Mesin Jahit - Peran Penting dalam Produksi Kerajinan Tangan dan DIY
Definisi Faktor Produksi
Dalam ilmu ekonomi, faktor produksi adalah sumber daya yang dipakai dalam proses pembuatan barang dan jasa.
Faktor produksi sendiri terbagi ke dalam empat kategori: tenaga kerja, modal, alam, dan keahlian.
Seiring berjalannya waktu, konsepsi faktor sumber daya alam diperluas untuk mencakup segala benda berwujud, baik yang berasal langsung dari alam maupun bukan, yang diterapkan oleh perusahaan, dan ini dikenal sebagai faktor fisik.
Macam-macam faktor produksi tersebut tentunya yang akan menjalankan aktivitas produksi.
Aktivitas produksi terbagi menjadi 2 jenis, yakni produksi barang dan produksi jasa untuk menghasilkan tujuan faktor produksi.
Pertama, produksi barang adalah upaya untuk menghasilkan barang siap konsumsi atau barang modal. Contoh barang siap konsumsi adalah produk mie instan, kopi, baju, dan sebagainya yang dapat langsung digunakan konsumen.
Sementara itu, contoh barang modal adalah kain yang kemudian digunakan sebagai bahan untuk membuat baju (barang konsumsi baru). Contoh yang lainnya adalah produksi tepung terigu (barang modal) sebagai bahan dasar pembuatan mie (barang konsumsi baru).
Kedua, produksi jasa adalah proses untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan keterampilan atau hal lainnya yang bukan berbentuk barang. Misalnya, ketika seseorang sakit, ia dapat mendatangi dokter untuk mendapatkan jasa pengobatan.
Contoh jasa pengobatan dokter di atas merupakan jasa yang dapat dinikmati langsung oleh konsumen sehingga dikenal sebagai jasa langsung. Sebaliknya, ada juga jasa tidak langsung, seperti jasa transfer uang ke perbankan atau jasa perdagangan.
Apa itu Faktor Produksi Modal?
Dalam definisi yang lebih luas, menurut Lexico.com, modal adalah kekayaan yang dimiliki oleh individu atau perusahaan dan tersedia atau dikontribusikan untuk tujuan tertentu seperti memulai sebuah perusahaan atau berinvestasi.
Modal merupakan salah satu dari lima faktor produksi penting seperti tenaga kerja, sumber daya fisik, kewirausahaan, dan sumber daya informasi. Modal dapat berupa uang atau aset lain, baik aset finansial seperti surat berharga atau aset riil seperti pabrik dan mesin.
Modal memainkan peran penting bagi perusahaan dan perekonomian. Modal fisik berkontribusi langsung dalam memproduksi barang dan jasa seperti mesin, peralatan, dan kendaraan logistik. Sementara itu, perusahaan membutuhkan modal finansial untuk membeli barang-barang ini.
Misalnya, ketika Anda memulai bisnis baru, Anda membutuhkan modal awal untuk membeli barang modal penting atau menyewa tempat produksi. Modal ini dapat berasal dari uang Anda sendiri, dari keluarga atau kerabat, atau dari pinjaman eksternal.
Apakah uang dan modal finansial lainnya merupakan faktor produksi dalam definisi ekonom? Nanti, kita akan membahasnya di bawah ini. Sekarang, mari kita mulai dengan berbagai modal dalam bisnis dan mengapa modal itu penting?
Jenis dan Contoh Faktor Produksi Turunan
Dari empat faktor produksi yang ada, modal dan pengusaha diklasifikasikan sebagai faktor produksi turunan. Berikut penjelasan lengkapnya:
Modal
Modal adalah barang fisik buatan manusia yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa lainnya.
Dalam bahasa sehari-hari modal berarti uang. Sedangkan dalam Ilmu Ekonomi, modal mengacu pada kekayaan buatan manusia yang digunakan untuk produksi kekayaan lebih lanjut.
Menurut Marshall, ‘Modal terdiri dari jenis-jenis kekayaan selain pemberian alam secara cuma-cuma, yang menghasilkan pendapatan‘.
Perlu digarisbawahi bahwa istilah modal dan kekayaan tidaklah sama. Modal adalah bagian kekayaan yang digunakan untuk produksi kekayaan lebih lanjut. Jadi, semua kekayaan bukanlah modal tetapi semua modal merupakan kekayaan.
