... 7 Ide Motif Taplak Sulam yang Cantik untuk Proyek Sulaman DIY Anda

Motif Taplak Sulam - Karya Seni Jaitan dan DIY yang Memukau

Rapikan bagian tepi taplak

ilustrasi orang menjahit (Pexels.com/ Cotttonbro)

Saat gambar sudah selesai kamu sulam dan hasil gambarnya sudah lengkap, kamu bisa mulai merapikan tepinya. Lipat ke dalam tepian kain dan jahitlah agar tak terurai.

Jika kamu suka, kamu bisa menambahkan hiasan pada tepi taplak. Kamu bisa menggunakan renda-renda cantik, kain tulle atau lainnya. Sesuaikan jenis hiasan tepi taplak yang kamu pilih dengan tema gambar yang kamu buat. Misalnya saja gambarmu bertema shabby, kamu bisa menggunakan renda vintage. Kamu juga bisa menggunakan pita yang dijahit berbentuk ploi sebagai pinggiran taplak meja buatanmu.

Itulah lima cara mudah membuat taplak meja dengan hiasan sulam. Jika kamu menyukai aktivitas DIY dan menyulam, kegiatan ini dapat menjadi salah satu cara untuk relaksasi. Kamu tak perlu melakukannya dengan terburu-buru. Kerjakan saja untuk mengisi waktu luang dan hanya lakukan dengan hati gembira.

Kamu akan merasakan kepuasan yang menyenangkan setiap kali kamu memasang taplak meja cantik buatanmu sendiri. Bagaimana, tertarik mencoba?

motif taplak meja sekolah sulam

Taplak meja sekolah motif bordir merupakan jenis taplak meja yang biasa digunakan oleh guru-guru di sekolah. Taplak meja ini biasanya memiliki bordiran motif bunga atau motif lainnya. Biasanya terbuat dari kain katun dan ukurannya bervariasi sesuai dengan ukuran meja. Tepi kain biasanya dijahit dan teknik jahitan atau jahitan feston digunakan untuk menjahitnya.

Motif bunga bordir untuk taplak meja adalah cara yang indah dan elegan untuk mendandani meja apa pun. Mereka datang dalam berbagai gaya dan warna, sehingga Anda dapat menemukan yang sempurna untuk mencocokkan dekorasi Anda. Anda dapat menemukannya terbuat dari berbagai bahan, termasuk katun, linen, dan vinil. Mereka juga tersedia dalam berbagai ukuran agar sesuai dengan meja apa pun.

Jarum Apa yang Digunakan untuk Sulaman Kristik?

Jarum untuk sulam kristik adalah jarum tapestri dengan ujung tumpul dan mata jarum lebih besar dari jarum jahit biasa. Kerajinan sulam kristik ini tak membutuhkan jarum berujung runcing karena media kain yang digunakan memiliki serat dan lubang yang lebar. Ukuran jarum yang cukup besar ini juga mencegah timbulnya rasa sakit di tangan saat digunakan untuk menyulam.

Pemidangan atau hoop tidak harus digunakan dalam proses menyulam kristik. Tetapi bagi para pemula, penggunaan pemidangan ini akan memudahkan proses menyulam. Untuk memakai pemidangan, pertama-tama lepaskan baut untuk memisahkan dua lingkaran pemidangan. Letakkan lingkaran pemidangan bagian dalam atau lingkaran yang polos (lingkaran tanpa baut) pada permukaan yang rata. Misalnya saja di atas meja. Letakkan kain di atas pemidangan tersebut dan pastikan titik tengah kain berada tepat di tengah pemidangan.

Selanjutnya, letakkan lingkaran pemidangan bagian luar di atas kain. Tekan lingkaran luar ini ke bawa sehingga kain terjepit di antara kedua lingkaran pemidangan. Dengan lembut, tarik kain saat baut pemidangan dikencangkan. Ingat, jangan menarik kain terlalu kencang untuk menghindari kain bergelombang.

Cara Pemasangan Payet dengan Mudah dan Lengkap

Penggunaan payet pada produk tekstil saat ini sedang tren. Penggunaan payet tidak hanya pada pakaian, namun payet juga bisa digunakan pada tas, dompet, taplak meja, sepatu, atau sarung bantal.

