Mengungkap Kecantikan "Motif Sulam Usus" dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Kain Sulam Usus
Sulam usus adalah sulam yang berbahan baku kain satin berbentuk usus ayam dengan motif yang khas. Sulam usus di rajut dengan benang emas dan adapula yang di sertai dengan kaca dan uang logam kuno. Bentuk motif dari sulam usus sendiri berasal dari motif – motif natural yang proses pembuatannya mengandalkan teknik sulam tangan. Sebagaimana kerajinan kain tenun tapis, pada kerajinan kain sulam usus juga banyak di buat oleh ibu – ibu atau remaja putri. Beberapa di antara mereka memang menjadikan kerajinan kain tenun ini sebagai sumber pemasukan utama dan beberapanya hanya menjadikan aktivitas menenun hanya sebagai pengisi waktu luang.
Kerajinan sulam usus memang banyak di gunakan dan diperkenalkan oleh masyarakat asli lampung. Fungsi awalnya hanya sebagai kain penutup dada pada kostum pengantin perempuan adat lampung. Namun seiring dengan perkembangan zaman, berkembang pula kreasi penggunaan kerajinan sulam usus. Kini sulam usus di gunakan dalam pembuatan baju, kebaya, kemeja, hiasan dinding, sarung bantal kursi, hingga kopiah.
Kelebihan dari kerajinan sulam usus itu sendiri adalah keunikan pada motifnya yang klasik serta bahan kain yang halus. Sulam usus juga memiliki beragam model rancangan dan aksesoris. Selain memiliki motif klasik khas Lampung. Kain sulam usus ini banyak di cari oleh para wisatawan sebagai salah satu oleh – oleh khas Lampung.
Sulam usus pastilah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengerjakannya. Biasanya sulaman ini di konsumsi oleh masyarakat ekonomi kelas atas di karenakan harganya yang mahal. Untuk saat ini sulam usus di pasarkan baik di dalam negri maupun di seluruh manca negara, dan saat ini sulam usus semakin sedikit yang menggeluti, dikarenakan rumit dam membutuhkan kesabaran yang tinggi.
Sulam jelujur
Sulam jelujur, Pesawaran Lampung (Instagram.com/sakura_art)
Sulam jelujur ialah teknik sulaman pada kain tenunan khas Kabupaten Pesawaran. Sulaiman ini memiliki bagian dari sebuah peristiwa sejarah transmigrasi pertama di Indonesia pada 1905 di kabupaten memiliki motto Andan Jejama.
Kain tenun hasil teknik sulam jelujur mempunyai membentuk keragaman motif dan gambaran peristiwa yang terjadi pada sejarah transmigrasi kala itu. Berjalannya waktu, teknik sulam jelujur kini mampu menghasilkan beragama produk fashion, hingga pajangan keperluan interior.
Perlu kamu ketahui juga, kerajinan hasil teknik sulam jelujur pernah tampil New York Indonesia Fashion Week mampu menarik banyak perhatian publik pada Februari 2023 kemarin.
Intip Pembuatan Sulam Usus Khas Lampung, Terkenal hingga Mancanegara
IDN Times/Silviana
Bandar Lampung, IDN Times - Lampung memiliki beragam kerajinan tangan menarik dan memiliki nilai jual tinggi. Salah satunya adalah sulam usus berasal dari Kabupaten Tulang Bawang.
Menurut salah satu pemilik galery sulam usus Lampung, Siti Rahayu, kerajinan sulam usus menjadi aset berharga memperkenalkan Provinsi Lampung ke luar daerah bahkan negara tetangga.
Sejak 1998, pemilik Rahayu Gallery di Jalan Soekarno Hatta Nomor 3, Bandar Lampung ini sudah puluhan kali melakukan pameran di seluruh Indonesia dan beberapa negara tetangga.
"Tahun 2005 saya sudah pameran di Timur Tengah, Brunai, Singapore dan Batam puluhan kali. Ke Malaysia beberapa kali. Lumayan orang langsung beli," ceritanya kepada IDN Times, Sabtu (22/5/2021).
Menurutnya antusias masyarakat di luar negeri cukup tinggi saat melihat kerajinan tangan sulam usus. Mereka terlihat keheranan dan langsung mencoba serta membelinya.
Lalu seperti apa ya proses pembuatan sulam usus sendiri? Simak selengkapnya di bawah ini.
Satu gaun dikerjakan 10 orang
Proses jelujur sulam usus (IDN Times/Silviana)
Siti Rahayu, pengrajin sulam usus di Lampung (IDN Times/Silviana)
Rahayu mengatakan, belajar menyulam secara otodidak. Sebagai sebagai orang Lampung ia memang sudah memiliki kebiasaan menyulam tangan.
"Saya awalnya guru SD terus pernah jadi Kabag Kesra di Bandar Lampung. Tapi saya pilih pensiun sebelum selesai karena menekuni sulam usus ini," bebernya.
Awalnya, Rahayu hanya membuat satu atau dua tapis. Namun semakin lama semakin bertambah hingga menekuni sulam usus.
Saat ini produknya sudah cukup banyak, untum sulam usus tak hanya gaun saja melainkan ada kopiah, bad cover, taplak meja dan pernak pernik lainnya.
Baru-baru ini ia bahkan menciptakan tapis Cantik Mulang tiyuh yang sudah dibeli oleh Istri Presiden Indonesia, Iriana.
"Mulang tiyun artinya pulang kampung jadi maknanya, tapis memang cantik, kemudian ramai-ramai pulang kampung dan membangun kampung," ujarnya.
Kain Tapis
Wastra cantik ini dikenal dengan nama kain sulam Tapis Lampung. Selain kekayaan berupa sulaman buatan tangan dari benang emas, kain ini juga memiliki ragam hias dan motif yang sangat menarik dan berkarakter.
Tapis atau dikenal juga dengan nama cucuk adalah busana wanita berbentuk kain sarung. Kain ini terbuat dari hasil tenun benang kapas beragam motif seperti alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan perak. Wastra khas Lampung ini sangat lekat dengan bahan-bahan alami yang diolah sendiri oleh para perajin.
Pengolahannya menggunakan sistem ikat, dan membutuhkan banyak bahan baku yang keseluruhannya diolah dari alam. Sebut saja misalnya, benang sulam tapis terbuat dari kapas. Sarang lebah digunakan untuk merenggangkan benang. Sedang sekar serai wangi sebagai pengawet benangnya.
Soal warna pun, kain tapis Lampung juga menggunakan bahan alami. Untuk menjaga warna kain agar tidak luntur, pada awalnya menggunakan daun sirih. Untuk mewarnai kain juga memanfaatkan material alam, misalnya buah pinang muda, daun pacar, dan kulit kayu kejal digunakan sebagai pewarna merah. Kulit kayu salam dan kulit kayu rambutan sebagai pewarna hitam. Kulit kayu mahoni atau kulit kayu durian untu pewarna cokelat. Buah deduku atau daun talom untuk pewarna biru, kunyit dan kapur sirih untuk pewarna kuning.
Kini, seiring berkembangnya jaman bahan baku kain tapis dari alam sudah jarang digunakan lagi. Namun, saat ini ada bahan-bahan lain yang mudah dijumpai di pasaran sebagai pengganti untuk dapat dipakai memproduksi kain tapis dalam jumlah yang lebih banyak.
Tags: sulam motif usus