"Mesin Tenun Shuttle - Teknologi Tradisional yang Tetap Relevan dalam Dunia Modern"
Tempat Uji Kompetensi Untuk Mendapat Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam SKM/0048/00003/2/2019/22
Uji Kompetensi S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam dapat dilakukan di tempat berikut:
| No | Nama Lokasi | Kota |
|---|---|---|
| 1 | PC GKBI Medari | Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 2 | PT Primissima | Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 3 | PT KUSUMA SANDANG MEKARJAYA | Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 4 | PT Sulindamills | Bekasi, Jawa Barat |
| 5 | PT Dhanar Mas Concern | Bandung, Jawa Barat |
| 6 | PT Superbtex | Bandung, Jawa Barat |
| 7 | PT Gistex | Bandung, Jawa Barat |
| 8 | PT Trisula Tekstil | Kota Cimahi, Jawa Barat |
| 9 | Politeknik STTT Bandung | Kota Bandung, Jawa Barat |
| 10 | PT Nagasakti Kurnia Textile Mills | Bandung, Jawa Barat |
| 11 | PT Sipatex putri lestari weaving | Bandung, Jawa Barat |
| 12 | PT Idola Selaras Abadi | Bandung, Jawa Barat |
| 13 | TUK PT Sipatex | Bandung, Jawa Barat |
| 14 | PT Inti Gunawantex | Bandung, Jawa Barat |
| 15 | PT Sinar Pelita Terang Indah | Bandung, Jawa Barat |
| 16 | PT Pismatex | Pekalongan, Jawa Tengah |
| 17 | PT Primatexco Batang | Batang, Jawa Tengah |
| 18 | PT Danliris | Sukoharjo, Jawa Tengah |
| 19 | PT Sukorejo Indah Textile | Batang, Jawa Tengah |
| 20 | PT Apac Inti Corpora | Kab. Semarang, Jawa Tengah |
| 21 | PT Unggul rejo Wasono | Purworejo, Jawa Tengah |
| 22 | PT Usmanjaya Mekar Tekstil | Magelang, Jawa Tengah |
| 23 | PT Sritex | Sukoharjo, Jawa Tengah |
| 24 | AK Tekstil Solo | Kota Surakarta, Jawa Tengah |
| 25 | PT Behaestex | Pekalongan, Jawa Tengah |
| 26 | PT Innagroup Textile | Klaten, Jawa Tengah |
| 27 | PT Delta Dunia Sandang Tekstil | Demak, Jawa Tengah |
| 28 | PT Kusuma Mulia Textile | Kota Surakarta, Jawa Tengah |
| 29 | PT Kabana Textile Industries | Pekalongan, Jawa Tengah |
| 30 | PT Bitratex Industries | Kab. Semarang, Jawa Tengah |
Langkah-langkah Implementasi autonomous maintenance
Sebelum kita masuk ke langkah-langkah implementasi autonomous maintenance, ada baiknya kita tahu dulu beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dari penerapannya, seperti:
- Meningkatkan keterampilan operator dalam merawat dan memperbaiki mesin.
- Mengurangi waktu downtime mesin akibat kerusakan atau perawatan rutin.
- Meningkatkan produktivitas perusahaan.
- Menciptakan budaya kerja yang lebih baik dan saling mendukung.
Menarik, bukan? Yuk, kita mulai langkah demi langkah pelaksanaan dan implementasi sukses penerapan autonomous maintenance ala JIPM!
Tahap 1: Pemahaman Dasar dan Pelatihan
Sebelum kita menerapkan autonomous maintenance, kita perlu memahami dasar-dasar perawatan mesin dan peralatan. JIPM merekomendasikan untuk memberikan pelatihan kepada operator, mulai dari cara membersihkan mesin, pelumasan, hingga teknik inspeksi yang sederhana.
Contoh: Memberikan pelatihan cara melumasi mesin dengan benar kepada operator. Jadi, nanti mereka bisa melakukan tugas ini dengan baik, tanpa menunggu teknisi.