Penting juga untuk dipahami bahwa uang bukanlah bagian dari modal. Alasan mengapa sumber daya tersebut tidak termasuk dalam faktor produksi adalah karena sumber daya tersebut bukan merupakan sumber daya produktif, yaitu sumber daya tersebut tidak terlibat langsung dalam produksi barang.
Uang hanya memfasilitasi produksi dengan membantu bisnis membeli barang modal. Selain itu, hanya barang modal yang terlibat dalam operasi produksi yang merupakan faktor produksi dan bukan modal perorangan atau swasta.
Ciri-ciri modal
- Modal merupakan faktor produksi yang pasif
- Modal merupakan buatan manusia
- Modal bukanlah faktor produksi yang sangat diperlukan, karena produksi dapat dilakukan bahkan tanpa modal
- Modal mempunyai mobilitas paling tinggi
- Penawaran modal bersifat elastis
- Modal bersifat produktif
- Modal bertahan sepanjang waktu (Sebuah pabrik dapat beroperasi selama beberapa tahun)
- Modal memerlukan pengorbanan (biaya) saat ini untuk mendapatkan manfaat di masa depan.
Contoh Modal dalam Faktor Produksi
Mari kita lihat sebuah contoh untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang pentingnya modal.
Kita akan membahas modal sebagai faktor produksi. Mari kita asumsikan bahwa Anda akan memulai sebuah perusahaan minuman kemasan. Anda membutuhkan sumber air yang diperlukan. Jadi Anda mencari tanah di dekat sumber air.
Anda juga membutuhkan mesin, kendaraan untuk mengangkut, tenaga kerja untuk bekerja, uang untuk membangun pabrik, dll. Kecuali air, setiap sumber air harus dibeli dengan uang oleh manusia.
Bahkan tenaga kerja bukanlah sumber daya buatan manusia, dan dengan uang, Anda membayar upah mereka. Dengan demikian, kita dapat menjalankan organisasi dengan beberapa sumber daya, tetapi modal menempati bagian yang signifikan di antaranya.
Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa modal adalah faktor produksi. Karena memiliki prioritas tinggi, seseorang harus mengetahui arti modal dalam, jenis-jenis moda, dan karakteristik modal sebelum memulai bisnis apa pun.
Jenis Modal yang Digunakan dalam Proses Produksi
Ada dua jenis modal yang biasanya digunakan dalam proses produksi, yaitu modal fisik dan modal finansial. Berikut adalah pembahasan lengkap dan contohnya:
Modal fisik
Modal fisik sangat penting bagi perusahaan. Misalnya, ketika akumulasi modal meningkat, misalnya, dengan membeli mesin baru, kita berharap bisnis dapat menghasilkan lebih banyak output.
Sebelumnya, bisnis ini memiliki 10 mesin dengan masing-masing 100 unit per jam, menghasilkan 1.000 unit per jam. Sekarang, perusahaan memiliki 12 mesin dengan kapasitas yang sama dan dapat menghasilkan 1.200 unit output per jam. Di sini, kita berbicara tentang peningkatan output karena peningkatan kuantitas (jumlah mesin).
Poin selanjutnya adalah kualitas. Hal ini juga penting untuk meningkatkan produksi. Ketika perusahaan membeli mesin yang lebih berteknologi maju, mereka dapat memproduksi lebih banyak barang dan jasa.
Sebagai contoh, teknologi baru memungkinkan kapasitas produksi mesin meningkat dari 100 menjadi 120 unit per jam. Dengan jumlah mesin yang sama, perusahaan dapat memproduksi lebih banyak mesin karena kualitasnya lebih canggih.
Selain itu, dengan mesin yang lebih canggih, pekerja juga lebih produktif. Sebagai contoh, sebuah perusahaan manufaktur dapat menghasilkan output dengan cepat menggunakan mesin berbantuan komputer daripada mesin manual.
Komputer membantu proses produksi berjalan secara otomatis dan tidak membutuhkan banyak operasi teknis dari pekerja.
Apakah menjalankan bisnis hanya melibatkan modal fisik seperti mesin dan peralatan? Tidak, ada modal finansial. Namun, modal finansial juga terbagi dalam beberapa kategori.
Modal finansial
Modal finansial sama pentingnya dengan modal fisik dalam mengoperasikan bisnis, meskipun tidak berkontribusi secara langsung.
Saat baru, bisnis membutuhkan modal awal untuk membeli peralatan modal penting atau menyewa lokasi produksi. Modal ini dapat berasal dari uang dari pemilik atau dari sumber lain.
Tags: jahit mesin produk faktor