couture
Instagram.com/angkasamega
Kostum ini merupakan hasil karya kolaborasi antara Levico Butik dan Eggie Jasmin Artisan Couture menghasilkan busana yang selalu glamor & kuat dari warisan Nusa Tenggara Timur.
Levico Butik sendiri merupakan tenun dari NTT yang berlokasi di Jakarta Selatan. Ia juga mengungkapkan beberapa makna sekaligus bahan-bahan yang ia tuangkan ke dalam kostumnya. Tentu, ini akan kita ulik dan perdalam berikutnya ya!
Tidak hanya itu, Eggie Jasmin Artisan Couture juga kerap kali terlihat dan terdengar di panggung mode dunia. Artisan atau Desainer Eggie ini memiliki banyak koleksi pakaian dengan teknik couture. Dia pun kerap kali menggunakan berbagai bahan kain nusantara seperti batik dan tenun yang dipadukan dengan teknik couture.
Teknik Couture sendiri adalah teknik mendesain yang lebih rumit, dengan disertai banyak detail-detail dan materialnya sehingga hasil karya gaun couture pasti terkesan mewah.
Maka, tidak heran jika Jihane Amira bisa memenangkan dengan penampilannya yang manis dan menawan di dalam ajang Supranational 2021 ya!
Editors' Pick
Tags: tenun levico