Tahap 2: Pembersihan dan Inspeksi Awal
Contoh: Operator menginspeksi mesin dan menemukan bahwa ada beberapa bagian yang perlu dilumasi lebih sering. Maka, mereka bisa langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki hal tersebut.
Tahap 3: Penyusunan Standar Pemeliharaan
Contoh: Menyusun jadwal pelumasan mingguan untuk mesin yang perlu dilumasi lebih sering. Dengan ini, operator akan tahu kapan mereka harus melumasi mesin tersebut.
Baca lainnya ? Analisis Risiko dalam implementasi TPM dengan FMEATahap 4: Pelaksanaan Pemeliharaan
Tahap 5: Evaluasi dan Peningkatan
Contoh: Mengadakan pertemuan antara tim maintenance dan operator untuk membahas hasil evaluasi dan menentukan langkah peningkatan yang perlu dilakukan.
Macam Macam Alat Tenun
Sebelum kita membahas mengenai sejarah alat tenun, alangkah baiknya jika kamu mengegtahui dulu berbagai jenis alat tenun. Di Indonesia, pada dasarnya alat tenun terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Alat tenun tradisional (Gedogan)
Proses pembuatan kain tenun dengan alat ini cukup rumit sehingga dapat memakan waktu berbulan bulan. Itulah sebabnya harga selembar kain tenun yang dihasilkan dari alat tenun tradisional ini cukup mahal. Namun itu semua sepadan dengan kualitas yang dihasilkan.
2. Alat Tenun Bukan Mesin
Alat tenun bukan mesin merupakan pengembangan dari alat tenun gedogan. Awalnya diciptakan oleh seorang insinyur dari Textiel Inrichting Bandoeng (TIB) pada tahun 1912. Dengan menggunakan alat ini proses pembuatan kain tenun bisa lebih sedikit cepat ketimbang menggunakan yang tradisional.
3. Alat Tenun Mesin
Yang terakhir adalah alat tenun yang terbuat dari mesin. Alat tenun mesin ini adalah teknologi lanjutan dari alat tenun bukan mesin dimana semuanya digerakkan secara otomatis menggunakan mesin. Sehingga proses pembuatan kain tenun bisa lebih halus, rapi dan juga cepat. Harga kain juga lebih murah karena biaya produksinya yang rendah.
Mengenal Jenis Jenis Alat Tenun Yang Ada Di Dunia
Alat Tenun Berbobot Lungsin (Warp Weighted Loom)
Sejarah alat tenun dimulai dari periode Neolitikum, dimana menenun mulai berkembang menjadi proses yang menyerupai seperti yang kita kenal saat ini dengan salah satu iterasi pertama dari alat tenun. Alat tenun berbobot lusi adalah alat tenun sederhana di mana benang lusi diposisikan secara vertikal.
Backstrap Loom
Backstrap adalah alat tenun awal yang masih banyak digunakan dalam berbagai budaya di seluruh dunia bahkan hingga saat ini. Gaya alat tenun ini banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah, khususnya Guatemala dan Peru.
Namun demikian, versi alat tenun ini juga ada di beberapa bagian Asia seperti Jepang, Indonesia, dan India, serta penduduk asli Amerika Navajo dan Zuni. Sulit untuk menentukan dengan tepat kapan alat khusus ini muncul, karena banyak iklim di mana alat ini digunakan tidak kondusif untuk mengawetkan komponen alat tenun atau kain yang dihasilkan.
Alat ini sangat rumit, dan unik karena penenun menjadi bagian dari alat tenun, dan dapat bertindak sebagai “pengatur lungsin otomatis,” yang secara konstan menyesuaikan ketegangan.
Heddle Loom
Desain alat tenun mulai berkembang lebih pesat selama Abad Pertengahan, dengan ditemukannya treadles. Bagian khusus dari alat tenun ini mengangkat heddles tertentu (untaian melingkar yang mengangkat benang-benang individual dalam lungsin untuk menciptakan pola.)
Tags: mesin tenun shuttle