... Mesin Tenun Shuttle: Panduan Lengkap & Cara Menggunakannya untuk Kerajinan Tangan DIY

"Mesin Tenun Shuttle - Teknologi Tradisional yang Tetap Relevan dalam Dunia Modern"

Langkah-langkah Implementasi autonomous maintenance

Sebelum kita masuk ke langkah-langkah implementasi autonomous maintenance, ada baiknya kita tahu dulu beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dari penerapannya, seperti:

  1. Meningkatkan keterampilan operator dalam merawat dan memperbaiki mesin.
  2. Mengurangi waktu downtime mesin akibat kerusakan atau perawatan rutin.
  3. Meningkatkan produktivitas perusahaan.
  4. Menciptakan budaya kerja yang lebih baik dan saling mendukung.

Menarik, bukan? Yuk, kita mulai langkah demi langkah pelaksanaan dan implementasi sukses penerapan autonomous maintenance ala JIPM!

Tahap 1: Pemahaman Dasar dan Pelatihan

Sebelum kita menerapkan autonomous maintenance, kita perlu memahami dasar-dasar perawatan mesin dan peralatan. JIPM merekomendasikan untuk memberikan pelatihan kepada operator, mulai dari cara membersihkan mesin, pelumasan, hingga teknik inspeksi yang sederhana.

Contoh: Memberikan pelatihan cara melumasi mesin dengan benar kepada operator. Jadi, nanti mereka bisa melakukan tugas ini dengan baik, tanpa menunggu teknisi.

Tahap 2: Pembersihan dan Inspeksi Awal

Contoh: Operator menginspeksi mesin dan menemukan bahwa ada beberapa bagian yang perlu dilumasi lebih sering. Maka, mereka bisa langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki hal tersebut.

Tahap 3: Penyusunan Standar Pemeliharaan

Contoh: Menyusun jadwal pelumasan mingguan untuk mesin yang perlu dilumasi lebih sering. Dengan ini, operator akan tahu kapan mereka harus melumasi mesin tersebut.

Baca lainnya ? Analisis Risiko dalam implementasi TPM dengan FMEA

Tahap 4: Pelaksanaan Pemeliharaan

Tahap 5: Evaluasi dan Peningkatan

Contoh: Mengadakan pertemuan antara tim maintenance dan operator untuk membahas hasil evaluasi dan menentukan langkah peningkatan yang perlu dilakukan.

Tempat Uji Kompetensi Untuk Mendapat Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam SKM/0048/00003/2/2019/22

Uji Kompetensi S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam dapat dilakukan di tempat berikut:

No Nama Lokasi Kota
1 PC GKBI Medari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
2 PT Primissima Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
3 PT KUSUMA SANDANG MEKARJAYA Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
4 PT Sulindamills Bekasi, Jawa Barat
5 PT Dhanar Mas Concern Bandung, Jawa Barat
6 PT Superbtex Bandung, Jawa Barat
7 PT Gistex Bandung, Jawa Barat
8 PT Trisula Tekstil Kota Cimahi, Jawa Barat
9 Politeknik STTT Bandung Kota Bandung, Jawa Barat
10 PT Nagasakti Kurnia Textile Mills Bandung, Jawa Barat
11 PT Sipatex putri lestari weaving Bandung, Jawa Barat
12 PT Idola Selaras Abadi Bandung, Jawa Barat
13 TUK PT Sipatex Bandung, Jawa Barat
14 PT Inti Gunawantex Bandung, Jawa Barat
15 PT Sinar Pelita Terang Indah Bandung, Jawa Barat
16 PT Pismatex Pekalongan, Jawa Tengah
17 PT Primatexco Batang Batang, Jawa Tengah
18 PT Danliris Sukoharjo, Jawa Tengah
19 PT Sukorejo Indah Textile Batang, Jawa Tengah
20 PT Apac Inti Corpora Kab. Semarang, Jawa Tengah
21 PT Unggul rejo Wasono Purworejo, Jawa Tengah
22 PT Usmanjaya Mekar Tekstil Magelang, Jawa Tengah
23 PT Sritex Sukoharjo, Jawa Tengah
24 AK Tekstil Solo Kota Surakarta, Jawa Tengah
25 PT Behaestex Pekalongan, Jawa Tengah
26 PT Innagroup Textile Klaten, Jawa Tengah
27 PT Delta Dunia Sandang Tekstil Demak, Jawa Tengah
28 PT Kusuma Mulia Textile Kota Surakarta, Jawa Tengah
29 PT Kabana Textile Industries Pekalongan, Jawa Tengah
30 PT Bitratex Industries Kab. Semarang, Jawa Tengah

Penemuan Alat Tenun Mesin

Alat tenun listrik adalah alat tenun mekanis, dan merupakan salah satu perkembangan utama dalam industrialisasi tenun selama awal Revolusi Industri. Alat tenun listrik pertama dirancang pada tahun 1786 oleh Edmund Cartwright dan pertama kali dibangun pada tahun yang sama.

