Pemintalan Benang - Seni dan Keterampilan dalam Kerajinan Menjahit
Pengolahan benang katun lebih lanjut
Untuk pemrosesan benang katun lebih lanjut bisa di proses menjadi sebuah kain yang di namakan kain katun. Pada proses awalannya hampir mirip dengan pembuatan benang hingga pada proses winding.
Selanjutnya ada proses lebih lanjut seperti weaving (pengolahan benang katun yang di anyam membentuk kain), treatment (pembersihan kain dengan cara di gosok), finishing (pemberian bahan kimia lain sebagai pelindung dari matahari).
Itulah pembahasan mengenai pengolahan kapas menjadi benang di sebut pemintalan. Proses pembuatan benang katun sangatlah panjang jika di pandang dari awal penanaman kapas.
Saat masuk ke pabrik pengolahan, kapas di bawa dalam keadaan bahan mentah. Yang kemudian di ubah menjadi benang dalam bentuk barang setengah jadi.
2 Macam Macam Benang Berdasarkan Bahan Dasar
Benang staple atau spun yarn dibuat dengan cara dipelintir atau dipintal. Benang staple dapat terdiri dari satu atau lebih dari dua jenis serat.
Umumnya, benang staple dibuat dengan campuran serat natural dan sintetis. Benang staple memiliki 4 macam cara pemintalan yaitu ring spinning, open end friction spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning. Ring spinning merupakan metode pemintalan benang tertua, menghasilkan benang yang kuat dan berkualitas.
Open end friction spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning merupakan metode-metode pemintalan benang yang mulai diterapkan pada tahun 70-80 an, metode ini dapat memproduksi benang lebih cepat khususnya metode air jet spinning yang 20x lebih cepat prosesnya dibandingkan metode ring spinning.
Namun kualitas benang yang dihasilkan ketiga metode itu terbilang tidak sekuat benang yang dihasilkan metode ring spinning.
Benang filament merupakan benang yang terbuat dari polimer cair dan semi cair. Umumnya benang filamen terbuat dari serat sintetis, karena benang filamen hanya memiliki 1 jenis serat natural yaitu serat sutra.
Benang filamen memiliki 3 macam cara pembuatan yaitu wet spinning, dry spinning, dan melt spinning. Dalam metode wet spinning, zat polimer dilarutkan dan diproses dalam larutan cair hingga membentuk benang. Benang yang dihasilkan metode wet spinning antara lain benang viscose rayon, akrilik, aramid, dan spandex.
Metode wet spinning merupakan metode yang prosesnya lebih lama dibanding metode dry spinning dan melt spinning. Metode dry spinning merupakan metode yang menggunakan larutan yang mudah menguap sehingga pada proses akhir pembuatan benang cairan tersebut sudah menguap sehingga tidak basah.
Struktur internal benang
Pembentukan serat di dalam benang berhubungan dengan struktur luar benang. Susunan inti benang di dalam benang dan perluasan serat sepanjang benang dapat diperoleh dengan memindai fotografi elektron selama penyusunan. Serat-seratnya sangat sejajar seperti yang terlihat pada penampang benang dan mempengaruhi kekuatan benang. Karakteristik kekuatan benang berhubungan dengan panjang penjepitan selama pengujian.
Mengurangi detail dan kemungkinan loop lemah dalam kekuatan: Kekuatan benang normal diuji pada mesin dengan panjang penjepit 520 mm, juga dengan panjang penjepit 100 mm dan 18 mm. Mengurangi panjang penjepit akan meningkatkan kekuatan putus benang karena panjang penjepit yang lebih pendek mengurangi kemungkinan simpul dan bagian yang lemah, dan panjang putus yang lebih rendah mengurangi kemungkinan putus. Jika distribusi serat terarah dengan baik, panjang penjepitan uji akan berkurang dan kekuatan putus benang meningkat secara signifikan, terlebih lagi untuk benang ring dan benang ring kompak. Kekuatan putus benang rotor lebih rendah, meskipun panjang putusnya lebih rendah dari panjang serat, karena terbentuknya kaitan melengkung pada serat, kekuatan putus benang rotor tidak bertambah meskipun panjang putusnya pendek. Kesimpulannya, semakin banyak serat benang yang dijepit, maka semakin baik orientasi memanjang seratnya dan semakin tinggi pula kekuatan putus benangnya. Dari fotografi pemindaian elektron, terlihat bahwa benang rotor merupakan struktur yang terpelintir. Sekalipun panjang penjepitan kurang dari 5 mm, 100% serat terjepit dan serat putus, panjang penjepitan 0 mm, panjang putus serat lebih rendah dari panjang serat, dan orientasi serat inti buruk, sehingga kekuatan putusnya rendah.
Kekuatan benang air-jet antara benang ring, benang kompak dan benang rotor, terutama benang air-jet, inti benang dibandingkan benang rotor paralel, serat yang kurang terjerat, kekuatan dibandingkan benang rotor kurang tinggi.
4 Macam Macam Benang Terbaik Berdasarkan Serat dan Proses Pembuatannya
4 Macam Macam Benang Terbaik Berdasarkan Serat dan Proses Pembuatannya – Benang merupakan komponen utama yang diperlukan dalam pembuatan kain. Benang merupakan gabungan serat-serat yang dipintal. Secara umum, benang terbagi menjadi dua jenis berdasarkan seratnya yaitu staple yarn dan filament yarn .
Staple yarn atau lebih dikenal dengan spun yarn adalah benang yang pembuatannya menggunakan serat pendek. Sedangkan filament yarn adalah benang yang pembuatannya menggunakan serat yang lebih panjang.
Benang dapat diproduksi menggunakan teknologi mesin, kimia, maupun tangan, namun ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sifat benang dipengaruhi oleh sifat seratnya.
Pemintalan kapas
Serat kapas
Produksi serat kapas merupakan yang terbesar dibandingkan serat alam. Dan mereka sangat serbaguna. Kita dapat menggunakannya untuk menjahit pakaian, seprai, tempat tidur, dan barang-barang kehidupan lainnya. Ini juga dapat digunakan sebagai bahan kanvas dan ban berjalan. Atau kita bisa membuatnya menjadi flok untuk pengawet panas dan bahan pengisi.
Serat kapas dibedakan menjadi kapas halus dan kapas stapel panjang. Dibandingkan dengan kapas wol halus, kapas wol panjang lebih putih, halus, panjang dan berkilau. Ini adalah jenis kapas terbaik dan umumnya digunakan untuk kain bermutu tinggi.
Sistem pemintalan kapas
Bahan baku yang digunakan dalam produksi pemintalan kapas meliputi serat kapas dan serat kimia jenis kapas, dan produknya meliputi benang kapas murni, benang serat murni, dan berbagai benang campuran. Pada sistem pemintalan kapas, menurut persyaratan kualitas bahan baku dan kualitas benang, dibagi menjadi sistem carding, sistem combing dan sistem pemintalan limbah.
Biasanya digunakan untuk memintal benang khusus kasar dan sedang, serta menenun tekstil biasa.
Teknik combing digunakan untuk menghasilkan benang katun berkualitas tinggi, benang unik, dan benang campuran kapas dan serat kimia.
Sistem pemintalan limbah digunakan untuk memproduksi benang kapas kasar berbiaya rendah.
Karena perbedaan karakteristik dan tingkat pengotor serat poliester dan kapas, keduanya tidak dapat digabungkan dan diproses dalam proses pembersihan dan carding jika diblender. Untuk menjamin pencampuran yang tepat, gunakan tiga kali penarikan sambil menggabungkan di atasnya.
Tags: benang adalah pemintalan