Merambah Pasar Global dengan Produk Kerajinan Rajut - Kreativitas Wirausaha di Dunia Jahitan
Daftar Wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Global
Berikut adalah daftar wirausaha produk kerajinan untuk pasar global yang harus bizzie ketahui :
Produk kerajinan Indonesia yang laku di pasar global paling banyak adalah kain batik. Hal ini mungkin bukan sesuatu yang mengejutkan, karena kain batik Indonesia memang sangat menawan dan mempunyai kualitas terbaik.
Popularitas kain batik Indonesia di mata dunia juga sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebab di beberapa kesempatan, kain batik Indonesia sering digunakan oleh orang-orang penting di sejumlah negara. Misalnya, artis mancanegara ternama.
Populernya kain baik di luar negeri tentu saja karena kain batik Indonesia sangat beragam warna serta motif yang unik dan berkarakter. Bahkan, sesuai dengan ciri khas daerah asal pembuatan kain batik tersebut.
Kerajinan Kayu
Apabila pada pembahasan sebelumnya kayu dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kerajinan ukir, maka kali ini kayu digunakan sebagai pembuatan jam. Bagi milenial mungkin bukan hal yang mengherankan lagi.
Sebab, belakangan ini banyak hadir merek jam tangan yang dibuat menggunakan bahan dasar kayu. Salah satu merek jam tangan kayu yang terkenal dan menjadi salah satu wirausaha produk kerajinan untuk pasar global adalah Matoa.
Sebagai produk jam tangan lokal asal Bandung, Jawa Barat, Matoa hadir dengan konsep yang unik dan berbeda jam tangan lainnya. Sebab, Matoa menghadirkan jam tangan dengan kolaborasi seni, kreativitas dan pola pikir ekologi.
Maka dari itu, hasil dari jam tangan Matoa ini berbeda, unik dan menarik. Dengan begitu, tidak heran bukan apabila kerajinan kayu jam tangan ini masuk di wirausaha produk kerajinan untuk pasar global.
China Dominasi Pasar Impor Thailand
Thailand, sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya yang beragam. Pada tahun 2022, China muncul sebagai pemasok utama produk impor Thailand, jauh melampaui negara-negara lain.
Data menunjukkan bahwa nilai impor Thailand dari China mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS pada tahun 2022. Angka ini mengerdilkan nilai impor dari negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab, hingga peluang ekspor Indonesia ke Thailand .
Dominasi China dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk:
- Kedekatan geografis: China berbatasan langsung dengan Thailand, yang secara signifikan mengurangi biaya transportasi dan logistik.
- Basis manufaktur yang kuat: China dikenal sebagai "pabrik dunia" karena kemampuannya memproduksi berbagai macam barang dengan harga yang kompetitif.
- Perjanjian perdagangan bebas: Thailand dan China merupakan anggota dari beberapa perjanjian perdagangan bebas, yang semakin memperlancar arus barang antara kedua negara.
Bagaimana dengan Indonesia? Menariknya, Indonesia menempati posisi ketujuh, dengan nilai impor mencapai sekitar 10 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pemain penting di pasar impor Thailand.
Posisi Indonesia berada di atas Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam, yang juga merupakan negara-negara dengan perekonomian yang cukup kuat di kawasan Asia Tenggara. Artinya, produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang cukup tinggi di pasar Thailand.
Meskipun nilai impor Indonesia masih jauh di bawah China dan Jepang, namun kontribusi Indonesia tetap signifikan dalam memenuhi kebutuhan impor Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Thailand cukup erat.
Tags: kerajinan untuk produk usaha global