Rajutan yang Indah - Beragam Macam Rajutan dan Cara Membuatnya
Tujuan Ibadah
Karena Allah SWT menciptakan manusia di dunia ini bukan hanya untuk hidup lalu mati tanpa pertanggungjawaban, tetapi manusia diciptakan oleh Allah di dunia untuk beribadah, hal ini sesuai dengan firman Allah di bawah ini:
Surat Al Mu’minun ayat 115: “Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan manusia secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.”
Al Qur’an surat Adz Dzaariyaat ayat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia selain supaya mereka menyembahKu.”
Firman Allh dalam surah Al Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”
Allah maha mengetahui tentang kejadian manusia, maka suapaya manusia terjaga hidupnya, bertakwa. Maka manusia diwajibkan beribadah, agar manusia mencapai taqwa.
Syarat diterimanya Ibadah
1. Melakukan ibadah dengan Ikhlas, yaitu semata-mata karena Allah Ta’ala.
Allah Swt berfirman:
Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama. Dan aku diperintahkan supaya orang menjadi orang yang pertama-tama berserah diri.” (QS Az Zumar :11-12)
2. Ibadahnya sah, yakni amal yang dilakukan sesuai dengan syara’ atau sesuai tuntunan syariat.
Firman Allah dalam Surah Al Kahfi ayat 110:
Artinya: “Barang siapa yang mengharapkan perjumpaan dengan TuhanNya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada TuhanNya” (QS Al-Kahfi : 110)
Demikianlah mengenai pengertian ibadah, macam-macam ibadah dan tujuan ibadah dalam Islam. Semoga apa yang diuraikan diatas mengenai ibadah bisa bermanfaat.
Alat untuk Merajut
Untuk memulai merajut, terdapat beberapa alat dasar yang perlu disiapkan. Berikut ini adalah beberapa daftar alat yang umum digunakan dalam merajut, seperti:
Jarum Rajut
Pilih jarum rajut yang sesuai dengan proyek merajut. Terdapat berbagai ukuran jarum rajut yang cocok untuk benang dengan ketebalan yang berbeda.
Benang Rajut
Pilih benang rajut dengan warna dan ketebalan yang sesuai dengan proyek yang ingin kamu kerjakan. Pastikan benang rajut tersebut berkualitas baik dan mudah digunakan.
Gunting
Gunting berfungsi untuk memotong benang dan menghapus tambahan benang yang tidak diperlukan.
Gantungan Jumlah
Penggaris
Penggaris membantu kamu dalam mengukur ukuran dan panjang rajutan, terutama jika kamu mengikuti pola atau desain tertentu.
Jarum Pentul atau Peniti
Jarum pentul atau peniti digunakan untuk menyematkan bagian-bagian rajutan yang belum selesai agar tidak terurai selama proses merajut.
Papan Rajut atau Alas Rajut
Papan rajut berfungsi sebagai alas untuk merajut agar benang tidak melompat atau berantakan. Kamu bisa menggunakan papan rajut khusus atau bahkan cukup dengan kain yang tebal dan keras.
Kotak Penyimpanan
Kotak penyimpanan digunakan untuk menyimpan jarum, benang, dan alat merajut lainnya agar tetap terorganisir dan mudah diakses.
Bermacam-macam Tusuk Dasar dalam Merajut
Beberapa tusuk dasar yang patut Anda kuasai saat belajar merajut, yaitu:
1 . Tusuk Rantai (** Chain** atau CH)
2 . Tusuk Tunggal (** Single Crochet** atau SC)
Tusuk tunggal harus dibuat dengan tusuk rantai sebagai dasar. Selanjutnya, masukkan jarum pada lubang kedua terhitung mundur dari jarum. Kaitkan jarum pada benang lalu tarik jarum melalui dua lubang sekaligus. Berikutnya, Anda tinggal melanjutkan pembuatan tusuk tunggal pada rantai selanjutnya.
3 . Setengah Tusuk Ganda (** Half Double Crocket** atau HDC)
Sama seperti membuat tusuk tunggal, Anda juga harus membuat tusuk rantai terlebih dahulu. Lalu, kaitkan benang dan masukkan jarum lubang rantai ketiga dari ujung. Kaitkan jarum pada benang lalu tarik melalui satu lubang. Kaitkan lagi jarum rajut pada benang lalu tarik melalui tiga lubang sekaligus. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk menyelesaikan setengah tusuk ganda.
4 . Tusuk Ganda (** Double Crochet** atau DC)
Awali tusuk ganda dengan membuat tusuk rantai kemudian masukkan jarum rantai keempat dari ujung. Kaitkan jarum pada benang kemudian tarik melalui satu rantai sehingga menyisakan tiga lubang rantai. Kaitkan lagi jarum pada benang lalu tarik melalui satu lubang sampai menyisakan dua lubang. Kaitkan lagi jarum pada benang lalu tarik keluar melalui dua lubang terakhir. Ulangi seluruh langkah tersebut untuk menyelesaikan tusuk ganda.
5 . Tusuk Triple (TR)
Jika dilihat sekilas, tusuk triple memang mirip tusuk ganda. Bedanya, tusuk ganda mengaitkan benang satu kali pada jarum, sedangkan tusuk triple mengharuskan Anda mengaitkan benang sebanyak dua kali. Proses membuat tusuk triple harus diawali dengan membuat tusuk rantai. Kemudian, kaitkan benang dua kali lalu lilitkan pada rantai keempat. Kaitkan lagi benang satu kali lalu keluarkan dari tusukan rantai. Kaitkan benang lalu keluarkan melalui dua lubang pada jarum, ulangi proses ini. Jika ingin berpindah ke baris kedua, Anda harus mengawalinya dengan membuat tusuk rantai empat kali.
Tags: cara macam