Merambah Pasar Global dengan Produk Kerajinan Rajut - Kreativitas Wirausaha di Dunia Jahitan
Kerajinan Kayu
Apabila pada pembahasan sebelumnya kayu dijadikan sebagai bahan utama pembuatan kerajinan ukir, maka kali ini kayu digunakan sebagai pembuatan jam. Bagi milenial mungkin bukan hal yang mengherankan lagi.
Sebab, belakangan ini banyak hadir merek jam tangan yang dibuat menggunakan bahan dasar kayu. Salah satu merek jam tangan kayu yang terkenal dan menjadi salah satu wirausaha produk kerajinan untuk pasar global adalah Matoa.
Sebagai produk jam tangan lokal asal Bandung, Jawa Barat, Matoa hadir dengan konsep yang unik dan berbeda jam tangan lainnya. Sebab, Matoa menghadirkan jam tangan dengan kolaborasi seni, kreativitas dan pola pikir ekologi.
Maka dari itu, hasil dari jam tangan Matoa ini berbeda, unik dan menarik. Dengan begitu, tidak heran bukan apabila kerajinan kayu jam tangan ini masuk di wirausaha produk kerajinan untuk pasar global.
Peluang Emas Ekspor Produk Pangan Indonesia ke Thailand
Salah satu komoditas peluang ekspor Indonesia ke Thailand yang cukup menonjol adalah di sektor pertanian . Hal ini terlihat dari data ITC Export Potential Map yang menunjukkan beberapa produk UMKM Indonesia yang potensial dengan permintaan tinggi di pasar Thailand, namun belum tergarap optimal oleh eksportir Indonesia. Yuk kita bahas sebagian produk potensial untuk diekspor.
1. Produk Hasil Laut, Invertebrata Air dan Olahannya
Produk laut, seperti invertebrata, cakalang, tongkol, dan tuna menjadi primadona dalam daftar potensi ekspor ini. Permintaan yang tinggi akan makanan laut segar dan produk olahannya di Thailand membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas ini.
Apalagi produk invertebrate air ini menyimpan potensi yang belum tergarap secara maksimal. Data menunjukkan bahwa potensi ekspor komoditas ini ke Thailand mencapai US$136 juta, tetapi realisasi ekspor saat ini baru mencapai US$16 juta. Artinya, masih ada potensi sebesar US$120 juta yang belum dimanfaatkan.
Invertebrata air seperti udang, kerang, dan cumi-cumi merupakan bahan makanan yang digemari di berbagai negara. Selain itu, produk olahan seperti kerupuk udang, bakso ikan, dan makanan laut kalengan juga memiliki pasar yang luas. Dengan meningkatkan produksi dan kualitas produk, serta memperluas akses pasar, Indonesia dapat meningkatkan ekspor komoditas ini secara signifikan.
2. Buah Kelapa Segar
Kelapa segar menjadi salah satu komoditas dengan potensi ekspor yang belum tergarap secara maksimal. Meskipun buah ini memiliki potensi yang besar, namun peluang ekspor Indonesia ke Thailand masih tergolong rendah. Peningkatan produksi dan kualitas kelapa segar dapat menjadi kunci untuk memanfaatkan peluang ini.
China Dominasi Pasar Impor Thailand
Thailand, sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya yang beragam. Pada tahun 2022, China muncul sebagai pemasok utama produk impor Thailand, jauh melampaui negara-negara lain.
Data menunjukkan bahwa nilai impor Thailand dari China mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS pada tahun 2022. Angka ini mengerdilkan nilai impor dari negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab, hingga peluang ekspor Indonesia ke Thailand .
Dominasi China dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk:
- Kedekatan geografis: China berbatasan langsung dengan Thailand, yang secara signifikan mengurangi biaya transportasi dan logistik.
- Basis manufaktur yang kuat: China dikenal sebagai "pabrik dunia" karena kemampuannya memproduksi berbagai macam barang dengan harga yang kompetitif.
- Perjanjian perdagangan bebas: Thailand dan China merupakan anggota dari beberapa perjanjian perdagangan bebas, yang semakin memperlancar arus barang antara kedua negara.
Bagaimana dengan Indonesia? Menariknya, Indonesia menempati posisi ketujuh, dengan nilai impor mencapai sekitar 10 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pemain penting di pasar impor Thailand.
Posisi Indonesia berada di atas Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam, yang juga merupakan negara-negara dengan perekonomian yang cukup kuat di kawasan Asia Tenggara. Artinya, produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang cukup tinggi di pasar Thailand.
Meskipun nilai impor Indonesia masih jauh di bawah China dan Jepang, namun kontribusi Indonesia tetap signifikan dalam memenuhi kebutuhan impor Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Thailand cukup erat.
Impor Produk Industri Kreatif Tahun 2022 Mencapai USD 4 Miliar
Di antara berbagai produk industri kreatif yang diimpor, perhiasan menjadi primadona dengan nilai impor mencapai hampir USD 1 miliar. Perhiasan yang terbuat dari logam mulia selain perak, seperti emas, menjadi incaran para konsumen yang mencari aksesori mewah dan elegan. Selain perhiasan, produk fashion seperti tas tangan juga mencatatkan nilai impor yang cukup besar, mencapai USD 250 juta.
Tak hanya perhiasan dan produk fashion, furnitur logam juga menjadi salah satu produk industri kreatif yang banyak diimpor. Furnitur logam dengan desain yang unik dan modern menjadi pilihan populer bagi konsumen yang ingin menciptakan suasana yang berbeda di rumah atau kantor mereka. Keramik juga menjadi salah satu produk yang diminati sebagai peluang ekspor Indonesia ke Thailand , dengan nilai impor mencapai hampir USD 200 juta. Keramik dengan motif dan bentuk yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi para kolektor dan pecinta seni.
Secara keseluruhan, data impor produk industri kreatif tahun 2022 menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Hal ini membuka peluang bagi para pelaku industri kreatif Indonesia untuk terus berinovasi dan menciptakan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar Thailand.
Makalah wirausaha produk kerajinan untuk pasar global
Peluang Ekspor Indonesia ke Thailand – Peluang ekspor bagi UMKM Indonesia semakin terbuka lebar seiring dengan berkembangnya pasar internasional. Salah satu pasar potensial yang patut diperhitungkan adalah Thailand. Dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan permintaan yang meningkat terhadap produk-produk unik dan berkualitas, Thailand menawarkan kesempatan emas bagi UMKM Indonesia untuk memperluas jangkauan bisnis mereka.
Dari kerajinan tangan hingga produk makanan dan minuman, berbagai sektor UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk diterima dengan baik di pasar Thailand. Namun, untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal, diperlukan pemahaman mendalam tentang jaringan dan potensi di sana. Penasaran bagaimana peluang ekspor Indonesia ke Thailand? Yuk, baca artikel ini.
Tags: kerajinan untuk produk usaha global