Merambah Pasar Global dengan Produk Kerajinan Rajut - Kreativitas Wirausaha di Dunia Jahitan
Kerajinan Kulit Kerang
Meski terdengar masing masing, tapi kerajinan kulit kerang ini menjadi salah satu wirausaha produk kerajinan untuk pasar global. Bahkan kabarnya, kerajinan satu ini sudah berhasil menembus pasar Eropa.
Bentuk dari kerajinan kerang sendiri sangat banyak, mulai dari hiasan kulit kerang, pernak-pernik hasil laut maupun fosil kerang laut. Berdasarkan salah satu halaman internet, hiasan kulit kerang yang diolah menjadi sendok dan mangkok oval ini dibanderol dengan harga fantastis yaitu sekitar Rp10.000.00,00.
Sementara fosil kerang laut jenis nautilus dengan diameter sekitar 21 cm aja dibanderol dengan harga Rp35.000.000,00. Semua kerajinan kulit kerang tersebut, rata-rata dibanderol dengan harga sangat fantastis.
Meski begitu, namun kerajinan ini tetap diminati oleh banyak kalangan masyarakat baik itu lokal atau internasional. Adapun beberapa masyarakat luar negeri yang tertarik dengan kerajinan satu ini, yaitu Jepang, Belanda, Tiongkok, Korea dan Jerman.
Nah, itulah dia 7 jenis wirausaha produk kerajinan untuk pasar global. Semoga informasi diatas bisa membantu bizzie,ya!
Gambaran Pasar Thailand: Macan Ekonomi Asia Tenggara
Negara ini memiliki infrastruktur yang relatif maju, serta ekonomi terbuka dengan kebijakan yang ramah bisnis. Thailand memiliki jaringan perdagangan internasional yang kuat, di mana kegiatan ekspornya menyumbang sekitar 67% dari PDB, termasuk barang elektronik, produk pertanian dan makanan olahan, serta produksi kendaraan termasuk suku cadangnya.
Meski kondisi perekonomian Thailand sedikit melambat sejak kudeta pada tahun 2014, tetapi secara keseluruhan ekonomi tetap positif dengan inflasi rendah, tingkat pengangguran rendah, dan tingkat utang publik yang relatif baik. Peluang ekspor Indonesia ke Thailand semakin terbuka beberapa saat sebelum pandemi.
Di tahun 2019, Thailand meluncurkan strategi Thailand 4.0 yang bertujuan untuk mendorong investasi ke dalam ekonomi berbasis inovasi dan jasa, serta membawa negara ini ke tingkat teknologi yang lebih tinggi dengan fokus pada robotika, penerbangan dan logistik, biofuel dan biokimia, pusat medis, dan digitalisasi. Keputusan ini sekaligus membuka kesempatan hubungan perdagangan yang lebih besar antar-negara, termasuk Indonesia.
China Dominasi Pasar Impor Thailand
Thailand, sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya yang beragam. Pada tahun 2022, China muncul sebagai pemasok utama produk impor Thailand, jauh melampaui negara-negara lain.
Data menunjukkan bahwa nilai impor Thailand dari China mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS pada tahun 2022. Angka ini mengerdilkan nilai impor dari negara-negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Emirat Arab, hingga peluang ekspor Indonesia ke Thailand .
Dominasi China dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, termasuk:
- Kedekatan geografis: China berbatasan langsung dengan Thailand, yang secara signifikan mengurangi biaya transportasi dan logistik.
- Basis manufaktur yang kuat: China dikenal sebagai "pabrik dunia" karena kemampuannya memproduksi berbagai macam barang dengan harga yang kompetitif.
- Perjanjian perdagangan bebas: Thailand dan China merupakan anggota dari beberapa perjanjian perdagangan bebas, yang semakin memperlancar arus barang antara kedua negara.
Bagaimana dengan Indonesia? Menariknya, Indonesia menempati posisi ketujuh, dengan nilai impor mencapai sekitar 10 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pemain penting di pasar impor Thailand.
Posisi Indonesia berada di atas Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam, yang juga merupakan negara-negara dengan perekonomian yang cukup kuat di kawasan Asia Tenggara. Artinya, produk-produk Indonesia memiliki daya saing yang cukup tinggi di pasar Thailand.
Meskipun nilai impor Indonesia masih jauh di bawah China dan Jepang, namun kontribusi Indonesia tetap signifikan dalam memenuhi kebutuhan impor Thailand. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Thailand cukup erat.
Peluang Emas Ekspor Produk Pangan Indonesia ke Thailand
Salah satu komoditas peluang ekspor Indonesia ke Thailand yang cukup menonjol adalah di sektor pertanian . Hal ini terlihat dari data ITC Export Potential Map yang menunjukkan beberapa produk UMKM Indonesia yang potensial dengan permintaan tinggi di pasar Thailand, namun belum tergarap optimal oleh eksportir Indonesia. Yuk kita bahas sebagian produk potensial untuk diekspor.
1. Produk Hasil Laut, Invertebrata Air dan Olahannya
Produk laut, seperti invertebrata, cakalang, tongkol, dan tuna menjadi primadona dalam daftar potensi ekspor ini. Permintaan yang tinggi akan makanan laut segar dan produk olahannya di Thailand membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor komoditas ini.
Apalagi produk invertebrate air ini menyimpan potensi yang belum tergarap secara maksimal. Data menunjukkan bahwa potensi ekspor komoditas ini ke Thailand mencapai US$136 juta, tetapi realisasi ekspor saat ini baru mencapai US$16 juta. Artinya, masih ada potensi sebesar US$120 juta yang belum dimanfaatkan.
Invertebrata air seperti udang, kerang, dan cumi-cumi merupakan bahan makanan yang digemari di berbagai negara. Selain itu, produk olahan seperti kerupuk udang, bakso ikan, dan makanan laut kalengan juga memiliki pasar yang luas. Dengan meningkatkan produksi dan kualitas produk, serta memperluas akses pasar, Indonesia dapat meningkatkan ekspor komoditas ini secara signifikan.
2. Buah Kelapa Segar
Kelapa segar menjadi salah satu komoditas dengan potensi ekspor yang belum tergarap secara maksimal. Meskipun buah ini memiliki potensi yang besar, namun peluang ekspor Indonesia ke Thailand masih tergolong rendah. Peningkatan produksi dan kualitas kelapa segar dapat menjadi kunci untuk memanfaatkan peluang ini.
Tags: kerajinan untuk produk usaha global