Ragam Sulaman - Menjelajahi Kreativitas dalam Seni Jahit dan Kerajinan Sendiri
Kesimpulan
Ok, sekarang kamu sudah tahu kan macam macam benang dan kegunaannya? Dalam proses menjahit pakaian menentukan benang yang tepat tentu akan membuat pekerjaan kamu menjadi maksimal. Selain itu pemilihan benang yang tepat akan membuat pakaian yang kamu buat lebih awet.
Sumber Referensi:
- “Jenis Jenis Benang Berdasarkan Panjang Serat Dan Konstruksinya.” Konveksi Jogja, 1 July 2022, jogjakartakonveksi.wordpress.com/2022/07/01/jenis-jenis-benang-berdasarkan-panjang-seratd-dan-konstruksinya.
- “Kenali 13 Jenis Benang Yang Biasa Digunakan Untuk Menjahit Dan Menghias Pakaian.” Fitinline, Fitinline, 18 Feb. 2019, fitinline.com/article/read/kenali-13-jenis-benang-yang-biasa-digunakan-untuk-menjahit-dan-menghias-pakaian.
Tusuk Flanel
- Tusuk Tangkai (stem stitch). Pada tusuk tangkai biasanya benang kerja itu letaknya di bawah jarum (lihat gambar). Dapat juga benang kerja itu selalu ada di atas jarum dan tusuk hiasnya disebut juga tusuk pinggiran (sebagai batas). Dalam hal ini kedua jarum tersebut ditusukan dan dikeluarkan tepat pada ujung tusuk hias yang sebelumnya. Pada bagian buruk kita harus memperoleh suatu baris tusuk tikam jejak yang rapi.
- Tusuk Tangkai yang dililit. Dibandingkan dengan tusuk pipih yang dililit, lilitan pada tusuk tangkai itu lebih serong, jika memakai benang tebal lilitannya dapat menutupi tusuk tangkai seluruhnya.
- Tusuk Tangkai Bertumpuk. Dalam hal ini cara membuat tusuk tangkai itu lebih serong daripada tusuk tangkai biasa dengan sedemikian rupa sehingga menutupi tusuk tangkai yang semula.
- Tusuk Tangkai Melompat. Benang kerja secara bergilir letaknya di atas dan di bawah.
Sulaman Koto Gadang
Sulaman Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan. [1]
Di antara teknik sulaman Koto Gadang yang masih digunakan saat ini yakni teknik sulaman "suji caia" dan "kapalo samek". Sulam suji caia menampilkan permainan gradasi warna benang yang saling menyatu (bahasa Minang: caia, artinya cair) sehingga menghasilkan bentuk bunga yang tampak hidup. [4] Adapun sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain. [5]
Pengetahuan dan keterampilan membuat sulaman Koto Gadang diwariskan secara turun-temurun, umumnya dari ibu ke anak perempuan. Saat ini, masih banyak ditemukan perempuan Koto Gadang yang menekuni sulaman dan bahkan menjadikannya sebagai mata pencaharian tambahan. Kekhasan sulaman Koto Gadang terletak dari proses pembuatan, motif, dan detail pengerjaan. Oleh karena itu, sulaman ini memiliki nilai jual yang relatif tinggi, hingga mencapai jutaan rupiah per helainya. [6] [7] Namun, rumitnya pengerjaan membuat sulaman Koto Gadang bisa membutuhkan waktu penyelesaian hingga dua bulan. [8]
Macam-macam Tusuk Hias
Menghias busana dapat dilakukan dengan bermacam-macam teknik hiasan. Teknik hiasan yang dimaksud adalah teknik menghias kain yang erat hubungannya dengan sulam menyulam.
Sebelum memahami macam-macam teknik menghias kain, sebaiknya terlebih dahulu mempelajari macam-macam tusuk hias.
Dalam bahasa sehari-hari, tusuk dalam konteks bordir/sulaman atau jahit tangan didefinisikan sebagai gerakan jarum sulam dari belakang kain ke sisi depan dan kembali ke sisi belakang. Langkah benang di sisi depan yang dihasilkan juga disebut tusuk. Dalam konteks sulaman, tusuk sulaman berarti satu atau lebih tusuk yang selalu dieksekusi dengan cara yang sama, membentuk gambar.
Tusuk sulaman adalah unit terkecil dalam sulaman. Pola bordir dibentuk dengan melakukan banyak tusuk sulaman, baik yang sama maupun yang berbeda, baik mengikuti tabel penghitungan di atas kertas, mengikuti desain yang dilukis pada kain atau bahkan bekerja secara bebas.
Sulaman menggunakan berbagai kombinasi tusuk sulam. Setiap tusuk (stitch) sulaman memiliki nama khusus untuk membantu mengidentifikasinya. Nama-nama ini bervariasi dari satu negara ke negara dan wilayah ke wilayah. Beberapa tusuk dasar dari sulaman adalah running stitch (tusuk jelujur), cross stitch (tusuk silang), stem stitch (tusuk batang), back stitch (tusuk balik), tusuk satin, chain stitch (tusuk rantai) dan blanket stitch (tusuk selimut).
Tiap-tiap tusuk hias mempunyai keindahan masing-masing. Penyusunan bermacam tusuk hias yang harmonis akan melahirkan suatu dekotarif yang menarik.
Berikut beberapa tusuk hias yang sering digunakan dalam menghias kain, adalah:
- Tusuk jelujur
- Tusuk hias rantai
- Tusuk pipih
- Tusuk feston
- Tusuk flanel
- Tusuk tangkai
- Tusuk tikam jejak
- Tusuk ranting
- Tusuk biku-biku berkepala
- Tusuk silang
- Melekatkan benang
Jenis Jenis Benang Dan Fungsinya
Berdasarkan fungsi dan kegunaannya, benang terbagi menjadi banyak jenis. Dalam dunia jahit-menjahit sangat penting untuk mengetahui macam macam benang beserta kegunaannya agar dapat memudahkanmu dalam menjahit.
1. Benang Jahit
Kegunaan benang jahit adalah untuk menyatukan kain menjadi pakaian yang utuh. Ada juga benang jahit yang khusus untuk menjahit sepatu hingga terpal.
2. Benang Bordir
Benang Bordir adalah benang yang berguna untuk mebordir atau menyulam menggunakan mesin jahit. Warna benang bordir umumnya lebih mengkilat karena berfungsi sebagai penghias pakaian.
Tekstur dan bahan pembuatan benang bordir tidak jauh berbeda dengan benang jahit. Untuk mendapatkan hasil bordiran berkualitas baik, sebaiknya kamu memperhatikan warna benang yang kamu pakai serta kualitas benang yang kamu pilih.
Kegunaan benang bordir adalah untuk menghias gambar ataupun logo pada pakaian maupun kain seperti kaos polo, jaket, rompi hingga topi.
3. Benang Obras
Benang obras adalah benang yang berfungsi untuk merapikan tepi kain agar lebih rapi serta agar benang tidak terurai keluar. Biasanya benang obras terbuat dari bahan polyester serta memiliki tekstur yang lebih halus dari benang jahit.
Jahitan obras adalah salah satu teknik jahitan yang umumnya dipakai untuk mengikat pinggiran kain agar benang-benangnya tidak terlepas.
Walaupun letak jahitan obras pada pakaian tidak terlihat namun tetap saja jahitan obras memiliki peranan penting dalam mendukung keindahan dan kekuatan jahitan.
Tags: sulam macam