Bagi pemula tentu masih belum paham apa yang dibutuhkan untuk membuat sulam payet. Alat dan bahan untuk menunjang kreasi sulam payet perlu dipersiapkan agar pembuatan sulam payet dapat anda lakukan dengan mudah dan lancar. Berikut ini alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan sulam payet.

  1. Jarum, merupakan alat untuk menyulam bahan yang akan dipasang payet. Jenis jarum yang biasa digunakan adalah jarum jahit (tangan) nomor 11, atau maksimal nomor 9.
  2. Gunting, digunakan untuk memotong kain dan benang.
  3. Karbon, digunakan untuk menjiplak desain atau rancangan motif yang akan disulam.
  4. Kertas Minyak, digunakan sebagai media untuk menggambar motif dan memindahkan desain motif ke kain.
  5. Pensil atau bolpoin, digunakan untuk membuat rancangan desain dan menjiplak rancangan gambar desain menggunakan karbon ke kain.
  6. Jarum Pentul, digunakan untuk menahan kertas minyak agar tidak bergerak saat dijiplak.
  7. Pensil Jahit, digunakan untuk menandai desain motif yang digambar langsung pada kain.
  8. Mata Nenek, digunakan sebagai alat bantu untuk memasukkan benang ke jarum.
  1. Kain, gunakan kain yang dapat dipakai untuk kreasi sulam payet seperti kain katun, linen, sutra, wol, dan lainnya.
  2. Benang, benang yang dipakai adalah benang jahit atau benang nilon.
  3. Payet, berbagai macam bentuk, silahkan anda tentukan sendiri sesuai keinginan. Anda juga dapat menggunakan manik-manik berbagai macam bentuk yang memiliki lobang seperti payet.

Bagaimana Langkah Membuat Sulaman Kristik?

Sulaman kristik biasanya dimulai dari baris ke baris dari arah kiri ke kanan. Berdasarkan pola yang ingin dibuat, kalian bisa menentukan pada bagian mana sulaman akan dimulai. Sebaiknya mulailah menyulam pada titik tengah pola untuk memastikan objek pada pola nantinya tepat berada di bagian tengah kain. Biasanya terdapat tanda panah di tepian pola yang menandai titik tengah pola.

Jika sudah ditentukan, siapkan benang dan potong sepanjang 45 cm. Hindari memotong benang terlalu panjang sebab benang yang terlalu panjang akan memicu terjadinya benang kusut saat menyulam dilakukan. Hindari juga mengikat atau menyimpulkan ujung benang. Biarkan kedua ujung benang begitu saja. Sebab mengikat ujung benang akan menimbulkan tonjolan yang cukup mengganggu hasil akhir sulaman.

Bila benang sudah terpasang pada jarum, mulailah tusukkan jarum dari bagian belakang kain ke arah depan melalui satu buah lubang pada kain. Pada jarak kira-kira 1 inchi, tusukkan jarum ke arah belakang. Selanjutnya, tusukkan jarum melalui sebuah lubang dengan arah diagonal dari titik sebelumnya untuk membuat sulaman miring. Pastikan kalian menahan ujung benang di bagian belakang kain agar ujungnya tidak tertarik keluar dan lepas.

Mulailah untuk membuat sulaman kedua dengan menusukkan jarum melalui sebuah lubang yang berada tepat di bawah lubang yang terakhir digunakan. Sebelum kalian menarik benang sulaman dengan kencang, balikkan kain sulaman dan pastikan ekor benang terjepit di antara sulaman yang dibuat.

Lanjutkan menyulam sepanjang baris untuk membuat serangkaian sulaman miring. Jika sudah, ke arah sebaliknya buatlah sulaman miring sehingga terbentuk sulaman kristik berbentuk silang. Terus ulangi langkah-langkah tersebut hingga potongan benang sulaman habis atau mencapai jumlah sulaman sesuaipola. Untuk mengakhiri sulaman, di bagian belakang kain selipkan benang di antara setidaknya tiga titik sulaman untuk mengamankan ujung benang.


Tags: sulam motif

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia