"Mesin Tenun Shuttle - Teknologi Tradisional yang Tetap Relevan dalam Dunia Modern"
Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam
Dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam bisa berguna untuk melihat seberapa kemampuan Anda yang Anda geluti. Jadi dapat diketahui saat hasil dari ujian yang diikuti dalam proses mencari sertifikat S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam.
Dengan begitu pekerja akan paham batasan dan kekurangan yang dimiliki. Serta dapat meningkatkan kemampuan di bidang pekerjaan tersebut agar dapat tetap bersaing dengan pekerja lainnya.
Memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam juga membuktikan jika sudah mengantongi sertifikasi BNSP kemampuan Anda sudah diakui oleh para penguji yang berkompeten. Hal tersebut tentu akan menambah nilai positif jika melamar di suatu perusahaan.
Bisa dikatakan dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam ini membuat kepercayaan diri dari seorang pekerja menjadi meningkat. Kepercayaan diri tersebut akan membuat hasil dari pekerjaan tenaga kerja bersertifikat menjadi lebih baik.
Dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam ini juga membuat kemampuan Anda akan diakui secara global. Tentu hal itu akan membuat pengembangan kemampuan kompetensi Anda bisa meningkat jauh lebih tinggi.
Industri Tekstil Rumahan
Pada Abad Pertengahan, broadcloth menjadi populer dan industri kain lebar mengelompok khususnya di Perancis utara, Flanders dan di Belanda. Broadcloth bebas aus, bebas air dan tanah, serta tahan lama dan hanya memerlukan sedikit perawatan.
Sekitar tahun 1780 tekstil dapat diproduksi lebih murah dan dalam jumlah yang jauh lebih besar, berkat alat tenun yang digerakkan secara mekanis (mesin uap). Hal ini diperlukan karena populasi tumbuh secara eksponensial. Selama Revolusi Industri, berbagai penemuan teknologi menyebabkan peran yang berbeda bagi pekerja dalam prosesnya. Proses menenun berubah menjadi industri pengolahan.
Pada akhir abad ke-19, serat sintetis pertama dibuat dan penemuan nilon dan kemudian, misalnya, poliester menyusul pada abad ke-20.
Langkah-langkah Implementasi autonomous maintenance
Sebelum kita masuk ke langkah-langkah implementasi autonomous maintenance, ada baiknya kita tahu dulu beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dari penerapannya, seperti:
- Meningkatkan keterampilan operator dalam merawat dan memperbaiki mesin.
- Mengurangi waktu downtime mesin akibat kerusakan atau perawatan rutin.
- Meningkatkan produktivitas perusahaan.
- Menciptakan budaya kerja yang lebih baik dan saling mendukung.
Menarik, bukan? Yuk, kita mulai langkah demi langkah pelaksanaan dan implementasi sukses penerapan autonomous maintenance ala JIPM!
Tahap 1: Pemahaman Dasar dan Pelatihan
Sebelum kita menerapkan autonomous maintenance, kita perlu memahami dasar-dasar perawatan mesin dan peralatan. JIPM merekomendasikan untuk memberikan pelatihan kepada operator, mulai dari cara membersihkan mesin, pelumasan, hingga teknik inspeksi yang sederhana.
Contoh: Memberikan pelatihan cara melumasi mesin dengan benar kepada operator. Jadi, nanti mereka bisa melakukan tugas ini dengan baik, tanpa menunggu teknisi.
Tahap 2: Pembersihan dan Inspeksi Awal
Contoh: Operator menginspeksi mesin dan menemukan bahwa ada beberapa bagian yang perlu dilumasi lebih sering. Maka, mereka bisa langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki hal tersebut.
Tahap 3: Penyusunan Standar Pemeliharaan
Contoh: Menyusun jadwal pelumasan mingguan untuk mesin yang perlu dilumasi lebih sering. Dengan ini, operator akan tahu kapan mereka harus melumasi mesin tersebut.
Baca lainnya ? Analisis Risiko dalam implementasi TPM dengan FMEATahap 4: Pelaksanaan Pemeliharaan
Tahap 5: Evaluasi dan Peningkatan
Contoh: Mengadakan pertemuan antara tim maintenance dan operator untuk membahas hasil evaluasi dan menentukan langkah peningkatan yang perlu dilakukan.
Penemuan Alat Tenun Mesin
Alat tenun listrik adalah alat tenun mekanis, dan merupakan salah satu perkembangan utama dalam industrialisasi tenun selama awal Revolusi Industri. Alat tenun listrik pertama dirancang pada tahun 1786 oleh Edmund Cartwright dan pertama kali dibangun pada tahun yang sama.
47 tahun berikutnya, perusahaan Howard dan Bullough menyempurnakan alat tenun inidan membuatnya bekerja secara otomatis sepenuhnya. Perangkat ini dirancang pada tahun 1834 oleh James Bullough dan William Kenworthy, dan diberi nama alat tenun Lancashire.
Pada tahun 1850, ada total sekitar 260.000 operasi alat tenun listrik di Inggris. Dua tahun kemudian muncul alat tenun Northrop yang mengisi ulang shuttle ketika kosong. Alat ini menggantikan alat tenun Lancashire.
Tags: mesin tenun shuttle