"Pemanfaatan Cangkang Kerang - Kreativitas Menghasilkan Nilai Baru"
Kerajinan kekerangan merupakan usaha sektor kelautan dan perikanan yang menghasilkan produk bernilai ekonomis tinggi dengan bahan baku dari limbah cangkang kerang. Produk kerajinan kekerangan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga banyak diekspor ke mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kerajinan kekerangan di “Sabila Craft” Kota Magelang, menganalisis biaya dan pendapatan usaha kerajinan serta strategi pemasaran produk. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa, bahan baku kerajinan kekerangan yang digunakan “Sabila Craft” adalah kerang simping, yang diperoleh dari daerah pantai utara Jawa. Jumlah kebutuhan bahan baku sekitar 6.500kg perbulan, yang mampu menghasilkan 3.200 – 3.500 buah produk. Biaya produksi rata-rata Rp3.700.000,00 perbulan. Pendapatan yang diperoleh dari usaha kerajinan kekerangan sebesar Rp26.400.000,00 − Rp28.600.000,00 perbulan. Produk kekerangan di “Sabila Craft” dipasarkan secara domestik dan ekspor. Namun demikian, usaha ini masih membutuhkan kemudahan mendapatkan bahan baku dan dukungan fasilitas pemasaran produk.
Title: Utilization of Shellfish Waste as a Source of Household Economy: A Case Study in Sabila Craft, Magelang City
Limbah sisik ikan
Indonesia adalah negara maritim yang dua pertiga wilayahnya terdiri atas perairan. Inilah yang membuat produksi ikan negara kita melimpah. Beberapa tahun lalu, menurut Kementerian kelautan dan perikanan, produksi olahan ikan Indonesia mencapai 4,58 juta ton dan sudah tercapai menjadi 4,8 ton.
Dari jumlah ikan sebanyak itu, semuanya pasti memiliki sisik. Sementara daging ikannya dikonsumsi manusia, sisik-sisiknya hanya memenuhi tempat pembuangan sampah. Tidak hanya mencemari lingkungan, sisik-sisik yang dibairkan membusuk juga isa mengganggu kesehatan.
Padahal sebenarnya, limbah itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika kita bisa mengolahnya. Sisik-sisik ini bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori yang cantik dan menarik seperti anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang.
Limbah dari sisik ikan, bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya. Setiap ikan menghasilkan sisik yang berbeda ukuran dan ketebalannya. Sisik ikan kakap lebih sering dapat digunakan sebagai produk kerajinan karena sisiknya ini lebih terlihat kokoh, tebal, dan besar jika dibandingkan sisik ikan mas atau ikan mujair.
Cara mengolah sisik ikan
Berikut ini adalah cara mengolah sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan.
- sisik-sisik ikan direndam selama 2 jam dengan air deterjen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.
- Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnya dapat hilang.
- Pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan dan di tiriskan dengan saringan.
- Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet.
- Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci dan masukan pula sisik-sisik ikannya. Perlu diperhatikan jangan sampai air menajdi mendidih, karena sisik ikan akan menjadi matang dan menempel satu sama lain.
- Matikan kompor dan biarkan sisik-sisik ikan itu terendam zat warna selama 20 menit.
- Tiriskan sisik-sisik kan dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, agar permukaan tidak melengkung.
Tags: kerajinan sebagai manfaat nilai