... Proses Pembuatan Kain Tenun Tradisional: Langkah demi Langkah

Seni dan Kesabaran - Proses Pembuatan Kain Tenun Secara Tradisional

Perlunya vokasi dan literasi intens

Ibu Kirana juga mengatakan bahwa untuk menjaga dan melestarikan budaya penenunan kain tenun ikat Sumba dibutuhkan konsistensi yang tak kenal lelah. Lain itu, butuh dilakukan vokasi atau pendampingan bagi para penenun dan artisan terkait manajemen waktu, tenaga, serta proses pemasaran yang tepat.

Dibutuhkan pula lini eksposur yang militan, agar budaya ini terdengar ke seluruh penjuru negeri, bahkan tenar hingga mancanegara.

''Jadi, kita juga mendorong mereka untuk terus berinovasi dengan motif-motif baru yang menarik, namun tetap lekat dengan nilai seni dasar leluhur. Karena kalau motifnya itu-itu saja, konsumen akan bosan," tandasnya.

Soal eksposur, yayasan juga kerap menggelar pameran saban tahunnya untuk memperkenalkan budaya tenun ikat Sumba. Terakhir, pameran itu dilakukan di Museum Bank Mandiri, Jakarta, pada 2019.

Mimpi lain Ibu Kirana adalah, bahwa dari setiap daerah atau wilayah yang memiliki keanekaragaman budaya untuk dibuatkan Museum.

''Mimpi saya membuat museum disetiap wilayah yang memiliki tradisi seni dan budaya. Ya salah satunya di Sumba ini, harus ada itu museumnya di sana,'' harapnya.

Lebih jauh lagi ia berharap agar anak-anak muda atau masyarakat Indonesia pada umumnya, harus lebih menghargai akar dan nilai budaya dari sebuah hasil karya kedaerahan. Memang, banderol kain adat di beberapa provinsi di Indonesia harganya sangat mahal, tapi baginya itu pantas, karena sebenarnya nilai budaya tak bisa dihargai dengan nilai uang berapa pun.

Upaya lain yang dilakukan untuk menjaga marwah tenun ikat Sumba adalah dengan membawa para penenun ke museum-museum yang berada di luar negeri, agar mereka tahu betapa tinggi nilai kain tenun adat mereka itu di mata dunia internasional.

''Beberapa dari mereka kami ajak untuk melihat langsung pameran di museum yang ada di luar negeri. Mereka takjub, bahwa hasil karya mereka begitu dihargai di sana. Nah, kami berharap bahwa efek psikologis itu yang akan membawa mereka untuk terus melestarikan adat dan budaya leluhur mereka,'' bebernya.

Fungsi Kain Tenun di Era Modern

Tenun merupakan kain yang proses pembuatannya dengan cara menenun benang secara bersilangan membentuk pola atau desain tertentu. Kain tenun berguna untuk berbagai macam keperluan, antara lain:

  1. Pakaian : Kain tenun merupakan bahan dasar untuk membuat pakaian seperti baju, rok, celana, atau kemeja.
  2. Aksesoris : Tenun dapat menjadi bahan dasar untuk membuat aksesoris seperti tas, sepatu, topi, syal, dan ikat pinggang.
  3. Dekorasi : Kain tenun dapat Anda gunakan sebagai bahan dekorasi seperti taplak meja, sarung bantal, gorden, atau tirai.
  4. Seni : Sudah banyak yang menggunakan tenun sebagai bahan seni, seperti dalam pembuatan lukisan tenun atau seni tekstil lainnya.

Kain tenun juga memiliki nilai budaya dan historis yang tinggi, karena proses pembuatannya yang memerlukan keterampilan dan keahlian khusus serta seringkali melibatkan tradisi dan cerita rakyat yang turun temurun.

Proses penenunan yang memakan waktu cukup lama

Yang menarik, satu lembar kain tenun ikat Sumba memerlukan 42 langkah. Persiapan dan proses pembuatan yang cukup lama itu membuat harga kain tenun menjadi relatif mahal . Lain itu, mahalnya harga kain tenun ikat Sumba juga dipengaruhi juga oleh jumlah orang yang bekerja.

Pekerjaan dimulai dari proses lamihi, yakni proses memisahkan biji dari kapas hingga proses warirumata atau proses penuntasan. Seperti yang dibeberkan Ibu Kirana saat wawancara khusus dengan GNFI, Sabtu (26/9), ada beberapa proses dari awal hingga akhir kain tenun ikat Sumba, antara lain:

Pemintalan benang

Seorang wanita tua Sumba sedang memintal benang dari kapas | Dok. Yayasan Sekar Kawung

Yang pertama tentunya proses pemintalan benang dari pohon kapas. Benang ini yang kemudian dijadikan bahan dasar kain tenun ikat Sumba. Proses ini dikenal dengan nama ''Pahudur''. Kapas asli Sumba juga dikenal dengan sebutan ''Kamba humba'' oleh masyarakat sekitar. Untuk memintalnya, mereka membutuhkan tempurung kelapa dan kin.

Menggambar motif kain

Menggambar motif tenun ikat Sumba | Dok. Yayasan Sekar Kawung

Selanjutnya sebelum melakukan proses tenun, juga dibuatkan gambar motif tenun dengan menggunakan pensil. Soal waktu menggambar motif, lamanya tergantung rumit dan tidaknya motif yang bakal digambar. Motif ini rata-rata akan diselesaikan dalam kurun sepekan.

Membuat ikatan kain


Tags: cara tenun luka tradisional

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia