Seni Tenun di Medan - Eksplorasi Kreatif dalam Kerajinan dan DIY
Related posts
Abaikan Konfirmasi Soal Kutipan Bersih Narkoba, Humas Politeknik Medan Dinilai Lecehkan Wartawan
topmetro.news – Humas merupakan garis depan yang akan bersentuhan.Hebat! Indonesia Sapu Bersih Medali Emas di Eastren Asian Junior 2024
TOPMETRO.NEWS – Tim Indonesia menyapu bersih medali emas di.Vonis Bebas Mantan Bupati Langkat Dalam Kasus TPPO, KontraS Sumut: Bentuk Pengangkangan Hukum
topmetro.news – Mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin yang.
Pemain Musik dari Luar Diusir Jemaat Saat Kebaktian Minggu Pagi HKBP Pabrik Tenun Medan
topmetro.news – Kebaktian Minggu Pagi di HKBP Pabrik Tenun, Minggu (9/7/2023), ricuh dan sempat tertunda 30 menit. Sehingga pada pukul 08.30 WIB kemudian, kebaktian baru bisa berlangsung.
Kericuhan sudah mulai sebelum kebaktian pagi. Ketika itu jemaat melihat ada orang asing bukan warga HKBP Pabrik Tenun Medan memainkan alat musik di gereja tersebut.
Sontak jemaat memanggil St Jeffry Manik sebagai Ketua Dewan Marturia HKBP Pabrik Tenun Medan. Tujuannya untuk menanyakan kehadiran orang asing ini di gereja.
St Jeffri Manik sebagai yang mengatur kegiatan musik.di gereja juga terkejut akan keberadaan pemain musik dari luar. Dia lantas menanya pemain musik tersebut yang akhirnya diketahui bermarga Situmorang, anak seorang sintua di HKBP Pardamean Medan.
St Jefri Manik pun minta pemain musik dari luar tersebut agar berhenti. Selanjutnya mengarahkan agar pemain musik dari HKBP Pabrik Tenun yang melanjutkan.
Namun, seorang jemaat bernama Cosman Sitorus membela pemain musik tersebut. Ia minta agar pemain musik itu jangan pergi, karena dibayar.
Ketika mendengar ucapan tersebut, serentak jemaat ribut dan protes karena pemain musik ternyata bayaran. Padahal ngaku selama ini iklas melayani.
Cosman Sitorus sendiri adalah anak dari Maringan Sitorus, seorang pendukung loyalis Pendeta Resort Pabrik Tenun Pdt Rumondang Boru Sitorus.
Ternyata pemain musik bermarga Situmorang ini punya hubungan erat dengan Pdt Rumondang Sitorus. Hal itu, karena bapaknya, St Situmorang, adalah pendukung loyalis Pdt Rumondang ketika menjadi Pendita Resort HKBP Pardamean Medan.
Coba kalau dihidangkan panas…
Nah yang sedikit kecewa disini ialah Babi Gorengnya. Sama dengan versi panggang, bagian perut babi yang digoreng – seharusnya – garing ini sudah nga garing lagi saat terhidang di meja. Padahal dari tekstur dan visual bumbunya MaMa yakin banget kalau ini bakal luar biasa apabila terhidang panas di meja. Oh ya, potongan daging saat kami makan lumayan berlemak. Kalau kamu concern masalah penampilan, ada baiknya request potongan daging yang “less fatty”.
You might be surprise, but the best dish that afternoon is Daun Ubi Tumbuk. You heard it right, Daun Ubi Tumbuk yang super simpel namun rasanya bagai menu paling spesial di meja makan. Jadi kalau kamu mampir kesini, pastikan menu ini kamu pesen, MaMa yakin nga bakal nyesel. Sup disini juga termasuk compliment (like most BPK restaurant), namun Roma cukup berbesar hati memberikan sup yang ada isinya, bukan sekedar sup kosong. Rasa sup-nya juga seperti dimasak dengan hati seorang bunda yang penuh kasih sayang, bukan sekedar MSG dan merica.
Dengan harga yang lebih ekonomis dibanding tetangga-nya, lokasi yang bersih dan nyaman, beberapa hidangan compliment, hanya kadar lemak dan kolesterol yang bisa menghentikan MaMa untuk kembali kesini. Tapi, bukankah selalu ada banyak jalan menuju Roma?
Tags: tenun