"Keindahan Tenun Panjang - Eksplorasi Budaya di Luar Batas"
5. Blazer Tenun Cozy
Blazer panjang memiliki motif menarik kombinasi antara warna maroon, kuning, hitam, hijau, dan putih. Walaupun motif memiliki corak ramai, namun warna maroon dominan membuat tampilannya sangat kontras dengan manset putih dan bawahan celana jeans yang digunakan.
Blazer panjang memang paling cocok digunakan saat musim hujan karena bisa menimbulkan rasa hangat sepanjang hari. Bagi Dear yang ingin penampilan tampak cozy, sepertinya celana legging atau jeans ketat bisa menjadi pelengkapnya. Cukup nyaman untuk beraktivitas, bukan?
4. Outer Tenun Model Tunik Warna Hitam
Kalau kamu cari outer tenun wanita Muslimah, maka bisa pilih model potongan yang lebar dan panjang seperti ini agar lebih menutup aurat dengan sempurna. Sekilas, potongannya jadi mirip dengan baju tunik ya? Punya panjang sampai lutut, outer ini berdesain V-neck dengan list hitam di bagian leher.
Bagian motif ada di badan dan lengannya polos warna hitam tapi ada motif juga nih di ujung. Bentuk lengannya melebar ke bawah seperti model lengan lonceng.
Style yang chic nan berkelas saat hadir ke kondangan bisa kamu ciptakan dari kombinasi outer warna hitam dan abu-abu ini. Bisa pilih celana atau rok warna hitam biar makin tampilan kamu makin match. Tapi biar nggak boring, kamu bisa pilih putih untuk warna manset atau kaos sebagai dalaman.
3. Jaket
Pakaian ini adalah warisan para pekerja kelas menengah pada periode Renaisans yang mulai mengenakan pakaian pas ini.
Jaket modern muncul sekali lagi dari Inggris, tetapi kali ini digunakan oleh par angkatan laut. Kain pada saat itu sebagian besar merupakan kombinasi wol dan akrilik.
Namun, ketika berbicara tentang jaket wanita, ini mulai digunakan oleh tenaga kerja AS.
Desainer seperti Chanel membuat klaim mereka terkenal karena jenis outer wanita ini.
Jaket saat ini juga memiliki banyak jenis yang bisa dipilih sesuai dengan preferensi. Misalnya jaket baseball, hoodie, dan jaket mernarik lainnya.
Menurut laman Instyle, tidak banyak aturan untuk mengenakan jenis outer ini.
Moms bisa hanya menggunakannya dengan diselempangkan di bahu, saat mengenakan gaun mewah, atau padukan dengan jeans untuk menyempurnakan tren denim-on-denim.
Wanita abad ke-18 tertarik dengan selendang yang diimpor dari India baik sebagai aksesori untuk indoor maupun outdoor.
Jenis outer ini adalah tempat yang tepat untuk bereksperimen dengan warna dan desain.
Moms hanya memakai barang-barang ini untuk waktu yang singkat di luar ruangan, jadi mengapa tidak bersenang-senang dengannya?
Tenun Payakumbuh bisa diolah menjadi ragam item fashion yang bisa digunakan oleh generasi millennial
"Saya ingin membuat generasi millennial jatuh cinta dan mulai mau menggunakan fashion dari tenun untuk gaya sehari-hari. Kini, ada outer, skirt, pants, blouse sampai dress yang bisa dipilih. Pokoknya hampir semua busana tenun ini ready to wear," ungkap Tuty Adib saat ditemui dalam acara Indonesia Fashion Modest Designer di Cipinang, Jakarta.
Editor’s picks
IDN Times/Syarifah Noer Aulia
Untuk memperkenalkan kain tenun Balai Panjang, Payakumbuh, Tuty Adib bersama 10 designer lokal lainnya akan berangkat untuk mengikuti Fashion Week New York 2019 yang akan berlangsung pada 8 September 2019 mendatang di Metropolitan Pavilliun, New York. Sesuai dengan tema besar acara tersebut, yakni Spring Summer 2020, maka Tuty Adib akan memamerkan kedua belas koleksi busana tenun bertajuk 'Blossom Minang'.
Bahan yang nyaman menjadi keutamaan Tuty Adib mengangkat Tenun Balai Panjang
"Sebisa mungkin saya membuat busana tenun ini ringan sehingga bisa digunakan dalam setiap kesempatan. Namun, pada dasarnya kain tenun ini sudah memiliki tekstur yang halus sehingga sangat nyaman digunakan. Makanya, desain yang diterapkan harus up to date agar bisa lebih menarik konsumen muda," tambah Tuty Adib.
IDN Times/Syarifah Noer Aulia
Untuk menyejahterakan pengrajin tenun Balai Panjang, Payakumbuh, Tuty Adib bekerja sama dengan Henny Yusnita, Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Payakumbuh. Hasil karya masyarakat yang luar biasa berpotensi harus mendapat dukungan agar bisa memberikan dampak yang baik bagi daerah setempat.
"Kami berharap agar tenun Balai Panjang, Payakumbuh bisa dikenal di dunia, makanya melalui pagelaran fashion bergengsi bisa menjembatani niat mulia ini," tutup Henny Yusnita.
Nah, itulah keindahan tenun Balai Panjang Payakumbuh, Sumatera Barat. Gimana? Kamu pasti jadi tambah tertarik untuk mengenakan busana tenun dan melestarikan warisan Nusantara.
Tags: tenun