... Motif Sulaman Kupu-kupu: Ide DIY Sulaman Kreatif untuk Anda

Motif Sulaman Kupu-kupu - Inspirasi Indah untuk Kerajinan Sulaman dan DIY

Jenis-jenis Lekapan

Berdasarkan material dan teknik yang digunakan dalam pembuatan hiasannya, teknik lekapan terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut penjelasannya.

1. Lekapan Kain

Lekapan kain (aplikasi) awalnya berasal dari benua Amerika tepatnya adalah di negara Amerika bagian utara dan mulai berkembang pada abad ke-17 dan 18.

Aplikasi ini umumnya menggunakan jahitan yang sederhana sesuai dengan pola dan menggunakan kain katun yang bertekstur halus.

Lekapan kain selanjutnya selalu mengalami perkembangan, baik dalam penggunaan bahannya maupun cara pengerjaannya.

Teknik lekapan kain pada umumnya dikenal dengan cara menggunting kain sesuai motif, dan pada umumnya lekapan kain sering digunakan untuk membuat bed cover.

Kain yang dapat digunakan untuk lekapan kain adalah kain organdi, mooslin, lawon (kain katun perca), linen, kapas, satin, wol, velvet, corduroy, kulit, dan georgette.

Cara melekapkan kain pada busana dapat dibuat dengan beberapa cara, yaitu dijahit menggunakan tangan, menggunakan mesin jahit dan menggunakan lem.

2. Lekapan Benang

Lekapan benang yaitu lekapan yang menggunakan bahan benang, dibuat di atas permukaan kain dengan balutan benang yang memanjang tidak terputus pada penerapannya dan menggunakan teknik tikam jejak.

Kain yang dihias dengan lekapan benang dapat berupa kain polos maupun kain bercorak dengan tujuan untuk menonjolkan motif kain busana. Kain bisa dihias secara manual maupun menggunakan alat.

Tidak hanya benang yang dapat menjadi lekapan, tetapi tali dan akar rotan pun dapat dijadikan sebagai teknik lekapan pada lenan rumah tangga ataupun mebel.

3. Lekapan Pita

Lekapan pita merupakan jenis teknik lekapan yang menggunakan material pita sebagai bahan utamanya. Teknik lekapan pita konon pertama kali dikenal di Perancis pada pertengahan abad 18, kemudian menyebar ke Inggris, Australia, New Zeland, Amerika Serikat, Kanada, Jepang bahkan Indonesia.

Kupu-kupu

Kupu-kupu atau rama-rama merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau 'serangga bersayap sisik' (lepis, sisik dan pteron, sayap). Kupu-kupu memiliki tubuh ramping, sayap lebar berwarna-warni, dan antena berbentuk tongkat [1]

Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya. Kupu-kupu umumnya aktif waktu siang (diurnal), sedangkan ngengat kebanyakan aktif waktu malam (nokturnal). Kupu-kupu beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya, ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya. Kupu-kupu biasanya memiliki warna yang indah cemerlang, ngengat cenderung gelap, kusam atau kelabu. Meski demikian, perbedaan-perbedaan ini selalu ada perkecualiannya, sehingga secara ilmiah tidak dapat dijadikan pegangan yang pasti. (Van Mastrigt dan Rosariyanto, 2005).

Kupu-kupu dan ngengat amat banyak jenisnya, di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi diduga ada ratusan jenis (Whitten dkk., 1999). Kupu-kupu pun menjadi salah satu dari sedikit jenis serangga yang tidak berbahaya bagi manusia.

2. Filosofi Kupu-Kupu yang Melambangkan Perjuangan Hidup

Foto: Filosofi Kupu-kupu Sebagai Simbol Perjuangan (pexels.com/Pixabay)

Filosofi kupu-kupu dalam feng shui dianggap sebagai perlambang dari perjuangan hidup seseorang.

Jika menilik dari fase kehidupan dari kupu-kupu, ada saat di mana hewan ini menjadi larva dalam kepompong.

Kepompong selalu hidup dengan cara menggantung di dahan atau ranting pepohonan.

Tak peduli panasnya terik sinar matahari atau dinginnya malam, kepompong tetap bertahan dengan pose yang sama selama berhari-hari hingga berubah menjadi kupu-kupu.

Dari sinilah kita bisa belajar dari filosofi kupu-kupu yang menjadi kepompong. Di dalam hidup, ada yang namanya perjuangan.

Sebelum bisa mencapai kesuksesan, kita harus berjuang hingga akhirnya bisa mencapai titik di mana kita bisa menikmati kesuksesan tersebut.

Perjuangan hidup memang tidaklah mudah, tapi jika melihat akhir dari perjuangan yang berupa kesuksesan, maka Moms akan terus berjuang.

Siklus hidup [ sunting | sunting sumber ]

Ulat [ sunting | sunting sumber ]

Larva kupu-kupu, yaitu ulat, memakan daun tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktunya sebagai beluncas untuk mencari makanan. Kebanyakan beluncas adalah maun, tetapi ada beberapa spesies seperti Spalgis epius dan Liphyra brassolis yang memakan serangga.

Beberapa larva, terutama yang tergolong dalam Lycaenidae, menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan semut. Beluncas berhubungan dengan semut dengan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui substrat di samping merembeskan sinyal kimia. [5] [6] Semut sedikit banyak melindungi larva ini, sebagai balasan, larva menolong semut mengumpulkan rembesan madu.

Beluncas membesar melalui serantaian tingkat yang disebut instar. Menjelang akhir setiap instar, larva menjalani proses yang disebut apolisis, yang mana kulit ari, yaitu lapisan luar keras yang terbuat dari campuran kitin dan protein-protein khusus, dikeluarkan dari epidermis yang lembut di bawahnya, maka epidermis membentuk kulit ari yang baru di bawah. Di akhir setiap instar, larva itu bersalin kulit lamanya, maka kulit baru berkembang lalu mengeras dan menghasilkan pigmen dengan cepat. [7] Proses menyalin kulit ini bisa memakan waktu berhari-hari. Corak kepak kupu-kupu mulai berkembang pada tubuh beluncas menjelang instar yang terakhir.

Kertas Menjadi Media Paling Sederhana untuk Belajar Membuat Hiasan Pinggir yang Bervariasi

Di masa pandemi seperti ini, banyak orang memiliki waktu luang yang lebih banyak dari biasanya. Untuk mengisi waktu luang tersebut, banyak hal yang bisa dilakukan sekaligus untuk relaksasi dan meredakan stres di pikiran. Membuat kerajinan bisa menjadi alternatif kegiatan yang menyenangkan.

Misalnya nih seperti membuat kerajinan dari bahan kertas yang sedang tren ini. Buat kamu yang hobi menggambar, hiasan pinggir ini akan membuat hasil karyamu semakin enak dilihat dan terkesan lebih artistik. Jenis kertas dan gambar apa yang ingin dilukis di atas kertas juga tidak terbatas, bisa disesuaikan dengan keinginanmu.

Meskipun demikian, kamu harus mengenal jenis-jenis kertas terbaik untuk menghasilkan gambar yang lebih sempurna lagi. Ketahui dulu jenis-jenis kertas seperti linen, concord, manila, padalarang, kopenhagen, dan masih banyak lagi yang sering digunakan untuk membuat karya seni.


Tags: sulam motif kupu

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia