"Mesin Tenun Shuttle - Teknologi Tradisional yang Tetap Relevan dalam Dunia Modern"
Langkah-langkah Implementasi autonomous maintenance
Sebelum kita masuk ke langkah-langkah implementasi autonomous maintenance, ada baiknya kita tahu dulu beberapa keuntungan yang bisa kita dapatkan dari penerapannya, seperti:
- Meningkatkan keterampilan operator dalam merawat dan memperbaiki mesin.
- Mengurangi waktu downtime mesin akibat kerusakan atau perawatan rutin.
- Meningkatkan produktivitas perusahaan.
- Menciptakan budaya kerja yang lebih baik dan saling mendukung.
Menarik, bukan? Yuk, kita mulai langkah demi langkah pelaksanaan dan implementasi sukses penerapan autonomous maintenance ala JIPM!
Tahap 1: Pemahaman Dasar dan Pelatihan
Sebelum kita menerapkan autonomous maintenance, kita perlu memahami dasar-dasar perawatan mesin dan peralatan. JIPM merekomendasikan untuk memberikan pelatihan kepada operator, mulai dari cara membersihkan mesin, pelumasan, hingga teknik inspeksi yang sederhana.
Contoh: Memberikan pelatihan cara melumasi mesin dengan benar kepada operator. Jadi, nanti mereka bisa melakukan tugas ini dengan baik, tanpa menunggu teknisi.
Tahap 2: Pembersihan dan Inspeksi Awal
Contoh: Operator menginspeksi mesin dan menemukan bahwa ada beberapa bagian yang perlu dilumasi lebih sering. Maka, mereka bisa langsung mengambil tindakan untuk memperbaiki hal tersebut.
Tahap 3: Penyusunan Standar Pemeliharaan
Contoh: Menyusun jadwal pelumasan mingguan untuk mesin yang perlu dilumasi lebih sering. Dengan ini, operator akan tahu kapan mereka harus melumasi mesin tersebut.
Baca lainnya ? Analisis Risiko dalam implementasi TPM dengan FMEATahap 4: Pelaksanaan Pemeliharaan
Tahap 5: Evaluasi dan Peningkatan
Contoh: Mengadakan pertemuan antara tim maintenance dan operator untuk membahas hasil evaluasi dan menentukan langkah peningkatan yang perlu dilakukan.
Tempat Uji Kompetensi Untuk Mendapat Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam SKM/0048/00003/2/2019/22
Uji Kompetensi S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam dapat dilakukan di tempat berikut:
| No | Nama Lokasi | Kota |
|---|---|---|
| 1 | PC GKBI Medari | Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 2 | PT Primissima | Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 3 | PT KUSUMA SANDANG MEKARJAYA | Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta |
| 4 | PT Sulindamills | Bekasi, Jawa Barat |
| 5 | PT Dhanar Mas Concern | Bandung, Jawa Barat |
| 6 | PT Superbtex | Bandung, Jawa Barat |
| 7 | PT Gistex | Bandung, Jawa Barat |
| 8 | PT Trisula Tekstil | Kota Cimahi, Jawa Barat |
| 9 | Politeknik STTT Bandung | Kota Bandung, Jawa Barat |
| 10 | PT Nagasakti Kurnia Textile Mills | Bandung, Jawa Barat |
| 11 | PT Sipatex putri lestari weaving | Bandung, Jawa Barat |
| 12 | PT Idola Selaras Abadi | Bandung, Jawa Barat |
| 13 | TUK PT Sipatex | Bandung, Jawa Barat |
| 14 | PT Inti Gunawantex | Bandung, Jawa Barat |
| 15 | PT Sinar Pelita Terang Indah | Bandung, Jawa Barat |
| 16 | PT Pismatex | Pekalongan, Jawa Tengah |
| 17 | PT Primatexco Batang | Batang, Jawa Tengah |
| 18 | PT Danliris | Sukoharjo, Jawa Tengah |
| 19 | PT Sukorejo Indah Textile | Batang, Jawa Tengah |
| 20 | PT Apac Inti Corpora | Kab. Semarang, Jawa Tengah |
| 21 | PT Unggul rejo Wasono | Purworejo, Jawa Tengah |
| 22 | PT Usmanjaya Mekar Tekstil | Magelang, Jawa Tengah |
| 23 | PT Sritex | Sukoharjo, Jawa Tengah |
| 24 | AK Tekstil Solo | Kota Surakarta, Jawa Tengah |
| 25 | PT Behaestex | Pekalongan, Jawa Tengah |
| 26 | PT Innagroup Textile | Klaten, Jawa Tengah |
| 27 | PT Delta Dunia Sandang Tekstil | Demak, Jawa Tengah |
| 28 | PT Kusuma Mulia Textile | Kota Surakarta, Jawa Tengah |
| 29 | PT Kabana Textile Industries | Pekalongan, Jawa Tengah |
| 30 | PT Bitratex Industries | Kab. Semarang, Jawa Tengah |
Pembagian Tugas Dan Tanggung Jawab dalam Implementasi AM
Dalam implementasi Autonomous Maintenance (AM), pembagian tugas dan tanggung jawab antara operator, teknisi, dan staff maintenance sangat penting untuk dipahami. Berikut ini penjelasan mengenai pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak:
1. Operator
Tugas dan tanggung jawab operator dalam AM meliputi:
Baca lainnya ? Coaching Membuat Perubahan Menjadi Lebih NyamanContoh: Operator mesin A bertanggung jawab untuk membersihkan dan melumasi mesin tersebut setiap hari, serta menginspeksi kondisi mesin setiap minggu.
