Rajutan yang Indah - Beragam Macam Rajutan dan Cara Membuatnya
Benda-Benda Yang Tergolong Najis
- Bangkai
- Darah
- Air kencing
- Kotoran manusia atau binatang
- Cairan muntahan
- Madzi
- Nanah
- Cairan yang keluar dari qubul dan dubur kecuali sperma
- Arak (khamr) dan semua minuman yang memabukkan
- Anjing dan babi
- Bagian binatang yang diambil dari tubuhnya yang masih hidup.
Air dapat digunakan untuk mandi, wudhu dan membersihkan benda yang terkena najis. Macam-macam air sebagai berikut:
a. Air Mutlak, yaitu air suci lagi menyucikan. Misalnya air hujan, air embun, air laut air salju, air es, air sumur dan air dari mata air
b. Air Musta’mal, yaitu air suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci karena sudah berubah sifatnya dan karena bercampur dengan benda lain. Misalnya: sirup, kopi, teh, dan lain-lain.
- Air yang kurang dari 2 kulah dan kemasukan najis (hukumnya air najis).
- Air yang lebih dari 2 kulah yang kemasukan najis dan berubah sifatnya (dihukumkan sebagai air najis).
d. Air yang makruh dipakai untuk bersuci
- Dijemur matahari
- Dipanaskan dengan api
Debu boleh digunakan untuk tayamum sebagai pengganti wudhu, juga untuk menyucikan benda yang terkena jilatan atau air liur anjing.
3. Batu atau benda keras, kecuali tulang
4. Tisu atau Daun
Demikianlah mengenai pengertian bersuci (thaharah), macam-macam thaharah, benda-benda yang digunakan untuk bersuci dan macam-macam najis serta cara mensucikannya. Bersuci merupakan suatu amalan yang dilakukan menurut cara-cara yang di syariatkan oleh agama Islam. Bersuci bermaksud untuk menghilangkan hadas dan najis untuk melaksanakan ibadah. Semoga apa yang di uraikan diatas mengenai pengertian thaharah bisa bermanfaat.
Tujuan Ibadah
Karena Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini bukan hanya untuk hidup lalu mati tanpa pertanggungjawaban, tetapi manusia diciptakan oleh Allah di dunia untuk beribadah, hal ini sesuai dengan firman Allah di bawah ini:
Surat Al Mu’minun ayat 115: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan manusia secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.”
Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat ayat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain supaya mereka menyembahKu.”
Firman Allh dalam surah Al Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”
Allah maha mengetahui tentang kejadian manusia, maka suapaya manusia terjaga hidupnya, bertakwa. Maka manusia diwajibkan beribadah, agar manusia mencapai taqwa.
Macam-Macam Najis dan Cara Menyucikannya
1. Najis Mukhofafah (Najis Ringan)
Najis mukhafafah tergolong najis ringan. Misalnya air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa-apa kecuali asi (air susu ibu). Cara menyucikannya dengan memercikkan air di atas najis tersebut, namun kalau kencing bayi perempuan cara menyucikannya dengan dibasuh hingga hilang zat dan sifat najis.
2. Najis Mutawasithah (Najis Sedang)
Najis Mutawasithah merupakan najis sedang. Misalnya air kencing, tinja, nanah, darah, kotoran binatang, dan bangkai. Untuk cara mensucikannya tidak terlalu susah cukup membasuh dengan air bersih pada tempat yang terkena najis. Najis ini terbagi menjadi dua yaitu najis ‘Ainiyah dan hukmiyah.
Najis mutawasithoh ada dua golongan, yaitu sebagai berikut:
a. Najis Ainiyah
Najis ‘Ainiyah adalah najis yang nyata atau masih kelihatan zat, warna, rasa dan baunya. Cara menyucikannya dengan menghilangkan zat, warna, rasa, dan baunya dengan air, tetapi jika sulit dihilangkan, maka dimaafkan seperti darah dan sebagainya.
b. Najis Hukmiah
Najis Hukmiyah adalah najis yang diyakini adanya tetapi bau, rasa, dan zatnya tidak nyata atau tidak kelihatan.
3. Najis Mughladhoh (Najis berat)
Najis Mughladhoh merupakan najis beras. Misalnya terkena jilatan air liur anjing dan babi. Cara mensucikannya dengan di basuh air suci 7 kali, salah satunya di campur dengan debu.
Apa itu Merajut?
Merajut adalah seni atau keterampilan menciptakan karya kerajinan menggunakan benang atau benang wol sebagai bahan utamanya.
Dalam merajut, benang diolah dengan menggunakan jarum rajut untuk membentuk pola atau jalinan yang saling terkait, sehingga membentuk kain atau tekstil.
Perlu kamu ketahui, ada dua cara yang biasa digunakan para penjahit untuk merajut yakni menggunakan tangan secara langsung atau bisa dengan mesin yang memang dikhususkan untuk merajut.
Cara merajut ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan pengguna yang dimiliki. Karena, merajut sendiri memiliki berbagai bentuk gaya dan teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan berbagai barang yang diinginkan melalui rajutan.
Salah satu aspek menarik dalam merajut adalah fleksibilitasnya dalam menciptakan berbagai pakaian, mulai dari pakaian seperti syal, kaus, hingga aksesori seperti topi dan sarung tangan, bahkan barang-barang rumah tangga seperti bantal, selimut, atau tas.
Buku panduan, tutorial daring, dan video di internet sangat berharga untuk mempelajari teknik dasar hingga lanjutan dalam merajut.
Selain memberikan manfaat kreatif dan relaksasi, merajut juga memberikan kepuasan tersendiri saat melihat karya selesai.
Proses menyaksikan benang-benang terhubung menjadi kain yang indah dan nyaman untuk dipakai adalah momen yang tak ternilai.
Keterampilan ini juga bisa menjadi kegiatan sosial yang menyenangkan, memungkinkan kamu berbagi minat dan hobi dengan teman atau anggota keluarga lainnya.
Jika kamu ingin mengekspresikan diri dan menjelajahi dunia kreativitas, merajut adalah pilihan sempurna untuk menciptakan karya berarti dan bermanfaat.
Pengertian Ibadah
Ibadah atau ibadat menurut bahasa berarti taat, menurut, mengikuti, tunduk atau merendahkan diri. Selain secara bahasa (etimologis) ibadah juga mempunyai arti berdasarkan istilah. Arti ibadah menurut istilah adalah suatu ketaatan yang dikerjakan dan dilaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan, merendahkan diri kepada Allah Swt dengan penuh rasa cinta dan mencakup segala apa yang Allah ridhai baik yang berupa ucapan atau perkataan maupun perbuatan, yang dhahir atau pun bathin. Sedangkan menurut istilah ahli tauhid Ibadah adalah meng-Esakan Allah, mentakzhimkannya dengan sepenuh-penuh takzhim serta merendahkan diri kita dan menundukkan jiwa kepadaNya.
Ahli fiqih mengartikan ibadah dengan:
مَاأُدِيَّتْ اِبْتِغَاءً لِوَجْهِ اللهِ وَطَلَبًا لِثَوَابِ الْاٰخِرَةِ
Artinya: “Apa yang dikerjakan untuk mendapatkan keridhaan Allah dan mengharap pahalaNya di Akhirat.”
Tags: cara macam