47 tahun berikutnya, perusahaan Howard dan Bullough menyempurnakan alat tenun inidan membuatnya bekerja secara otomatis sepenuhnya. Perangkat ini dirancang pada tahun 1834 oleh James Bullough dan William Kenworthy, dan diberi nama alat tenun Lancashire.

Pada tahun 1850, ada total sekitar 260.000 operasi alat tenun listrik di Inggris. Dua tahun kemudian muncul alat tenun Northrop yang mengisi ulang shuttle ketika kosong. Alat ini menggantikan alat tenun Lancashire.

Mesin Jahit: Prinsip Kerja dan Klasifikasi

Mesin jahit adalah suatu mesin yang mampu membentuk satu atau lebih jahitan pada suatu bahan jahit, dengan menggunakan satu atau lebih benang jahit untuk menjalin atau menyatukan satu atau lebih lapisan bahan jahit. Mesin jenis ini cocok untuk menjahit berbagai jenis kain seperti katun, linen, sutra, wol, dan serat buatan, serta kulit, plastik, kertas, dan produk lainnya. Jahitannya rapi, indah, rata dan kokoh, kecepatan menjahitnya juga sangat cepat, dan sangat nyaman digunakan.

  • 1 Prinsip kerja
    • 1.1 Kaitan rantai
    • 1.2 jahitan kunci
    • 2.1 Diklasifikasikan berdasarkan objek penggunaan
    • 2.2 Klasifikasi dengan metode menjahit
    • 2.3 Diklasifikasikan menurut karakteristik fungsional

    Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab dalam Implementasi AM

    Dalam implementasi Autonomous Maintenance (AM), pembagian tugas dan tanggung jawab antara operator, teknisi, dan staff maintenance sangat penting untuk dipahami. Berikut ini penjelasan mengenai pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak:

    1. Operator

    Tugas dan tanggung jawab operator dalam AM meliputi:

    Baca lainnya ? Coaching Membuat Perubahan Menjadi Lebih Nyaman

    Contoh: Operator mesin A bertanggung jawab untuk membersihkan dan melumasi mesin tersebut setiap hari, serta menginspeksi kondisi mesin setiap minggu.

    2. Teknisi

    Tugas dan tanggung jawab teknisi dalam AM meliputi:

    1. Membantu operator dalam memahami dasar-dasar perawatan mesin dan peralatan.
    2. Memberikan dukungan dan saran teknis kepada operator dalam melaksanakan perawatan mesin.
    3. Menangani masalah atau kerusakan mesin yang lebih kompleks yang tidak dapat diatasi oleh operator.
    4. Membantu menyusun standar pemeliharaan dan melakukan evaluasi serta peningkatan sistem AM.

    Contoh: Teknisi mesin A akan membantu operator dalam pelatihan cara melumasi mesin dengan benar, serta menangani masalah kerusakan yang memerlukan pengetahuan teknis lebih mendalam.

    3. Staff Maintenance

    Tugas dan tanggung jawab staff maintenance dalam AM meliputi:

    1. Mengawasi pelaksanaan sistem AM di perusahaan.
    2. Mengkoordinasikan antara operator dan teknisi dalam pelaksanaan AM.
    3. Menyusun jadwal pelatihan, evaluasi, dan peningkatan sistem AM.
    4. Melaporkan hasil evaluasi dan rencana peningkatan kepada manajemen.
    5. Membangun budaya perawatan yang kuat di perusahaan.

    Contoh: Staff maintenance bertugas mengatur jadwal pertemuan antara operator dan teknisi untuk membahas evaluasi dan peningkatan sistem AM, serta melaporkan hasilnya kepada manajemen.


    Tags: mesin tenun shuttle

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia