... 7 Jenis Rajutan yang Berbeda dan Cara Melakukannya Sendiri - Panduan DIY

Rajutan yang Indah - Beragam Macam Rajutan dan Cara Membuatnya

Syarat diterimanya Ibadah

1. Melakukan ibadah dengan Ikhlas, yaitu semata-mata karena Allah Ta’ala.

Allah Swt berfirman:

Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya orang menjadi orang yang pertama-tama berserah diri.” (QS Az Zumar :11-12)

2. Ibadahnya sah, yakni amal yang dilakukan sesuai dengan syara’ atau sesuai tuntunan syariat.

Firman Allah dalam Surah Al Kahfi ayat 110:

Artinya: “Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan TuhanNya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada TuhanNya” (QS Al-Kahfi : 110)

Demikianlah mengenai pengertian ibadah, macam-macam ibadah dan tujuan ibadah dalam Islam. Semoga apa yang diuraikan diatas mengenai ibadah bisa bermanfaat.

Mengenal Perbedaan Merajut dan Menyulam

Hingga saat ini ternyata masih banyak orang yang tidak tahu perbedaan merajut dan menyulam. Secara sederhana, merajut dapat diartikan sebagai proses membentuk suatu produk baru dari bahan dasar benang, misalnya berupa sweater, kaos kaki, syal, dan tas. Sedangkan menyulam adalah teknik menggambar di atas kain menggunakan benang dan jarum sulam, mirip seperti melukis. Merajut bertujuan menghasilkan produk baru bernilai pakai. Sementara itu, menyulam bertujuan menambah keindahan kain dengan aneka motif dan warna.

Jika Anda ingin belajar merajut dalam waktu dekat, maka kamu harus menyiapkan beberapa alat dan bahan berikut ini agar proses merajut berlangsung lancar:

  • Jarum rajut (crocket hook/ hakpen/ hakken):panjang jarum ini berkisar antara 13 cm hingga 15 cm. Bagian ujungnya berbentuk seperti pengait dengan ukuran bervariasi, mulai dari 0,6 mm sampai 10 mm. Anda harus menggunakan jarum berukuran lebih kecil dari standar benangnya jika ingin membuat rajutan yang rapat. Sebaliknya, jarum yang ukurannya lebih besar dari standar benang dibutuhkan untuk membuat rajutan yang renggang. Ada dua cara memegang hakpen, yaitu gaya pensil (seperti orang memegang pensil) dan gaya pisau (seperti menggenggam pisau untuk mengiris). Saat Anda menggunakan jarum ini, satu tangan memegang hakpen, sedangkan satu tangan lagi memegang benang.
  • Jarum sulam (jarum knit/ breien): jarum ini pada umumnya berukuran lebih panjang daripada hakpen dan bagian lubangnya jauh lebih besar darpada jarum jahit. Bagian ujungnya tidak seruncing jarum jahit biasa dengan diameter mulai dari 1,25 mm. Berbeda dengan cara menggunakan hakpen, satu paket jarum knit terdiri dari sepasang jarum. Kedua jarum tersebut harus dipegang bersamaan dengan tangan kiri dan kanan.
  • Benang rajut: Ada berbagai jenis benang rajut yang dijual di pasaran, antara lain kinlon atau minlon, wol kenari, katun, nilon, akrilik, akrilik linen, dan polyester. Sebaiknya Anda memilih benang jenis katun karena lebih mudah ditemukan dan terdiri dari beragam warna. Tips merajut untuk pemula menyarankan Anda memilih benang berwarna cerah seperti kuning, putih, hijau muda, dan biru muda karena warna-warna tersebut mempermudah Anda mengidentifikasi lubang tusukan pada rajutan.
  • Gunting.
  • Peniti rajut sebagai alat penanda rajut.
  • Meteran kain.
  • Lem tembak untuk menempelkan aksesori pada hasil akhir rajutan.

Macam-Macam Ibadah

Berikut ini macam-macam ibadah berdasarkan pembagiannya:

a. Pembagian Ibadah berdasarkan pada umum dan khususnya, ada dua macam yaitu:

2. Ibadah ‘Aamah adalah semua pernyataan baik, yang dilakukan dengan niat yang baik semata-mata karena Allah, seperti makan dan minum, bekerja dan lain sebagainya. Dengan niat melaksanakan perbuatan itu untuk menjaga jasmani agar bisa beribadah kepada Allah.

b. Pembagian Ibadah dari segi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaannya

1. Ibadah Jasmaniyah Ruhiyah seperti shalat dan puasa.

2. Ibadah Ruhiyah dan Amaliyah seperti zakat.

3. Ibadah jasmaniyah Ruhiyah dan Amaliyah seperti mengerjakan haji.

c. Pembagian Ibadah berdasarkan kepentingan perorangan atau masyarakat

1. Ibadah Fardhu, seperti shalat dan puasa

2. Ibadah Ijtima’i seperti zakat dan haji

d. Pembagian ibadah berdasarkan bentuk dan sifatnya

1. Ibadah yang berupa perkataan atau ucapan lisan seperti membaca doa, membaca Al-Qur’an, membaca dzikir, membaca tahmid dan yang lainnya.

2. Ibadah yang berupa pekerjaan tertentu meliputi perkataan dan perbuatan. Seperti shalat, zakat, puasa dan haji.

3. Ibadah yang berupa perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya seperti menolong orang lain, berjihad, membela diri dari tindak kejahatan, takhizul janazah.

4. Ibadah yang pelaksanaannya menahan diri, seperti ikhram, puasa, I’tikaf.

5. Ibadah yang sifatnya menggugurkan hak, seperti membebaskan hutang yang bermasalah.

Pengertian Ibadah

Ibadah atau ibadat menurut bahasa berarti taat, menurut, mengikuti, tunduk atau merendahkan diri. Selain secara bahasa (etimologis) ibadah juga mempunyai arti berdasarkan istilah. Arti ibadah menurut istilah adalah suatu ketaatan yang dikerjakan dan dilaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan, merendahkan diri kepada Allah Swt dengan penuh rasa cinta dan mencakup segala apa yang Allah ridhai baik yang berupa ucapan atau perkataan maupun perbuatan, yang dhahir atau pun bathin. Sedangkan menurut istilah ahli tauhid Ibadah adalah meng-Esakan Allah, mentakzhimkannya dengan sepenuh-penuh takzhim serta merendahkan diri kita dan menundukkan jiwa kepadaNya.

Ahli fiqih mengartikan ibadah dengan:

مَاأُدِيَّتْ اِبْتِغَاءً لِوَجْهِ اللهِ وَطَلَبًا لِثَوَابِ الْاٰخِرَةِ

Artinya: “Apa yang dikerjakan untuk mendapatkan keridhaan Allah dan mengharap pahalaNya di Akhirat.”


Tags: cara macam

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia