"Koleksi Terbaru Busana Tenun Sulawesi - Inspirasi Fashion Modern!"
Sagaris Sadara dan Titik Temu
Konsep Sagaris Sadara karya Andika Kurniawan Pakki, terinspirasi dari kain bergaris vertikal, yang diyakini sebagai lambang kesederhanaan dan kesopansantunan. Pakem yang digunakan adalah turun-naik, yang mengibaratkan sebuah keterikatan dengan Tuhan.
Busana ini menggunakan kain lurik dan penambahan kain endek dengan motif seseh (Bagian dari pohon kelapa). Desain ini mengambarkan, bahwa manusia semestinya bisa seperti pohon kelapa. Baik daun, buah, dan batangnya bisa berguna.
Berikutnya, I Made Toni Megantara menampilkan konsep Titik Temu. Konsep ini menggambarkan momen pertemuan dua atau lebih pandangan yang berbeda, sehingga bisa terjalin kata sepakat.
Konsep ini dianggap lebih cocok untuk anak muda yang lebih kasual dengan materi tenun tradisional Bali, yaitu endek. Motif endek yang digunakan adalah motif anyaman atau bedeg, yang terinspirasi dari material bangunan tradisional Indonesia. Yaitu anyaman bambu secara vertikal dan horizontal hingga membentuk anyaman yang kokoh.
Kemudian tenun seseh digunakan untuk mempertegas antara tenun dengan kain polos. Konsep ini menegaskan keindahan atau estetika justru bisa tercipta dari perbedaan.
Galuh Salsabela Putri menampilkan desain busana dengan konsep Lawar Kuwir. Sebagaimana namanya, desain ini terinspirasi dari kuliner khas Bali, Lawar Kuwir. Kuliner ini biasanya dibuat dari campuran daging bebek dan sayuran cincang yang dibumbui dengan rempah-rempah. Kemudian warna-warni rempah yang dipakai, diaplikasikan pada bagian atasan dari set desain yang menggunakan meterial endek Bali.
Selain itu, konsep Lawar Kuwir juga menyiratkan keseimbangan dualitas semesta Rwa Bhineda. Keseimbangan antara daging dan sayuran pada sebuah sajian makanan, dinilai bisa mendukung keseimbangan dalam diri manusia.
Dualitas ini diperjelas dengan aksen midi skirt dari karya yang terbagi atas warna hitam dan putih dengan akses asimetris. Aksara dengan tulisan Lawar Kuwir begitu kental mencerminkan kearifan lokal.
Jenis Sarung Buton
Ada tiga jenis utama sarung Buton, yakni, sarung Bhia wolio, katambha gawu, dan bhetano katambha mpuu.
- Bhia wolio merupakan sarung yang bisa dipakai pria dan wanita dalam acara keagamaan dan acara sosial.
- Bhetano katamba mpuu merupakan Kain sarung tenun buton yang hanya dipakai untuk kaum perempuan. motif sarung untuk perempuan, pada bagian atasnya yang dipakai hingga menutupi dada, tidak ada motif atau polos
- Katambha gawu merupakan kain sarung tenun buton yang hanya bisa dipakai oleh kaum laki-laki . Pada sarung laki-laki ada motif yang membedakan di bagian atas. Ada jahitan berbentuk motif kotak-kotak yang pengrajin tenun menyebutnya dengan istilah kepala.
Menurut penuturan pengrajin lokal, menenun sarung untuk dipakai kaum laki-laki, lebih sulit dibanding wanita. Hal ini karena pada sarung laki-laki, memiliki motif kotak-kotak pada bagian kepala.
Tags: tenun baju model lawe