2. Teknisi
Tugas dan tanggung jawab teknisi dalam AM meliputi:
- Membantu operator dalam memahami dasar-dasar perawatan mesin dan peralatan.
- Memberikan dukungan dan saran teknis kepada operator dalam melaksanakan perawatan mesin.
- Menangani masalah atau kerusakan mesin yang lebih kompleks yang tidak dapat diatasi oleh operator.
- Membantu menyusun standar pemeliharaan dan melakukan evaluasi serta peningkatan sistem AM.
Contoh: Teknisi mesin A akan membantu operator dalam pelatihan cara melumasi mesin dengan benar, serta menangani masalah kerusakan yang memerlukan pengetahuan teknis lebih mendalam.
3. Staff Maintenance
Tugas dan tanggung jawab staff maintenance dalam AM meliputi:
- Mengawasi pelaksanaan sistem AM di perusahaan.
- Mengkoordinasikan antara operator dan teknisi dalam pelaksanaan AM.
- Menyusun jadwal pelatihan, evaluasi, dan peningkatan sistem AM.
- Melaporkan hasil evaluasi dan rencana peningkatan kepada manajemen.
- Membangun budaya perawatan yang kuat di perusahaan.
Contoh: Staff maintenance bertugas mengatur jadwal pertemuan antara operator dan teknisi untuk membahas evaluasi dan peningkatan sistem AM, serta melaporkan hasilnya kepada manajemen.
Sejarah Penemuan Alat Tenun
Perkembangan pemintalan dan pertenunan dimulai di Mesir kuno sekitar 3400 sebelum Masehi (SM). Alat yang awalnya digunakan untuk menganyam adalah alat tenun. Dari tahun 2600 SM dan seterusnya, sutra dipintal dan ditenun menjadi sutra di Cina. Kemudian pada zaman Romawi, penduduk Eropa berpakaian wol dan linen.
Alat tenun paling awal berasal dari milenium ke-5 SM dan terdiri dari batang atau balok yang dipasang pada tempatnya untuk membentuk bingkai untuk menahan sejumlah benang paralel dalam dua set, bergantian satu sama lain.
Dengan mengangkat satu set benang-benang ini, yang bersama-sama membentuk lungsin, dimungkinkan untuk menjalankan benang silang, benang pakan, atau isian, di antara benang-benang tersebut. Balok kayu yang digunakan untuk membawa benang pengisi melalui lungsin disebut shuttle.
Perkembangan Alat Tenun Dari Masa ke Masa
Manusia mengenal tenun sejak era Paleolitikum. Tenunan rami ditemukan di Fayum, Mesir, berasal dari sekitar 5000 SM. Serat pertama yang populer di Mesir kuno adalah rami, yang digantikan oleh wol sekitar tahun 2000 SM. Pada awal penghitungan waktu tenun dikenal di semua peradaban besar. Alat tenun awal membutuhkan satu atau dua orang untuk mengerjakannya. Alkitab merujuk pada alat tenun dan tenun di banyak tempat.
Pada tahun 700 Masehi, alat tenun horisontal dan vertikal dapat ditemukan di Asia, Afrika dan Eropa. Pada waktu itu juga muncul alat tenun pit-treadle dengan pedal untuk mengoperasikan heddles. Alat tenun semacam itu pertama kali muncul di Suriah, Iran dan bagian Islam di Afrika Timur. Umat Islam diharuskan oleh Islam untuk ditutupi dari leher sampai pergelangan kaki yang meningkatkan permintaan kain.
Di Afrika, orang kaya mengenakan pakaian katun sementara yang miskin harus mengenakan wol. Pada tahun 1177, alat tenun diperbaiki di Spanyol Moor dengan naik lebih tinggi di atas tanah pada kerangka yang lebih kuat. Sekarang tangan penenun bebas untuk mengoper kok, sementara pengoperasian heddles dilakukan oleh kaki. Alat tenun jenis ini menjadi alat tenun standar Eropa.
Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam
Dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam bisa berguna untuk melihat seberapa kemampuan Anda yang Anda geluti. Jadi dapat diketahui saat hasil dari ujian yang diikuti dalam proses mencari sertifikat S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam.
Dengan begitu pekerja akan paham batasan dan kekurangan yang dimiliki. Serta dapat meningkatkan kemampuan di bidang pekerjaan tersebut agar dapat tetap bersaing dengan pekerja lainnya.
Memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam juga membuktikan jika sudah mengantongi sertifikasi BNSP kemampuan Anda sudah diakui oleh para penguji yang berkompeten. Hal tersebut tentu akan menambah nilai positif jika melamar di suatu perusahaan.
Bisa dikatakan dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam ini membuat kepercayaan diri dari seorang pekerja menjadi meningkat. Kepercayaan diri tersebut akan membuat hasil dari pekerjaan tenaga kerja bersertifikat menjadi lebih baik.
Dengan memiliki Sertifikat Kompetensi BNSP S.S. Operator Mekanik Mesin Tenun Teropong (shuttle) Yang Menggunakan Cam ini juga membuat kemampuan Anda akan diakui secara global. Tentu hal itu akan membuat pengembangan kemampuan kompetensi Anda bisa meningkat jauh lebih tinggi.
Tags: mesin tenun shuttle